Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

PLURALISME DI SUMATERA UTARA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Jan 2021
  • print Cetak

Oleh : Ahmad Husein
Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Keberagaman agama dan Budaya, etnis, suku dan marga yang ada di Sumatera Utara sangat banyak, setiap agama, budaya etnis, suku, agama dan marga bisa hidup rukun antara satu dengan yang lainnya, saling menghargai dan menghormati dalam kehidupan sosial, politik dan kerukunan beragama yang tidak saling mengganggu bahkan saling membantu jika mereka yang bertetangga ada kemalangan (meninggal) khususnya masyarakat Tapanuli Tenggara (Barus).

Kerukunan antara beragama dan saling membantu dalam sosial masyarakat.  Seperti nilai-nilai keislaman yang di wariskan oleh Nabi kepada ummat sesudahnya. Piagam Madinah adalah salah satu rujukan pancasila Negara kita Indonesia yang mengadopsi aturan-aturan yang terdapat dalam piagam madinah tersebut. Dimana masyarakat multicultural bisa hidup bersama dibawah peraturan piagama Madinah yang di gagas oleh  Nabi Muhammad saw.

Sumatera utara adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang terdiri dari beberapa Agama Islam, Kristen, hindu, budha dan Kong Hu Chu dan banyak suku, suku Batang Angkola, suku batak karo, suku Mandailing, suku batak pakpak, suku batak Simalungun, suku batak toba, suku melayu dan suku Nias. Keberagaman yang biasanya akan  mudah memicu konflik karena mementingkan ego masing-masing suku, tetapi masyarakat Sumut bisa hidup rukun.

Perpindahan Nabi dari kota Mekkah ke Madinah disambut hangat kaum Ansor akan kehadiran Nabi tersebut, Nabi melihat keberagaman agama dan suku yang hidup disebuah kota yang awalnya namanya Yastrib berubah menjadi Madinah, keberagaman itulah yang membuat Nabi berfikir untuk melahirkan Piagam Madinah yang terdiri suku Muhajirin dan Ansor,  Aus, khazraj, bani Quraishah, bani Nadhir, bani Qunaiqa’ dll. Di dalam isi piagam Madinah tersebut adalah persatuan seperti Negara kesatuan Negara Indonesia, jika ada permasalahan agama dan suku mereka saling membantu jika musuh, bahaya datang menyerang.

Aset terbesar yang ada di sumatera Utara adalah kesadaran, saling menghormati antara satu sama lainnya yang melahirkan kerukunan bersama hal yang saya syukuri sebagai mahasiswa yang memperhatikan kerukunan toleransi beragama di Indonesia kita mampu menjaga dan mempraktekkan nilai-nilai keislaman yang ada di piagam Madinah itu.

Keberagaman agama itu tidaklah mudah untuk menjaganya kita lihat perang salib misalnya, perang yang berlangsung kurang lebih dari dua abad, dimulai dari perang salib pertama sampai perang salib ke Sembilan yaitu pada tahun 1095-1291. Perang salib terjadi kefanatikan Kristen yang koordinir oleh paus yang mempunyai tujuan untuk merebut kota suci Palestina dari kaum Muslimin.

Bangsa Mongol Pada tahun  (1212) memerangi ummat islam disebabkan Masalah ideologi (Agama) orang mongol termasuk jenghis khan adalah penganut ajaran Shammaniah yang mempertahankan yang mempertahankan kepercayaan kuno terhadap kesucian berbagai peristiwa dan benda alam, diantaranya: air, api, hujan dan petir. Sementara ummat islam menggunakan benda-benda suci tersebut sebagai ritual ibadah dan islam juga memerangi paganisme dan animisme yang di percaya orang-orang mongol yang membuat bangsa mongol tidak suka kepada Islam dan ingin memerangi ummat Islam pada masa itu.

Khawarij juga mempunyai cerita atas nama perbedaan pemilihan dalam peristiwa attahkim ini menegaskan sebuah fakta awal bahwa kemunculan mereka pada mulanya murni bersifat politik. Polemik politik mulai mendapatkan sentuhan-sentuhan wacana teologis-keagamaan pada masa pemerintahan ‘Abdul Malik ibn Marwan, terutama gencar dilakukan oleh kelompok Azariqah yang memiliki pengaruh cukup signifikan bagi perkembangan doktrinal sekte Khawarij.  Pada titik ini, terjadi pembauran antara wacana politik dengan doktrin keagamaan. Tidak jarang wacana keagamaan diinterpretasi sedemikian rupa sesuai dengan motif-motif politik-kekuasaan. Dalam arti, peristiwa attahkim menjadi awal upaya instrumentalisasi wacana keagamaan untuk melegitimasi pandangan-pandangan politik sekte Khawarij. Fenomena semacam ini bahkan telah diindikasikan ‘Ali ibn Abi Thalib ketika sekte Khawarij menyuarakan la hukma illa-Allah saat peristiwa attahkim.

