Minggu, 8 Mar 2026
light_mode

Alhamdulillah, Harga Karet Terus Bergerak Naik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Apr 2016
  • print Cetak
Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

Seorang pria mengumpul karet mentah di panyabungan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lagi-lagi harga karet alam bergerak naik di tingkat petani di Mandailing Natal (Madina).

Pantauan  di pusat penjualan karet alam di Gunung Tua, Panyabungan, Kamis (28/4/2016), harga berada di Rp.8.200 per kilo gram untuk harga terrendah dan Rp.8.800 per kilo gram untuk harga tertinggi.

Posisi itu mengalami kenaikan sekitar 700 rupiah dari Kamis pekan lalu yang masih berada di Rp. 7.500 per kg untuk harga terrendah dan Rp 8.200 untuk harga tertinggi.

Rangkaian rangkak kenaikan terjadi di rentang sebulan terakhir, memompa semangat para petani getah karet terhadap perbaikan kondisi ekonomi keluarga mereka yang terpuruk dalam beberapa tahun terakhir akibat terpuruknya harga karet alam.

“Kalau dijumlah-jumlah, sudah sekitar 2.000 kenaikan di dalam sebulan ini,” kata Nasution seorang penyadap getah di Desa Gunung Tua Julu.

“Alhamdulillah, semoga teruslah naik di minggu-minggu depan, ‘pinomat’ 10.000 rupiah per kilo kita sudah bersyukur,” kata Sutan seorang  “pangguris” di pusat penjualan Gunung Tua.

Kenaikan harga karet alam di tingkat petani ini tak hanya di Panyabungan. Di kecamatan lain kawasan Madina juga mengalami harga naik. Mayoritas penduduk Madina menggantungkan pendapatan keluarga dari menyadap karet alam sebagai mata pencaharian primer.

Tingkat produksi dan harga karet sangat mempengaruhi posisi perekonomian rakyat Madina serta manjadi gambaran bagi diamika ekonomi di Kabupaten Mandailing Natal.

Sementara itu, pantauan Mandailing Online di data transaksi Tokyo Commodity Exchange,  harga karet untuk pengiriman September 2016 ditutup pada 199,40 Yen pada 25 April 2016 atau naik 0,40 persen dari penutupan sehari sebelumnya. Lalu pada posisi penutupan 26 April 2016 berada pada 199,90 Yen (+0,25%)

Di sisi lain, Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan, Alex K Eddy, Rabu (27/4) yang dilansir Sriwijaya Pos mengatakan sejak April lalu, harga karet mulai merangkak naik, dari harga sebelumnya USD 1 naik menjadi  USD 1.45.

Hal ini terjadi karena kebijakan Agree Export Tonase Scame (AETS) negara produsen karet, Indonesia bersama Malaysia dan Thailand mengurangi ekspor ke negara tujuan. Kebijakan ini sudah dilakukan sejak akhir Maret lalu.

Dengan adanya pembatasan ekspor ini, secara otomatis pasokan karet internasional akan berkurang dan ini akan mendongkrak harga karet internasional.

“Saat ini ada angin segar karena harga minyak dunia sudah mulai naik ini juga mendongkrak harga karet. Selain itu, pemerintah negara pemasok karet melakukan kesepakatan untuk mengurangi ekspor,” ujarnya.

Harga beli pabrik saat ini sudah mencapai Rp 9 ribuan. Harga ini dinilai sudah bisa memenuhi kebutuhan petani karet untuk bertahan.

Setiap tahun, pengusaha karet Indonesia mampu mengirimkan ekspor hingga 1 juta ton, jadi pengiriman ekspor rata-rata perbulan mencapai 90 ribu ton. Namun karena adanya pengurangan stok, saat ini pengiriman hanya berkisar 60 ribuan ton per bulannya.

“Ini sebagai bentuk pengorbanan pengusaha untuk meningkatkan kembali harga karet. Meskipun harus merelakan 20 persen stok karet mengendap,” ujarnya.

Alex mengatakan, kebijakan ini sengaja dilakukan untuk membantu mendongkrak harga karet dari petani.

“Kalau harga karet terus menerus mengalami penurunan, nanti petani menjadi kecil hati dan akhirnya berdampak kepada pengusaha karet karena tidak ada stok untuk diekspor. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan AETS ini. Kebijakan ini akan dievaluasi selama 6 bulan,” ujarnya.

Karena tidak adanya cash flow selama kebijakan ini dijalankan, anggota Gapkindo mengharapkan agar pemerintah memberikan kebijakan-kebijakan seperti suku bunga kredit murah untuk resi gudang, dan kebijakan-kebijakan lainnya.

“Karena selama ini suku bunga kredit yang diberikan kepada kami adalah suku bunga komersil. Kami mengharapka agar suku bunga ini bisa lebih murah,” ujarnya.

Peliput : Dahlan Batubara

Sumber tambahan : Tokyo Commodity Exchange/Sriwijaya Pos

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

    • calendar_month Senin, 19 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun. Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22). Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa […]

  • MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    MTQ XV, Panyabungan Timur Juara Umum

    • calendar_month Senin, 2 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kecamatan Panyabungan Timur keluar sebagai juara umum pada  Mushabaqoh Tilawatil Quran ke XV tingkat kabupaten di Panyabungan, Mandailing Natal. Juara  II ditempati Kecamatan Panyabungan. Juara III Kecamatan Tambangan. MTQ yang diselenggarakan selama 3 hari dan ditutup pada Jum’at (29/4) itu memperlombakan 10 cabang untuk kategori putra, 10 cabang kategori putrid dan 10 […]

  • Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Menurut saya, kondisi Sibanggor Julu kini sangat tidak beres. Dibutuhkan kedatangan tim ahli indevenden pengukur zat hidrogen-sulfur di sana. Pengundangan tim ahli itu sebisanya diinisiasi DPRD Mandailing Natal. Jika DPRD Mandailing Natal enggan maka DPRD Sumatera Utara harus berinisiasi. Alasan saya : di Sibanggor Julu banyak indikasi-indikasi keterancaman tubuh penduduk yang […]

  • Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini Pemkab Madina belum mampu menuntaskan penyaluran bansos tahap I dari Pemprov Sumut di Kecamatan Panyabungan, Madina. Pemkab Madina menyatakan pasokan Indomie belum cukup, penyebab kendala penyaluran. Mie instan merek Indomie dijadikan salah satu bahan pangan dalam paket bantuan sosial (bansos) itu selain beras, minyak makan dan gula putih. “Indomie […]

  • Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca kisruhnya pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Kota Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap berjanji akan transparan dan terbuka dalam rekrutmen yang diduga terjadinya kecurangan. Mantan Sekda Tapsel ini mengatakan, semua hasil ranking akan diumumkan kepada publik pada saat pengumuman nama-nama CPNS yang lulus testing. Namun, panitia seleksi penerimaan […]

  • Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR : Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur. Selain itu, juga diamankan lima orang […]

expand_less