Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Mutasi Pejabat Pemkab Madina Dinilai Berbau Politis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemkab Mandailing Natal (Madina) oleh Bupati Madina Aspan Sopian Batubara yang telah berlangsung beberapa kali menimbulkan persepsi negatif dan kontroversial di tengah masyarakat Madina. Reaksi keras datang dari beberapa elemen mahasiswa dan pemuda Madina menyikapi mutasi ini.

“Kita mengecam pelaksanaan Mutasi ini karena menurut penilaian kita mutasi yang telah 5 kali dilaksanakan Bupati sejak bulan Februari 2011 sampai Maret ini, bersifat dadakan dan hanya berdasarkan kedekatan emosional, keluarga, titipan dan disinyalir rentan dengan praktek transaksional, berbau politis dan terindikasi kuat kental dengan nuansa korupsi, kolusi dan nepotisme” ujar Ketua PP Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Madina Agus Salam Nasution bersama Sekretaris Pantai Barat (PB) Mandailing Foundation Irfan Rangkuti, Wakil Ketua Generasi Muda Keluarga Abiturent Musthafawiyah (GM Kamus) Madina Ismail Nasution kepada wartawan di Gedung DPRD Madina, Jumat (25/03/2011).

Dijelaskan, mereka sangat meragukan komitmen dan political will Bupati dalam mengimplementasikan reformasi birokrasi, disiplin kinerja PNS, dan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa (clean and good government). Mutasi seharusnya harus berdasarkan kompetensi, dedikasi, pengabdian, jenjang karier, profesionalitas bukan terkesan mengedepankan perinsip “like or dislike” dan manajemen “selera gue”.

Namun secara diplomatis mereka mengakui, bahwa mutasi merupakan hak proregatif Bupati. Tetapi, idealnya mutasi harus mengacu kepada berbagai pertimbangan dan kajian rasional, objektif dan akademik bukan terkesan mengakomodir pejabat-pejabat yang bermental “penjilat”, dinilai bermasalah dan tidak kompeten.

Ditambahkan mereka, untuk bongkar pasang pejabat sebagai tindak lanjut (follow up) reformasi birokrasi yang digalakkan Bupati seharusnya kata mereka, harus mengacu kepada seleksi fit and propert test dan rekomendasi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Madina.

“Kita mempertanyakan kinerja Baperjakat yang terkesan mandul dan tidak bisa berbuat apa-apa dalam merekomendasikan pejabat yang dinilai tepat dan ideal dalam memangku sebuah jabatan/SKPD,” ujar Salam.

Lebih lanjut Salam yang saat ini kuliah S2 di salah satu perguruan tinggi Medan menegaskan, reformasi birokrasi yang diwacanakan oleh Bupati terkesan hanya lips service dan kamuflase dan realitas di lapangan hanya “nol” termasuk disiplin kinerja Aspan yang lebih banyak di luar kota, penataan koordinasi dan disiplin PNS, kebijakan mutasi dan lain-lain.

Bahkan kita menilai prestasi luar biasa dari kinerja Aspan selama menjadi Bupati sudah 5 kali menggelar mutasi dalam rentang waktu yang singkat (belum genap 1 bulan) sejak Februari sampai Maret ini, dan sangat terhormat bila kita beri anugerah/award kepada beliau sebagai “Bapak Mutasi Kabupetan Madina”.

Secara terpisah, Tokoh Pemuda Madina Musliadi Nasution menyebutkan, kebijakan mutasi yang dilaksanakan Bupati adalah kebijakan “suka-suka”, dadakan dan terkesan mengedepankan kelompok/primordialisme.

Prioritas utama dalam pembangunan Madina kata Musliadi, adalah upaya mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat (public of service), disiplin PNS, pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan, sekolah dan lain-lain) menciptakan rasa kondusif dalam masyarakat dan mempercepat pilkada ulang bukan hanya memikirkan bongkar pasang pejabat/mutasi yang akan membawa dampak buruk kinerja PNS dan mengancam stabilitas pembangunan yang muaranya kepentingan rakyat akan terus “terabaikan”. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    2011, LBH Medan Terima 269 Pengaduan

    • calendar_month Senin, 2 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Sepanjang Tahun 2011 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menerima pengaduan sebanyak 269 kasus. Sebagian besar dari kasus-kasus tersebut merupakan kasus-kasus yang berhubungan langsung dengan kepentingan publik (public interest cases), yang justru luput dari skema penyelenggaraan bantuan hukum dalam UU Bantuan Hukum. “Sepanjang Tahun 2011, ketidakadilan terus menerus menjadi warna dominan hukum dan HAM di […]

  • Kejatisu belum layak terbaik

    Kejatisu belum layak terbaik

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (MO)– Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dinilai tidak layak menerima peringkat terbaik ke-3 prestasi kerja Kejati se-Indonesia Tahun 2012 dari Kejaksaan Agung. Sementara segudang kasus besar khususnya kasus korupsi yang yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum mampu diselesaikan. “Pemberian penghargaan ini hanya seremonial dan tidak layak Kejati Sumut untuk mendapatkan gelar […]

  • Saham Pemkab Madina di PT. Sorikmas Mining Masih Proses

    Saham Pemkab Madina di PT. Sorikmas Mining Masih Proses

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persentase bagian saham Pemkab Madina di PT. Sorikmas Mining sejauh ini masih dalam proses konsolidasi. Manajer Humas PT. Sorikmas Mining, Adi Handi menjawab wartawan di kantornya, Panyabungan, Rabu (28/8/2019) menyatakan potensi saham Pemerintan Daerah Mandailing Natal (Madina) sudah lama diwacanakan di perusahaan yang berinvestasi eksplorasi emas di Madina itu. Posisi saham […]

  • Pemkab Madina Harus Persiapkan Rakyat Menghadapi MEA

    Pemkab Madina Harus Persiapkan Rakyat Menghadapi MEA

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah perlu mengecek secara menyeluruh terhadap kemampuan masyarakat Madina dalam menghadapi era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang rencana mulai diberlakukan pada akhir 2015. “Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus mematangkan rencana mengahadapi MEA. termasuk meracik sejak dini persiapan sehingga masyarakat tidak akan terkejut ketika gerbangh MEA dibuka,” […]

  • Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (2)

    Geliat Pastap Julu, Ekowisata Hingga Agribisnis (2)

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Sumber Daya Alam (SDA) Desa Pastap Julu boleh dikata nyaris serupa dengan desa desa sekitar. Tetapi desa Pastap Julu menjadi menarik kajian, karena potensi potensi desa itu mampu diurai dan dipeta secara tepat oleh kepala desa-nya. Pemukiman desa yang dikelilingi alam hutan yang asri, dibelah sungai jernih, kesejukan cuaca serta kebersahajaan […]

  • OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    OKP Dukung Program Pemerintah Berantas Pekat

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan mahasiswa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) tentang pemberantasan penyakit masyarakat (pekat). Hal itu bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Madina yang madani seperti motto Kabupaten Madina. Demikian disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Madina, Drs Zainal Arifin MM beserta beberapa pimpinan OKP di […]

expand_less