Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

KERAJAAN PANAI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
  • print Cetak

Askolani dan Prasasti Tanjore

 

Catatan : Askolani Nasution

 

Memang, sampai saat ini amat sedikit referensi tentang Kerajaan Panai yang diyakini berpusat di Padang Lawas ini.

Salah satu referensi tentang Panai adalah Kitab Negarakertagama di masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit. Kitab yang bertajuk tahun 1365 M itu menyebutkan penaklukan Majapahit atas beberapa kerajaan di Sumatera, termasuk Kerajaan Mandailing dan Panai.

Sumber paling penting adalah Prasasti Tanjore yang berangka tahun 1030. Disebutkan bahwa Raja Cola, Rajendracoladewa, tahun 1025, setelah menaklukkan Sriwijaya, juga menaklukkan Kerajaan Panai. Selain Panai, juga penaklukan terhadap kerajaan-kerajaan kecil di Sumatera yang diyakini berada dalam pengaruh raja Sailendra dari Sriwijaya.

Panai dalam prasasti itu dimaknai sebagai “pannai” dalam bahasa Tamil, artinya “tanah pertanian”. Makna itu disebutkan oleh Wheatly pada tahun 1961. Atau dengan istilah lainnya adalah “well-watered (of) Sriwijaya”. Tapi sebagian lain menerjemahkannya dengan “watered by rivers”. Kedua istilah itu tentu juga tak bisa dipisahkan dengan Sungai Batang Panai, karena kerajaan itu berada di sekitar DAS Batang Panai yang dikenal hingga hari ini.

Banyak juga perbedaan pendapat tentang lokasi kerajaan Panai. Codes misalnya, meyakini kerajaan ini ada di Pesisir Timur Sumatera. Menurutnya ada di sekitar muara sungai Desa Labuhan Bilik. Sumber lainnya menyebut justru di bagian pantai Barat Sumatera, yang disebut dekat dengan Sibolga atau Barus. Itu karena sebuah pulau kecil di dekat Barus yang sampai sekarang disebut Panai.

Tapi asumsi Codes lebih berterima. Karena memang Sungai Batang Pane yang bertemu dengan Sungai Barumun, muaranya ke kawasan Labuhan Bilik.

Dalam sebuah catatan Cina, disebutkan bahwa Kerajaan Panai telah ada sejak tahun 1000 AD. Hsu Yun-ts’iao memperkirakan bahwa kerajaan ini pada abad ke-6 ada di kompleks percandian Padang Lawas dan berlatar belakang agama Budha.

Kerajaan Panai diyakini menjadi kerajaan penting di Sumatera, selain Sriwijaya. Alasan itu yang membuat Chola menyerang kerajaan ini. Tetapi meskipun diserang, kerajaan ini tidak serta merta tunduk. Sebab, pada abad 11, atau kurang lebih seratus tahun setelah serangan itu, Kerajaan Panai telah membangun kompleks percandian yang monumental di Padang Lawas sekarang.

Dan sekalipun tidak banyak prasasti yang mengungkap kerajaan ini, Panai diyakini menganut sekte Tantrik. Mantra-mantra yang ditulis dalam lempeng emas, juga dianut oleh raja Kertanegara dari Singosari, Adityawarman dari Sumatera Barat, dan Kubilai Khan dari Mongol.

Biara bersekte Budha Tantrik ini menurut Schnitger, arkeolog Belanda, dapat ditemukan pada Biara Sisangkilon, Sijoreng Belangah, dan Biara Sipamutung yang berada di Padang Lawas. Pada Biara Sipamutung ditemukan arca atau hiasan bangunan berupa arca buaya yang menunjukkan aliran Tantris dimaksud.

Dalam prasasti Tanjore yang sekarang disimpan di Kuil Kailasanatar-uttara merur menyebutkan bahwa serangan kepada Kerajaan Panai untuk “membuka gerbang kota pedalaman yang luas, yang dilengkapi peralatan perang, berhiaskan permata dengan kemuliaan yang besar, gerbang kemakmuran Sriwijaya, dan Pannai dengan kolam air.”

