Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

‘Raja Sawit’, LABA ATAU BALA ?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
  • print Cetak

Oleh : NURSAMSI*

 

Nursamsi

Di Indonesia tanaman kelapa sawit menjadi tanaman primadona bahkan ditingkat internasional, siapa yang tidak tergiur dengan harga dan keuntungan yang diperoleh darinya. Banyak petani dan pelaku usaha terjun di dalamnya.

Begitu juga dengan industri-industri di tanah air banyak yang berkecimpung mengambil anugrah darinya. Hal ini tentu sangat menguntungkan Indonesia mengingat Indonesai sebagai “raja” minyak sawit di pasar international. Indonesia adalah eksportir pertama dunia dengan pangsa ekspor 48,8 persen dari total permintaan dunia yang kemudian disusul oleh Malaysia dengan total ekspor 21 persen.

Total ekspor Indonesia ke dunia mencapai 22.882.036 ton. Tidak tanggung-tanggung menjadi produsen terbesar dunia memberikan sumbangan positif bagi perekonomian Indonesia serta penyumbang devisa negara. Perolehan ini terlihat dari nilai ekspor sawit dan turunannya mencapai 10 persen terhadap nilai ekspor total Indonesia. Berdasarkan data tahun 2017, ekspor sawit menyumbang sebesar 250 Triliun terhadap PDB. Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia meliputi India, Belanda, Singapura, Italia, Spanyol, Thanzania, Jerman dan Kenya. Negara importir terbesar adalah India dengan total impor 6.402.914 ton.

Komoditas perkebunan lain yang menjadi komoditas ekspor serta turunannya adalah kakao, kopi dan karet. Tetapi sawit menjadi komoditas ekspor terbesar dan menjadi penguasa pasar. Keadaan ini memang menjadi kabar baik mengingat posisi strategis Indonesia di pasar sawit dunia, disisi lain posisi ini juga posisi yang menakutkan.

Hal ini bisa jadi mimpi buruk bagi Indonesia jika terlalu menggantungkan ekspor pada komoditas kelapa sawit  mengingat banyaknya kampanye hitam yang mendiskreditkan  sawit Indonesia. Isu yang dilontarkan terkait isu lingkungan, pembakaran hutan, mempekerjakan anak di bawah umur, peyebab kanker dan banyak lagi. Belum lagi parlemen Eropa menyatakan penggunaan sawit di Uni Eropa akan berakhir pada tahun 2021, yang menjadi periode awal diterapkannya undang-undang konsumsi energi Eropa yang baru. Eropa akan melarang produk-produk yang mengandung minyak sawit masuk ke wilayahnya salah satunya karena dianggap sawit Indonesia pemicu deforestasi.

Belanda, Italia, Spanyol, Jerman dan Inggris adalah importir minyak sawit terbesar Indonesia untuk biofuelnya. Meski pangsa pasar Indonesia ke Eropa hanya 3.199.796 ton atau sekitar 14%. Tetapi pernyatan Uni Eropa yang menyudutkan minyak sawit Indonesia dapat mempengaruhi dunia baik di negara Uni Eropa ataupun negara importir lainnya. Hal ini dapat dilihat dari share market sawit Indonesia di pasar internasional yang menurun dari 56 persen di tahun 2015 turun menjadi 53,6 persen di tahun 2016 dan di 48,8 persen di tahun 2017.

“Anti minyak sawit” Indonesia bisa saja menjadi alasan bagi Uni Eropa untuk melindungi minyak nabati yang juga diproduksi di negara tersebut. Minyak rapseed, minyak kedelai, minyak bunga matahari menjadi barang substitusi bagi minyak sawit. Sah-sah saja, selain meningkatkan tariff, “menjelek-jelekkan” minyak sawit menjadi salah satu alasan untuk mengurangi impor sawit di wilayah Uni  Eropa demi melindungi petani sumber minyak nabatinya.

Besarnya sumbangan minyak sawit terhadap devisa negara juga perlu dikhawatirkan, tatkala “mimpi buruk” terjadi. Sebagai respon Idonesia terhadap kampanye negatif minyak sawit, perbaikan persawitan Indonesia mulai dari hulu ke hilir menuntut untuk pengembangan kelapa sawit dan turunannya yang berwawasan lingkungan, seritifikasi, dan melakukan kampanye klarifikasi tuduhan-tudahan negatif terhadap sawit Indonesia. Memang perlu untuk terus mempertahankan posisi Indonesia sebagai “raja” sawit dunia, tetapi kita tidak bisa terus ngotot untuk membela mati-matian sawit Indonesia, tetap saja jika importir menghentikan impor sawit kenegaranya, kita bisa apa? Siap-siap saja devisa negara akan tergerus menurun dan akan sangat berdampak terhadap neraca perdagangan Indonesia, tidak hanya industri, bahkan petani akan merasa sakit kalau-kalau harga sawit Indonesia turun. -Ibarat sangat menyanjung satu anak, anak yang lain dapat terabaikan-.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah melakukan diversifikasi, baik diversifikasi negara tujuan maupun diversifikasi komoditas ekspor. Banyak komoditas Indonesia yang tidak kalah eksistensinya di pasar internasional seperti kopi, kakao dan bahkan lada yang dulu sempat berjaya. Diversifikasi dapat menjadi strategi jitu menangkis perang dagang sehingga kalau-kalau “mimpi buruk” itu terjadi tidak terlalu berdampak buruk terhadap neraca perdagangan internasional Indonesia.

