Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi ngomong melulu,” tanyanya dengan suara dan mimik lagaknya anggota DPR. Maksudnya, apakah bapak-bapak itu memesan kopi atau ngobrol doang.

Tanpa ditanya, nai Heppot segera menerangkan apa makna interupsi. “Ini sama dengan santabi. Minta maaf sebab memotong pembicaraan,” ujarnya.

Dan yang membuat pelanggannya tambah heran, nai Heppot punya menu terbaru yang amat spesialis pula. Ada lappet Century, kopi bail out, teh manis lobby bahkan indomie voting. Kalau pake telor dan ada jagalnya, ini I ndomie opsi C. Kalau biasa saja, namanya opsi A. Dan yang satu ini boleh pula ngutang. Ia menambahkan, kalau mau gabungan opsi A dan C bisa juga. Caranya, satu mangkuk opsi A dan satu mangkuk lagi opsi C. Tapi menurutnya, yang memesan opsi gabungan ini pasti orangnya si mokkus, rakus, dan punya otak dogol alias bodoh.

“Ini sama dengan pilihan melompat atau turun. Masak ada melompat sambil turun. Jangankan Siantar Man, Batman pun takkan bisa. Tapi kalau menyelam sambil tenggelam, ya, ada,” celotehnya sambil mengaduk gula.

Meski seorang janda-namun tak kembang lagi karena sudah over dosis umur, nai Heppot rupanya rajin mengikuti perkembangan kasus Bank Century lewat televisi. “Seru kali bah, kayak nonton penalti sepakbola di Piala Dunia. Ini mengingatkanku waktu kecil,” ceritanya membuat pelanggannya penasaran.

“Bah, apa pula hubungannya? Kayaknya nggak nyambung, nggak smart gitu loh,” timpal amani Haposan yang selalu tampak awet muda. Maklumlah, meski umur sudah kepala enam, namun penampilan tak kalah gaya dengan anak muda. Rambut dicat pirang sehingga mirip turis Si Bontar Mata.

Nai Heppot cerita, pada masa kanak-kanaknya, bola kaki biasa digunakan dari unte atau buah limau. Kalau ada tendangan 12 pas alias penalti, maka sengaja dipilih yang bertubuh jangkung agar langkahnya lebih jauh. Nah, pada saat tendangan penalti dilakukan, rupanya bola unte pecah. Setengah masuk ke gawang dan setengahnya lagi keluar lapangan. Akibatnya ricuh. Pihak yang mengambil penalti ngotot bahwa golnya sah. Skor tentu satu kosong. Pihak yang terpenalti merasa dirugikan dan segera protes. “Kiper kami tadi menangkap bola yang keluar lapangan,” sanggah mereka. Tapi tak macam Liga PSSI, tak sampai memang terjadi baku hantam. Akhirnya terjadi musyawarah. Kedudukan setengah kosong sebab bola tadi hanya setengah yang masuk.

“Yang kumaksud, mestinya para wakil rakyat kita bisa mencontoh sepakbola kampung ini. Bukan marsilesengan, bernada mengejek, sebagaimana kita tonton di televisi. Ada yang terdengar mengoceh terus. Rapat bagudung pun tak macam itu,” tegas nai Heppot. Maksudnya rapat ngalor-ngidul.

“Jadi maksud Namboru, DPR sama dengan PSSI, tukang berantem?,” tanya amani Salbit.

“Kurang-lebih begitulah, makanya tak maju-maju. Semua saling mengklaim demi kepentingan rakyat. Kalau betul kepentingan rakyat nomor satu, tak susah lagi kita ini. Rakyat justru jadi komoditas politik. Lihat berbagai kampanye, semua calon berdalih kepentingan rakyat. Coba, apa sih susahnya mencari ke mana aliran dana Century itu. Sedangkan teroris di longkit-longkit ni hutu bisa kita dapat,” potong amani Kondar. Maksudnya celah-celah sarang kutu yang berkonotasi sulit dicari.

“Itulah Voting, maksudnya Volitik Tingkat Tinggi. Enakan Volare, Volitik rendah. Atau pola dan ture. Artinya, bermakna dan tak neko-neko,” timpal amani Jamotan sambil menyanyikan sepotong lagu yang dipopulerkan grup Los Panchos dan Gipsy King dari negeri Latin itu.
Sumber :Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atika Panjatkan Doa Bersama 200 Anak Yatim di Batahan

    Atika Panjatkan Doa Bersama 200 Anak Yatim di Batahan

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAHAN (Mandailing Online) – Program pasangan calon (Paslon) Saipullah -Atika (SAHATA) menyantuni anak yatim masih berlanjut. Hari ini (5/11/2024), giliran 200 anak yatim dan piatu dari delapan desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina), menerima santunan dari calon wakil bupati Madina nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution. Para anak yatim itu berasal dari Desa […]

  • Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    Batang Natal Butuh Infrastruktur Jalan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) –  Persoalan infrastruktur jalan dan air bersih menjadi poin paling penting bagi  masyarakat 3 desa di Batang Natal, Mandailing Natal (madina), yakni Desa Desa Aek Holbung, Lubuk Bondar dan Hadangkahan. Aspirasi ini tercuat dalam satu kegiatan reses anggota DPRD Madina Yasir Nasution, beberapa waktu yang lalu. Reses ini dihadiri  oleh ratusan […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi IV) Hari : Kamis, Pukul : 15.30 s/d 17.30 wib Tanggal : 11 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000291 NOvLIKA ISA 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 […]

  • Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    Bupati Madina : Mandailing Memiliki Kultur Saling Menghormati

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menyatakan Mandailing memiliki kultur yang mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati antar sesama. Potesi itu dapat dilihat sebagai kekuatan sosial dalam menghadapi era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Itu dikatakan Dahlan Hasan dalam pidato sambutan di seminar sehari dan talk show peningkatan wawasan kebangsaan yang […]

  • Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Duga Akibat Perambahan Hutan MADINA- Warga korban banjir bandang di lima desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Senin (29/11) lalu, menduga penyebab banjir karena adanya perambahan hutan di sekitar hulu Sungai Simpang Talap. M Idris Nasution, warga Desa Manisak yang menjadi salah satu desa yang diterjang banjir banding, Kamis […]

  • Jadwal Bimtek PKK Dipaksakan, Kades Ngutang ke Rentenir

    Jadwal Bimtek PKK Dipaksakan, Kades Ngutang ke Rentenir

    • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – LSM JPKP menemukan keluhan sejumlah kepala desa di Mandailing Natal terkait jadwal Bimtek TP PKK Desa dibiayai Dana Desa. Penetapan waktu pelaksanaan pertengahan Maret 2021 terkesan dipaksakan karena Dana Desa belum cair. Ketua LSM Jaringan Pendamping Kebijakan Anggaran (JPKP), Henri Husein Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (16/3/2021) menyatakan. Temuan JPKP itu […]

expand_less