Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

KOPI UNTUK KITA, KITA UNTUK INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
  • print Cetak

Peningkatan Permintaan Kopi Domestik dan Kemajuan Agribisnis Kopi Indonesia

Oleh : Sonitia V. Sinaga
Mahasiswa Pascasarjana Agribisnis IPB

Sonitia V. Sinaga

 

Kopi merupakan 10 besar komoditi andalan ekspor pertanian Indonesia. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 666.000 ton.Berdasarkan data BPS, pada tahun 2017 kopi menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 1.037,2 juta atau 33,67 % dari total ekspor komoditi pertanian Indonesia. Negara tujuan ekspor terbesar kopi Indonesia adalah AS, Jerman, Malaysia dan Italy.

Produksi kopi Indonesia dari tahun ke tahun cenderung stagnan, hal ini dikarenakan kebanyakan perkebunan kopi Indonesia dibudidayakan oleh para petani skala kecil yang memiliki luas lahan relatif kecil sekitar 1-2 hektar.Petani skala kecil dengan modal terbatas sulit untuk melakukan perawatan yang maksimal pada perkebunan kopinya sehingga menemukan lebih banyak kesulitan untuk menjaga volume produksi dan kualitas yang stabil. Selain itu, banyak juga petani tidak melakukan peremajaan pada tanaman kopinya mengakibatkan produktivitas kopi kecil.

Kurangnya motivasi petani kopi Indonesia juga penyebab rendahnya kualitas. Petani takut kehilangan penerimaan saat melakukan peremejaan. Saat melakukan peremajaan diperlukan modal yang cukup besar untuk penggantian tanaman serta petani akan kehilangan tanaman kopi tua yang sudah menghasilkan sebelumnya meski produktivitasnya rendah. Keuntungan yang didapatkan petani saat melakukan peremajaan akanlebih kecil dibandingkan dengan tidak melakukan peremajaan karena besarnya pengeluaran melakukan peremajaan. Namun hal ini terjadi dalam jangka pendek, dimasa depan tentunya petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi. Hal ini berlawanan dengan pesaing seperti Vietnam, dimana usahatani kopi di Vietnam memiliki produktivitas kopi serta kepemilikan lahan petani kopi yang lebih besar dibanding Indonesia. Hal ini menyebabkan Indonesia dikalahkan oleh vietnam sebagai produsen kopi.

Dari total produksi kopi Indonesia sebesar 67% diekspor dan hanya 33% menjadi konsumsi dalam negeri. AEKI mencatat bahwa konsumsi kopi per kapita penduduk Indonesia 800 gr/thn, angka ini sangat kecil bila dibandingkan negara lain seperti Finlandia 11,4 kg/thn, Austria 7,6 kg/thn, AS 4,3 kg/thn,  Jepang 3,4 kg/thn. Ekspor kopi Indonesia saat ini sebagian besar masih dalam bentuk green bean (biji kopi hijau). Penjualan kopi dalam bentuk green bean (biji kopi hijau) hanya memberikan nilai tambah yang kecil bagi petani dan negara. Harga kopi dalam bentuk biji lebih murah dibandingkan bentuk bubuk kopi.

Ekspor kopi tentu dapat memberikan devisa negara tetapi jika ekspor hanya dalam bentuk biji tentu saja tidak dapat memberikan peningkatan kesejahteraan petani kopi yang signifikan.  Dalam hal ini peranan konsumen dalam negeri dapat meningkatkan permintaan akan kopi bubuk Indonesia. Tetapi hal ini jika konsumen mengkonsumsi kopi yang diproduksi dalam negeri bukan kopi impor dari negara lain. Kopi bubuk produksi dalam negeri memiliki ragam kualitas mulai dari kopi asalan hingga kopispesialty. Kopi spesialty merupakan kopi dengan kualitas aroma dan rasa premium yang menurut Association of America (SCAA) memiliki nilai cupping test 80 atau lebih dengan skala 100. Kopi bubuk asalan biasa dapat kita temukan di pasaran dan dijual dengan harga yang murah perkilogram. Kopi spesialty memang memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kopi asalan tetapi dengan kualitas yang lebih baik. Kopi spesialty dapat dibeli di supermarket, langsung didaerah dimana kopi tersebut berasal, melalui media penjualan online maupun di coffee shop.

Saat ini Coffee Shop sudah semakin menjamur hampir diseluruh kota di Indonesia. Hampir setiap Coffee shop menyediakan kopi spesialty dari dalam negeri. Dengan peningkatan permintaan kopi bubuk tentunya nilai tambah kopi akan lebih baik dibandingkan penjualan kopi dalam bentuk biji.Peningkatan nilai tambah ini akan mendorong kemajuan agribisnis kopi di Indonesia. Pemintaan kopi domestik yang meningkat dapat membuat petani kopi kita tidak terlalu bergantung pada ekspor kopi. Seperti saat 2015 harga kopi melemah karena nilai tukar mata uang Brazil menurun tajam terhadap dollar Amerika Serikat.Harga kopi yang melemah tentunya akan mengurangi keuntungan petani kopi.

