Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Gempa Sumatera, 8,9 SR di Depan Mata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Sep 2010
  • print Cetak


Gempa berkekuatan 6,0 skala richter mengguncang Bengkulu dini hari tadi. Getarannya dirasakan hingga Padang, sehingga masyarakat di sana ikut panik. Ahli gempa dari LIPI, Prof Danny Hilman, menegaskan, teror gempa di wilayah Sumatera belum akan berakhir.

Sumatera, khususnya di wilayah Mentawai menyimpan energi yang memicu gempa 8,9 SR . Zona subduksi yang menyimpan energi besar itu berbeda ‘tabungan’ dari gempa-gempa yang selama ini terjadi di Sumatera, seperti Nias, Bengkulu dan gempa Padang yang menewaskan hampir seribu orang itu pada September 2009 lalu.

“Baru sebagian (energinya) yang terlepas. Tahun 2007 lalu saat gempa terjadi di bagian selatan (Mentawai) hanya 1/3 yang terlepas, masih ada 2/3 lagi energi yang berpotensi memicu gempa 8,8 hingga 8,9 SR,” kata Danny saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 4 September 2010.

Danny sendiri tak bisa memperkirakan kapan energi itu akan terlepas, bisa sebulan atau bahkan puluhan tahun. “Tapi kalau melihat gejala hari ini (gempa Bengkulu), ancaman (gempa besar) di wilayah Sumatera makin tinggi,” kata dia.

Dalam penjelasannya terkait potensi gempa Mentawai pada Juli 2010 lalu yang dimuat di laman youtube, Danny membeberkan, potensi gempa besar di Mentawai, Sumatera Barat ini sudah diteliti sejak tahun 1990. Penelitian dilakukan oleh sejumlah lembaga, termasuk LIPI yang bekerjasama dengan peneliti asing.

Secara garis besar, kata dia, ada dua metode yang dilakukan dalam penelitian berpuluh tahun itu, yakni metode geologi dan modern yang menggunakan alat-alat modern seperti global positioning system (GPS). GPS ini digunakan untuk memonitor pergerakan lempeng yang terkait proses gempa bumi.

Dari penelitian, katanya, secara historis, wilayah barat Sumatera memang banyak dilanda gempa besar. Pada 1993, misalnya gempa tercatat 8,4 SR. Di tahun 1833 pernah juga terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 SR. “Jadi pernah terjadi gempa hampir 9 SR di barat Padang,” katanya. Sementara di wilayah utara Sumatera, khususnya di Andaman, baru tercatat dua kali gempa.

Intensitas gempa di wilayah Sumatera pada 2000 semakin meningkat, seperti Bengkulu, Simelue, dan Andaman. Dan yang paling mengejutkan pada ilmuwan adalah gempa di Andaman pada 2004 lalu dengan kekuatan 9,15 SR. “Karena tidak ada historikalnya (gempa besar). Jadi historikal saja tidak cukup, dalam geologi harus ada data lain,” kata dia.

Setelah rentetan gempa besar di Sumatera, mulai dari Aceh, Nias hingga Mentawai, menurut Danny, banyak yang menilai Padang sudah aman, artinya tidak akan ada gempa besar lagi.

Tetapi, dari penelitian yang dilakukannya bersama sejumlah lembaga lain, menunjukkan bahwa perhitungan tentang kandungan energi di Mentawai masih belum berimbang dibandingkan dengan gempa yang terjadi di sana pada 2007. “Energi yang terlepas, jauh lebih kecil hanya 1/3, artinya 2/3 masih tersimpan di sana, sampai sekarang,” kata Danny.

Kondisi Sebelum Gempa

Gempa besar di Sumatera dari penelitian terjadi dalam periode 200 tahun sekali. Sekarang ini energi besar yang diperkirakan menjadi sumber gempa di Sumatera itu masih terkunci. Dari hitung-hitungan, jika lempeng yang terdesak ke Sumatera rata-rata 6 cm per tahun dalam tempo 200 tahun akan mencapai 12 meter. “Kalau dilepaskan itungannya hampir 9 SR,” kata dia.

