Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Generasi Taat Syariat, Radikal?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

Oleh: Siti Rima Sarinah

Kerusakan remaja yang mengarahkan pada dekadensi moral yang sangat parah tengah dialami oleh remaja saat ini. Setiap hari kita dipertontonkan berbagai macam pola tingkah remaja yang membuat orang tua dan masyarakat mengelus dada melihat tingkah pola generasi bangsa ini yang semakin memprihatinkan.

Bullying, tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas, menjadi tren gaya hidup remaja yang tampak di hadapan kita. Aktifitas kekerasan yang digandrungi remaja telah menelan korban yang tidak sedikit. Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi beragam kenakalan remaja yang semakin membahayakan jiwa diri sendiri dan orang lain.

Salah satu upaya untuk menyelamatkan remaja dari kerusakan akibat kenakalan adalah mengarahkan mereka untuk aktif dalam organisasi keIslaman (rohis) ada di sekolah-sekolah. Kegiatan rohis ini, mereka mengkaji Islam dan mampu menjadikan aturan Islam sebagai standar perbuatan mereka. Sehingga mereka memahami baik dan buruk sesuai kacamata syariat  Allah.

Generasi Taat = Radikal

Tidak semua memandang aktifitas rohis di sekolah sebagai aktifitas positif bagi generasi. Aktifitas rohis terkadang dikaitkan dengan paparan ideologi radikal. Bahkan orang tua dihimbau untuk mengawasi aktifitas daring anak untuk mencegah menjadi korban terpapar ideologi keras/radikal ( detiknews, 18/11/2025)

Istilah radikal yang kerap kali dikaitkan dengan organisasi keIslaman, tentu tidak bijak. Karena Islam adalah agama yang tidak mengajarkan kekerasan, melainkan mengarahkan generasi muslim untuk senantiasa melakukan amal kebaikan, bukan sebaliknya.

Jika pemerintah peduli dengan generasi seharusnya mampu mengcounter situs dan konten kekerasan yang beredar bebas di dunia maya. Bukankah kerusakan dan kenakalan generasi akibat konten-konten tersebut dan tidak ada upaya dari pemerintah untuk menutup ataupun memberi sanksi kepada pemilik situs tersebut?

Selamatkan Generasi, Wujudkan Generasi Taat

Seharusnya negara tidak boleh menutup mata dengan maraknya kerusakan dan kenakalan remaja yang bahkan telah menelan banyak korban. Dan menyadari kerusakan dan kenakalan ini terjadi karena sistem yang diterapkan hari ini yang memfasilitasi kerusakan. Maka generasi harus diselamatkan dari berbagai kerusakan tersebut dengan memahamkan mereka tentang Islam.

Tatkala mereka memahami Islam dan menjadikan Islam sebagai standar kehidupan, maka akan terbentuk sosok generasi yang senatiasa berbuat sesuatu untuk kemaslahatan masyarakat. Mereka akan mampu menyelesaikan persoalan kehidupannya dengan cara pandang yang benar, bukan dengan kekerasan yang kerap dilakukan oleh generasi saat ini.

Kita pun harus bijak untuk memberikan istilah radikal atau teroris, pada aktifitas keIslaman yang dilakukan oleh generasi. Karena pada hakikatnya aktifitas tersebut sebagai bentuk menyelamatkan generasi dari segala bentuk kerusakan akibat sistem aturan yang batil diterapkan atas mereka.

Yang terpenting tatkala generasi taat syariat Allah, mereka tidak akan melakukan segala bentuk kekerasan apalagi radikal karena Islam tidak mengajarkan hal demikian. Justru akan muncul sosok-sosok generasi yang senantiasa melakukan amar makruf nahi mungkar di antara mereka. Karena memahami posisi mereka sebagai tonggak estafet peradaban bangsa dan di tangan merekalah nasib bangsa ini dipertaruhkan.**

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Khilafah adalah sistem kepemimpinan Islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Khilafah bertugas untuk menjaga agama dan mengatur urusan dunia (li-hirasah ad-din wa siyasah ad-dunya’). Khilafah juga wajib menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia. Allah SWT berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh umat manusia (TQS Saba’ [34]: 28). Nusantara […]

  • Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    Golkar Harus Menghadirkan Politik yang Beradab

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usia Partai Golkar yang sudah mencapai 57 tahun harus bisa menjadi pelopor hadirnya politik beradab. Politik yang mementingkan kemaslahatan masyarakat daripada pribadi. Hal itu disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) H. Aswin Parinduri saat memberikan sambutan pada acara Tasyakuran HUT ke-57 Partai Golkar, Sabtu (30/10). Aswin mengungkapkan […]

  • Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak ada pungutan liar dan calo. “Masyarakat nggak usah percaya dengan calo yang mengaku bisa masukkan jadi PNS,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Senin (26/8). Menurutnya, semua yang masuk menjadi PNS harus melalui kemampuan kompetensi. “Kami ingin PNS yang […]

  • Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah […]

  • Yusuf Nasution Silaturrahim Dengan Ratusan Warga Panyabungan Timur

    Yusuf Nasution Silaturrahim Dengan Ratusan Warga Panyabungan Timur

    • calendar_month Kamis, 26 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –  Calon bupati Mandailing Natal Yusuf Nasution disambut antusias ratusan warga di Desa Sirangkap,  Kecamatan Panyabungan Timur, Selasa, (24/11). Kunjungan silaturrahmi dihadiri penduudk 4 desa, yakni Desa Sirangkap, Pardomuan, Huta Bangun dan Desa Banjar Lancat. Dalam acara silaturrahim itu Yusuf menjelaskan hal ikhwal yang menyebabkan dirinya bersama Imron Lubis mencalonkan diri […]

  • PGRI Keluhkan Belum Meratanya Penyebaran Guru

    PGRI Keluhkan Belum Meratanya Penyebaran Guru

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia Dr Sulistyo M.Pd mengatakan, penyebaran guru sampai saat ini masih belum merata terutama di daerah pedalaman, sehingga berdampak pada pemerataan kualitas pendidikan. “Memang kalau di perkotaan ataupun daerah padat, hal itu tidak terjadi. Tapi di pedesaan, pedalaman, daerah pinggiran hutan, dan pegunungan kenyataan kekurangan guru itu sangat terasa,” […]

expand_less