Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Agar Istiqomah dalam Hijrah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Hijrah itu tak semudah yang dibayangkan. Hijrah itu butuh perjuangan. Hijrah juga butuh kondisi lingkungan yang kondusif. Bahkan hijrah akan mudah semudah melangkah jika kita bisa istiqomah.

Fenomena artis hijrah, fenomena milenial hijrah dan fenomena nonmuslim hijrah ke dalam islam kini seperti jamur di musim hujan. Penularannya sangat kuat mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Namun ternyata mudahnya hijrah tak semudah mempertahankannya agar tetap kuat. Sebagaimana panasnya memegang bara api. Tak sedikit yang futur dan tak sedikit juga yang terseok-seok karena itu. Bagaimanakah caranya agar hijrah itu semudah melangkah?Bagaimana juga agar hijrah tetap bisa istiqomah?

Sesungguhnya hijrah itu akan tetap istiqomah jika dibangun berdasarkan aqidah yang kuat. Akidah itu adalah pondasi dasar sebuah bangunan. Jika dia kokoh maka tak akan roboh karena apapun. Hijrah yang ditopang oleh akidah yang kokoh terlahir dari jiwa yang mampu menjawab pertanyaan mendasar pada dirinya. Beberapa pertanyaan mendasar itu adalah tentang dirinya dari mana berasal, hendak melakukan apa di dunia ini dan hendak kemana setelah dunia ini.

Pertanyaan ini mesti dijawab dengan jawaban yang benar. Jawaban itu adalah bahwa dirinya berasal dari Allah. Allah menciptakannya untuk diuji di dunia dengan amalan dan ibadah. Setelah di dunia ini hamba tadi aksn pulang kembali membawa amal yang sudah dilakukannya.

Kesimpulannya  hijrahnya dia karena Allah, untuk Allah, untuk bisa beribadah dan pulang kepada Allah dalam keadaan  yang baik.

Selain hal di atas, agar hijrah juga menjadi semudah melangkah adalah dengan syariat. Syariah islam menjadi atmosfer pendukung bagi siapapun yang berhijrah. Sebab tak dipungkiri, hijrah itu butuh kondisi lingkungan yang kondusif. Adanya negara yang sekuler kapitalis telah membuat kaum muslimin berada dalam habitat yang salah. Sulit sekali untuk taat pada Allah. Setiap upaya menuju ketaatan sering terhalang dengan berbagai masalah yang dimunculkan oleh lingkungan yang sekuler. Lingkungan syaitan yang menggoda secara gencar. Syaitan yang ingin memiliki banyak teman untuk bersama di neraka.

Inilah sulitnya jika negara tidak hadir memberikan reward dan kemudahan bagi orang yang berhijrah. Demikian juga absennya negara terhadap pelaku maksiat yang merajalela. Padahal negara itu harusnya memiliki kewenangan memberikan sanksi bagi pelaku kriminal.

Hal yang terakhir agar istiqomah dalam dakwah adalah dengan berjamaah dalam barisan orang-orang yang memperjuangkan Islam. Bahasa jawanya “ingkang sholeh kumpulono”. Artinya bergabung dalam komunitas kebaikan yang disana ada amar ma’ruf nahi munkar. Semua itu agar hijrah tetap mendapatkan suasana yang stabil. Keimanan pun berada dalam tempat yang aman.

Nah, untukmu yang sedang berhijrah. Marilah perbaiki asas hijrahmu (akidahmu), dan wujudkan habitatnya dalam dakwah agar terlaksana syariah islam yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan. Begitu juga dengan tetap dalam barisan dakwah jamaah. Bagaimanapun berjamaah tetap lebih baik dari sendirian.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fahrizal: Nyawa Rakyat tak Sebanding dengan Manfaat PT SMGP

    Fahrizal: Nyawa Rakyat tak Sebanding dengan Manfaat PT SMGP

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Manfaat energi baru terbarukan yang diproduksi PT SMGP di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tidak bisa dijadikan alasan pembenaran atas jatuhnya korban jiwa warga desa di sekitar wilayah kerja perusahaan panas bumi itu. Itu ditegaskan Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution dalam […]

  • Gubsu Salahkan Bupati Madina

    Gubsu Salahkan Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Apapun alasannya, termasuk upaya mendisiplinkan, tindakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution yang menonjobkan Ahmad Rizal Efendi dari jabatan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dinulilai perbuatan keliru. Sebab, dilakukan saat tahapan pilkada sedang berjalan. Demikian Medanbisnisdaily.com mengutip pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Kamis. “Apapun alasannya (Dahlan), yang […]

  • Camat Tambangan : Pengurus dan Anggota PKK Tambangan Harus Aktif Sosial Kemasyarakatan

    Camat Tambangan : Pengurus dan Anggota PKK Tambangan Harus Aktif Sosial Kemasyarakatan

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    TAMBANGAN ( Mandailing Online ) Muslih S.sos Camat Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal mengatakan, Program Sunatan masaal, operasi bibir sumbing, dan mendorong warga yang sakit untuk berobat ke Puskesmas Tambangan menjadi program ke masyarakatan yang akan di dukung oleh ibu ibu PKK Kecamatan Tambangan. Hal ini dikatakannya saat melantik Ketua dan pengurus PKK Kecamatan Rabu 26/7/2023. […]

  • Warga Hayu Raja Curigai Pencairan BLT 24 Desember 2020

    Warga Hayu Raja Curigai Pencairan BLT 24 Desember 2020

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Penduduk Desa Hayu Raja Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal mencurigai masa pembagian BLT Dana Desa yang harus di tanggal 24 Desember 2020. Padahal, menurut warga, BLT itu bisa disalurkan jauh sebelum Desember yang sejatinya tanpa kendala. Pejabat pemerintah desa beralasan pihak bank Sumut Panyabungan selaku bank penyalur Dana Desa kehabisan […]

  • RUU Kamnas, kekuatan militer dukung penguasa korup

    RUU Kamnas, kekuatan militer dukung penguasa korup

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Rancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (RUU Kamnas) dinilai memiliki kesalahan paradigmatik, terutama dalam konteks Reformasi 1998. Hal itu karena aturan yang pernah mendapatkan penolakan DPR RI pada 2006 dan kemudian diajukan kembali 2011 tersebut akan mengembalikan fungsi militer pada kewenangan keamanan nasional. Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman […]

  • Pasangan Ihsan-Ali Asfi Siap jadi Petinggi BEM STAI Madina

    Pasangan Ihsan-Ali Asfi Siap jadi Petinggi BEM STAI Madina

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pemilihan Rakyat (Pemira) di Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAI Madina) akan berlangsung Minggu (15/1) mendatang. Dalam pemira ini, pasangan Ihsan-Ali Asfi siap menjadi Presiden Mahasiswa atau ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di STAI Madina untuk periode 2011-2012. Pasangan Ihsan-Asfi didampingi tim pemenangan, kepada METRO, Jumat (7/1) mengatakan, saat ini […]

expand_less