Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Massa Satma PP Unjuk Rasa di Kejari Sidimpuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
  • print Cetak


P. Sidimpuan, Puluhan massa yang mengatasnamakan PC Satma Pemuda Pancasila (PP) menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Padangsidimpuan, Jumat (7/1).

Mereka meminta Kejari tidak tebang pilih dalam penangan berbagai kasus korupsi didaerah ini.”Kami minta Kejari Sidimpuan tegas dan jangan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi,” teriak mereka.

Pantauan Analisa, puluhan massa PP tiba di gedung Kejari sekitar pukul 10.00 WIB setelah sebelumnya longmach dari halaman bolak pusat Kota Padangsidimpuan sembari mengusung spanduk serta belasan poster yang mengutuk oknum-oknum yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi.

Di depan gerbang Kejari massa dengan memamaki alat pengeras suara diatas mobil pick up terbuka segera menggelar orasi desakan agar Kejari segera keluar menemui mereka, sekaligus meminta pihak kepolisian yang berada di arena aksi untuk segera membuka pintu gerbang.

Setelah melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian, akhirnya gerbang Kejari dibuka dan massapun leluasa memasuki halaman kantor.

Selang beberapa menit kemudian Kajari P. Sidimpuan Indrasyah Djohan didampingi sejumlah stafnya menemui para pengunjukrasa di halaman gedung.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan Kordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Syukur Nasution disebutkan, dalam penegakan hukum di Negara kesatuan RI, pemerintah berupaya menanamkan terhadap semua instansi baik eksekutif, legislatif dan yudikatif untuk kiranya bersama-sama mendukung pemerintahan yang bersih dan bermartabat serta terhindar dari KKN.

Namun, hal itu berbanding terbalik pada apa yang terjadi di Tapsel, dimana hingga hari ini penanganan kasus korupsi TPAPD masih terombang-ambing tanpa ada kepastian.

Atas dasar itu, mereka meminta Kejari dapat menegakkan hukum seadil-adilnya tanpa ada unsur pandang bulu dan tidak mempetieskan kasus dugaan korupsi TPAPD Tapsel TA 2005.

Serta mendesak Kejari untuk mengeluarkan rekomendasi terhadap Kejatisu tentang dukungan penyelesaian kasus tersebut.

Menanggapi pernyataan sikap itu, Kajari P. Sidimpuan Indrasyah Djohan mengungkapkan dukungannya atas item per-item keinginan massa tersebut. “Kami akan terus komit dalam penanganan kasus korupsi di daerah ini,” terangnya.

Salah satu bukti nyata komitmen tersebut bisa dapat dilihat dari terpilihnya Kacabjari Sibuhuan Cabang Kejari Sidimpuan sebagai Kacabjari terbaik no 2 dalam penanganan kasus korupsi.

Usai mendengar tanggapan Kajari, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib sembari mengancam akan kembali datang dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan tidak direalisasikan. (hih)
sUMBER : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    Inilah Lima Gunung Api Teraktif di Dunia

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gunung Merapi masih terus menunjukkan aktivitas meningkat selama seminggu sejak letusan tanggal 26 Oktober 2010. Hari ini juga diberitakan bahwa aktivitas 22 gunung di wilayah lain di Indonesia juga meningkat. Walau Merapi terlihat sangat aktif, tetapi keaktifannya masih belum seberapa jika dibandingkan dengan gunung-gunung lain. Masih banyak gunung api lainnya di dunia yang lebih aktif. […]

  • Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    Gagal Tender 2 Rumah Sakit di Madina, DPRD Harus Panggil Pejabat Terlibat

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nasib lanjutan pembangunan RSU Madina di bukit Panatapan berakhir black list 2 tahun gara-gara pemkab Madina gagal menuntaskan tender. Akibatnya dana 14 milyar Rupiah ditarik pemerintah pusat tahun 2019 lalu. Padahal dana itu untuk pembangunan gedung radiologi dan gedung laboratorium. Ironisnya, Pemkab Madina tak juga bertaubat. Gagal tender juga terjadi pada […]

  • Sadrak Pasaribu : DPC PA GMNI Tabagsel Segera Dibentuk

    Sadrak Pasaribu : DPC PA GMNI Tabagsel Segera Dibentuk

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (mandailing Online) – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) akan segera dibentuk di kawasan Tabagel. Hal itu diungkapkan Sadrak Pasaribu kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11) terkait rencana pembentukan DPC AP GMNI tersebut. Dikatakannya, rencana pembentukan itu setelah adanya instruksi dari Ketua DPD PA GMNI Sumut, Ir. Lancar Siahaan […]

  • Akhirnya, Ustaz Solmed Meminta Maaf

    Akhirnya, Ustaz Solmed Meminta Maaf

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, — Ustaz Shaleh Mahmud alias Solmed akhirnya menyampaikan permohonan maaf terkait perselisihannya dengan sebuah majelis taklim di Hongkong. Ia menilai persoalan tersebut sudah tidak sehat. “Saya sebagai manusia biasa ada hal yang salah dalam berucap dan bertingkah. Saya memohon maaf atas kesalahan itu ke teman-teman,” tutur Solmed saat ditemui di Gedung Trans TV, Jalan […]

  • Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    Innocence of Muslims: Hadiah Rp900 Juta Bagi Pembunuh Pembuat Film

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ESHAWAR, (MO) – Seorang menteri Pakistan menawarkan hadiah US$100.000 atau sekitar Rp900 juta bagi pembunuh pembuat film Innocence of Muslims. pada hari Sabtu untuk siapa saja yang membunuh pembuat video online yang menghina Islam, sebagai protes sporadis bergemuruh di seluruh bagian dunia Muslim. “Saya mengumumkan hari ini, si penghujat adalah orang berdosa yang telah berbicara […]

  • DOKUMEN KOPASSUS Wikileaks dari Papua

    DOKUMEN KOPASSUS Wikileaks dari Papua

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DUA pekan lalu, dua dokumen itu diunggah ke dunia maya. Yang pertama 25 halaman, dengan tulisan “Laporan Triwulan I Pos Kotaraja” dicetak tebal dengan huruf kapital di halaman satu. Yang kedua lebih sedikit, hanya 8 halaman. Dari judulnya, “Laporan Harian, Nomor: R/02/Laphar/IX/2007”, tampaknya ini adalah lampiran dokumen pertama. Inilah versi Indonesia dari heboh Wikileaks, situs […]

expand_less