Senin, 14 Sep 2026
light_mode

Potret Buruk Akhlak Remaja Masa Kini

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 1 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt
Penulis, tinggal di Padangsidimpuan

Rusaknya akhlak remaja masa kini, kian hari kian menjadi. Jika dahulu, orangtua dijunjung tinggi dan disegani, kini malah di-bully. Viral-nya sebuah video remaja di Tapanuli Selatan yang menendang seorang nenek sontak meramaikan media massa. Netizen sangat geram dan kesal menyaksikan video tersebut. Timbul komentar-komentar dengan harapan, remaja tersebut harus diberikan hukuman hingga membuat mereka jera.

Rasanya, tak mungkin ada orang yang tega mem-bully seorang nenek tua renta. Seyogianya nenek-nenek disayangi dan diayomi. Namun apa hendak dikata, remaja masa kini malah merekam hingga tertawa setelah melakukan bully terhadap nenek. Dimana ditaruh hati nurani yang seharusnya telah terpatri?

Beginilah potret akhlak remaja masa kini. Nilai-nilai islami kian hari sudah tak dipedulikan lagi. Tak ada lagi rasa iba, belas kasih serta empati. Kalau sudah begini, apa sebab ini terjadi?

Mereka bukan remaja yang tak berpendidikan. Seyogianya jika sistem pendidikan saat ini, mumpuni, pastilah mereka tak akan tega melakukan bully terhadap nenek.

Bullying pelajar terhadap nenek menjadi bukti nyata betapa buruknya akhlak pelajar masa kini. Ini membuktikan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak akhlak mulia dan menghormati orang tua.

Inilah wajah buruk sistem pendidikan negeri ini yang dirasuki sekularisme. Yaitu terpisahnya antara agama dari kehidupan. Pendidikan sekuler telah menjauhkan pelajar dari nilai-nilai Islam. Sehingga identitas keislaman yang seharusnya melekat pada jati diri pelajar menjadi hilang. Dampaknya pelajar memiliki profil berperilaku sekularistik dan liberalistik sebagaimana budaya barat.

Di kasus lain bullying tidak diselesaikan dengan tuntas. Namun hanya dengan kompromi yang tidak memberikan rasa keadilan terhadap korban. Sehingga tak ada efek jera bagi pelaku bullying. Yang tertinggal hanyalah luka batin bagi korban bully. Hal ini juga merupakan bukti, lemahnya sistem sanksi yang tegak di negeri ini.

Beberapa sebab maraknya bullying yaitu hilangnya peran keluarga, khususnya ibu sebagai pendidik generasi. Hilangnya kontrol dari masyarakat serta rusaknya sistem sosial dan sistem hukum di negeri ini. Hal ini diakibatkan karena pengaruh hukum sekuler liberal.

Karena itulah kasus kekerasan khususnya yang terjadi di kalangan remaja tidak berdiri sendiri melainkan bersifat sistemik. Kemunculan kasus ini berkorelasi erat dari penerapan sistem hidup yang salah.

Merebaknya bullying dikalangan remaja harus ditindaklanjuti dan tidak bisa didiamkan. Umat harusnya menjadikan Islam sebagai satu-satunya sistem kehidupan yang berjalan di negeri ini. Sebab Islam diturunkan oleh Allah sebagai solusi atas setiap problem kehidupan. Islam memberikan perhatian besar kepada generasi yang merupakan pembangun peradaban gemilang.

Untuk menghentikan kasus bullying harus dilakukan dengan dua langkah yaitu langkah preventif atau pencegahan dan langkah kuratif atau pengobatan. Upaya preventif dilakukan dengan mengembalikan peran keluarga masyarakat dan negara. Sedangkan upaya kuratif dilakukan untuk mengobati atau mengatasi mereka yang memiliki kecenderungan bullying. Yang dilakukan dengan pendekatan yang akan memengaruhi pola berpikir remaja saat menghadapi fakta kehidupan sehingga dengan kesadaran penuh mereka akan meninggalkan perilaku tersebut.

Dalam perspektif Islam keluarga sebagai tempat pembentukan karakter terpenting bagi seorang remaja. Orang tua wajib memberikan teladan bagi anak bagaimana cara berkata dan bersikap yang baik. Sebab tidak sedikit para pelaku bullying berasal dari keluarga yang tak memiliki akhlak terpuji.

