Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Rakyat Malaysia Tuntut Pemilu Bersih Besok

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
  • print Cetak


Meski dinyatakan sebagai perhimpunan haram oleh pemerintah Malaysia minggu lalu dan belum mendapatkan izin dari pihak Stadium Merdeka Kuala Lumpur, Gerakan Bersih akan tetap melancarkan unjuk rasa menuntut pemilu bersih di stadium tersebut besok, 9 Juli 2011.

Gerakan yang dimulai pada tahun 2006 ini adalah koalisi 62 NGO yang menuntut pelaksanaan pemilu yang bersih dan jujur di negara jiran ini.
Sumber :kompasiana.com

Pemilihan umum atau Pilihan Raya di Malaysia ditenggarai dinodai oleh praktik-praktik kecurangan seperti rekayasa daftar pemilih, politik uang dan penggunaan media serta alat-alat negara untuk kepentingan partai penguasa. Namun Barisan Nasional, partai yang memerintah Malaysia sejak tahun 50-an, menolak isu tersebut.

Gerakan Bersih menuntut, diantaranya, agar Suruhanjaya Pilihan Raya, komisi pemilu Malaysia, mereformasi daftar pemilih, mereformasi aturan pemilih pos, menggunakan tinta tahan air pada hari pencoblosan, memberikan akses media yang bebas dan adil kepada seluruh partai politik yang bertanding, dan memberikan waktu kampanye minimal 21 hari. Selain itu Bersih juga menyerukan kepada seluruh partai politik untuk tidak menggunakan lembaga dan alat-alat negara untuk kepentingan kampanye, menghindari politik uang dan politik kotor selama pemilu.

Ini akan menjadi unjuk rasa kedua bagi Bersih.

Unjuk rasa pertama terlaksana pada November 2007, diikuti oleh sekitar 100.000 orang. Sayangnya, unjuk rasa yang dilaksanakan cukup tertib tersebut menjadi kalang kabut karena polisi menyemprotkan gas air mata kepada para peserta unjuk rasa.

Bersih ditenggarai menjadi preseden bagi meningkatnya perolehan suara partai oposisi (Pakatan Rakyat) pada pemilu tahun 2008 lalu. Pakatan Rakyat, yang merupakan koalisi tiga partai: Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Islam se-Malaysia (PAS), dan Democratic Action Party (DAP), kini memerintah di empat negara bagian di Malaysia.

Pihak penyelenggara memperkirakan unjuk rasa kedua ini akan dihadiri oleh kurang lebih 300.000 orang.

Sejumlah kebijakan dikeluarkan oleh pihak berwenang di Malaysia untuk mencegah terlaksananya acara ini.

Pada 1 Juli lalu, pemerintah Malaysia menyatakan Bersih sebagai perhimpunan terlarang dan menolak memberikan izin kepada gerakan ini untuk berunjuk rasa pada 9 Juli besok.

Sekitar 255 orang telah ditahan oleh pihak berwajib karena terkait dengan Bersih. Mereka ditahan dengan menggunakan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) yang membolehkan seseorang ditahan tanpa pengadilan.

Kemarin (6 Juli 2011), Polisi Diraja Malaysia mendapatkan izin pengadilan untuk melarang sejumlah 91 nama, 66 di antaranya adalah aktivis Perhimpunan Bersih, untuk memasuki Kuala Lumpur pada hari Sabtu, 9 Julli 2011.

Hari ini (7 Juli 2011), polisi mengumumkan menutup Terminal Pudu Raya pada hari Sabtu 9 Juli 2011. Terminal tersebut merupakan salah satu terminal antar kota utama di Kuala Lumpur, dan lokasinya berdekatan dengan Stadium Merdeka, tempat unjuk rasa akan diselenggarakan. Selain itu, polisi melakukan inspeksi mendadak di sejumlah ruas jalan di kuala lumpur dan di beberapa kota lain.

Meski demikian, dalam situs utamanya, http://bersih.org/, Bersih bertekad untuk tetap melancarkan unjuk rasa di Stadium Merdeka besok siang. Bahkan pihak penyelenggara telah menuliskan panduan bagi rakyat Malaysia yang berniat mengikuti unjuk rasa tersebut, termasuk bila mereka tertangkap polisi.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1 Persen APBD untuk Pengawasan Korupsi

    1 Persen APBD untuk Pengawasan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP), Mardiasmo menyatakan, seluruh Pemerintah Daerah harus mengalokasikan sedikitnya 1 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah untuk dana pemberantasan korupsi, Rabu (15/1). Anggaran itu guna memper kuat pengawasan, mengingat masih maraknya tindak pidana korupsi yang melibatkan pejabat Pemerintah dan Kepala Daerah. “Hal ini sebenarnya sudah sudah disampaikan pak […]

  • Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Tabagsel

    Isu Penculikan Anak Resahkan Warga Tabagsel

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan, Masyarakat wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) terutama orangtua diresahkan dengan maraknya isu penculikan anak-anak, penyebaran isu ini bukan hanya dari mulut ke mulut tapi juga menyebar melalui pesan singkat atau SMS. Akibatnya, orangtua yang memiliki anak di bawah umur dan anak remaja menjadi resah dan mereka berupaya agar menjaga anak-anaknya agar terhindar dari aksi […]

  • Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    Padi Siganteng, 7 Pantak Hasilnya 156 Kaleng

    • calendar_month Rabu, 2 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sarwedi Hasibuan, petani di Desa Gunung Tua Julu sudah memakai varietas padi Siganteng di areal sawah yang digarapnya seluas 7 pantak (36 pantak = 1 hektar) dan 3 pekan lalu sudah panen. Mengejutkan sekali bagi Sarwedi karena pendapatan dari lahan 7 pantak itu diperoleh 156 kaleng (1 kaleng rata-rata 11 kg). […]

  • Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”. Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”. “Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar […]

  • Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    Seputar Anggota DPRD Tiduri Pegawai Honor

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Djafar: Saya Difitnah & Diperas MADINA; Anggota DPRD Mandailing Natal, Djafar Siddiq Nasution (40), mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut. “Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan […]

  • Kasus Oknum Ortu Siswa Laporkan Guru ke Polisi di Madina Jadi Sorotan

    Kasus Oknum Ortu Siswa Laporkan Guru ke Polisi di Madina Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Iyusan Sukoco, guru sekolah  dasar negeri (SDN) 328 di Sinunukan IV, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) minggu terakhir menjadi pusat perhatian banyak kalangan. Ia Sukoco yang akrab sisapa itu dilaporkan oknum orang tua murid SD dimana Sukoco menjadi guru dengan tuduhan tibdakan kekerasan pada siswa. Laporan polisi nya […]

expand_less