Dari penelitian selama 15 tahun diketahui pada abad 14 di Mentawai terjadi gempa besar dengan magnitude 9 SR. Gempa besar juga terjadi di abad 16 yang mengangkat pulau ini 1,2-1,5 meter. Namun dua gempa besar ini tidak tercatat dalam sejarah. Dua gempa besar ini diketahui lewat penelitian terhadap batu karang yang punya kemampuan luar biasa merekam turun naiknya permukaan air laut.

Danny juga membeberkan, ada kondisi-kondisi tertentu sebelum terjadinya gempa besar. Contohnya, Pulau Siberut yang tenggelam secara perlahan-lahan. Namun usai gempa besar, pulau ini naik hingga tiga meter. Kondisi serupa terjadi di Nias tahun 2005 silam. Sementara daratan Padang kini mengalami penurunan 1 hingga 1,5 meter. (pet)
sumber : Vivanews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    Ketua DPD Golkar Sumut Buka Muscam di MBG

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINGKUANG (Mandailing Online) – Ketua DPD Golkar Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah membuka Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG) di Desa Singkuang, Minggu (26/9). Ini merupakan muscam pertama yang dibuka oleh Ketua DPD Provinsi Sumatera Utara. Hal ini terjadi karena dalam kepengurusan Golkar Sumut tidak begitu terpaku pada birokrasi atau jenjang […]

  • Program Air Bersih Pemkab Madina Dipastikan Tepat Sasaran

    Program Air Bersih Pemkab Madina Dipastikan Tepat Sasaran

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina kembali membenahi pelayanan penanganan air bersih dan sanitasi untuk upaya dari menekan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim. Penanganan air bersih ini pun akan dikelola oleh Tirta Madina. Diketahui Pemkab Madina dapat bantuan program inpres air minum dari Kementerian PUPR. Kabid Cipta Karyanya, Ikhwan Dermawan, Selasa, (11/09/2024) mengatakan, Tirta Madina […]

  • PARPOL HARUS IKUT BAHAS R-APBD MADINA 2027

    PARPOL HARUS IKUT BAHAS R-APBD MADINA 2027

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Ludfan Nasution
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ludfan Nasution – Koordinator Mandailing Epicentrum     Parpol mestinya tak hanya bekali Caleg dengan atribut, tapi juga tingkatkan vitalitas kader di DPRD dengan kemampuan advokasi (politik) anggaran. Pembahasan R-APBD Madina 2027 semestinya tidak hanya menjadi urusan TAPD dan DPRD. Ada satu institusi yang perlu ikut memberi perhatian ekstra dari sisi yang berbeda, […]

  • Pemkab Madina Tidak Berwenang Tutup PT Sorikmas

    Pemkab Madina Tidak Berwenang Tutup PT Sorikmas

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pasca tertembaknya salah seorang warga yang berbuntut pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining, Ahad (29/05/2011) siang kemarin, Pemkab Mandailing Natal (Madina) bertindak cepat. Namun Pemkab Madina tidak berwenang menutup PT Sorikmas Mining. Hal itu ditegaskan Bupati Madina Aspan Sofian Batubara ketika konfirmasi melalui telepon, Senin (30/05/2011) pagi, mengenai langkah-langkah yang diambil […]

  • Peringatan HUT Satpam Ke-32 Polres Madina

    Peringatan HUT Satpam Ke-32 Polres Madina

    • calendar_month Jumat, 18 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN,(Mandailingonline)— Kepolisian Resor Mandailing Natal menggelar upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan yang ke-32 dan diikuti oleh seluruh Satpam se-Kabupaten Madina, Rabu (16/1) di halaman mapolres Madina. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Polres Madina AKBP Achmad Fauzi Dalimunthe, S.iK. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Madina membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Polisi Drs. […]

  • Hari Raya Qurban Tim 8 Madina Berbagi Dengan Masyarakat dan Yatim

    Hari Raya Qurban Tim 8 Madina Berbagi Dengan Masyarakat dan Yatim

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ‎ ‎PANYABUNGAN ( Mandailing Online): usai pelaksanaan sholad Idul Adha 1446 H kantor Partai Gerakan Indonesia Raya Mandailing Natal ( Madina ) dipadati oleh warga Masyarakat Gunung Tua Raya dan Yatim. Mereka sengaja di undang untuk mengikuti prosesi penyembelihan hewan qurban sekaligus pembagian jatah daging kurban. ” Tim 08 Madina dari Partai Gerindra hari ini […]

expand_less