Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Lahan PTPN IV Masih Rancu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
  • print Cetak

 

Kahidir Nasution 210313PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kabupaten Mandailing Natal menyatakan bahwa lahan-lahan yang dikuasai PTPN IV di Kecamatan Batahan masih banyak yang rancu.

Kerancuan itu menyebabkan perpanjangan izin lokasi PTPN IV belum diterbitkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) setelah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2010 lalu.

Itu diungkap Kepala Seksi Hak Tanah dan Pelayanan Tanah BPN Madina, Khaidir Nasution menjawab Mandailing Online, Rabu (20/3) usai mengikuti pertemuan pembahasan PTPN IV di sekretariat Pemkab Madina.

Pertemuan itu dimediatori Komisi A DPRD Sumut yang dihadiri pihak PTPN IV, warga Batahan, Pemkab Madina dan Bank Mandiri Panyabungan selaku penyedia kredit bagi PTPN IV.

Pertemuan itu menghasilkan 5 keputusan. Pertama penghentian kegiatan PTPN di lahan seluas 15.900 hektar. Kedua, lahan seluas 9.000 hektar yang selama ini diatasnamakan kepada 4 koperasi unit desa untuk lahan plasma akan di kembalikan kepada warga.

Ketiga pemkap Madina supaya pro aktif menyelesaikan konflik agrarian antara warga dengan PTPN IV tersebut. Keempat, dilakukukan pegukuran ulang terhadap luas lahan PTPN IV dan semua lahan perkebunan yang ada HGU-nya di Mandailing Natal. Kelima, agar dilakukan pengusutan dugaan penyalahgunaan anggaran kredit dari Bank Mandiri terhadap proyek pembukaan perkebunan PTPN IV tersebut.

Berdasar data BPN, hingga berakhirnya izin lokasi pada tahun 2010 lalu, masih ada terdapat sekitar 50 persen lahan yang belum mampu dibebaskan pihak PTPN IV dari warga. Banyaknya kerancuan pada lahan menyebabkan pihak BPN tak berani mengeluarkan rekomendasi untuk kepentingan perpanjangan izin lokasi PTPN IV.

Meski begitu, pihak BPN Madina akan bersedia melakukan pengukuran ulang jika kelak sangketa lahan ini sudah dituntaskan oleh PTPN IV dengan warga bersama pemerintah daerah. (dab)

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 1)

    API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Barang Bukti Musnah, Akar Kejahatan Terus Menjalar?     Oleh: Tim Mandailing Epcentrum   Baru- baru ini, Kajari Madina melaksanakan pembakaran banyak barang bukti. Katanya, semuanya tanpa sisa. Ada sesuatu yang terasa ganjil setiap kali publik menyaksikan pemusnahan barang bukti. Tumpukan ganja dibakar. Sabu dimusnahkan. Rokok ilegal dihancurkan. Kamera menyala. Pejabat berdiri rapi. Lalu publik […]

  • Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    Air PDAM Sering Mati, Warga Panyabungan Mengeluh

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluhan warga Payabungan, Mandailing Natal (Madina) bukan saja soal PLN yang sering padam, air bersih yang dikelola PDAM Tirta Madina juga dikeluhkan karena airnya keruh dan sering mati. Dalam reses yang dilakukan anggota DPRD Madina, Syahriwan Nasution baru-baru ini banyak menampung keluhan warga soal air bersih di Panyabungan. “Warga mengeluh […]

  • Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    Guru di Kota Berlebih, di Desa Terpencil Kekurangan

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyebaran tenaga pendidik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tidak  proporsional. Guru menumpuk di sekolah-sekolah daerah perkotaan, sementara di  daerah pinggiran dan pedalaman banyak sekolah yang kekurangan guru, bahkan  banyak sekolah dasar yang hanya dididik oleh 2 atau 3 orang guru saja. “Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Dan pemerintah terkesan mengabaikan […]

  • Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    Pejabat Medan pengalih tanah KAI harus diusut

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN   –  Oknum pejabat di Pemerintah Kota Medan yang diduga terlibat dalam kasus pengalihan tanah milik Perusahaan Kereta Api Indonesia (KAI) Medan harus diusut tuntas Kejaksaan Agung. “Siapa saja oknum pejabat dan mantan pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Medan yang ikut bermain dalam pengalihan aset milik PT KAI Medan harus diproses secara hukum,” kata Pengamat […]

  • Penerimaan CPNS, 9 KDh siap ‘fair play’

    Penerimaan CPNS, 9 KDh siap ‘fair play’

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    .MEDAN – Sembilan kepala daerah (KDh) di Sumatera Utara menyatakan sikap untuk fair play dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun anggaran 2010 pada Desember mendatang. Kesembilan KDh itu yakni Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars, Bupati Serdang Bedagai T Erry Nuradi, Pj Walikota Tebing Tinggi Eddy Syofian, dan Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang […]

  • Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    Ikhwanul Muslimin, Mesir dan Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PERAN MESIR YANG DIPELOPORI OLEH IKHWANUL MUSLIMIN SANGATLAH BESAR DAN BERARTI BAGI KEDAULATAN RAKYAT INDONESIA. SEBAB ATAS DESAKAN IKHWANUL MUSLIMIN LAH PEMERINTAH MESIR MENJADI NEGARA PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA. (Dikutip dari arrahmah.com) Sebelum tanggal 22 MARET 1946 Indonesia selalu diklaim Belanda sebagai masalah dalam negeri negara penjajah itu. Belanda tetap mengklaim Indonesia sebagai […]

expand_less