Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

Sulit Didapat, Harga Meroket

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Sudah sulit diperoleh, harga minyak tanah juga meroket di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak sebulan terakhir. Bahkan ada yang harganya mencapai Rp 10 ribu per liter. Hal ini cukup meresahkan masyarakat sehingga tak sedikit yang beralih menggunakan kayu bakar.

Pantauan wartawan di Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, misalnya. Banyak ibu rumah tangga mengeluh terkait sulitnya memperoleh minyak tanah yang merupakan salah satu kebutuhan primer bagi ibu rumah tangga.

Kalaupun ada warung yang menjual minyak tanah harganya terlalu mahal yakni Rp 8-10 ribuan per liter. Hal ini tentunya sangat menyulitkan mereka untuk membelinya apabila dibandingkan dengan penghasilan yang diperoleh.

“Untuk memperoleh minyak tanah sangat sulit. Kalaupun ada harganya mahal hingga Rp 9 ribu per liter,” sebut Hasanah (25), seorang ibu rumah tangga warga Desa Lumbandolok, Rabu (22/12/2010).

Dia juga menjelaskan minyak yang diperoleh dari pangkalan hanya sekali seminggu. Itu pun terkadang hanya sebagian warga yang kebagian sedangkan warga lainnya terpaksa mencari pengecer di desa lain dengan harga yang cukup tinggi.

“Banyak warga yang tak sanggup lagi untuk membeli minyak tanah karena terlalalu mahal sehingga beralih menggunakan kayu bakar. Ini tentunya juga sangat menyulitkan karena kita harus mencari kayu bakar ke kebun. Karena kalau dibeli, harganya juga cukup mahal,” tambahnya diamini ibu rumah tangga lain sambil menyebutkan di Desa Lumbandolok banyak warung yang menjual minyak tanah dengan harga antara Rp 7-10 ribu per liter.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Madina melalui Kasubbag Yuri kepada wartawan lewat telepon mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui kondisi harga minyak tanah meroket sejak 2 hari lalu.

Menanggapi permasalahan yang terjadi, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kroscek ke lapangan atau ke pengecer resmi minyak tanah apakah benar pengecer resmi menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 3.500 perliter.

Kalau ditemukan ada pengecer resmi yang menjual minyak tanah di atas HET maka pihaknya akan menindaknya.

Berbeda dengan pengecer minyak tanah semisal pemilik warung yang menjual minyak tanah di atas HET atau seharga Rp 9-10 ribu per liter, maka yang menindak bukan Bagian Perekonomian melainkan pihak berwajib.

“Kami hanya menindak pengecer resmi yang menjual minyak tanah di atas HET yang ditetapkan yakni Rp 3.500 perliter, sedangkan warga yang menjual minyak tanah dengan harga yang mahal itu bukan tanggung jawab kami. Itu hal yang ilegal dan warga diharapkan melaporkannya ke pihak berwajib, karena polisi yang memiliki wewenang untuk itu,” terang Yuri.

Yuri juga mengakui pasokan minyak tanah untuk Madina belum sesuai kebutuhan. Saat ini untuk Kecamatan Siabu hanya disediakan 5 ribu liter selama seminggu dan itu merupakan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan kebutuhan masyarakat.

“Namun demikian kami berharap dukungan masyarakat supaya jumlah ini bisa bertambah lagi. Karena kami masih mengupayakannya ke Pertamina supaya pasokan minyak tanah untuk Madina ditambah,” tambahnya mengakhiri. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Untuk memperkecil pelanggaran Pemilu serta memberikan pengetahuan terkait tata cara pemilu kepada masyarakat binaan (narapidana) , Pengawas Pemilu Mandailing Natal (Panwaslu Madina) melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Panyabungan, selasa (4/2) Ketua Panwaslu Madina, Hendri Pulungan, S.sos yang didampingi anggotanya Ahmad Husein, SH dan Sekretaris Panwaslu Madina, Sarman Nasution, Sag dihadapan para anak […]

  • Pengadaan Buku Baru, Kepala Sekolah Perlu Diawasi

    Pengadaan Buku Baru, Kepala Sekolah Perlu Diawasi

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Pengamat pendidikan Armaya Siregar berpendapat bahwa hal yang paling rawan dalam perubahan kurikulum ini adalah perihal pengadaan buku. "Yang kita lihat paling rawan itu soal buku. Kita sepakat memang dengan apa yang dinyatakan menteri bahwa kita belum siap dengan Kurikulum 2013. Cuma antisipasinya untuk semester depan ini kurang. Buku Kurikulum 2006 ini sudah […]

  • BOC Kembali Gelar Seminar Bisnis di Panyabungan

    BOC Kembali Gelar Seminar Bisnis di Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Business Owners Community (BOC) Panyabungan kembali mengadakan seminar bisnis di Hotel Rindang, Penyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar bertopik “Meraih 3 Kebebasan Waktu, Pikiran dan Finansial” itu berlangsung tanggal 29 September 2024. Hadir pembicara adalah Mr. Johan Hendri, seorang pengusaha dan motivator yang sudah sering menjadi pembicara secara nasional dan di luar […]

  • Tambang Emas Ilegal Masih Marak di Madina, Ketua DPRD Minta Pemerintah Permudah Izin Tambang Rakyat

    Tambang Emas Ilegal Masih Marak di Madina, Ketua DPRD Minta Pemerintah Permudah Izin Tambang Rakyat

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: Tambang emas ilegal masih menjadi masalah serius di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ). Dari data yang didapat, ada 9 kecamatan dari 23 Kecamatan  yang ada di Kabupaten ini yang menjadi lahan empuk bagi para penambang emas ilegal. Daerah itu seperti di Kecamatan Kotanopan, Muarasipongi, Muarabatanggadis, Linggabayu, Sinunukan, Rantobaek dan Batang Natal. Selain […]

  • Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    Pengusaha Jepang Kunjungi Kebun Kopi Mandailing

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Sejumlah pengusaha dari Jepang meninjau perkebunan kopi Mandailing di Mandailing Natal, Sumut. Peninjauan ini sebagai satu tahap untuk berinvestasi di bidang pembelian biji kopi Mandailing. Pengusaha itu bernama Usman Naito, Yoneyama dan Ishihara. Mereka didampingi Ketua Umum Kamar Dagang dan Insdustri Sumatera Utara, Khairul Mahaly melakukan tinjauan ke […]

  • APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    APBD Madina Diatas 1 Triliun, Jalanan Masih Banyak Amburadul

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Di tengah dana APBD Mandailing Natal yang sudah di atas angka 1 triliun rupiah, justru ruas-ruas jalan antar kecamatan masih banyak yang amburadul. Besaran dana APBD itu terkesan tak berbanding lurus dengan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Mandailing Natal. Padahal, jalan merupakan urat nadi aktifitas perekonomian rakyat serta sarana mobilitas […]

expand_less