Jumat, 9 Okt 2026
light_mode

Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi ngomong melulu,” tanyanya dengan suara dan mimik lagaknya anggota DPR. Maksudnya, apakah bapak-bapak itu memesan kopi atau ngobrol doang.

Tanpa ditanya, nai Heppot segera menerangkan apa makna interupsi. “Ini sama dengan santabi. Minta maaf sebab memotong pembicaraan,” ujarnya.

Dan yang membuat pelanggannya tambah heran, nai Heppot punya menu terbaru yang amat spesialis pula. Ada lappet Century, kopi bail out, teh manis lobby bahkan indomie voting. Kalau pake telor dan ada jagalnya, ini I ndomie opsi C. Kalau biasa saja, namanya opsi A. Dan yang satu ini boleh pula ngutang. Ia menambahkan, kalau mau gabungan opsi A dan C bisa juga. Caranya, satu mangkuk opsi A dan satu mangkuk lagi opsi C. Tapi menurutnya, yang memesan opsi gabungan ini pasti orangnya si mokkus, rakus, dan punya otak dogol alias bodoh.

“Ini sama dengan pilihan melompat atau turun. Masak ada melompat sambil turun. Jangankan Siantar Man, Batman pun takkan bisa. Tapi kalau menyelam sambil tenggelam, ya, ada,” celotehnya sambil mengaduk gula.

Meski seorang janda-namun tak kembang lagi karena sudah over dosis umur, nai Heppot rupanya rajin mengikuti perkembangan kasus Bank Century lewat televisi. “Seru kali bah, kayak nonton penalti sepakbola di Piala Dunia. Ini mengingatkanku waktu kecil,” ceritanya membuat pelanggannya penasaran.

“Bah, apa pula hubungannya? Kayaknya nggak nyambung, nggak smart gitu loh,” timpal amani Haposan yang selalu tampak awet muda. Maklumlah, meski umur sudah kepala enam, namun penampilan tak kalah gaya dengan anak muda. Rambut dicat pirang sehingga mirip turis Si Bontar Mata.

Nai Heppot cerita, pada masa kanak-kanaknya, bola kaki biasa digunakan dari unte atau buah limau. Kalau ada tendangan 12 pas alias penalti, maka sengaja dipilih yang bertubuh jangkung agar langkahnya lebih jauh. Nah, pada saat tendangan penalti dilakukan, rupanya bola unte pecah. Setengah masuk ke gawang dan setengahnya lagi keluar lapangan. Akibatnya ricuh. Pihak yang mengambil penalti ngotot bahwa golnya sah. Skor tentu satu kosong. Pihak yang terpenalti merasa dirugikan dan segera protes. “Kiper kami tadi menangkap bola yang keluar lapangan,” sanggah mereka. Tapi tak macam Liga PSSI, tak sampai memang terjadi baku hantam. Akhirnya terjadi musyawarah. Kedudukan setengah kosong sebab bola tadi hanya setengah yang masuk.

“Yang kumaksud, mestinya para wakil rakyat kita bisa mencontoh sepakbola kampung ini. Bukan marsilesengan, bernada mengejek, sebagaimana kita tonton di televisi. Ada yang terdengar mengoceh terus. Rapat bagudung pun tak macam itu,” tegas nai Heppot. Maksudnya rapat ngalor-ngidul.

“Jadi maksud Namboru, DPR sama dengan PSSI, tukang berantem?,” tanya amani Salbit.

“Kurang-lebih begitulah, makanya tak maju-maju. Semua saling mengklaim demi kepentingan rakyat. Kalau betul kepentingan rakyat nomor satu, tak susah lagi kita ini. Rakyat justru jadi komoditas politik. Lihat berbagai kampanye, semua calon berdalih kepentingan rakyat. Coba, apa sih susahnya mencari ke mana aliran dana Century itu. Sedangkan teroris di longkit-longkit ni hutu bisa kita dapat,” potong amani Kondar. Maksudnya celah-celah sarang kutu yang berkonotasi sulit dicari.

“Itulah Voting, maksudnya Volitik Tingkat Tinggi. Enakan Volare, Volitik rendah. Atau pola dan ture. Artinya, bermakna dan tak neko-neko,” timpal amani Jamotan sambil menyanyikan sepotong lagu yang dipopulerkan grup Los Panchos dan Gipsy King dari negeri Latin itu.
Sumber :Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Tak Masalah Ical Dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi

    Golkar Tak Masalah Ical Dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Partai Golkar membenarkan Ketua Umumnya, Aburizal Bakrie saat ini tidak menjabat lagi sebagai Ketua Harian Setgab Koalisi. “Memang benar Pak Ical menjadi Wakil Ketua Setgab,” ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin(11/4/2011). Menurut Priyo, pihaknya mengaku tak bermasalah Ical dicopot dari Ketua Harian Setgab Koalisi. Mereka […]

  • Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    Madina Jaya FC Bersiap Menghadapi Liga Nusantara

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Madina Jaya FC Mandailing Natal saat ini tengah seirus mempersiapkan timnya untuk berlaga di Liga Nusantara yang akan digelar pada akhir April. Ketua Madina Jaya FC, Mukhtar Hanafi Rangkuti menjawab Mandailing Online, Kamis (15/4) Selain menjalani latihan rutin di stadion Pemkab Madina, Sarak Matua, mental para pemain kesebelasan club dari […]

  • Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    Hore, Tiket KA ke Kualanamu Turun Harga

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelayanan angkutan darat jenis kereta api yang ada di Bandara Kualanamu atau Airport Raillink Service (ARS) menurunkan harga tiketnya. General Manager PT Railink, Agus mengatakan, mulai 1 Mei akan menurunkan harga, Kualanamu-Medan Rp 60.000 Sedangkan Medan-Kualanamu  tetap Rp 80.000. “Kini waktu tempuh lebih cepat 30 menit Medan-Kualanamu, 45 Menit Kualanamu-Medan,” katanya di Stasiun […]

  • Ketua Satma PP Madina Kecam Arogansi Polisi

    Ketua Satma PP Madina Kecam Arogansi Polisi

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tindakan refresif aparat Polres Mandailing Natal (Madina) terhadap Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina Tan Gozali yang juga Ketua Satma PP Madina pada saat unjuk rasa di Kantor Bupati Madina, Selasa (12/10/2010) lalu, akan dilaporkan ke Prompam Polda Sumatera Utara dan Mabes Polri. Tindakan refresif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Tan Gozali […]

  • Merasa Diancam,  Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    Merasa Diancam, Nekson Akan Adukan Ahmad Ravi ke Polda

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Merasa mendapat ancaman fisik, Nekson Tanjung salah satu tim kampanye Djarot-Sihar akan mengadukan satu akun ke Polda Sumut. Nekson akan mengadukan akun facebook Ahmad Ravi ke Polda Sumut dalam waktu dekat. Pemilik akun Ahmad Ravi di facebook ini disebut-sebut berprofesi wartawan di salah satu media terbitan Medan. Di kolom komentar pada […]

  • UISU Akhirnya Bersatu

    UISU Akhirnya Bersatu

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN , – Pasca desakan ratusan mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di Jalan Sisingamangaraja Medan, akhirnya UISU yang sebelumnya terpecah dua, berdamai guna menyelamatkan UISU dari ancaman tutup. Penyatuan UISU Almunawarah di Jalan Sisingmangaraja dan UISU Almanar di Jalan Karya Bakti disepakati dalam satu nota kesepahaman antara kedua belah pihak. Selanjutnya, kedua pihak UISU […]

expand_less