Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Gempa Sumatera, 8,9 SR di Depan Mata

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Sep 2010
  • print Cetak


Gempa berkekuatan 6,0 skala richter mengguncang Bengkulu dini hari tadi. Getarannya dirasakan hingga Padang, sehingga masyarakat di sana ikut panik. Ahli gempa dari LIPI, Prof Danny Hilman, menegaskan, teror gempa di wilayah Sumatera belum akan berakhir.

Sumatera, khususnya di wilayah Mentawai menyimpan energi yang memicu gempa 8,9 SR . Zona subduksi yang menyimpan energi besar itu berbeda ‘tabungan’ dari gempa-gempa yang selama ini terjadi di Sumatera, seperti Nias, Bengkulu dan gempa Padang yang menewaskan hampir seribu orang itu pada September 2009 lalu.

“Baru sebagian (energinya) yang terlepas. Tahun 2007 lalu saat gempa terjadi di bagian selatan (Mentawai) hanya 1/3 yang terlepas, masih ada 2/3 lagi energi yang berpotensi memicu gempa 8,8 hingga 8,9 SR,” kata Danny saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 4 September 2010.

Danny sendiri tak bisa memperkirakan kapan energi itu akan terlepas, bisa sebulan atau bahkan puluhan tahun. “Tapi kalau melihat gejala hari ini (gempa Bengkulu), ancaman (gempa besar) di wilayah Sumatera makin tinggi,” kata dia.

Dalam penjelasannya terkait potensi gempa Mentawai pada Juli 2010 lalu yang dimuat di laman youtube, Danny membeberkan, potensi gempa besar di Mentawai, Sumatera Barat ini sudah diteliti sejak tahun 1990. Penelitian dilakukan oleh sejumlah lembaga, termasuk LIPI yang bekerjasama dengan peneliti asing.

Secara garis besar, kata dia, ada dua metode yang dilakukan dalam penelitian berpuluh tahun itu, yakni metode geologi dan modern yang menggunakan alat-alat modern seperti global positioning system (GPS). GPS ini digunakan untuk memonitor pergerakan lempeng yang terkait proses gempa bumi.

Dari penelitian, katanya, secara historis, wilayah barat Sumatera memang banyak dilanda gempa besar. Pada 1993, misalnya gempa tercatat 8,4 SR. Di tahun 1833 pernah juga terjadi gempa dengan kekuatan 8,9 SR. “Jadi pernah terjadi gempa hampir 9 SR di barat Padang,” katanya. Sementara di wilayah utara Sumatera, khususnya di Andaman, baru tercatat dua kali gempa.

Intensitas gempa di wilayah Sumatera pada 2000 semakin meningkat, seperti Bengkulu, Simelue, dan Andaman. Dan yang paling mengejutkan pada ilmuwan adalah gempa di Andaman pada 2004 lalu dengan kekuatan 9,15 SR. “Karena tidak ada historikalnya (gempa besar). Jadi historikal saja tidak cukup, dalam geologi harus ada data lain,” kata dia.

Setelah rentetan gempa besar di Sumatera, mulai dari Aceh, Nias hingga Mentawai, menurut Danny, banyak yang menilai Padang sudah aman, artinya tidak akan ada gempa besar lagi.

Tetapi, dari penelitian yang dilakukannya bersama sejumlah lembaga lain, menunjukkan bahwa perhitungan tentang kandungan energi di Mentawai masih belum berimbang dibandingkan dengan gempa yang terjadi di sana pada 2007. “Energi yang terlepas, jauh lebih kecil hanya 1/3, artinya 2/3 masih tersimpan di sana, sampai sekarang,” kata Danny.

Kondisi Sebelum Gempa

Gempa besar di Sumatera dari penelitian terjadi dalam periode 200 tahun sekali. Sekarang ini energi besar yang diperkirakan menjadi sumber gempa di Sumatera itu masih terkunci. Dari hitung-hitungan, jika lempeng yang terdesak ke Sumatera rata-rata 6 cm per tahun dalam tempo 200 tahun akan mencapai 12 meter. “Kalau dilepaskan itungannya hampir 9 SR,” kata dia.

