Rabu, 28 Okt 2026
light_mode

Alhamdulillah, Harga Karet Terus Bergerak Naik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
  • print Cetak
Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi harga karet alam bergerak naik di tingkat petani di Mandailing Natal (Madina).

Pantauan  di pusat penjualan karet alam di Gunung Tua, Panyabungan, Kamis (28/4/2016), harga berada di Rp.8.200 per kilo gram untuk harga terrendah dan Rp.8.800 per kilo gram untuk harga tertinggi.

Posisi itu mengalami kenaikan sekitar 700 rupiah dari Kamis pekan lalu yang masih berada di Rp. 7.500 per kg untuk harga terrendah dan Rp 8.200 untuk harga tertinggi.

Rangkaian rangkak kenaikan terjadi di rentang sebulan terakhir, memompa semangat para petani getah karet terhadap perbaikan kondisi ekonomi keluarga mereka yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir akibat terpuruknya harga karet alam.

“Kalau dijumlah-jumlah, sudah sekitar 2.000 kenaikan di dalam sebulan ini,” kata Nasution seorang penyadap getah di Desa Gunung Tua Julu.

“Alhamdulillah, semoga teruslah naik di minggu-minggu depan, ‘pinomat’ 10.000 rupiah per kilo kita sudah bersyukur,” kata Sutan seorang  “pangguris” di pusat penjualan Gunung Tua.

Kenaikan harga karet alam di tingkat petani ini tak hanya di Panyabungan. Di kecamatan lain kawasan Madina juga mengalami harga naik. Mayoritas penduduk Madina menggantungkan pendapatan keluarga dari menyadap karet alam sebagai mata pencaharian primer.

Tingkat produksi dan harga karet sangat mempengaruhi posisi perekonomian rakyat Madina serta manjadi gambaran bagi diamika ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, pantauan Mandailing Online di data transaksi Tokyo Commodity Exchange,  harga karet untuk pengiriman September 2016 ditutup pada 199,40 Yen pada 25 April 2016 atau naik 0,40 persen dari penutupan sehari sebelumnya. Lalu pada posisi penutupan 26 April 2016 berada pada 199,90 Yen (+0,25%)

Di sisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan, Alex K Eddy, Rabu (27/4) yang dilansir Sriwijaya Pos mengatakan sejak April lalu, harga karet mulai merangkak naik, dari harga sebelumnya USD 1 naik menjadi  USD 1.45.

Hal ini terjadi karena kebijakan Agree Export Tonase Scame (AETS) negara produsen karet, Indonesia bersama Malaysia dan Thailand mengurangi ekspor ke negara tujuan. Kebijakan ini sudah dilakukan sejak akhir Maret lalu.

Dengan adanya pembatasan ekspor ini, secara otomatis pasokan karet internasional akan berkurang dan ini akan mendongkrak harga karet internasional.

“Saat ini ada angin segar karena harga minyak dunia sudah mulai naik ini juga mendongkrak harga karet. Selain itu, pemerintah negara pemasok karet melakukan kesepakatan untuk mengurangi ekspor,” ujarnya.

Harga beli pabrik saat ini sudah mencapai Rp 9 ribuan. Harga ini dinilai sudah bisa memenuhi kebutuhan petani karet untuk bertahan.

Setiap tahun, pengusaha karet Indonesia mampu mengirimkan ekspor hingga 1 juta ton, jadi pengiriman ekspor rata-rata perbulan mencapai 90 ribu ton. Namun karena adanya pengurangan stok, saat ini pengiriman hanya berkisar 60 ribuan ton per bulannya.

“Ini sebagai bentuk pengorbanan pengusaha untuk meningkatkan kembali harga karet. Meskipun harus merelakan 20 persen stok karet mengendap,” ujarnya.

Alex mengatakan, kebijakan ini sengaja dilakukan untuk membantu mendongkrak harga karet dari petani.

