Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Peran Perempuan Muslimah di Bidang Pengobatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
  • print Cetak

Grafis muslimah dan sains

Oleh: Alfi Ummuarifah
Guru dan Pegiat Literasi Islam

Seorang perempuan khususnya ibu dituntut mampu menjalankan perannya sebagai ummun dan robbatul bayt (manajer rumah tangga). Sebagai ummun, seorang ibu harus mengetahui jenis makanan apa saja yang sehat, halal dan thoyyib untuk suami dan anak-anaknya.

Oleh karena itu seorang ibu adalah ahli gizi, ahli kimia dan ahli pengobatan yang bersinergi dengan tsaqofah islam. Seorang ibu juga ahli tanaman herbal untuk pertolongan pertama jika anggota keluarga membutuhkan layanan kesehatan di rumah. Bukan hanya pertolongan pertama, bahkan seorang perempuan adalah dokter untuk keluarganya, mahram dan  kaumnya. Jadi sebelum anggota keluarga mengalami sakit parah penyakit itu bisa dicegah sejak dini.

Andai pun harus ke rumah sakit negara telah mempersiapkan segala kebutuhan layanan kesehatan dari obat, alat medis, makanan selama dirawat, jasa dokter dan kebutuhan kesehatan lainnya dari A sampai Z.

Sebagai ibu seorang perempuan harus memahami ilmu dasar tentang bagaimana menyediakan pakaian bersih untuk seluruh anggota keluarganya. Perempuan mesti memahami bidang jahit-menjahit tingkat dasar agar mumpuni dalam memproduksi pakaian keluarganya.

Pakaian yang sehat dan bersih itu membuat seluruh keluarga sehat. Lingkungan yang sehat juga butuh sentuhan tangan seorang perempuan yang paham akan kesehatan lingkungan. Dia harus faham thoharoh mensucikan pakaian, lantai dan seluruh isi rumah agar bebas dari hadas dan najis. Agar rumah senantiasa bisa dijadikan sebagai tempat shalat dan ibadah lainnya. Sebab bersuci atau thaharah itu adalah sebagian dari iman.

Dunia Islam pernah memiliki dokter perempuan yang ada di masjid Nabawi. Kepedulian

Rasulullah SAW memberikan perhatian penuh terhadap dunia pengobatan telah terbukti. Sumbangsih peradaban Islam terhadap perkembangan dunia kedokteran tak bisa dipungkiri lagi. Ar-Razi, az-Zahrawi, Ibn Zuhr, Ibn Sina dan Ibn an-Nafis hanyalah beberapa ulama atau cendekiawan yang telah banyak berkontribusi pada obat-obatan antara abad kesembilan dan kelimabelas.

Hal yang paling mencengangkan adalah informasi yang

dilansir New Straits Times (16/11/18), Direktur Pusat Studi Ilmu Sains dan Lingkungan Institut Kefahaman Islam Malaysia (Institute of Islamic Understanding Malaysia/IKIM), DR. Syekh  Mohd Saifuddeen Syekh  Mohd Salleh mengatakan, bahkan selama masa Nabi Muhammad SAW memperhatikan  bidang pengobatan yang prinsip kedokteran itu diberikan kedudukan  istimewa olehnya.

Nabi Muhammad mendorong para wanita di keluarganya untuk belajar tentang obat-obatan dari wanita lain yang memiliki pengetahuan tentang hal itu. Sangat penting bahwa selama masa Nabi di Madinah, perempuan dihormati karena pengetahuan medis mereka.

Dalam karya at-Thabari yang berpengaruh, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk, dinyatakan, perempuan bernama Rufaidah ditunjuk Nabi Muhammad SAW untuk mengelola sebuah rumah sakit lapangan di sekitar masjid an-Nabawi di Madinah. Rumah sakit lapangan melayani mereka yang membutuhkan perawatan medis, serta tempat penampungan sementara bagi mereka yang baru saja tiba di kota.

Seorang jenderal Muslim, al-Ahnaf Ibnu Qais, yang hidup selama masa Nabi, menekankan bahwa pengetahuan medis adalah salah satu dari tiga bidang pengetahuan penting yang harus dikuasai umat Islam.

Al-Ahnaf disebutkan telah mengatakan tidak ada orang yang berpengetahuan bisa mengabaikan tiga jenis pengetahuan, yakni pengetahuan untuk mempersiapkan dia di akhirat, pengetahuan untuk membantu dia dalam hidupnya di dunia ini dan pengetahuan medis untuk membantunya mengobati penyakit.

Dengan demikian, pengetahuan medis bukanlah hal asing bagi muslim. Faktanya, dengan banyak inovasi dan kemajuan di bidang medis, kaum muslim di masa lampau mendorong pengobatan ke tingkat yang paling luhur.

Sementara itu, obat modern dibuat di atas pengetahuan medis seperti yang dikembangkan oleh para cendekiawan muslim di antaranya

dalam buku Sejarah dan Peradaban Muslim. Ehsanul Karim menulis bahwa Ibn Sina menciptakan sistem pengobatan di mana praktik medis dapat dilakukan dengan menggabungkan  faktor fisik dan psikologis, obat-obatan dan diet (makanan).

