Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak
sujud taqwa ilustrasi

sujud taqwa ilustrasi

Oleh: Muhbib Abdul Wahab

Ramadhan merupakan sebuah sistem pendidikan Rabbani yang sangat efektif bagi pembentukan kesadaran diri dan karakter mulia.

Pendidikan Ramadhan bersifat holistic integrative dan komprehensif, meliputi: pendidikan spiritual, sosial, intelektual, akhlak (moral), fisik, kesehatan, ekonomi, politik, dan budaya. Tujuan pendidikan Ramadhan adalah mengatualisasikan takwa pada diri mukmin yang berpuasa dalam kehidupan sehari-hari.

Ibarat sebuah madrasah atau universitas, saat Ramadhan para peserta didik, ditempa dan dilatih secara ketat dan penuh disiplin sehingga setelah lulus Ramadhan menjadi alumni yang berintegritas tinggi, mumpuni, berprestasi, dan unggul serta berdaya guna. Hal itu tidak hanya memberikan maslahat untuk dirinya, tetapi juga bermanfaat untuk keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bangsanya.

Takwa personal yang dihasilkan pendidikan Ramadhan, idealnya membuat mukmin semakin memiliki integritas kepribadian yang utama dan mulia, tahan dan kebal terhadap aneka godaan duniawi dan bujuk rayu setan.

Sedangkan, takwa social cultural dari buah Ramadhan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif dan komitmen kuat di kalangan umat Islam untuk membangun peradaban yang berkemajuan.

Ramadhan memang didesain untuk membentuk mukmin yang saleh dan muslih. Karakter saleh dan muslih sangat diperlukan untuk membangun budaya berprestasi dan berkemajuan bagi umat dan bangsa.

Takwa itu multidimensi karena di satu segi, takwa merupakan modal hidup, dan di segi lain merupakan proses dan orientasi kehidupan yang harus menjadi spirit perjuangan setiap Muslim. Menjadi orang bertakwa itu selalu berproses, memerlukan waktu, kinerja dinamis, berlangsung terus-menerus, dan tidak mengenal kata selesai.

Menjadikan takwa sebagai modal hidup merupakan perintah Allah SWT: “Bawalah bekal karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (QS al-Baqarah: 197).

Takwa sebagai proses perjalanan hidup yang harus dilalui Muslim sejatinya dapat mengantarkan pada derajat dan kualitas hidup yang lebih tinggi. Karena itu, perintah bertakwa dalam Alquran itu disertai dengan harapan-harapan masa depan yang lebih baik, yaitu menjadi orang-orang yang beruntung, mendapat rahmat Allah SWT, dan menjadi orang-orang yang bersyukur.

Proses bertakwa atau menempuh peta jalan takwa itu diperlukan agar Muslim bisa menjadi orang beruntung (muflih, faiz), pemenang (hawa nafsu dan godaan setan), mendapat rahmat Allah, dan menjadi orang yang bersyukur. Menjadi orang bertakwa berarti proses menjadi pemenang yang beruntung di dunia dan akhirat serta selalu memperoleh rahmat-Nya.

Profil lulusan universitas Ramadhan itu idealnya beriman kepada Allah SWT, melaksanakan shalat dengan istiqamah, gemar berinfak, bersedekah, baik pada waktu lapang maupun susah, menahan amarah (tidak mudah emosi), memaafkan sesama, mengingat Allah ketika akan berbuat zalim atau keji, dan selalu beristighfar kepada Allah.

Lalu, tidak meneruskan perbuatan kejinya, melaksanakan shalat dan mengeluarkan zakat, memberikan dermanya kepada sanak kerabat, anak-anak yatim, dan fakir miskin, menepati janji, apabila berjanji (berkomitmen), bersabar dalam kesempitan, penderitaan, dan perang, menjadi orang yang benar dan jujur dengan keimanannya.

Aktualisasi takwa yang mengantarkan pada keberuntungan, kasih sayang Allah, dan kebersyukuran tersebut harus dapat dibuktikan dalam kehidupan nyata. Indikatornya adalah orang bertakwa itu senantiasa berkompetensi menyelesaikan persoalan sekaligus memperoleh rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka(QS at-Thalaq [65]: 2-3).

Semoga Ramadhan ini dapat mengantarkan para shaimin menjadi orang bertakwa dalam arti yang sesungguhnya! (Republika Online)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    Banyak Proyek Belum Siap, Tapi Dibayar 100 Persen

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabid Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Madina, Sahri Ahmad KDT Harahap, Jum’at (4/1) mengakui pihaknya telah membayar 100 persen pada setiap paket proyek yang dikerjakan tahun anggaran 2012. Pengakuan Sari Ahmad ini kontan mengejutkan, karena masih banyak proyek yang masih terbengkalai alias tidak selesai dikerjakan 100 persen hingga limit […]

  • Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    Rekam kilas balik : POTENSI dan PROSPEK Propinsi Sumatera Tenggara

    • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    1. Pengantar Mendung tetap bergayut di angkasa Jakarta sembari masih menggerimiskan hujan secara tersendat-sendat, seolah-oleh belum puas menumpahkan segala resah langit tadi malam. Suasana hari Minggu seperti ini biasanya dan wajar untuk mengikat diri dalam suasana liburan yang damai di rumah saja. Sementara, suasana di Kafe Galeri Taman Ismail Marzuki selalu saja mendung laksana nuansa […]

  • Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    Mahasiswa Madina Kembali Turun ke KPK Plus Kejagung

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Mahasiswa Peduli Mandailing Natal (FMMP Madina) kembali melalukan aksi Jilid 2  di depan gedung KPK RI dan KEJAGUNG RI, Rabu (24/2/2021) di Jakarta. Dalam tuntutannya FMMP meminta  ketua KPK agar segera memanggil dan memeriksa seluruh oknum yang terlibat dalam menggunakan anggaran penanganan dana covid 19 […]

  • Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    Resesi Buah Pahit Sistem Kapitalis

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi perekonomian global. Satu demi satu negara berjatuhan ke jurang resesi. Perekonomian dunia berada di ambang ketidakpastian akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Begitu juga dengan perekonomian Indonesia yang diprediksi kuat pada kuartal II-2020 ini mengalami kontraksi. Belum lagi isu resesi yang berada di depan mata, […]

  • Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    Prof.Uli Kozok Janjikan Kerja sama dengan Tympanum

    • calendar_month Minggu, 8 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)- Tympanum Novem dalam waktu dekat akan menjalin kerja sama dengan Prof. Uli Kozok, ahli tata bahasa dan budaya Tapanuli berkebangsaan Jerman. Berawal dari software “Latin to Mandailing” yang dikembangkan Tympanum Novem dan di publikasikan melalui situs 4shared.com beberapa waktu yang lalu. Software dimaksud diyakini menarik perhatian peneliti senior Etnologi Asia Pasifik di Universitas […]

  • Komunitas Sahabat Muda Nilai Ivan Iskandar Batubara Layak Pimpin Madina

    Komunitas Sahabat Muda Nilai Ivan Iskandar Batubara Layak Pimpin Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jelang Pilkada Madina Tahun 2024 Nama Ivan Iskandar Batubara kian menjamur ditengah tengah masyarakat bakal maju mengisi bursa pencalonan Calon kepala daerah Mandailing Natal (Cakada) Tahun 2024. Alasan majunya sosok Ivan Iskandar ditandai dengan konsep “Patujoloon Mandailing Natal”. Hambali Evan Ketua Komunitas Sahabat Muda Ivan mengatakan Ivan Iskandar merupakan salah satu […]

expand_less