Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi ngomong melulu,” tanyanya dengan suara dan mimik lagaknya anggota DPR. Maksudnya, apakah bapak-bapak itu memesan kopi atau ngobrol doang.

Tanpa ditanya, nai Heppot segera menerangkan apa makna interupsi. “Ini sama dengan santabi. Minta maaf sebab memotong pembicaraan,” ujarnya.

Dan yang membuat pelanggannya tambah heran, nai Heppot punya menu terbaru yang amat spesialis pula. Ada lappet Century, kopi bail out, teh manis lobby bahkan indomie voting. Kalau pake telor dan ada jagalnya, ini I ndomie opsi C. Kalau biasa saja, namanya opsi A. Dan yang satu ini boleh pula ngutang. Ia menambahkan, kalau mau gabungan opsi A dan C bisa juga. Caranya, satu mangkuk opsi A dan satu mangkuk lagi opsi C. Tapi menurutnya, yang memesan opsi gabungan ini pasti orangnya si mokkus, rakus, dan punya otak dogol alias bodoh.

“Ini sama dengan pilihan melompat atau turun. Masak ada melompat sambil turun. Jangankan Siantar Man, Batman pun takkan bisa. Tapi kalau menyelam sambil tenggelam, ya, ada,” celotehnya sambil mengaduk gula.

Meski seorang janda-namun tak kembang lagi karena sudah over dosis umur, nai Heppot rupanya rajin mengikuti perkembangan kasus Bank Century lewat televisi. “Seru kali bah, kayak nonton penalti sepakbola di Piala Dunia. Ini mengingatkanku waktu kecil,” ceritanya membuat pelanggannya penasaran.

“Bah, apa pula hubungannya? Kayaknya nggak nyambung, nggak smart gitu loh,” timpal amani Haposan yang selalu tampak awet muda. Maklumlah, meski umur sudah kepala enam, namun penampilan tak kalah gaya dengan anak muda. Rambut dicat pirang sehingga mirip turis Si Bontar Mata.

Nai Heppot cerita, pada masa kanak-kanaknya, bola kaki biasa digunakan dari unte atau buah limau. Kalau ada tendangan 12 pas alias penalti, maka sengaja dipilih yang bertubuh jangkung agar langkahnya lebih jauh. Nah, pada saat tendangan penalti dilakukan, rupanya bola unte pecah. Setengah masuk ke gawang dan setengahnya lagi keluar lapangan. Akibatnya ricuh. Pihak yang mengambil penalti ngotot bahwa golnya sah. Skor tentu satu kosong. Pihak yang terpenalti merasa dirugikan dan segera protes. “Kiper kami tadi menangkap bola yang keluar lapangan,” sanggah mereka. Tapi tak macam Liga PSSI, tak sampai memang terjadi baku hantam. Akhirnya terjadi musyawarah. Kedudukan setengah kosong sebab bola tadi hanya setengah yang masuk.

“Yang kumaksud, mestinya para wakil rakyat kita bisa mencontoh sepakbola kampung ini. Bukan marsilesengan, bernada mengejek, sebagaimana kita tonton di televisi. Ada yang terdengar mengoceh terus. Rapat bagudung pun tak macam itu,” tegas nai Heppot. Maksudnya rapat ngalor-ngidul.

“Jadi maksud Namboru, DPR sama dengan PSSI, tukang berantem?,” tanya amani Salbit.

“Kurang-lebih begitulah, makanya tak maju-maju. Semua saling mengklaim demi kepentingan rakyat. Kalau betul kepentingan rakyat nomor satu, tak susah lagi kita ini. Rakyat justru jadi komoditas politik. Lihat berbagai kampanye, semua calon berdalih kepentingan rakyat. Coba, apa sih susahnya mencari ke mana aliran dana Century itu. Sedangkan teroris di longkit-longkit ni hutu bisa kita dapat,” potong amani Kondar. Maksudnya celah-celah sarang kutu yang berkonotasi sulit dicari.

“Itulah Voting, maksudnya Volitik Tingkat Tinggi. Enakan Volare, Volitik rendah. Atau pola dan ture. Artinya, bermakna dan tak neko-neko,” timpal amani Jamotan sambil menyanyikan sepotong lagu yang dipopulerkan grup Los Panchos dan Gipsy King dari negeri Latin itu.
Sumber :Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Korban Proyek PT Jakon Berencana Laporkan Perusahaan ke Polisi

    Keluarga Korban Proyek PT Jakon Berencana Laporkan Perusahaan ke Polisi

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Keluarga korban lobang maut pekerjaan perbaikan drainase jalan lintas sumatera di pasar lama panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) berencana laporkan kelalaian PT Jaya Kontruksi ( Jakon ) sebagai penanggung jawab karena telah lalai dalam pekerjaan sehingga mengakibatkan orang jadi korban. Jack selaku abang kandung Aini Safitri korban luka karena masuk ke […]

  • Pihak PT SMGP Masih Mengkaji Langkah-langkah

    Pihak PT SMGP Masih Mengkaji Langkah-langkah

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terkait pencabutan IUP (izin Usaha Pertambangan) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) oleh Bupati Mandailing Natal (Madina), Selasa malam (9/12), pihak PT.SMGP masih mengkaji langkah-langkah yang akan ditempuh. Manager Sustainability PT SMGP, Rani Djandam yang dikonfirmasi Rabu (10/12) melalui telefon seluler mengatakan bahwa pihaknya sekarang ini sedang melakukan koordinasi […]

  • Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    Wafat Setelah Hanyut di Sungai Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) –  Seorang gadis remaja ditemukan wafat di Sungai Batang Gadis, Kelurahan Laru Lombang, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Kamis petang (15/9/2022). Sebelumnya, ia hanyut terbawa arus sungai saat mandi bersama rekan-rekannya. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Almarhumah bernama Syari Nabila Rangkuti (13), siswi SMP Negeri 1 Tambangan, Mandailing Natal. Sebelum ditemukan […]

  • Dicurigai Sindikat Penculik Anak

    Dicurigai Sindikat Penculik Anak

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seorang wanita tak dikenal diamankan saat mau masuk ke rumah warga di Jalan Bakti ABRI, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Rabu (24/11/2010). Dicurigai, wanita yang diamankan tersebut merupakan anggota sindikat penculik anak. Saat ini wanita tak dikenal tersebut diamankan di Kantor Polsek Panyabungan Kota. (Ist)] Sumber : Berita sumut

  • Hadiri Pengajian di Sinunukan II, Atika Cerita Posisi Perempuan

    Hadiri Pengajian di Sinunukan II, Atika Cerita Posisi Perempuan

    • calendar_month Minggu, 20 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution menunaikan janji untuk menghadiri pengajian Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sinunukan di Desa Sinunukan II, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu (20/10/2024). Kedatangan ini, kata Atika, adalah janji yang harus ditunaikan karena sebulan lalu tidak bisa hadir karena sakit. “Bulan lalu saya diundang hadir pengajian di Sinunukan […]

  • Australia warning RI soal eksekusi mati

    Australia warning RI soal eksekusi mati

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SYDNEY – Menteri Luar Negeri ( Menlu)  Australia, Julie Bishop, memberikan peringatan ( warning) kepada pemerintah Indonesia jika tetap melakukan eksekusi mati atas dua warga negara Australia. Menurutnya, eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akan memiliki dampak negatif terhadap pariwisata Bali. “Warga Australia akan menunjukkan ketidaksetujuan mereka (atas hukuman mati), termasuk dalam hal keputusan […]

expand_less