Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 24 Agt 2016
  • print Cetak
Iskandar Hasibuna

Iskandar Hasibuna

PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Para kepala desa di Mandailing Natal harus transparan mengelola Dana Desa agar tidak terjebak dalam masalah hukum.

“Karena jika penggunaanya disalahgunakan akan menimbulkan proses hukum yang bisa menjerumuskan kades ke penjara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Rabu (24/8/2016).

Dia juga mengingatkan para kepala desa jangan mau ditakut-takuti oleh oknum-oknum yang ingin menggerogoti Dana Desa.

“Selalulah membuat papan pengumuman setiap anggaran yang dipergunakan,” katanya.

Dikatakannya, berdasar laporan beberapa kepala desa ke PDI Perjuangan Madina, bahwa sejak keluarnya Dana Desa Tahun 2016 di beberapa desa, telah banyak oknum-oknum tertentu dengan berbagai macam dalih untuk mempertanyakan penggunaan Dana Desa, tentu langkah oknum-oknum itu mengakibatkan kepala desa kewalahan.

“Bagaimana kades dan aparatnya memberikan penjelasan tentang penggunaan Dana Desa, kerjanya saja baru dimulai, tentu ada proses pekerjaannya, jika memang ada yang menjadi pengawas kita ucapkan terima kasih, tapi jangan kades yang dicari, tetapi awasi detik demi detik pekerja yang melaksanakan proyek yang diusulkan sesuai RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang diusulkan,” ujar Iskandar.

Dia juga meminta DPRD Madina ikut turun langsung melakukan pengawasan. Bukan mengawasi dari kantor DPRD, tapi langsung ke lapangan setiap waktunya jika DPRD ingin penggunaan Dan Desa bagus.

Kepala desa atau siapa saja yang mengelola Dana Desa harus transparan dengan cara memampangkan pengumuman, atau bila perlu diumumkan di mesjid pada setiap Jum’at agar seluruh masyarakat ikut mengawasi.

Pola transparan ini akan meminimalisir oknum-oknum mengaku pengawas yang gentayangan dari desa ke desa mencari-cari kesalahan kepala desa dengan tujuan meraup uang.

“Memberikan uang kepada oknum-okunum mengaku pengawas akan merugikan kepala desa. Apakah kades mau uangnya dinikmati orang lain, tetapi pertanggungjawabannya kades? Kalau kades mau seperti itu, maka siap siapalah masuk penjara. Agar tak masuk penjara siapkan administrasi dengan baik dan buat papan informasi dan lengkap dengan proyek yang disulkan sesuai hasil musyawarah desa,” ujar Iskandar.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasokan Sulit Jadi Penyebab Harga Cabai dan Bawang di Madina Naik

    Pasokan Sulit Jadi Penyebab Harga Cabai dan Bawang di Madina Naik

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sulitnya pasokan bawang dan cabai menjadi penyebab naiknya harga 2 bahan poko ini di Mandailing Natal( Madina ). Pantauan pasar sendiri, harga cabai merah naik hingga Rp.25.000 / kg nya. Sedangkan harga bawang merah naik Rp.8000/ kg. ” cabai merah Rp. 70.000 /kg, sebelumnya hanya Ro.45.000 saja. Untuk harga bawang merah […]

  • Harga Sejumlah Bahan Pokok di Madina Masih Stabil

    Harga Sejumlah Bahan Pokok di Madina Masih Stabil

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2013, harga sejumlah bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) relatif stabil. Meski begitu, beberapa hari ke depan bisa saja berubah saat akan libur panjang. Demikian disampikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Prindag Pemod Kopresi dan UKM Madina Ikhwan Nasution kepada wartawan, Rabu […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 1)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 1)

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution PRAKATA Mengidentifikasi tipikal Mandailing membutuhkan kajian yang komprehensif. Amat naif jika hanya menggeneralisir begitu saja bahwa Mandailing hanya sebatas teritorial saja, tanpa acuan-acuan yang signifikan. Apalagi kita meyakini bahwa filsafat, norma, dan budaya—yang sering digunakan untuk pengelompokan sosial—bukanlah satuan-satuan yang berdiri sendiri tanpa pengaruh dari identitas suku lain. Studi sastra banyak […]

  • Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Sudah Jawab Surat KPK

    Kasus Taman Raja Batu, Kejatisu Sudah Jawab Surat KPK

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Kejaksaan Tinggi Sumut menyatakan telah menjawab surat KPK terkait proses hukum dugaan korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Sirisiri di Mandailing Natal. Itu dikatakan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian menjawab pertanyaan wartawan via telefon seluler, Selasa (28/8/2018). Sumanggar tidak menyebutkan secara detail kapan surat jawaban Kejatisu […]

  • Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden SBY meminta jajaran menterinya mengoptimalkan waktu tiga bulan ke depan untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang masih ada. Sebab bila nanti akan ada ‘penataan lebih lanjut’, maka tidak ada pekerjaan tersisa. Perintah itu disampaikannya presiden saat membuka rapat kabinet paripurna. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/7/2011). “Oktober nanti genap dua tahun […]

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

expand_less