Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Generasi Taat Syariat, Radikal?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Siti Rima Sarinah

Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan.

Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya hidup remaja yang tampak di hadapan kita. Aktifitas kekerasan yang digandrungi remaja telah menelan korban yang tidak sedikit. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi beragam kenakalan remaja yang semakin membahayakan jiwa diri sendiri dan orang lain.

Salah satu upaya untuk menyelamatkan remaja dari kerusakan akibat kenakalan adalah mengarahkan mereka untuk aktif dalam organisasi keIslaman (rohis) ada di sekolah-sekolah. Kegiatan rohis ini, mereka mengkaji Islam dan mampu menjadikan aturan Islam sebagai standar perbuatan mereka. Sehingga mereka memahami baik dan buruk sesuai kacamata syariat  Allah.

Generasi Taat = Radikal

Tidak semua memandang aktifitas rohis di sekolah sebagai aktifitas positif bagi generasi. Aktifitas rohis terkadang dikaitkan dengan paparan ideologi radikal. Bahkan orang tua dihimbau untuk mengawasi aktifitas daring anak untuk mencegah menjadi korban terpapar ideologi keras/radikal ( detiknews, 18/11/2025)

Istilah radikal yang kerap kali dikaitkan dengan organisasi keIslaman, tentu tidak bijak. Karena Islam adalah agama yang tidak mengajarkan kekerasan, melainkan mengarahkan generasi muslim untuk senantiasa melakukan amal kebaikan, bukan sebaliknya.

Jika pemerintah peduli dengan generasi seharusnya mampu mengcounter situs dan konten kekerasan yang beredar bebas di dunia maya. Bukankah kerusakan dan kenakalan generasi akibat konten-konten tersebut dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk menutup ataupun memberi sanksi kepada pemilik situs tersebut?

Selamatkan Generasi, Wujudkan Generasi Taat

Seharusnya negara tidak boleh menutup mata dengan maraknya kerusakan dan kenakalan remaja yang bahkan telah menelan banyak korban. Dan menyadari kerusakan dan kenakalan ini terjadi karena sistem yang diterapkan hari ini yang memfasilitasi kerusakan. Maka generasi harus diselamatkan dari berbagai kerusakan tersebut dengan memahamkan mereka tentang Islam.

Tatkala mereka memahami Islam dan menjadikan Islam sebagai standar kehidupan, maka akan terbentuk sosok generasi yang senatiasa berbuat sesuatu untuk kemaslahatan masyarakat. Mereka akan mampu menyelesaikan persoalan kehidupannya dengan cara pandang yang benar, bukan dengan kekerasan yang kerap dilakukan oleh generasi saat ini.

Kita pun harus bijak untuk memberikan istilah radikal atau teroris, pada aktifitas keIslaman yang dilakukan oleh generasi. Karena pada hakikatnya aktifitas tersebut sebagai bentuk menyelamatkan generasi dari segala bentuk kerusakan akibat sistem aturan yang batil diterapkan atas mereka.

Yang terpenting tatkala generasi taat syariat Allah, mereka tidak akan melakukan segala bentuk kekerasan apalagi radikal karena Islam tidak mengajarkan hal demikian. Justru akan muncul sosok-sosok generasi yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar di antara mereka. Karena memahami posisi mereka sebagai tonggak estafet peradaban bangsa dan di tangan merekalah nasib bangsa ini dipertaruhkan.**

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Calo Sulit Diberantas

    Calo Sulit Diberantas

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Upaya pemberantasan percaloan di instansi pemerintahan sulit diberantas jika mental birokrat belum dibenahi. Selain itu budaya masyarakat yang ingin dipermudah dan cepat dalam setiap urusan, menjadi salah satu celah memuluskan praktek percaloan. Hal ini dikatakan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Provinsi Sumatera Utara Hidayat di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (26/11/2010). […]

  • Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

    Produksi Padi Sumut 2012 Ditargetkan 4,02 Juta Ton

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Propinsi Sumatera Utara (Sumut) menargetkan produksi padi tahun 2012 mencapai 4.027.301 ton atau naik dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai 3.659.683 ton. Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem mengatakan, kebutuhan beras dari tahun ke tahun meningkat seiring dengan banyaknya jumlah penduduk. Untuk itu, target produksi padi ditingkatkan menjadi 4.027.301 ton. “Kita optimis dapat mencapainya. […]

  • Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    Minum Kopi Mandailing 3.518 Cangkir Tempurung Masuk Rekor MURI

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal berhasil memecahkan rekor MURI minum kopi secara massa sebanyak 1.518 cangkir tempurung.   Pihak MURI telah mencatat aksi minum kopi ini dalam catatan Rekor MURI sebagai Minum Kopi Memakai Cangkir Tempurung Kelapa Terbanyak. Aksi minum kopi missal itu berlangsung di Taman Raja Batu, Panyabungan, Kamis (9/3/2016) bertepatan dengan […]

  • Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Dukungan pemerintah provinsi sangat vital dalam upaya percepatan pembangunan di Mandailing Natal (Madina). Terutama dukungan kebijakan, dana dan political will serta keselarasan antara kebijakan provinsi dan kabupaten. Hal itu mendorong Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi di Medan, Jum’at (29/10/2021). Dalam pertemuan itu […]

  • Camat di Madina Keluhkan Minimnya Anggaran Operasional dampak Efisiensi

    Camat di Madina Keluhkan Minimnya Anggaran Operasional dampak Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online – Efisiensi anggaran mulai terasa pahit di tingkat kecamatan. Sejumlah camat di Mandailing Natal mengaku kewalahan, terutama yang wilayahnya jauh dari pusat pemerintahan di Panyabungan. “Terkadang kita kewalahan di biaya transportasi. Dalam satu bulan bisa 3 kali ke ibu kota kabupaten untuk hadiri rapat pemerintahan. Biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan anggaran […]

  • Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    Binsar Nasution : Retribusi Pasar di Madina Sudah Lama Ditengarai Bocor

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Mantan Anggota DPRD Mandailing Natal ( Madina) Binsar Nasution melihat retribusi pasar sudah lama ditengarai bocor terutama pasar pasar kelas tiga jarang ada yang tercapai terget, namun kepala pasarnya tetap di pakai kalaupun diganti tanpa ada sanksi. ” Terkait retribusi pasar, itu sudah lama bocor, tidak hanya tahun 2023 saja. Meski […]

expand_less