Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Layakkah Pernyataan “Tuhan Bukan Orang Arab” Diucapkan?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
  • print Cetak

Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam
Dosen dan Pengamat Politik

Diam itu adalah emas! Mungkin inilah nasehat yang cocok disampaikan kepada Bapak KSAD Dudung Abdurrahman. Sebab tidak punya kepabilitas menyampaikan sesuatu namun memaksakan diri untuk menjelaskan demi pembelaan dan pembenaran. Apalagi jika pernyataan tersebut dimaksudkan untuk bercanda. Layakkah ajaran agama sendiri dibawa untuk bersenda gurau? Terlebih urusan mendasar yaitu Tuhan!

Belum lama dilansir oleh republika online.co.id, hari ini, berita yang menyebutka bahwa KSAD Dudung Abdurrahman berbagi pandangan tentang ajaran Islam. Dikutip dari pernyataan Dudung saat menjadi bintang tamu ‘Deddy Corbuzier Podcas‘ pada detik 01.02.39, Rabu (1/12).

Dalam acara tersebut, rupublika co.id menuliskan tentang pernyataan-pernyataan KSAD Dudung terkait pandangannya terhadap ajaran Islam. Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dari ucapan-ucapannya. Seperti sedekah yang menurutnya harus dilaksanakan oleh mereka yang mampu atau kaya. Kemudian tentang doa. Dalam artikel berita yang dimuat oleh rupublika.co.id, Dudung mengatakan bahwa dirinya berdoa dalam shalat cukup simple dengan bahasa Indonesia saja karena Tuhan bukan orang Arab.

Pandangan KSAD Dudung Abdurrahman tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus diluruskan. Sebab, ucapan tersebut mengandung ambigu dan bisa membuat gaduh. Sebagai manusia yang mengaku beriman kepada Allah swt, tentu ia akan mudah menerima nasehat dan senang dinasehati jika salah dalam berucap dan bertindak. Karena nasehat adalah bukti cinta dan penjagaan dalam ajaran Islam. Adapun poin-poin yang perlu dikritisi sebagai berikut.

Pertama, terkait perkara sedekah. Kalau menurut KSAD Dudung, bersedekah haruslah orang yang kaya dan mampu. Tidak salah. Tetapi pemaknaan kaya dan mampu juga harus tepat. Jika yang dimaksud adalah kaya/mampu secara materi, ia keliru. Karena sedekah yang harus dipahami pertama adalah sunnah yang dianjurkan. Tidak ada prasyarat harus mampu/kaya secara materi dulu baru bersedekah. Seberapa pun yang disanggupi oleh seseorang, Islam tidak memandang nilainya namun amalnya. Toh, bicara standar kaya/mampu juga harus ada ukurannya.

Apalagi di zaman kapitalis sekarang, standar kaya/mampu juga tidak jelas. Jadi, tidak perlu menunggu standar kapitalisme untuk kaya/mampu. Jika ada niat dan barangnya halal dari zat dan cara memperolehnya untuk disedekahkan, maka segera laksanakan. Bukankah sedekah pahalanya akan terus mengalir bagi pemberinya? Jika hanya untuk orang kaya saja dianjurkan, berarti orang tidak kaya tidak punya peluang untuk meraih pahala sedekah? Tuhan tidak pilih kasih dalam memberi.

Kedua, pernyataan yang sangat ambigu dan kontroversi KSAD Dudung soal Tuhan bukan orang Arab. Ia menyebut kata “Tuhan”,  selanjutnya menyematkan “Orang Arab”. Adakah Tuhan yang Maha Pencipta layak disematkan atau dibandingkan dengan orang Arab sebagai makhlukNya? Tuhan itu Allah swt, Al-Khaliqu ala kulli syaii fissamawati wama fil ardh. Dia juga Al-Mudabbir, Al-Malik, Al-Awwalu wal Akhiru. Sementara manusia tidak memiliki segala yang dimiliki oleh-Nya. Lalu, kenapa berani menyandingkan Tuhan dengan kata kalimat “bukan orang Arab”?  Astaghfirullah!

Seharusnya, jika sudah tidak punya bahan untuk dibincangkan, alangkah bagusnya pakai nasehat diam itu adalah emas untuk keselematan diri sendiri. Akhiri saja perbincangan. Khawatirnya, kejadian yang dilakukan oleh KSAD Dudung dengan pernyataannya tersebut bisa saja dianggap sebagai pelecehan terhadap Allah swt.

Perbuatan semacam itu tentu bukanlah perbuatan yang karimah dan ahsan. Melainkan perilaku yang tercela dan dilarang. Bahkan bisa membuat pelakunya masuk dalam ketegori munafik jika berniat memperolok-olok Sang Pencipta. Tidakkah ada rasa takut dalam diri dan jiwa yang diciptakan lemah dan serba terbatas itu ketika kelak berhadapan dengan Sang Pemiiliknya?

Ketiga, persoalan berdoa dengan bahasa Arab atau tidak, itu persoalan keutamaan. Bahasa Arab diutamakan dan tidak ada pertentangan di kalangan ulama terkait keutamaan tersebut. Bahkan bacaan shalat itu isinya semua doa. kalau doa dimaknai sebatas lepas shalat, betul, tidak ada yang melarang pakai bahasa apapun. Pokoknya yang berdoa ngerti isi doanya.

Jadi, tidak ada hubungan berdoa memakai bahasa Arab dengan orang Arab. Jadi logikanya sangat dangkal jika menyamakan orang Arab dengan bahasa Arab dalam berdoa terlebih menyematkan kepada Tuhan.

