Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Survey Terkini, Potensi PLTA Batang Gadis 150 MW

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Okt 2018
  • print Cetak

Sungai Batang Gadis

SIABU (Mandailing Online) Survey terhadap arus Sungai Batang Gadis yang dilakukan baru-baru ini memberikan gambaran arus sungai itu berpotensi menghasilkan arus listrik sebesar 150 MW dengan pola PLTA.

Survey yang diprakarsai Kementerian ESDM sekitar 2 pekan lalu di Sungai Batang Gadis Kecamatan Siabu, Mandailing Natal memberikan gambaran potensi arus listrik 94 hingga 150 Mega Watt dengan pola Pembangkit Listrik Tenaga Air.

Itun merupakan survey awal di titik 13 Kilometer ke arah hilir dari titik Muara Batang Angkola atau Lumpatan Babiat.

Volume air sungai di hilir Lumpatan Babiat ini sangat tinggi karena adanya sumbangan debit air dari Sungai Batang Angkola ke badan Sungai Batang Gadis di titik Muara Batang Angkola.

Sumber resmi di kementerian ESDM yang diperoleh Mandailing Online via telefon seluler, Kamis (18/10/2018) menyebutkan titik yang disurvey untuk PLTA itu berada 13 Kilometer di hilir Lumpatan Babiat agar tidak mengganggu bagi areal pertanian dan hunian di desa-desa kawasan Tano Tiris.

Study Awal merupakan study pertama atau study sesaat untuk memperoleh gambaran awal, nantinya akan dilanjutkan ke tahap Pra Study Kelayakan yang kemudian masuk tahap Study Kelayakan.

Jika titik 13 Kilometer di hilir Lumpatan Babiat itu dilakukan pola waduk akan berpotensi menghasilakn 150 MW. Sementara PLTA tanpa waduk diperkirakan sebesar sekitar 94 MW. Berdasar perkiraan pihak Kementerian ESDM,waduk itu bisa seluas sekitar 300 Hektar.

Waduk itu tidak akan berdampak menggenangi kawasan Muara Batang Angkola dan Tano Tiris sekitar, karena ada sekitar 34 meter elevasi (posisi ketinggian secara vertikal) dari Lumpatan Babiat ke titik hilir 13 KM dari titik Lumpatan Babiat.

Sumber di Kementerian ESDM itu menyebutkan, pola PLTA dengan sistem waduk ini berbeda dengan jenis PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) yang hanya berpotesni menghasilkan 10 MW dan atau PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) yang hany berpotesni menghasilkan sekitar sebesar 10 hingga 20 MW. Itu dijelaskannya terkait survey sekitar tahun 2012 lalu oleh Pemkab Madina dan sejumlah perusahaan swasta yang masa itu melakukan survey untuk pola PLTMH bukan untuk jenis PLTA sistem waduk.

Mantan Anggota DPRD Madina, Bustami saat diwawancarai Adanan Saleh, Selasa (16/10) di Desa Hutagodang Muda (Tano Tiris).

Sebelumnya, mantan anggota DPRD Mandailing Natal yang berdomsili di Desa Huta Godang Muda (Tano Tiris) menjawab Mandailing Online, Selasa (16/10) menyatakan menyambut baik jika kawasan Batang Gadis dijadikan PLTA dengan syarat harus berada di titik agak jauh ke hilir Lumpatan Babiat agar tidak berdampak pada Pemukiman Desa Muara Batang Angkola dan kebun masyarakat.

Dia juga menyatakan, jika pembangunan PLTA terwujud harus mengutamakan warga setempat terutama putra daerahnya dari sisi kerja yang di butuhkan perusahaan, agar bisa mengurangi tingkat pengangguran.

Peliput : Dahlan Batubara / Adanan Saleh

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    Diperkosa 3 Polisi Malaysia, TKI Bercinta dengan Pacar Sebelum Melapor

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Seorang TKI yang mengaku diperkosa tiga polisi Malaysia tampil di pengadilan hari ini untuk memberikan kesaksian. Dalam persidangan, wanita berumur 26 tahun itu mengaku telah berhubungan seks dengan kekasihnya sebelum melapor ke polisi mengenai pemerkosaan itu. Wanita Indonesia itu menyampaikan hal tersebut saat ditanyai jaksa Suhaimi Ibrahim dalam persidangan kasus pemerkosaan […]

  • Pantau Corona, Di Madina 17 Orang ODP

    Pantau Corona, Di Madina 17 Orang ODP

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Jumlah warga dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut saat ini terdata 17 orang. Dilansir media Antara, Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal, dr. Syarifuddin Lubis didampingi Kadis Informatika dan Komunikasi Mandailing Natal, Drs. Sahnan Pasaribu kepada wartawan, Selasa (24/3/2020) menyampaikan, mereka yang ODP itu dikarenakan baru datang dari daerah […]

  • Anggaran Puluhan Miliar, Mimpi RSUD Panyabungan Jadi RS Rujukan Dipertanyakan

    Anggaran Puluhan Miliar, Mimpi RSUD Panyabungan Jadi RS Rujukan Dipertanyakan

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN | Mandailing Online – RSUD Panyabungan menganggarkan Rp15,92 miliar dari dana BLUD 2026 untuk obat, bahan medis habis pakai, dan kimia. Tapi di saat bersamaan, pengelolaan sampah rumah sakit itu amburadul. TPS jorok, limbah medis meluber, dinding kotor bekas tangan. Kondisi ini kontras dengan ambisi RSUD Panyabungan jadi rumah sakit rujukan regional Madina. Sebab […]

  • Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

    Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN,-Staf peneliti Balai Bahasa Medan Anharuddin Hutasuhut mengatakan, hingga kini belum ada bahasa ibu atau yang lebih dikenal dengan bahasa daerah di wilayah Sumatera Utara yang punah. “Jangankan punah, yang terancam punah saja belum ada. Ini tidak terlepas dari konsistennya masyarakat di Sumut menjaga nilai-nilai budaya leluhurnya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang harus […]

  • Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    Jelang 2 Tahun, SBY Minta KIB II Optimalkan Sisa Waktu

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Presiden SBY meminta jajaran menterinya mengoptimalkan waktu tiga bulan ke depan untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang masih ada. Sebab bila nanti akan ada ‘penataan lebih lanjut’, maka tidak ada pekerjaan tersisa. Perintah itu disampaikannya presiden saat membuka rapat kabinet paripurna. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (7/7/2011). “Oktober nanti genap dua tahun […]

  • Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    Gagasan Ketahanan Produksi di Madina Masa Covid-19

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Saat ini pemerintah pusat hingga daerah, juga DPR hingga DPRD “memproklamirkan” bantuan langsung tunai (BLT) dan Sembako untuk rakyat mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi Corona (Covid-19). Pertanyaannya: apakah BLT dan sembako itu cukup mengatasi krisis ekonomi rakyat? Berapa lama ketahanan sembako itu? Cukupkah untuk 3 bulan pertama? Lalu setelah 3 bulan pertama berlalu, apakah negara […]

expand_less