Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • print Cetak

Oleh : Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Masalah Generasi

Sungguh miris dengan berita yang baru-baru ini viral dan kembali mengejutkan publik, tentang adanya konten pornografi di buku pelajaran sekolah. Seperti diberitakan bahwa perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan dari guru di daerah Jawa Barat mengenai adanya tautan situs porno di dalam Buku Pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim dalam keterangan tertulis mengatakan tautan situs yang bermuatan pornografi ditemukan dalam materi di buku sosiologi yang membahas tentang pemberdayaan masyarakat Kampung Naga di Jawa Barat (14/2).

Menurut Satriawan, P2G masih menemukan bahwa situs yang ditautkan di dalam buku resmi siswa tersebut masih ada berisikan konten porno. P2G menduga buku pelajaran yang memuat tautan situs porno tersebut tidak hanya tersebar dan digunakan di wilayah Jawa Barat saja, tapi kemungkinan juga digunakan di daerah lain karena buku itu dijual bebas.  Ya, kejadian ini sangat memprihatinkan, dimana buku pelajaran seharusnya diperuntukkan  untuk mendidik dan memberikan ilmu pemahaman bagi para siswa ini justru akan merusak generasi.

Sangat dikhawatirkan para siswa akan dengan mudah membuka tautan situs yang memuat konten porno jika buku pelajaran sosiologi itu masih digunakan di sekolah. Ini kejadian yang luar biasa di dunia pendidikan tempat ke dua bagi para siswa mendapat mengajaran, pendidikan namun malah tercoreng dengan kasus tersebut.

Ini jelas sangat berbahaya bagi pendidikan dan moral anak bangsa. Apalagi jika peristiwa seperti ini sudah beberapa kali terjadi, yaitu fakta bahwa dalam buku pelajaran siswa/guru terdapat konten yang tidak mendidik sama sekali bahkan merusak pendidikan anak bangsa. Mengapa Dinas setempat dan para guru sampai kecolongan?artinya memang pengawasan dari pusat hingga daerah sangat kurang tentang proses belajar mengajar.

Maka di sini sudah seyogianya ke depan ada perbaikan dalam dunia pendidikan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbud bisa lebih mengawasi dan memfilter buku-buku pelajaran untuk para siswa serta menginstruksikan semua pihak baik penerbit dan memastikan para guru untuk selektif menggunakan bahan ajar dan mengambil referensi yang tepat dan valid untuk dipakai di sekolah.

Pun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim diharapkan segera menanggapi kasus ini dan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat dan daerah lainnya untuk menarik buku Sosiologi Kelas XII yang sudah beredar dan digunakan sebagai pendukung pembelajaran siswa.

Peserta didik adalah tunas bangsa penerus estafet pembangunan bangsa, jadi mesti diperhatikan benar-benar baik pendidikannya, tenaga pengajarnya, buku-buku pembelajarannya, dan seluruh perangkat pendidikan agar para siswa mendapat ilmu yang akan mencetak mereka menjadi insan takwa, beriman, cerdas, berahlak dan menjadi garda terdepan memajukan bangsa serta negara.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang ada dalam pendidikan Islam. Dalam Islam negara akan sangat bertanggunjawab dalam hal mencerdaskan rakyatnya hingga urusan pendidikan pun gratis.

Seluruh fasilitas sekolah akan dimaksimalkan diberikan negara, kurikulum berbasis pendidikan beraqidah Islam hingga melahirkan output yang tidak saja cerdas secara intelektual, namun beriman, bertakwa dan berkepribadian Islam.

Para guru sangat diperhatikan kesejahteraannya, hingga sejarah mencatat gajih seorang pengajar jika dirupiahkan akan mencapai 42 juta perbulannya. Maka jika saja bangsa ini mau mengambil Islam sebagai  rujukan tentu tak akan didapat karut-marut masalah pendidikan hingga hari ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

    Massa M-Four Demo Insfektorat Madina

    • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekdes Jadi CPNS Penuh Kecurangan MADINA- Sekitar 20-an orang yang menamakan diri dari Dewan Pengurus Pusat Majelis Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (DPP M-Four), Kamis (26/5) mendemo Kantor Inspektorat Pemkab Madina. Mereka meminta pertanggung jawaban Inspektorat Madina sebagai verifikasi dan validasi data pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Dasarnya, menurut demonstran, pengangkatan […]

  • Film Senandung Willem Mengungkap Sejarah Terlupakan

    Film Senandung Willem Mengungkap Sejarah Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penggarapan film “Senandung Willem” oleh sutradara Askolani Nasution suatu bukti para sineas Mandailing getol memperjuangkan penguatan sejarah Willem Iskander atau Ali Sati Nasution yang nyaris terlupakan. Jika sejarah itu dibiarkan hilang, sama artinya menghilangkan sejarah perjuangan dan pengorbanan Willem Iskander bagi tanah Mandailing dan Nusantara di masa lampau. “Kita berharap semua […]

  • Anggaran Rp 857 Juta Tahun 2025, Desa Manyabar Jae Anggarkan Rp 126 Juta untuk Keadaan Mendesak

    Anggaran Rp 857 Juta Tahun 2025, Desa Manyabar Jae Anggarkan Rp 126 Juta untuk Keadaan Mendesak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan || Mandailing Online – Pemerintah Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal baru merealisasikan Rp630.388.400 atau 73,5 persen dari total pagu Dana Desa 2025 sebesar senilai Rp857.165.000. Sisa Rp226,7 juta belum tersalur. Data penyaluran terbagi dua tahap. Tahap I Rp438.706.800 (69,59%) dan Tahap II Rp191.681.600 (30,41%). Dari data yang didapat Pos terbesar APBDes […]

  • Sejumlah OKP Dukung Alhasan

    Sejumlah OKP Dukung Alhasan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang rencananya akan dilaksanakan, Senin (07/02/2011) pekan depan, sejumlah nama kandidat sudah muncul. Salah satunya Muhammad Alhasan Nasution yang telah mendapat dukungan dari sejumlah organisasi kemasayarakatan pemuda (OKP). Mereka menilai dari sekian nama yang muncul, Alhasan merupakan figur yang tepat dan […]

  • DPRD Sumut Panggil Poldasu, Pertanyakan Progres Pidana di PT SMGP

    DPRD Sumut Panggil Poldasu, Pertanyakan Progres Pidana di PT SMGP

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – DPRD Sumatera Utara memanggil Polda Sumut, Rabu, salah satu bahasan terkait kelambanan penetapan tersangka kasus kematian 5 warga Desa Sibanggor, Mandailing Natal di wilayah kerja PT. SMGP. Kelambanan Polda Sumut bisa menimbulkan dugaan bahwa kepolisian menganggap enteng penegakan hukum di Mandailing Natal. “Hari ini beberapa elemen unjuk rasa di Mandailing Natal, […]

  • Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    Fahrizal Sudah Giring Dana Pembangunan Banyak Masjid dan Pesantren di Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Dapil Sumut 7, Fahrizal Efendi Nasution, ternyata membawa banyak dana aspirasi ke kampung halamannya, Mandailing Natal (Madina), selama menjabat sebagai anggota DPRD Sumut. Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Madina ini kepada wartawan menyebut, dana aspirasi yang dia perjuangkan itu dominan dibawa ke Madina […]

expand_less