Orang Tua harus membekali anak dengan aqidah yang kokoh dan akhlak yang terpuji. Karena itulah para orangtua khususnya ibu, juga harus membekali dirinya dengan Islam. Agar Ibu sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya dapat mengajarkan akhlak terpuji bagi mereka.

Islam memandang bahwa menjaga generasi bukan hanya tugas orangtua, akan tetapi butuh peran dari masyarakat dan negara. Anggota masyarakat memiliki tanggungjawab untuk saling menasehati, mengajak pada kebaikan dan mencegah tindakan yang tercela. Masyarakat tidak boleh abai terhadap permasalahan disekitarnya.

Sedangkan negara memiliki peran sentral dalam menyaring segala tontonan di media yang berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter generasi. Begitupula sistem pendidikan yang dijalankan oleh negara harus sistem pendidikan berbasis aqidah Islam. Sistem pendidikan Islam tidak hanya mencetak generasi yg pintar sains dan teknologi. Tetapi juga mencetak generasi bertaqwa yang takut berbuat maksiat ataupun melakukan akhlak-akhlak yang menyimpang dari norma agama.

Namun perlu dipahami bahwa sinergitas antara orangtua masyarakat dan negara akan sulit diwujudkan jika tata kelola kehidupan yang warnai sekuler liberal di bawah pemerintahan demokrasi. Hanya tata kehidupan yang sesuai dengan aturan pencipta yakni syariat Islam lah yang mampu membangun suasana ketaqwaan di tengah masyarakat hingga menjauhkan mereka dari kemaksiatan. Sistem kehidupan ini hanya akan tegak dalam institusi Islam yaitu khilafah Islamiyah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    Lokasi Grosir Bahan Bakar Harus Dikaji Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal dihimbau mengkaji persyaratan terhadap pedagang yang membuka usaha grosir bahan bakar, terutama minyak tanah dan gas LPJ. Himbauan itu sebagai upaya mengantisipasi agar jangan lagi terulang musibah kebakaran berrantai seperti yang terjadi di Keluraha Pasar Hilir, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) pada Senin pagi (26/9). Kebakaran itu menghanguskan setidaknya […]

  • Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    Pakaian Adat Mandailing Meriahkan CMC

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pakaian adat Mandailing turut tampil dalam memeriahkan Colorful Medan Carnaval (CMC). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam perayaan hari jadi ke-432 kota Medan. Carnaval budaya yang turut diikuti oleh pemerintahan kabupaten/kota di Sumatera Utara ini dimulai dari Jl. Ahmada Yani sampai ke Balai Kota Medan. Acara yang memperagakan pakaian adat, alat […]

  • UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    UPTJJ Kotanopan Bina Marga Sumut: Selamat Pelantikan Sukhairi Atika

    • calendar_month Jumat, 23 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar
  • Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semua kepala desa di Mandailng Natal (Madina) diminta membayarkan uang raskin tepat waktu tanpa menunda-nunda, karena semua warga selalu bayar kontan. Penundaan uang raskin dapat mempersulit realisasi penyaluran beras miskin (raskin) pada jadwal berikutnya. Baktaruddin, seorang pengamat raskin, Senin (22/7/2013) di Panyabungan berharap para kades jangan melakukan tunggakan lagi seperti yang […]

  • Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    Tatanan Sosial Yang Buruk, Menyuburkan HIV Pada Remaja

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2026
    • account_circle Hadi Kartini
    • 0Komentar

    Oleh: Hadi Kartini   Direktorat Jendral Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian masyarakat terhadap pemberitaan kasus HIV pada anak dan remaja. Sebelumnya beredar vidio viral di medsos yang menyatakan sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS. Meningkatnya jumlah kasus HIV di kalangan […]

  • RSU Panyabungan Kembali Disoroti

    RSU Panyabungan Kembali Disoroti

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tujuh Fraksi DPRD Kabupaten Mandailing Natal menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang RAPBD Madina Tahun Anggaran 2011 di Gedung DPRD Perkantoran Payaloting, Senin (20/12/2010). Sidang dipimpin langsung Ketua DPRD As Imran Khaitami Daulay. Pandangan Fraksi Perjuangan Reformasi yang dibacakan Binsar Nasution menyampaikan beberapa usulan pembangunan yang perlu perhatian Pemkab Madina antara […]

expand_less