Pembedahan modern tidak akan mungkin berkembang tanpa sumbangsih pikiran az-Zahrawi, yang dijuluki sebagai penemu pisau bedah, gergaji tulang, tang, gunting halus yang digunakan dalam operasi mata dan tali untuk jahitan internal.

Inokulasi mikroba juga bukan hal baru bagi umat Islam. Dua catatan pada 1714 dan 1716 menyoroti metode inokulasi yang digunakan dalam Kekaisaran Utsmaniah, yang kemudian diperkenalkan ke Inggris pada 1721 oleh Lady Mary Wortley Montagu, istri duta besar Inggris untuk Konstantinopel. Betapa islam memposisikan perempuan dan laki-laki dalam peluang yang sama berkontribusi dalam kemaslahatan ummat. Terbukti jika tidak ada diskriminasi terhadap perempuan dalam kehidupan umum seorang perempuan dan laki-laki.

Demikianlah islam memandang perempuan boleh berkiprah pada kehidupan umum dunianya. Seorang perempuan wajib menuntut ilmu dan menerapkannya untuk  kemaslahatan masyarakat. Asalkan perempuan tetap mengikuti  aturan bagaimana keluar rumah menurut Islam. Misalnya menutup aurat secara sempurna, tidak ber-khalwat, tidak ber-ikhtilat, tidak ber-tabartuj dan berakhlak mulia.

Sementara dunia Barat, dan sistem hidup lain di dunia ini merendahkan wanita. Menghargainya dengan harga murah. Perempuan hanya dijadikan untuk pemuas nafsu laki-laki dan posisinya lebih buruk dari hewan yaitu sebagai barang komoditi yang dihargai dengan uang. Sementara Islam tetap memuliakan perempuan di saat  yang lain hanya sekedar jargon memuliakan. Perempuan justru dihargai dengan nominal lebih rendah dari barang yang dia promosikan. Masihkah butuh bukti? Jika kapitalisme itu merendahkan perempuan? Lihatlah sendiri dengan hati jernih. Sesungguhnya bukti sudah sangat jelas betapa kapitalisme merendahkan perempuan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding diprediksi meraih kursi DPRD Mandailing Natal (Madina) pada Pemilu 2014 ini dari Dapil I. Ali Makmur pria yang juga menjabat ketua DPC Hanura Madina sudah mendekam di LP Sipapaga sejak bulan Pebruari 2014 lalu setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung tanggal 12 September 2013 lalu […]

  • Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    Rekapitulasi Daftar Pemilih Madina Pemilihan DPRD, DPRD I, dan DPR pusat

    • calendar_month Selasa, 21 Jan 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

      1.       Jumlah Daftar Pemilih Tetap pada Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tahun 2014 di Kabupaten Mandailing Natal adalah : Laki – laki            : 145.454 Pemilih Perempuan        : 151.717 Pemilih Jumlah                 : 297.171 (Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Seratus Tujuh Puluh Satu Pemilih ) 2.       Jumlah Tempat […]

  • Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    Inilah 14 CPNS yang ‘jadi’ lulus

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca kisruhnya pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintahan Kota Medan, Walikota Medan Rahudman Harahap berjanji akan transparan dan terbuka dalam rekrutmen yang diduga terjadinya kecurangan. Mantan Sekda Tapsel ini mengatakan, semua hasil ranking akan diumumkan kepada publik pada saat pengumuman nama-nama CPNS yang lulus testing. Namun, panitia seleksi penerimaan […]

  • Sukhairi Buka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu

    Sukhairi Buka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu

    • calendar_month Kamis, 14 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution membuka Kejuaraan Bola Voli Pra Porprovsu seleksi 16 besar wilayah IV di Gedung Serbaguna, Desa Parbangunan, Panyabungan, Kamis (14/7). Pembukaan ini turut dihadiri Kapolres Madina, Wakapolres Madina, Ketua KONI Madina, dan Ketua BPVSI Madina. Dalam sambutannya, Bupati Madinah HM Jafar Suhairi Nasution mengucapkan […]

  • Kendaraan Plat Merah Tak Boleh Beli BBM di SPBU

    Kendaraan Plat Merah Tak Boleh Beli BBM di SPBU

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Pandan – Sejak dikeluarkannya peraturan tentang wajib kendaraan milik pemerintah berplat merah menggunakan BBM jenis Pertamax, di Tapteng para PNS Tapteng sebagai pengguna kendaraan plat merah mengeluh. Pasalnya, akibat belum adanya SPBU yang menyediakan Pertamax di Tapteng, SPBU juga tidak memperbolehkan kendaraan berplat merah mengisi BBM di SPBU. Banyak pengguna kendaraan berplat merah, terpaksa membeli […]

  • Penembak Solatiyah Tidak Diberi Sanksi

    Penembak Solatiyah Tidak Diberi Sanksi

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, Rabu (1/6), menegaskan, bila hasil pemeriksaan sesuai prosedur maka tidak ada pemberian sanksi bagi personel Polri yang menembak Solatiyah saat pembakaran camp Sorikmas Mining beberapa waktu lalu. (Foto smg) Direktur LBH Medan Nuryono SH memberi keterangan pers kepada sejumlah wartawan usai pengepungan yang dilakukan petugas Sat Reskrim Polda […]

expand_less