Beberapa sejarah warisan kepada kita yang sangat memilukan dan memperhatikan antara ummat beragama bahkan satu agama di sebabkan keberagaman agama dan pikiran yang melahirkan konflik yang berdarah-darah yang bertentangan dengan naluri dan rasional manusia yang  hidup  di muka bumi ini, manusia yang baik  mengingikan kehidupan yang ramah sedangkan Islam menawarkan konsep kehidupan Rahmatullilalamin.

Kemunculan toleransi beragama di ummat Islam untuk melahirkan perdamaian di muka bumi, setiap agama pasti mengingikan perdamaian, agama mengajarkan kebaikan, agama mengajarkan berbuat. Gusdur juga mengatakan: tidak penting apapun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah Tanya apa agamamu.

Begitulah bapak pluralisme mengajarkan pentingnya toleransi beragama apalagi kita yang hidup di Indonesia.

Perlunya tokoh agama post Modern ini seperti Gusdur yang melihat sisi persamaan dan tidak melihat sisi perbedaan dalam beragama, karena untuk kedamaian bangsa dan Negara. Dalam Islam hal seperti itu tidak salah bahkan sangat dianjurkan. Tuhan bisa saja menghendaki siapa saja yang diinginkan untuk memeluk agamanya, al-Qur’an juga menyuruh tidak ada paksaan dalam beragama (3: 256). Sumatera Utara adalah pewaris nilai-nilai kebaikan al-Qur’an kebebasan dalam beragama, hal ini harus kita jaga bersama saling membantu dan saling menghormati jika tidak korban darah akan mengotori tanah seribu marga yang ada di sumut ini. Dialektika juga menjadi tawaran jika terjadi kesalahpahaman antara ummat beragama di bawah lindungan pemerintah setempat.***

(Ahmad Husein juga aktif di Forum Penulis Madina)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Muara Batanggadis di Madina Dibakar Massa

    Polsek Muara Batanggadis di Madina Dibakar Massa

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Kantor Polsek Muara Batang Gadis di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dibakar masa. Mobil dinas polsek juga dibalikkan warga. Peristiwa ini diduga dipicu dugaan lepasnya bandar narkoba yang diamankan warga. Dikabarkan situasi saat di Polsek Muara Batang Gadis masih mencekam, warga sendiri.masih berkumpul disekitar polsek Menurut keterangan warga, terduga pengedar […]

  • Selamat Datang Caleg Baru

    Selamat Datang Caleg Baru

    • calendar_month Jumat, 3 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : AKHIRUDDIN MATONDANG “Hari Gini Kalau Ada Orang yang Nggak Kamu Kenal, Tapi Tiba-Tiba Begitu Ramah, Waspadalah…90 % Dipastikan Kalo Dia Adalah Caleg.” Meme seperti kalimat di atas belakangan sering tampak di medsos, terutama facebook dan grup-grup whatsapp (WAG). Tidak itu saja, wajah medsos dalam sebulan terakhir diramaikan foto-foto para bakal calon anggota […]

  • Galundung Kian Mencemaskan

    Galundung Kian Mencemaskan

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Unit-unit gelondong batuan emas (galundung dalam bahasa Mandailing-red) kian mengkhawatirkan kerena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Mandailing Natal. Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu. Bahaya mercuri dari limbah gelondongan sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Huta Bargot dan […]

  • Hukum Menabung di Bank (2)

    Hukum Menabung di Bank (2)

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dewan Syariah Nasional (DSN) turut menyoroti pula ketentuan umum tabungan berdasarkan Wadi’ah. Pertama,  bersifat simpanan. Kedua, simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan. Ketiga, tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank. Dalam menetapkan fatwa tersebut, ulama yang tergabung dalam DSN berpijak pada Alquran, […]

  • Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oprit Jembatan Nagajuang Terancam Amblas :  Oprit jembatan Nagajuang  (Jembatan Abdul Hakim Ritonga) di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, yang dibangun pada 2005-2007 terancam hamblas akibat luapan sungai Batang Gadis. Bagi pengguna kenderaan roda 4 dihimbau untuk lebih berhati-hati.(MO).

  • Penanganan Aksi Mayday di Medan, KontraS: Polisi Tangkap Dulu Deliknya Belakangan

    Penanganan Aksi Mayday di Medan, KontraS: Polisi Tangkap Dulu Deliknya Belakangan

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Peringatan Hari Buruh di Kota Medan (01/05/2021) diwarnai aksi unjuk rasa oleh berbagai elemen masyarakat sipil. Tidak hanya menuntut hak-hak buruh, momentum ini juga dijadikan ajang penolakan terhadap UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Sayangnya, aksi tersebut harus berujung pada penangkapan terhadap 14 mahasiswa yang merupakan peserta aksi. Menyikapi […]

expand_less