Dari penelitian selama 15 tahun diketahui pada abad 14 di Mentawai terjadi gempa besar dengan magnitude 9 SR. Gempa besar juga terjadi di abad 16 yang mengangkat pulau ini 1,2-1,5 meter. Namun dua gempa besar ini tidak tercatat dalam sejarah. Dua gempa besar ini diketahui lewat penelitian terhadap batu karang yang punya kemampuan luar biasa merekam turun naiknya permukaan air laut.

Danny juga membeberkan, ada kondisi-kondisi tertentu sebelum terjadinya gempa besar. Contohnya, Pulau Siberut yang tenggelam secara perlahan-lahan. Namun usai gempa besar, pulau ini naik hingga tiga meter. Kondisi serupa terjadi di Nias tahun 2005 silam. Sementara daratan Padang kini mengalami penurunan 1 hingga 1,5 meter. (pet)
sumber : Vivanews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    Tahun ini Pemkab Madina Optimalisasi Sumber Sumber PAD 

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimalisasi potensi sumber sumber PAD guna tingkatkan pendapatan. Di tahun 2025 target PAD Madina ditargetkan senilai Rp.187 Miliar lenih dari berbagai jenis pajak, retribusi, dan sumber pendapatan lainnya yang sah. Kata Dedek Ispensah selaku Kepala Bidang Pelayanan Perhitungan dan Penagihan Pajak […]

  • Sodomi 12 Remaja, Pelaku Bisa Dihukum 15 Tahun

    Sodomi 12 Remaja, Pelaku Bisa Dihukum 15 Tahun

    • calendar_month Minggu, 29 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUKPAKAM- Eston Purba (35), warga Kecamatan Namorambe yang berprofesi sebagai sopir angkot bisa dihukum 15 tahun penjara akibat perbuatannya. Perlakuan sadis yang menurut pengakuan pelaku hanya sebagai kesenangan saja itu bisa dijerat Pasal 81 dan 82.Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ketua Pokja Pengaduan dan Fasilitas Pelayanan Komisi Perlindungan Anak Daerah […]

  • Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    Tuntutan Belum Direspon, Warga Batu Sondat Batahan Larang Pengangkut CPO Milik PTPN IV Beroperasi

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : sejak minggu malam sampai senin pagi ini 15/7, jalan utama truk pengangkut CPO milik PTPN IV gang beroperasi di Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) masih di tutup warga. Aksi penutupan jala truk CPO ini dilakukan warga sebagai bentuk kekecewaan belum dipenuhinya tuntutan terkait kekurangan lahan […]

  • Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    Warga Madina Dihimbau Hindari Maksiat dan Ajaran Sesat

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mandailing Natal, Drs. H Syamsir Batubara kembali mengimbau seluruh masyarakat, utamanya masyarakat  Mandailing Natal (Madina) agar sama-sama menghindari maksiat yang merugikan diri sendiri dan tidak terpengaruh terhadap ajaran sesat yang sudah masuk ke Madina. “Madina saat ini seolah-olah menjadi target pelaku-pelaku maksiat. Hal ini terbukti dengan […]

  • Sempat Terjadi Tumpukan Sampah, Kabid Persampahan DLH Madina: Kita Terus Bekerja

    Sempat Terjadi Tumpukan Sampah, Kabid Persampahan DLH Madina: Kita Terus Bekerja

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penumpukan sampah dalam beberapa hari ke belakang kembali terjadi di beberapa tempat pembuangan sementara (TPS) di sekitar kota Panyabungan. Tumpukan sampah terjadi di TPS Lintas Timur dan Kayujati. Dari pantauan Mandailing Online di lokasi, Senin (8/11) pagi sekitar pukul 8.20 WIB tumpukan sampah tersebut sudah menimbulkan bau tak sedap. Warga di […]

  • Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    Detik Pertemuan yang Mungkin Tak Dapat Dilupakan

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JEJAK KASIH 100 TAHUN (2) Catatan : RAMLI BIN ABDUL KARIM HASIBUAN – Kuala Lumpur, Malaysia   SEKITAR pukul 3.20 petang, Datuk Habibah Zon Lubis terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada sanak saudaranya di Pakantan Dolok untuk memberi laluan pula pencarian keluarga Datuk Mohd. Shuhaili Mohd. Taufek Nasution. Selepas 50 kilometer menuruni perbukitan, Mohd. Shuhaili dan […]

expand_less