“Kalau harga karet terus menerus mengalami penurunan, nanti petani menjadi kecil hati dan akhirnya berdampak kepada pengusaha karet karena tidak ada stok untuk diekspor. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan AETS ini. Kebijakan ini akan dievaluasi selama 6 bulan,” ujarnya.

Karena tidak adanya cash flow selama kebijakan ini dijalankan, anggota Gapkindo mengharapkan agar pemerintah memberikan kebijakan-kebijakan seperti suku bunga kredit murah untuk resi gudang, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

“Karena selama ini suku bunga kredit yang diberikan kepada kami adalah suku bunga komersil. Kami mengharapka agar suku bunga ini bisa lebih murah,” ujarnya.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Tokyo Commodity Exchange/Sriwijaya Pos

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan di Simpang Gambir Terancam Putus

    Jalan di Simpang Gambir Terancam Putus

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Jalan Propinsi di Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kondisinya memprihatinkan karena pinggir badan jalan amblas mengancam setiap pemakai jalan yang lewat. Hal ini membuat beberapa pengemudi harus ekstra hati – hati jika melewetai jalur yang menghubungkan Batang Natal ke Lingga Bayu itu, karena kalu tidak bisa terjadi kecelakaan. Bangun, pengemudi […]

  • Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    Demo, Mahasiswa UGN Pertanyakan Status Lahan

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Rupanya, selain menuntut kejelasan tentang status kampus UGN yang belum kunjung menjadi PTN, puluhan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di kampus I Jalan Sutomo juga mempertanyakan persoalan lahan milik kampus mereka yang berada di daerah Simarsayang. Hendra Ibrahim Siregar, selaku kordinator aksi, saat diterima pihak Yayasan bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya, di […]

  • Tiga Kecamatan di Madina Rentan Rawan Pangan

    Tiga Kecamatan di Madina Rentan Rawan Pangan

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Tiga kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) rentan rawan pangan, yaitu Kecamatan Panyabungan Timur, Muara Batang Gadis dan Muara Sipongi. Hal itu sesuai dengan hasil survei Badan Ketahanan Pangan Propinsi Sumatra Utara dan Badan Ketahanan Pangan Madina. Demikian disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhendra Ritonga, kepada MedanBisnis, di ruang kerjanya, usai mengikuti […]

  • Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TEBINGTINGGI, – Lambang dan tulisan soal komunis hebohkan Tebingtinggi, Kamis (12/9). Saking gegernya, warga menjadi cemas, takut insiden yang tidak-tidak terjadi. Polisi dan tentara telah berkoordinasi untuk mengungkap siapa pelakunya. Kalimat yang menghebohkan tersebut ditulis menggunakan cat pilox. Bunyinya “Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup rakyat. Kita sudah ditindas, kita harus melawan. Revolusi harga […]

  • Tim Hukum Cabup Madina Harun Mustafa Akan Melaporkan Henri Husein Nasution

    Tim Hukum Cabup Madina Harun Mustafa Akan Melaporkan Henri Husein Nasution

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Ridwan Rangkuti selaku tim kuasa hukum calon Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) nonor urut 1 Harun -Ichwan menilai manuver Henri Husein Nasution yang melaporkan Cabup Madina Harun Mustafa Nasution ( HMN) ke Gakkumdu dan Poldasu dengan tuduhan penggunaan keterangan palsu adalah sesuatu yang tidak benar, fitnah dan pencemaran nama […]

  • Diguyur Hujan, Bupati Madina Tetap Teguh Pimpin Upacara HGN

    Diguyur Hujan, Bupati Madina Tetap Teguh Pimpin Upacara HGN

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (25/11/ 2025) tetap berjalan khidmat meski berlangsung di bawah guyuran hujan, Bupati H. Saipullah Nasution yang bertindak sebagai inspektur upacara tetap teguh berdiri bersama ratusan guru di bawah guyuran hujan […]

expand_less