Kenapa orang Arab mesti dibawa-bawa? Kalau bahasa Arab sudah jelas posisinya dalam ajaran Islam. Bahasa yang diwajibkan secara individu (fardh ain) untuk dipelajari dan diketahui oleh umat Islam. Sebab Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup di dunia diturunkan oleh Allah swt dengan memakai bahasa Arab.

Itulah keutamaan bahasa Arab sebagai bahasa pilihan langusng oleh Allah swt. kalau orang Arab? Ya, Allah swt juga memilih Nabi terakhir, yaitu Rasulullah Muhammad saw dari kalangan bangsa Arab. Tetapi apakah semua orang Arab lalu harus dianggap Nabi atau keturunan yang paling mulia tanpa dosa? Tentu konteksnya berbeda.

Atau apakah kalimat “Tuhan bukan orang Arab” itu adalah pernyataan untuk menguatkan sentimen terhadap bangsa tertentu yaitu “Arab”? Bukankah sentien terhadap suatu bangsa/suku adalah rasisme? Apakah rasisme dibenarkan di negeri yang konon demokratis?

Teruntuk sentilan orang Arab sendiri, pertanyaan yang muncul adalah, adakah orang Arab pernah menggores luka menganga di negeri ini? Seperti menjajah, merampok, korupsi, mengintervensi? Bukankah semua itu dilakukan oleh orang Barat? Kenapa tidak sentimen kepada Barat? Malah ke Arab? Aneh bukan?

Logika dan pemikiran yang salah serta bebas menyematkan sesuatu yang tidak sepadan lahir dari sistem kehidupan yang sekuler dan liberal. Andaipun tidak bermaksud melecehkan Tuhan, namun kalimat itu sungguh tidak layak terucap dari lisan seoarang Muslim. Kehati-hatian dalam berbicara adalah cerminan seorang muslim. Rasulullah saw sudah mengingatkan bahwa lisan dan kemaluan adalah dua perkara yang banyak membuat manusia kelak tergelincir ke dalam api neraka.

Bahkan ucapan-ucapan yang keluar dari lisan adalah cermin pemahaman, yang pastinya juga merupakan cermin keimanan. Jadi, waspadalah dengan lisan! Wallahu a’alam bissawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Ternyata Sering Absen Dalam Agenda Dewan

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Ketidak hadiran Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution dalam sejumlah agenda kerja Dewan sedang jadi sorotan. Sudah hampir setahun sejak dilantik jadi anggota DPRD Madina dari Partai Golkar Nasrul Hilmi Nasution nyaris tidak pernah mengikuti agenda resmi DPRD seperti sidang paripurna. Dan baru baru ini Komisi III DPRD […]

  • Polisi Masih Kepung LBH Medan, Kejar Tersangka Pembakaran di Sorikmas Mining Madina

    Polisi Masih Kepung LBH Medan, Kejar Tersangka Pembakaran di Sorikmas Mining Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Polda Sumut berkeras terus mengepung Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan sebelum diserahkannya dua orang yang teridentifikasi sebagai tersangka kasus pembakaran camp PT Sorikmas Mining di Mandailing Natal (Madina). Sementara beberapa pihak berharap pengepungan itu dihentikan dan dilanjutkan dengan cara dialog. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso menegaskan, personil dari […]

  • Komisi I DPR Sepakati Usulan Penetapan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    Komisi I DPR Sepakati Usulan Penetapan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Komisi I DPR menyepakati pengusulan penetapan pendirian Provinsi Sumatera Tenggara dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya penandatanganan dan usul penetapan Daerah Otonomi Baru Provinsi Sumatera Tenggara Sumatera dan Kabupaten Pantai Barat Mandailing antara para kepala daerah se-Tabagsel dengan anggota Komisi I DPR RI di gedung Nusantara […]

  • BK Imbau Angota DPRD Madina Taati Kode Etik

    BK Imbau Angota DPRD Madina Taati Kode Etik

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Badan kehormatan DPRD Mandailing Natal (Madina) mengeluarkan surat imbauan yang ditujukan pada setiap fraksi agar dapat memperingati anggotanya supaya bekerja sesuai dengan aturan dan kode etik. Surat tersebut bernomor 170/018/BKD/2010 dan diteken Ketua BK H Sariful Lubis. Dalam surat itu diutarakan bahwa untuk mewujudkan DPRD sebagai lembaga yang bermartabat, maka para anggotanya harus menjungjung […]

  • Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    Pandangan Hukum Terkait Tunggakan Sewa Pasar Yang Terbakar

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Oleh : M.Amin Nasution/ Praktisi Hukum Salah satu alasan pasar baru panyabungan belum juga dioperasikan walaupun sudah beberapa bulan selesai dibangun adalah karena sebagian pedagang masih punya hutang atas bangunan yang sudah terbakar. Narasi ini mengundang keprihatinan mengingat begitu vitalnya fungsi pasar sebagai sarana untuk berputarnya roda perekonomian di Madina. Skema hubungan hukum tetang pasar […]

  • Ini Perkembangan Kasus Tambang Emas Ilegal yang Sedang Ditangani Polisi di Madina

    Ini Perkembangan Kasus Tambang Emas Ilegal yang Sedang Ditangani Polisi di Madina

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Saat ini Polres Mandailing Natal (Madina) melalui Polsek Lingga Bayu sedang melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan terkait korban tertimbun tanah longsor di tambang emas ilegal desa di Kecamatan Lingga bayu. Hal ini dijelaskan Kasi Humasy Polres Madina Iptu Bagus Seto, SH kepada wartawan, Selasa (03/06/2025). “Untuk korban AK (25) warga […]

expand_less