Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pakan Lokal Solusi untuk Tekan Biaya Produksi Ternak Ayam

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
  • print Cetak

Ayam petelur (ilustrasi)

MEDAN (Mandailing Online) – Peningkatan produksi jagung dan kedelai dinilai mampu menekan harga pakan ternak ayam dan itik.

Bahan baku pakan ternak yang masih tergantung pada impor terutama jagung menyebabkan biaya produksi ternak di Sumatera Utara sangat mahal.

Mahalanya pakan ternak ini menyebabkan peternak bagai menghadapi buah simalakama. Disatu sisi tak bisa menaikkan harga daging ayam atau telur ayam, disisi lain tak mampu menurunkan biaya pakan ternak.

Oleh karena itu, DPRD Sumut meminta semua pihak terkait mengupayakan meningkatkan produksi bahan baku pakan ternak guna mengurangi ketergantungan pada impor.

Peternak ayam khusus produksi telur diminta memanfaatkan bahan baku pakan hasil produksi lokal. Hal itu untuk mengurangi ongkos produksi. Demikian dikatakan anggota DPRD Sumatra Utara (Sumut) Ahmad Hadian kepada media, Selasa (9/2/2021).

Dikatakannya, kenaikan harga telur ayam akhir-akhir ini membuat masyarakat kian mengeluh, tambah lagi sulitnya perekonomian akibat pandemi covid-19. Hal ini jadi dilematis, karena jika pemerintah menormalkan harga telur di pasaran, produsen telur akan menjerit. Harga telur hari ini yang 23-25 ribu per kg sudah dirasa cukup rendah dibanding harga pokok produksi.

“Inilah dilemanya, makanya kami dituntut memberikan alternatif solusi yang adil terhadap persoalan ini,” kata Sekretaris Komisi B ini.

Ditambahkan Hadian, ide itu juga ia ungkapkan saat rapat dengar pendapat gabungan dengan Kadis Perindag, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan dan Perhimpunan Peternak Petelur Sumatera Utara di gedung DPRD Sumut, Senin sore, (8/2/2021) lalu.

Dalam pertemuan itu terungkap harga pokok produksi tinggi karena saat ini rata-rata bahan baku pakan ternak diimpor. Karenanya saya juga meminta Pemprovsu tanggap mengambil langkah solusi yang adil. Saya juga menghimbau peternak petelur lebih kreatif dalam penyediaan pakan ternak, jangan tergantung hanya kepada pakan pabrikan, kata Hadian.

Peternak, sambung Hadian, bisa membuat pakan dari bahan-bahan baku dalam negeri. Selain itu, Pemprovsu harus membuat regulasi gerakan cinta produksi dalam negeri agar produksi jagung dan kedelai bisa meningkat sebagai bahan baku pakan ternak, jadi kita tidak tergantung pada bahan impor.

“Lahan kita sangat luas, kita dorong petani menanam jagung dan kedelai. Pemerintah juga harus intervensi menurunkan biaya impor yang tinggi. Dengan langkah ini mudah-mudahan kita bisa menekan harga pokok produksi itu,” tandas Hadian.

Sementara itu, berdasar data BPS Sumatera Utara dirilis tahun 2020, luas tanaman jagung di Sumut mencapai 319.507 hektar dengan produksi sekitar 1.960.424 ton.

Meski kebutuhan jagung 1,3 juta ton per tahun di Sumut, namun angka itu belum mewakili seluruh kebutuhan ril, karena angka itu belum mengkonfirmasi angka pasokan impor.

Sumber : Medan Bisnis / BPS Sumut
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    JADILAH UMAT RABBANI, BUKAN UMAT “RAMADHANI”

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ramadhan memang telah berlalu. Namun seharusnya, semangat ketakwaan saat Ramadhan janganlah pudar. Sebabnya, hikmah ibadah shaum selama sebulan penuh justru untuk menguatkan dan menaikkan derajat kita ke level takwa (QS al-Baqarah [2]: 183). Bisyr al-Hafi, seorang ulama shalih, suatu saat berkata, “Seburuk-buruk kaum adalah yang tidak mengenal hak Allah, kecuali hanya pada bulan Ramadhan saja. […]

  • DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 3 GERINDRA Madina

    • calendar_month Senin, 8 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 GERINDRA Madina

  • Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    Warna-warni Karnaval Curi Perhatian Warga

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padangsidimpuan menggelar karnaval, Sabtu (15/3). Karnaval yang digelar menjelang kampanye terbuka ini, mengambil start dari Alaman Bolak. Kemudian para caleg dari partai politik peserta pemilu berarak mengelilingi kota salak. Ketua KPUD Psp Ahmad Rasid SPd, kepada wartwan beberapa waktu lalu mengatakan, kegiatan karnaval ini merupakan tahapan pemilu […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian tiga)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian tiga)

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980) Kampung kami di belah oleh sungai Batanggadis, airnya deras berbatu dan berkerikil. Masa itu kami bebas mencari ikan di sungai  dengan berbagai cara. Untuk mendapatkan ikan aporas dan sulum, kami cukup membawa jala dengan jaring kecil. Untuk mendapatkan ikan […]

  • Bekerja di TPA Tanpa Digaji

    Bekerja di TPA Tanpa Digaji

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bagi orang kebanyakan, sampah tidak ada gunanya. Sesegera mungkin orang akan menyingkirkan sampah karena makin banyak menumpuk makin tidak nyaman. Baunya yang tidak sedap mengundang lalat berseliweran. Bernafas pun tak segar, itu artinya sama saja mengundang penyakit. Lain hal dengan keluarga Khoiron. Warga Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ini, rela bekerja di tempat […]

  • Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    Sampai September, Setoran Retribusi Dinas Pariwisata Madina Tahun 2024 Masih Nihil

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sampai bulan september 2024, target retribusi Dinas Pariwisata Mandailing Natal senilai Rp.200.000.000 ternyata belum terealisasi. Data dari Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) menyebut tahun 2024 ini memang Dinas Pariwisata hanya menargetkan Rp.200.000.000 saja utuk retribusi. ” Target Retribusi Dinas Pariwisata sendiri ada Rp. 200.000.000 pertahun. Untuk hitungan hingga bulan September […]

expand_less