Rabu, 26 Agu 2026
light_mode

Mandailing dan Kebenaran yang Memerdekakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
  • print Cetak

Candi Sipamutung

Keluhuran ilmu pengetahuan adalah anugrah yang sangat penting yang diberikan tuhan kepada manusia.

Dengan  ilmu pengetahuan, kita semakin memahami semua yang ada di sekeliling kita, termasuk sejarah masa lampau.

Kebenaran mampu diungkap manusia dengan perangkat-perangkat ilmu pengetahuan itu. Oleh karenanya, wahyu yang diturunkan Allah Swt kepada Rasululah SAW adalah “iqra”. Bacalah.

Kebenaran itu memerdekakan. Demikian diungkap Edward Simanungkalit, seorang penggiat penulisan sejarah.

Berdasar itu, sejarah masa lalu Mandailing hanya bisa diungkap melalui kajian ilmiah serta penggalian-penggalian dan peneliatian yang bersandar pada ilmu antropolgi, arkeologi, entomusikologi dan disiplin ilmu pengetahuan lainnya.

Oleh karenanya, kita sangat menghoramati setiap hasil-hasil penelitian yang dilakukan para akademisi dalam menggali sejarah Mandailing dan etnis lainnya di Sumatera Utara. Hasil-hasil kajian dan penelitian itu akan membawa kita pada kebenaran satu fakta-fakta otentik di masa lalu.

Karenanya, pengungkapan fakta-fakta sejarah akan melapaskan kita dari belenggu mitos, asumsi maupun kekeliruan memahami masa lalu.

Ketika etnis Mandailing, Karo, Pakpak dan Simalungun menunjukkan jatidirinya secara tegas dan konsisten harus dipahami sebagai bagian dari kemampuan mereka berpijak pada ilmu pengetahuan serta tak tertambat dalam belenggu mitos yang dipaksakan.

Tentunya, kita sepakat bahwa belenggu kekeliruan akan berakibat kian menjauhnya kita dari esensi kebenaran. Karena kita akan tersesat memahami peradaban kita masa lalu yang akan berdampak pada kesesatan di masa kini. Karena sejarah adalah rangkaian perjalanan suatu bangsa masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Berdasar itu, kita tak boleh keluar dari jalur kebenaran, karena kebenaran itu memerdekakan, merdeka dari kesesatan, agar tak terkurung dalam kegelapan kekeliruan peradaban.***

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SD/SLTP Dikecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal belum sepenuhnya memberikan informasi penggunaan dana Bos bagi sekolah. Padahal undang-undang nomor 14 tahun 2008 mengamanatkan Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Public. Ketertutupan informasi ini seakan pemantauan dan pemonitoringan dari insatansi terkait dinilai terkesan masih kurang maksimal.

  • Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    Hutan Malintang Julu Digunduli Orang Kaya

    • calendar_month Selasa, 18 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Wilayah hutan Desa Malintang Julu Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal (Madina) dikhawatirkan semakin gundul dan kian hilangnya daya serap air yang dibutuhkan sungai Pata Botung. Aktivitas penggundulan ini akibat ulah segelintir warga melibatkan Kepala Desa, Hottop Nasution yang diduga secara membabibuta menjual kawasan-kawasa hutan desa kepada orang-orang kaya bagi pembukaan perkebunan berskala […]

  • Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    Pemerintah Pastikan Stop Angkat Honorer jadi CPNS

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Pemerintah memastikan tidak ada lagi pengangkatan honorer tertinggal selain kategori satu (K1) dan kategori dua (K2). Pemerintah pun sudah menyiapkan skenario baru untuk menampung honorer K1 maupun K2 yang tidak lolos CPNS, yaitu dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak (PPK). Itupun syaratnya, harus lulus uji kompetensi dan punya keahlian yang dibutuhkan instansi bersangkutan. “Kita […]

  • RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    RAKYAT HANYA MENCARI SESUAP NASI

    • calendar_month Jumat, 22 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

     PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rakyat hanya hanya mencari sesuap nasi untuk anak dan istri. Mereka bukan penjahat, bukan pencuri. Kenapa ditangkap hanya karena menambang emas,” kata tokoh masyarakat Naga Juang, Mangaraja Muda Lubis kepada wartawan. Itu diungkapkannya kepada wartawan ditengah kerumunan ribuan massa yang memblokir jalan negara Lintas Sumatera di titik Desa Jambur Padang Matinggi, […]

  • Karang Taruna Madina Antar Bantuan Untuk Rohingya Di Langsa

    Karang Taruna Madina Antar Bantuan Untuk Rohingya Di Langsa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (10/6) berangkat ke Langsa, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam  mengantarkan bantuan masyarakat Madina bagi pengungsi muslim Rohingya. Bantuan yang diantarkan berupa uang tunai sebesar 17.231.000 rupiah, beras 26 sak, air mineral 104 sak, ikan kaleng 12 dus, mie instan 74 dus, pakaian bekas 21 […]

  • Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    Paket Proyek PU Didominasi Jalan dan Jembatan

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sedotan dana untuk proyek fisik yang sedang ditenderkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) tahun ini didominasi sektor jalan dan jembatan. Rincian anggaran DAK dan DAU sebanyak 41 paket, meliputi program peningkatan jalan dan jembatan Rp.19,2 milyar, program pembangunan jalan jembatan Rp.3,2 milyar, pengembangan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan […]

expand_less