Dari tulisan itu ada beberapa asumsi yang timbul:

  • Panai merupakan pintu gerbang bagi kerajaan-kerajaan besar dan maju di pedalaman Sumatera. Kerajaan-kerajaan dimaksud adalah apa yang disebut dalam naskah Negarakertagama.
  • Kerajaan-kerajaan pedalaman itu telah memilik pasukan yang kuat dan bermartabat.
  • Berhiaskan permata dengan kemuliaan merujuk kepada kawasan hulu Sungai Barumun yang pada masa itu telah menjadi pusat penambangan emas terpenting di Sumatera.
  • Kerajaan-kerajaan itu menjadi sumber ekonomi bagi kerajaan Sriwijaya
  • Kerajaan Panai memiliki kolam yang indah. Kolam air dimaksud diyakini sebagai bendungan yang ditemukan di desa Aloban Kecamatan Portibi, Padang Lawas. Kerajaan Panai, selain memiliki emas, juga menjadi kerajaan yang makmur karena daerah pertanian maju yang dimilikinya. Daerah pertanian yang subur itu sumber irigasinya dari Bendungan Aloban. Bendungan ini yang dibobol Rajendracholadewa. Selain itu, koordinat candi Sipamutung pada 990 45’ BT dan 010 25’ LU memang menjadi daerah pertanian yang subur hingga saat ini. Kawasan ini dialiri berkelok-kelok oleh Sungai Barumun dan Sungai Batang Pane. Ini menandakan bahwa kawasan ini menjadi daerah pertanian yang subur sejak masa dulu.

 

Bendungan yang ditemukan di desa Aloban Kecamatan Portibi

Monumen percandian Portibi, Bahal, dan lain-lain menandakan bahwa Kerajaan Panai telah mengalami perkembangan kebudayaan yang maju. Beberapa prasasti lain yang ditemukan di kawasan ini seperti Prasasti Tandihat (berangka tahun 1179 M), Sitopayan (1235 M), Porlak Dolok (1245 M) menunjukkan bahwa kawasan percandian tersebut berdiri pada abad 11-14 masehi.

Candi Bahal di Portibi

Itu ditandai dengan arca yang di temukan di Biara Sipamutung dan Biara Bara yang digambarkan mengenakan kain bermotif  jlamprang dan kawung. Motif itu identik dengan motif yang biasa ditemukan pada arca-arca masa Singosari. Selain itu, motif percandian itu juga ditemukan pada situs Padang Roco (abad ke 13-15) di Sumatera Barat.

Karena itu diyakini, bahwa Panai sudah memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Adityawarman pada abad ke-14. (Askolani Nasution adalah budayawan/sutradara film)

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syamsir KDI Meriahkan Pelantika PAC PP 1959 Siabu

    Syamsir KDI Meriahkan Pelantika PAC PP 1959 Siabu

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila 1959 Kecamatan Siabu, Mandailing Natal dimeriahkan oleh artis Ibukota Syamsir KDI, Sabtu (22/11). Sejumlah lagu dilantunkan Syamsir di sela-sela acara pelantikan di lapangan Siabu yang tak jauh dari kampong halaman Syamsir sendiri. Pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPP PP 1959 Rudi Hartawan Tampubolon, DPW Provinsi […]

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Polres Madina Didesak Tuntaskan Dugaan Pemalsuan Dokumen Caleg

    Polres Madina Didesak Tuntaskan Dugaan Pemalsuan Dokumen Caleg

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Polres Mandailing Natal (Madina) didesak menuntaskan proses penanganan kasus dugaan pemalsuan dokumen seorang calon legislatif atas nama Muharuddin. Desakan itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Forum Komunitas Indonesia Satu (FKI-1), Samsudin Nasution kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (29/7/2019). Dikatakannya, LSM FKI-1 Kabupaten Madina mengadukan dugaan ini pada 31 Mei 2019 […]

  • Lahan PTPN IV Masih Rancu

    Lahan PTPN IV Masih Rancu

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kabupaten Mandailing Natal menyatakan bahwa lahan-lahan yang dikuasai PTPN IV di Kecamatan Batahan masih banyak yang rancu. Kerancuan itu menyebabkan perpanjangan izin lokasi PTPN IV belum diterbitkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) setelah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2010 lalu. Itu diungkap Kepala Seksi Hak Tanah […]

  • Usul Pemberkasan CPNS Dibatasi Akhir Februari

    Usul Pemberkasan CPNS Dibatasi Akhir Februari

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 2Komentar

    JAKARTA – Masih cukup banyak pemda yang belum menetapkan dan mengumumkan kelulusan CPNS 2013, sehingga hingga saat ini belum mengajukan usulan pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS baru. Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih memberikan kesempatan meski waktu pemberkasan tinggal sebulan lagi. “Kalau sekarang, masih ada waktu sebulan lagi. Jadi daerah punya waktu menetapkan kelulusan dan […]

  • SBY resmi berhentikan Bupati Karo

    SBY resmi berhentikan Bupati Karo

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberhentikan Kena Ukur Karo Jambi Surbakti dari jabatan Bupati Karo, Sumatera Utara, sebagaimana usulan DPRD kabupaten setempat. "Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumut mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasa selama memimpin Pemkab Karo," ujar Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho saat menyerahkan secara langsung surat keputusan presiden kepada […]

expand_less