Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Dana Desa di Rock Balancing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
  • print Cetak

Seni menyusun batu

 

Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ?

Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa?

Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya?

Pertanyaan ini menggema di desa-desa.

Memang sejumlah kepala desa sudah masuk bui. Ada yang masih diproses di kejaksaan.

Berdasar laporan ICW, dari 7.400 desa di Indonesia, baru sebanyak 141 orang kepala desa tersangkut kasus korupsi dana desa (Kompascom, 2i/11/2018).

Anggota Komisi XI DPR RI Jon Erizal (Kabar 24, 15/9/2018) menyebutkan keluhan dasar di desa masih persoalan administrasi terkait perencanaan dan pelaporan yang masih rumit, plus petugas pendamping yang belum mumpuni.

Konon, pemerintah desa dianggap masih belum profesional memakai dana yang dikasih pemerintah pusat. Belum seprofesional aparatur pemerintah kabupaten. Sehingga aturan dan sanksi masih lunak.

Konon, tingkat pergolakan di desa masih relatif tinggi. Tingkat yang mengedepankan emosi ketimbang logika di tingkat masyarakat desa juga relatif masih tinggi.

Pilkades menyisakan oposisi yang selalu mengintip kesalahan kepala desa.

Konon, apabila satu kepala desa saja masuk bui, akan merembet ke desa-desa lain.

Merembetnya kira-kira begini : “Di desa sana sudah dipenjara kepdesnya. Berarti bisa. Ayo kita penjarakan juga kepdes kita”.

Jika sudah merembet, desa-desa tak lagi kondusif. Pemerintahan desa akan terganggu.

Jika jumlah desa lebih dari 360 di satu kabupaten, maka satu tahun tak cukup menanganinya. Karena jumlah hari hanya 360 setahun.

Konsentrasi pemerintah kecamatan akan tersedot mengurus kasus-kasus desa saja. Konsentrasi pemerintah kabupaten juga akan terkuras. Konsentrasi terganggu ke sektor-sektor lain.

Mirip Rock Balancing atau menyusun batu bertingkat-tingkat.

Lantas, sekiranya ada Pilkada, muncul camat yang mendukung walikota atau bupati petahana lalu mengintimidasi kepala desa : “Ente diwajibkan menyumbang 20 suara per TPS. Kalau tidak, ente tahu resikonya”.

Apakah kepala desa mematuhi intimidasi camat itu? Atau apakah walikota atau bupati petahana itu serius mau memenjarakan semua kepala desa? Mungkinkah tergantung tingkat kecerdasan kepala desanya.

Lantas bagaimana dengan Pemilu atau Pilpres? ***

 

Catatan : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    Mengenal Partanian Organik di Jepang Metode Bangau Putih

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bangau putih hilang dari langit Jepang sejak tahun 1970-an. Sekarang ratusan bangau berhasil kembali ke alam. Sangat jarang dimanapun di dunia ini spesies yang pernah hilang hidup harmonis dengan manusia di lingkungan manusia. Keajaiban ini terjadi karena melalui efford yang kuat dari mereka yang ingin hidup berdampingan dengan bangau lagi. Kota Toyooka sedang berusaha untuk […]

  • Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam […]

  • Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    Senin Besok, PUPR Madina Tangani Darurat Irigasi Batang Gadis

    • calendar_month Sabtu, 5 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Petani di seberbagai Desa di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina), Sumatera Utara ( Sumut ) yang 2 tahun terakhir tidak bisa menanam padi akibat irigasi untuk mengairi sawah mereka tak mengalir mulai bernafas lega. Pemkab Mandailing Natal melalui Dinas PUPR beberapa hari ini akan menangani masalah darurat irigasi batang gadis […]

  • Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Sekelompok remaja sering menggelar balapan liar di depan Terminal Horas Tanjung Pinggir, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Martoba. Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan AMD itu resah. Edi Junadi, warga sekitar lokasi, Minggu (16/3) mengaku resah dengan kegiatan balapan liar itu. Dia menceritakan, balapan liar itu sudah sempat […]

  • Lobi APBN Untuk Pembangunan Madina Bukti Keserasian Dahlan-Aswin

    Lobi APBN Untuk Pembangunan Madina Bukti Keserasian Dahlan-Aswin

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara   Keserasian antara Dahlan Hasan Nasution dengan Aswin Parinduri telah lama terbukti. Kebersamaan serta saling bahu membahu kedua tokoh ini bisa dilihat dalam lobi-lobi pembangunan daerah kepada pemerintah pusat di Jakarta. Sebab, percepatan pembangunan Mandailing Natal harus dikejar Dahlan Hasan Nasution selaku bupati Madina sejak beberapa tahun terakhir. Pendanaan pembangunan harus […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 29)

    MARSIDAO-DAO (episode 29)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I Huta Donok, tar pukul 5.40 kehe si Pikek maridi tu tapian; Si Poso parorot anggina i bagas. Tarsigop do alai ngot na, harana pature anggina nibaen inangna na kehe mangomo marsidao-dao tu huta balian. Muli tingon tapian, oban do Si Pikek aek sa ember ambaen paridian anggina i […]

expand_less