Selain diversifikasi komoditas, Indonesia bisa mengubah dan menambah arah perdagangan sawitnya, seperti ke wilayah Asia, Oceania, Amerika dan Afrika. Mencari sahabat baru importir sawit dan turunannya dengan terus melakukan perbaikan industri persawitan Indonesia dari hulu ke hilir. ***

 

*Penulis lahir di Salambue, 26 September 1994. Kini tinggal di Sorkam, Tapanuli Tengah. Email : samsihutabarat@gmail.com.
Pendidikan Formal : Mahasiswa Semester II, Program Studi  Magister Sains Agribisnis IPB. Pendidikan Strata Sarjana (S1) : Program Studi Agribisnis, Universitas Sumatera Utara, SMA : SMA N 1 Panyabungan, Kab. Mandailing Natal.
Pendidikan Informal: 2012-2013 : Pengurus Gabungan mahasiswa Bidikmisi (GAMADIKSI), USU. 2012-2013 : BKM Al-Mukhlisin, sebagai Anggota Divisi Seni dan Budaya. 2015-2016 : Pengurus Ikatan Mahasiswa Agribisnis Sosial Ekonomi Pertanian (IMASEP) USU. 2015-2016 : Remaja Mesjid Gang Dipanegara Kelurahan Padang Bulan. 2015 : Panitia dan MC seminar Reksadana dan Investasi oleh program studi Agribisnis dan Bank Mandiri cabang USU.2018-sekarang: Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Sumatera Utara (IKAMAPSU), IPB. 2018-sekarang: Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS), IPB.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Kapolres Siantar Ditahan di Tanjung Gusta

    Mantan Kapolres Siantar Ditahan di Tanjung Gusta

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR – Mantan Kapolres Pematangsiantar AKBP Fatori resmi ditahan setelah menerima eksekusi dari pihak Kejari Pematangsiantar. Fatori tampak memasuki ruangan Kepala Kejari Rudi H Pamenan dan kemudian memasuki ruangan Jaksa Penuntut Umum (JPU), R Nainggolan, untuk menandatangani berkas eksekusinya, Kamis, (16/1/2014). AKBP Fathori, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Pengamanan Objek Vital (Pam. Obvit) resmi […]

  • DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    DPP IMA Madina awasi ketat kinerja Panwaslu

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – DPP IMA Madina akan mengawasi ketat kinerja Panwaslukada Madina menjelang coblos ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Madina pada 24 April 2011. Karenanya, IMA Madina memintak Panwaslu melaksanakan tugasnya dengan baik demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan tidak ada kecurangan. Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Ahmad Irwandi […]

  • Polisi Bantah Insiden RSAD Terkait Perang Geng

    • calendar_month Jumat, 24 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, mengatakan kasus penyerangan di Rumah Duka Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) tidak ada kaitannya dengan perang antar kelompok. “Itu murni kriminalitas,” kata Yoyol pada Jumat, 24 Februari 2012.”Kami tidak bisa menyebutkan motifnya karena masih dalam pengembangan.” Saat ini polisi telah menetapkan tiga […]

  • Polisi Lakukan Penyelidikan Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Linggabayu

    Polisi Lakukan Penyelidikan Tewasnya Penambang Emas Ilegal di Linggabayu

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online): Tewasnya seorang pekerja tambang emas ilegal di Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Jumat kemaren dibenarkan Edy Iksan selaku Camat Linggabayu ” benar ada korban jiwa. Inisialnya R ( 48 th ) warga pulopadang,” jelas Iksan minggu 15/6/2025. Terpisah, Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK melalui Humas Polres […]

  • Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    Merusak Konstruksi Tanah, Tinjau Ulang Izin PT BME di Siabu

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN, Secara empiris semua perusahaan tambang pasti akan merusak lingkungan, terutama tambang emas, batubara dan timah, karena bahan tambangnya ada di perut bumi yang harus dibor atau digali baik secara manual maupun secara modern. “ kibatnya kontruksi tanah pegunungan dan lingkungan hidup lainnya akan rusak baik hutan, batuan dan sumber daya alam hayati, flora dan […]

  • Bupati janji naikkan honor guru ngaji

    Bupati janji naikkan honor guru ngaji

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    LABUHANBATU  – Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, H Tigor Panusunan Siregar berjanji menaikkan honor guru mengaji dalam program Labuhanbatu Mengaji tahun 2015. “Kenaikan itu untuk menghargai jerih payah ratusan guru mengaji yang mengajar anak-anak di masjid,” kata Kabag Humas dan Infokom Pemkab Labuhanbatu, Sugeng di Rantauprapat, hari ini. Sejalan dengan itu, ujar Sugeng, bupati meminta kepada […]

expand_less