Kopi Indonesia memiliki cita rasa khas yang berbeda dan unik satu sama lain berdasarkan asal daerahnya dengan kondisi mikro-iklim yang spesifik (curah hujan, paparan cahaya matahari, dan sebagainya). Beberapa kopi yang dimaksud diantaranya adalah Kopi Sumatera yang terdiri dari Kopi Aceh Gayo, Aceh Ulee Kareeng, Kopi Solong, Kopi Mandheling, Kopi Lintong, Kopi Sidikalang, Kopi Kerinci Padang, Kopi Bengkulu, Kopi Robusta Lampung dan sebagainya. Lalu ada juga kopi dari beberapa daerah lainnya seperti Kopi Jawa Preanger, Kopi Toraja, Kopi Bali Kintamani, Kopi Flores Bajawa, Kopi Papua Wamena, dan Kopi Papua Moanemani.

Berdasarkan hasil penelitian, mengkonsumsi kopi 3-5 cangkir per hari dapat mengurangi resiko penyakit diabetes melitus type 2, alzheimer, parkinson dan jantung koloner. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan meminum kopi. Selain mendapatkan manfaat kesehatan juga dapat mendorong kemajuan agribisnis kopi Indonesia. Kemajuan agribisnis kopi Indonesia pada akhirnya dapat memotivasi petani untuk melakukan peremajaan pada tanaman kopi tua serta menghasilkan kopi yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan lowongan kerja serta mendorong kemajuan perekonomian  Indonesia. Sudahkah anda minum kopi hari ini?***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hukum Menabung di Bank (2)

    Hukum Menabung di Bank (2)

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Dewan Syariah Nasional (DSN) turut menyoroti pula ketentuan umum tabungan berdasarkan Wadi’ah. Pertama,  bersifat simpanan. Kedua, simpanan bisa diambil kapan saja (on call) atau berdasarkan kesepakatan. Ketiga, tidak ada imbalan yang disyaratkan, kecuali dalam bentuk pemberian (‘athaya) yang bersifat sukarela dari pihak bank. Dalam menetapkan fatwa tersebut, ulama yang tergabung dalam DSN berpijak pada Alquran, […]

  • Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    Madina Borong Juara di Porsadin Sumut

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kontingen asal Madina berhasil menyabet gelar juara umum di Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Sumut. Dalam perlombaan itu, Madina memborong juara I untuk empat jenis lomba dan juara II untuk empat jenis lomba dari delapan kategori. Empat raihan Juara I oleh kontingen Madina itu adalah : 1) Lari Putri […]

  • Perbaikan Jalan ke Aek Mata Telah Lama Disuarakan Masyarakat

    Perbaikan Jalan ke Aek Mata Telah Lama Disuarakan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 22 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kondisi memperihatinkan bangunan jalan ke Aek Mata, Kecamatan Panyabungan yang belakangan menjadi pembicaraan sebenarnya telah lama disuarakan masyarakat setempat. Setelah Ketua Komisi III Zainuddin Nasution meminta Kadia PUPR memutar otak sehingga pembangunan infrastruktur lebih merata, anggota DPRD dari Fraksi Golkar Sobir Lubis turut angkat bicara. “Ini sudah lama kita dan masyarakat […]

  • Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    Draf Sempat Diperbaiki, Keppres Pemakzulan Bupati Karo Belum Terbit

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hingga kemarin (21/5), pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum juga menerima Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengesahan pemakzulan Bupati Karo, Kena Ukur 'Karo Jambi' Surbakti. Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Didik Suprayitno menyatakan, meski kemendagri belum menerimanya, tidak lantas dikatakan bahwa Keppres belum terbit. "Bisa saja masih di istana. Kita tunggu […]

  • Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir-akhir ini istilah khilafah menjadi topik perbincangan masyarakat. Ada anggapan bahwa istilah khilafah itu tidak ada dalam al-Quran. Karena itu Khilafah tidak perlu disuarakan. Bahkan seolah ingin ditanamkan kepada umat bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam sehingga umat tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan Khilafah. Memang benar, kata khilafah dalam makna sistem pemerintahan Islam—sebagaimana […]

  • Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    Sejumlah Makna di Kunjungan Silaturrahim Mandailing Malaysia

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kunjungan kali ini memiliki makna banyak dalam usaha mempererat hubungan persaudaraan antara etnis Mandailing di Malaysia dengan saudara mereka di tanah leluhur Mandailing yang sudah lama terpisahkan oleh dua negara,” kata Kuasa Perwakilan Mandailing Malaysia di Madina, Dahlan Batubara, Jum’at (23/11). Kunjungan silaturrahim sekitar 90 orang etnis Mandailing di Malaysia itu […]

expand_less