Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Agar Istiqomah dalam Hijrah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah Ummu Arifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Hijrah itu tak semudah yang dibayangkan. Hijrah itu butuh perjuangan. Hijrah juga butuh kondisi lingkungan yang kondusif. Bahkan hijrah akan mudah semudah melangkah jika kita bisa istiqomah.

Fenomena artis hijrah, fenomena milenial hijrah dan fenomena nonmuslim hijrah ke dalam islam kini seperti jamur di musim hujan. Penularannya sangat kuat mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Namun ternyata mudahnya hijrah tak semudah mempertahankannya agar tetap kuat. Sebagaimana panasnya memegang bara api. Tak sedikit yang futur dan tak sedikit juga yang terseok-seok karena itu. Bagaimanakah caranya agar hijrah itu semudah melangkah?Bagaimana juga agar hijrah tetap bisa istiqomah?

Sesungguhnya hijrah itu akan tetap istiqomah jika dibangun berdasarkan aqidah yang kuat. Akidah itu adalah pondasi dasar sebuah bangunan. Jika dia kokoh maka tak akan roboh karena apapun. Hijrah yang ditopang oleh akidah yang kokoh terlahir dari jiwa yang mampu menjawab pertanyaan mendasar pada dirinya. Beberapa pertanyaan mendasar itu adalah tentang dirinya dari mana berasal, hendak melakukan apa di dunia ini dan hendak kemana setelah dunia ini.

Pertanyaan ini mesti dijawab dengan jawaban yang benar. Jawaban itu adalah bahwa dirinya berasal dari Allah. Allah menciptakannya untuk diuji di dunia dengan amalan dan ibadah. Setelah di dunia ini hamba tadi aksn pulang kembali membawa amal yang sudah dilakukannya.

Kesimpulannya  hijrahnya dia karena Allah, untuk Allah, untuk bisa beribadah dan pulang kepada Allah dalam keadaan  yang baik.

Selain hal di atas, agar hijrah juga menjadi semudah melangkah adalah dengan syariat. Syariah islam menjadi atmosfer pendukung bagi siapapun yang berhijrah. Sebab tak dipungkiri, hijrah itu butuh kondisi lingkungan yang kondusif. Adanya negara yang sekuler kapitalis telah membuat kaum muslimin berada dalam habitat yang salah. Sulit sekali untuk taat pada Allah. Setiap upaya menuju ketaatan sering terhalang dengan berbagai masalah yang dimunculkan oleh lingkungan yang sekuler. Lingkungan syaitan yang menggoda secara gencar. Syaitan yang ingin memiliki banyak teman untuk bersama di neraka.

Inilah sulitnya jika negara tidak hadir memberikan reward dan kemudahan bagi orang yang berhijrah. Demikian juga absennya negara terhadap pelaku maksiat yang merajalela. Padahal negara itu harusnya memiliki kewenangan memberikan sanksi bagi pelaku kriminal.

Hal yang terakhir agar istiqomah dalam dakwah adalah dengan berjamaah dalam barisan orang-orang yang memperjuangkan Islam. Bahasa jawanya “ingkang sholeh kumpulono”. Artinya bergabung dalam komunitas kebaikan yang disana ada amar ma’ruf nahi munkar. Semua itu agar hijrah tetap mendapatkan suasana yang stabil. Keimanan pun berada dalam tempat yang aman.

Nah, untukmu yang sedang berhijrah. Marilah perbaiki asas hijrahmu (akidahmu), dan wujudkan habitatnya dalam dakwah agar terlaksana syariah islam yang mulia dalam seluruh aspek kehidupan. Begitu juga dengan tetap dalam barisan dakwah jamaah. Bagaimanapun berjamaah tetap lebih baik dari sendirian.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PILKADA MADINA : APA KABAR NETRALITAS PNS ?

    PILKADA MADINA : APA KABAR NETRALITAS PNS ?

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dewasa ini, cibiran dan sinisme masyarakat kepada pegawai negeri sipil atau sekarang lebih trend disebut dengan aparatur sipil negara sungguh sedemikian banyak. Penyebab dominan tidak lain karena banyak diantara mereka yang terbelit kasus hukum. Yang paling banyak adalah kasus korupsi dan ini hampir merata diseluruh penjuru negeri dari seluruh tingkatan eselenoring. Julukan sebagai birokrat […]

  • Pemred StArtNews dan Mandailing Online Desak Polisi Tuntaskan Kasus Teror ke Jurnalis TVRI Madina

    Pemred StArtNews dan Mandailing Online Desak Polisi Tuntaskan Kasus Teror ke Jurnalis TVRI Madina

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Pemimpin redaksi StartNews.co.id (Radio Start FM Panyabungan) Saparuddin Siregar mendesak penyidik Polres Mandailing Natal (Madina) segera menuntaskan proses hukum terhadap pelaku yang mengintimidasi wartawan TVRI dan StartNews terkait pemberitaan praktik curang penjualan BBM di SPBU Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Madina. “Polisi harus segera menuntaskan kasus ini agar masalah serupa tidak terulang dan […]

  • PAD Naik 50 Persen di RPAPBD Madina 2021

    PAD Naik 50 Persen di RPAPBD Madina 2021

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 50 persen di Rancangan Perubahan APBD Mandailing Natal TA 2021. Pada APBD murni PAD ditarget sebesar Rp 100.203.036.445, pada RPAPBD ini menjadi 150.203.036.445. Kenaikan sebesar Rp 50.125.204.608. Itu diketahui dari nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Mandailing Natal (Madina) TA 2021 yang […]

  • MARSIDAO-DAO (3)

    MARSIDAO-DAO (3)

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Si Poso ma alai nagodangna. Naitadohon nia goarna Si Pikek. Ngada Si Pikek goar napetona, pio-pioan nia dei. Rofikoh Jannah Pulungan do goar sapetona. Pupu Pikoh ning amang nia tu sia najolo, kasidunganna ona pio Si Pikek. Sannari ma kalas 3 Sikola Dasar ia, sasikola dohot Si Poso. Si […]

  • Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    Pemekaran 3 Desa Masuk Ranperda Tahun 2021

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemekaran 3 desa di Mandailing Natal (Madina) masuk dalam pembahasan tahap pertama rancangan peraturan daerah (Ranperda) tahun 2021. Ketiga desa itu adalah Aek Galoga, Sido Nauli, dan Tabuyung Juo. Pemekaran 3 desa tersebut merupakan inisiasi anggota DPRD. Selain pemekaran desa, anggota DPRD juga menginisiasi 6 poin ranperda lainnya. Pertama, izin pengelolaan […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 16)

    MARSIDAO-DAO (episode 16)

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I kotu Isya, i ginjang sajadah tarlolot Si Siti marsujud kamindil. Dung salose sumbayang, lao ia tu dapur na giot pature mangan ni alai sabagas. Si Poso dohot Si Pikeok tonga mangapil parsiajaran i pantar tonga. Ngada sajia onok muli amang ni alai tingon musojid. Isangkotkonsa kupiana i labang […]

expand_less