Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Generasi Muda Amburadul Akibat Sistem Sekularisme

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Generasi Muda dan Anggota Komunitas Forum Kajian Akhwat Islam

Generasi muda adalah generasi penerus yang mana di tangan merekalah perubahan suatu bangsa itu berada, baik perubahan ke arah yang baik atau pun rusak. Semua itu tergantung bagaimana generasi ini dididik. Oleh karena itu, sangat penting sekali memperhatikan bagaimana pendidikan para generasi muda hari ini agar mereka bisa menjadi agent of change, terutama dalam pendidikan agama agar tidak terperosok dalam kubangan kemaksiatan.

Lihat saja hari ini bagaimana kelakuan para pemuda di setiap daerah, mereka sangat jauh dari Allah. Seperti fenomena balap liar yang terjadi baru-baru ini di Padang Sidempuan. Dimana karena kenakalan remaja ini sehingga mengakibatkan salah satu teman mereka meninggal dunia akibat bersenggolan dengan temannya saat melakukan balap liar. (Lampung.tribunnews.com)

Bukan hanya itu, baru-baru ini di Makassar seorang selegram bernama Ari Pratama ditikam oleh pacarnya sampai tewas dikarenakan sakit hati. (m.tribunnews.com)

Sungguh mengerikan sekali dan tentunya sangat memprihatinkan melihat kelakuan generasi muda hari ini. Mereka sama sekali tidak takut dalam melakukan kemaksiatan. Rasanya kemaksiatan itu menjadi hal wajar dalam kehidupan mereka.

Bagaimana tidak! Hal ini bisa terjadi tentunya karena diterapkannya sistem sekularisme-kapitalisme dalam kehidupan kita. Dimana dalam sistem sekularisme ini setiap aktivitas kehidupan selalu dipisahkan dengan agama. Sistem sekularisme memaksa manusia untuk tidak melibatkan Allah dalam setiap aktivitasnya.

Sistem ini juga membuat manusia selalu melakukan apa saja sesuai kehendak mereka walaupun jelas yang mereka lakukan dosa, mereka akan tetap melakukannya sebab mereka hanya melihat kesenangan dan manfaat apa yang mereka dapatkan dari melakukan seluruh aktivitas itu. Tidak peduli lagi halal dan haram suatu perbuatan.

Padahal jelas sekali sudah tampak kerusakan yang terjadi dalam kehidupan kita jika kita hidup tanpa aturan dari Sang Pencipta maka kehidupan kita akan rusak, sebab kita manusia memiliki sifat terbatas, serba kurang dan membutuhkan yang lebih dari kita yaitu Sang Pencipta dan Pengatur. Oleh karenanya, harusnya kita selalu melibatkan Allah dalam setiap aktivitas kita.

Allah sebagai pencipta sudah menyiapkan aturan yang jelas kepada seluruh umat manusia agar kita menerapkannya. Aturan itu sudah tertulis dalam Alquran dan Assunnah. Jadi harusnya, jika kita ingin menyiapkan generasi muda yang baik dan taat maka kita harus menjadikan sistem Islam kaffah sebagai aturan sebab hanya sistem inilah yang akan mampu memuliakan seluruh makhluk tanpa terkecuali.

Dan sistem Islam kaffah sudah terbukti diterapkan 1300 tahun yang lalu. Yang mana karena diterapkannya sistem Islam kaffah maka muncullah generasi muda yang sangat memukau dunia. Seperti muncul ahli bedah, muncul ahli astronomi, muncul penghafal hadist, muncul ahli gravitasi, dan lain-lain, yang mana semua generasi muda ini memberikan kontribusi kepada dunia sampai hari ini ilmu yang mereka gali selalu dimanfaatkan untuk kehidupan manusia hari ini. Begitulah memang mulianya dan berpotensinya manusia jika hidup dalam sistem Islam kaffah.

Maka harusnya ini membuat kita sadar bahwa hanya dengan diterapkannya aturan yang berasal dari Sang Pencipta kehidupan kita akan bahagia dunia dan akhirat.

Wallahu’alam bishowab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Capaian PAD Madina Diakhir Tahun Masih 72,30 Persen

    Capaian PAD Madina Diakhir Tahun Masih 72,30 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Bulan November ini, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp. 91.352.353.95,06 miliyar atau 72,30 persen. Kondisi ini akibat banyaknya masyarakat yang menunda pembayaran pajak demikian hal dengan pajak perusahaan. “Berdasarkan laporan terakhir pada Jum’at 24/11 realisasinya masih 72,30 %. Insya Allah kami akan mengejar maksimal 90% atau dikisaran Rp.110 […]

  • Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

    Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah S.Pd Guru dan pegiat literasi Islam Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih […]

  • Lapas II B Panyabungan Tes Urine 51 WBP

    Lapas II B Panyabungan Tes Urine 51 WBP

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Panyabungan melakukan tes urine terhadap 51 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas II B Panyabungan, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (6/9). Tes urine ini merupakan bagian dari program integrasi yang dilakukan pihak lapas. “Ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pemberian program […]

  • Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu-menahu masalah dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara 2011-2013. Hal itu dikatakan Erry di sela-sela menjalani pemeriksaan di Pidana Khusus Kejagung, Rabu (5/8). Erry mengaku, mendapat amanah sebagai Wagub Sumut pada 2013. Sedangkan bansos yang diperiksa kejaksaan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013. […]

  • 4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    4 Perampok Bersenpi Dibekuk

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-Jajaran Polres Tapsel menangkap empat perampok spesialis mobil sales dengan senjata api revolver rakitan, Senin (23/1). Kapolres Tapsel AKBP Subandriya melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar didampingi Kaurbin Ops Reskrim Iptu Sugiri kepada wartawan, Senin (23/1) mengatakan, awalnya polisi menangkap dua tersangka di Desa Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, dini hari sekira pukul 05.00 WIB. […]

  • Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    Gas Langka dan Mahal dalam Pengaruh Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Saridah Aktivis Muslimah Di ibukota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda terlihat ada antrean membeli gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram pada Kamis 8 Juni 2023. Hal ini tampak di kawasan Jalan M. Said, RT 28, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda. Warga antre demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram, atau yang biasa […]

expand_less