Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Dana Desa di Rock Balancing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
  • print Cetak

Seni menyusun batu

 

Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ?

Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa?

Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya?

Pertanyaan ini menggema di desa-desa.

Memang sejumlah kepala desa sudah masuk bui. Ada yang masih diproses di kejaksaan.

Berdasar laporan ICW, dari 7.400 desa di Indonesia, baru sebanyak 141 orang kepala desa tersangkut kasus korupsi dana desa (Kompascom, 2i/11/2018).

Anggota Komisi XI DPR RI Jon Erizal (Kabar 24, 15/9/2018) menyebutkan keluhan dasar di desa masih persoalan administrasi terkait perencanaan dan pelaporan yang masih rumit, plus petugas pendamping yang belum mumpuni.

Konon, pemerintah desa dianggap masih belum profesional memakai dana yang dikasih pemerintah pusat. Belum seprofesional aparatur pemerintah kabupaten. Sehingga aturan dan sanksi masih lunak.

Konon, tingkat pergolakan di desa masih relatif tinggi. Tingkat yang mengedepankan emosi ketimbang logika di tingkat masyarakat desa juga relatif masih tinggi.

Pilkades menyisakan oposisi yang selalu mengintip kesalahan kepala desa.

Konon, apabila satu kepala desa saja masuk bui, akan merembet ke desa-desa lain.

Merembetnya kira-kira begini : “Di desa sana sudah dipenjara kepdesnya. Berarti bisa. Ayo kita penjarakan juga kepdes kita”.

Jika sudah merembet, desa-desa tak lagi kondusif. Pemerintahan desa akan terganggu.

Jika jumlah desa lebih dari 360 di satu kabupaten, maka satu tahun tak cukup menanganinya. Karena jumlah hari hanya 360 setahun.

Konsentrasi pemerintah kecamatan akan tersedot mengurus kasus-kasus desa saja. Konsentrasi pemerintah kabupaten juga akan terkuras. Konsentrasi terganggu ke sektor-sektor lain.

Mirip Rock Balancing atau menyusun batu bertingkat-tingkat.

Lantas, sekiranya ada Pilkada, muncul camat yang mendukung walikota atau bupati petahana lalu mengintimidasi kepala desa : “Ente diwajibkan menyumbang 20 suara per TPS. Kalau tidak, ente tahu resikonya”.

Apakah kepala desa mematuhi intimidasi camat itu? Atau apakah walikota atau bupati petahana itu serius mau memenjarakan semua kepala desa? Mungkinkah tergantung tingkat kecerdasan kepala desanya.

Lantas bagaimana dengan Pemilu atau Pilpres? ***

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Penganiayaan di Hutabaringin, Penyidik Polres Madina Periksa Sejumlah Saksi

    Kasus Penganiayaan di Hutabaringin, Penyidik Polres Madina Periksa Sejumlah Saksi

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus penganiayaan yang menimpa Sahirbani Rangkuti (34) warga desa Hutabaringin Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Madina yang terjadi pekan lewat oleh oknum perangkat desa berinisial OR ( 37 ) terus bergulir. Jum’at 16/8 penyidik dari Polres Madina memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya termasuk Darman Rangkuti selaku Kepela Desa. Ipda Bagus […]

  • Saksi Bank Sumut Diperiksa

    Saksi Bank Sumut Diperiksa

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah melakukan proses penyelidikan terhadap kasus kredit macet Bank Sumut ke salah satu kontraktor senilai Rp 1,9 miliar pada Tahun 2007 lalu. Proses penyelidikan ini dilakukan berdasarkan hasil audit BPK RI, yang menemukan adanya kerugian negara dalam pengucuran kredit oleh Bank Sumut kepada salah satu kontraktor. “Maka untuk langkah selanjutnya […]

  • Ramadhan  Bulan Taat, Kok Malah Maksiat

    Ramadhan  Bulan Taat, Kok Malah Maksiat

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Hj. Nuryati Apsari, S.Hut,M.M Aktivis Muslimah Peduli Generasi Tak terasa kita berada hampir dipertengahan bulan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang istimewa, sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Dimana ada satu malam di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan yakni Lailatul Qadar. Ramadhan juga memiliki keistimewaan-keistimewaan yang lain […]

  • Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    Kondisi Batahan Sudah Mulai Tenang Pasca Dihantam Puting Beliung

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kondisi kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal usai dihantam puting beliung pada Senin (1/11) sore terlihat sudah mulai tenang dan warga pelaksanakan aktivitas bergotong royong memperbaiki rumah yang rusak dengan swadaya masyarakat. Salah seorang warga Ramadi kepada wartawan, Selasa (2/11) mengakui puting beliung yang menimpa 4 Desa di Kecamatan Batahan mengakibatkan 80 rumah rusak berat […]

  • Ikan Mas Panggang Laris Untuk Menu Berbuka Puasa

    Ikan Mas Panggang Laris Untuk Menu Berbuka Puasa

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ikan mas panggang merupakan salah satu menu kesukaan saat berbuka puasa bagi masyarakat Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu terlihat ketika penjual ikan mas panggang di pusat jajanan berbuka puasa Pasar Baru Panyabungan dikerumuni pembeli, Senin (15/7). Harga ikan mas panggang ini juga relatif terjangkau, hanya 10.000 rupiah per ekor […]

  • 5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    5.712 PNS Tapsel Terima Tunjangan Beras

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Hari Ini, Selasa (12/5), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan mencairkan tunjangan beras Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dirapel per 1 Januari 2014 hingga April 2015. Hal tersebut sesuai dengan tindaklanjut dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor per-3/PB/2015 tentang perubahan atas kelima atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per-67/PB/2010 tentang tunjangan […]

expand_less