Sabtu, 31 Okt 2026
light_mode

KAIN SARUNG DI PEMKAB MADINA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
  • print Cetak

Warga Miyanmar yang mayoritas Budha juga memakai kain sarung

 

Catatan : Dahlan Batubara

Di India yang mayoritas Hindu. Kain sarung disebut lungi, phanek, mundu, kaili, saaram, vetti. Perbedaan penggunaan istilah ini tergantung pada daerah-daerah di India.

Selain pakaian sehari-hari, juga untuk acara perayaan keagamaan.

Di Sri Langka, juga mayoritas Hindu. Penggunaan kain sarung lebih didominasi pria. Sebenarnya ada juga perempuan. Kain sarung yang dipakai perempuan disebut Redda.

Bahkan, digunakan oleh pejabat negara. Sebagai pakaian yang menunjukkan nilai kerendahan hati. Sekaligus nasionalisme mereka. Karena kain sarung dianggap sebagai pakaian nasional Sri Lanka.

Di Miyanmar, mayoritas Budha, juga berbudaya kain sarung. Sehari-hari. Lelaki, pun perempuan. Di negara yang “mengusir” muslim Rohingya ini, kain sarung dikenal dengan istilah Longji atau Longyi.

Pria Miyanmar menyimpan dompet di kaos dalam. Rokok dan mancis juga di kaos dalam. HP diselipkan di Longyi bagian belakang. Dekat pinggul.

Orang Somalia di Afrika menjadikan kain sarung pakaian sehari-hari. Di manapun Anda di Somalia, pasti melihat orang-orang banyak memakai kain sarung.

Di Afrika Timur, disebut Kanga. Digunakan perempuan Afrika. Kikoy digunakan pria Afrika.

Di Madagascar, disebut Lamba.

Di area Arabian Peninsula, kain sarung dikenal dengan istilah futah, izaar, wizar, ma’waz. Sarung sering digunakan sebagai pakaian sehari-hari. Sebagai bawahan. Atau pakaian tidur. Atau kaftan.

Di Malaysia, Kain Pelikat. Sabok jika yang dipakai perempuan. Tapeh untuk yang dipakai pria.

Di Indonesia. Penduduk di desa-desa masih banyak yang memakai kain sarung. Tetapi kaum milenial-nya sehari-hari sudah celana panjang. Hanya pakai sarung kalau ke masjid.

Santri di banyak pesantren juga pakai sarung. Sehari-hari.

Di Pemkab Madina. Pegawai pria diharuskan memakai kain sarung. Tiap hari Jum’at. Berdasar peraturan daerah tentang Busana Muslim. Dimulai sejak Jum’at (15/3/2019).

Di Al-Qur’an, seingat saya, tak disebutkan kain sarung sebagai busana muslim.

Apakah kain sarung menyebabkan meningkatnya taqwa? Apakah meningkatkan pelayanan birokrasi?

Apakah menurunkan korupsi?

Apakah. Apakah. Apakah.

Di desa-desa terisolir di Madina. Yang jumlahnya puluhan desa itu. Jalannya masih jenis tanah. Menanjak. Becek kalau hujan. Sulit dilalui kenderaan. Membawa hasil pertanian setengah mati. Membawa sembako ke sana setengah mati. Sampai-sampai masuk ke dalam prioritas di visi misi pemerintah daerah.

Sampai kini. Sampai kini. Sampai kini.

Sampai kini belum juga ada kabar datangnya beko dan buldozer. Kabarnya belum juga diaspal. Walau masa priode sudah nyaris berakhir. Warga masih belum “merdeka”.

Walau warganya sejak dulu tetap konsisten memakai kain sarung.***

 

Sumber tambahan : sarungatlas.co.id

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    Kejar Target WTP, Inspektorat Madina Pacu Integritas Internal

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan upaya penting dalam menghambat  potensi korupsi di daerah ini. Instrumennya antara lain pengawasan serius di internal Inspektorat Madina sendiri; juga menghambat peluang berbuat “nakal” para pejabat Inspektorat saat melakukan pemeriksaan reguler di seluruh institusi pemerintah. Upaya ini merupakan arahan Wakil Bupati Mandailing Natal, […]

  • Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Biaya penerbitan sertifikat tanah 1.000.000 hingga 1.200.000 rupiah. Akibatnya warga menjerit. Sejumlah warga Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengungkapkan, aparat desa mematok target rupaiah itu untuk pengurusan satu sertifikat tanah. Padahal, pemerintah pusat sudah menegaskan bahwa biaya penerbitan sertifikat gratis alias tak ada pungutan biaya. “Kami […]

  • Pembeli Itak Poul-poul Juga Dari Medan

    Pembeli Itak Poul-poul Juga Dari Medan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Sejauh ini yang diketahui masih setia memproduksi dan menjual itak poul-poul di Mandailing adalah Hj. Masna, pengelola warung Simpang Tiga Raya, Kotanopan, Mandailing Natal (Madina). “Untuk melestarikan makanan khas budaya Mandailing ini kita sengaja menjualnya pada hari Jum’at dan Sabtu,“ ujarnya, Jum’at (16/8/2013). Peminatnya cukup banyak. Selain warga Kotanopan, pengendara yang […]

  • PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    PERANTAU PUJI SIKAP BUPATI MADINA

    • calendar_month Minggu, 21 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Foto surat pengunduran diri Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang beradar di facebook menjadi perhatian perantau di Jakarta. “Jika surat pengajuan pengunduran diri itu benar, menunjukkan Dahlan Hasan Nasution seorang yang gentelmen,” ujar Erie Batubara perantau asal Mandailing yang merantau di Jakarta, kepada Mandailing Online via telefon seluler, Minggu (21/4/2019). Berdasar […]

  • 3 Pegawai Penjara Sipapaga Positif Pengguna Narkoba

    3 Pegawai Penjara Sipapaga Positif Pengguna Narkoba

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 3 pegawai penjara Sipapaga, Panyabungan, Mandailing Natal terbukti pengguna narkoba. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal (Madina) bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Panyabungan melakukan tes urine kepada semua pegawai Lapas, Sabtu (17/6/2017). Hasilnya, dari 25 orang yang tes urine, ada 3 orang dinyatakan positif. Kepala BNNK […]

  • TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    TGSC : Polisi Sedang Menyiapkan Jadwal Klarifikasi Terhadap Saipullah Nasution Terkait Dugaan Pemerasan dan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Selasa sore 7/4/2026 Tim Gordang Sambilan Center ( TGSC ) datangi Unit Reskrim Polres Madina. Mereka hendak mempertanyakan kelanjutan laporan LP/ B/9/1/2026/ SPKT/ POLRES MANDAILING NATAL / POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 5 Januari 2026 tentang laporan dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik oleh Saipullah Nasution yang dilaporkan Miswar Daulay selaku Ketua TGSC ” […]

expand_less