Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

KOPI UNTUK KITA, KITA UNTUK INDONESIA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Jun 2018
  • print Cetak

Peningkatan Permintaan Kopi Domestik dan Kemajuan Agribisnis Kopi Indonesia

Oleh : Sonitia V. Sinaga
Mahasiswa Pascasarjana Agribisnis IPB

Sonitia V. Sinaga

 

Kopi merupakan 10 besar komoditi andalan ekspor pertanian Indonesia. Produksi kopi Indonesia pada tahun 2017 sebesar 666.000 ton.Berdasarkan data BPS, pada tahun 2017 kopi menghasilkan nilai ekspor sebesar US$ 1.037,2 juta atau 33,67 % dari total ekspor komoditi pertanian Indonesia. Negara tujuan ekspor terbesar kopi Indonesia adalah AS, Jerman, Malaysia dan Italy.

Produksi kopi Indonesia dari tahun ke tahun cenderung stagnan, hal ini dikarenakan kebanyakan perkebunan kopi Indonesia dibudidayakan oleh para petani skala kecil yang memiliki luas lahan relatif kecil sekitar 1-2 hektar.Petani skala kecil dengan modal terbatas sulit untuk melakukan perawatan yang maksimal pada perkebunan kopinya sehingga menemukan lebih banyak kesulitan untuk menjaga volume produksi dan kualitas yang stabil. Selain itu, banyak juga petani tidak melakukan peremajaan pada tanaman kopinya mengakibatkan produktivitas kopi kecil.

Kurangnya motivasi petani kopi Indonesia juga penyebab rendahnya kualitas. Petani takut kehilangan penerimaan saat melakukan peremejaan. Saat melakukan peremajaan diperlukan modal yang cukup besar untuk penggantian tanaman serta petani akan kehilangan tanaman kopi tua yang sudah menghasilkan sebelumnya meski produktivitasnya rendah. Keuntungan yang didapatkan petani saat melakukan peremajaan akanlebih kecil dibandingkan dengan tidak melakukan peremajaan karena besarnya pengeluaran melakukan peremajaan. Namun hal ini terjadi dalam jangka pendek, dimasa depan tentunya petani akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi. Hal ini berlawanan dengan pesaing seperti Vietnam, dimana usahatani kopi di Vietnam memiliki produktivitas kopi serta kepemilikan lahan petani kopi yang lebih besar dibanding Indonesia. Hal ini menyebabkan Indonesia dikalahkan oleh vietnam sebagai produsen kopi.

Dari total produksi kopi Indonesia sebesar 67% diekspor dan hanya 33% menjadi konsumsi dalam negeri. AEKI mencatat bahwa konsumsi kopi per kapita penduduk Indonesia 800 gr/thn, angka ini sangat kecil bila dibandingkan negara lain seperti Finlandia 11,4 kg/thn, Austria 7,6 kg/thn, AS 4,3 kg/thn,  Jepang 3,4 kg/thn. Ekspor kopi Indonesia saat ini sebagian besar masih dalam bentuk green bean (biji kopi hijau). Penjualan kopi dalam bentuk green bean (biji kopi hijau) hanya memberikan nilai tambah yang kecil bagi petani dan negara. Harga kopi dalam bentuk biji lebih murah dibandingkan bentuk bubuk kopi.

Ekspor kopi tentu dapat memberikan devisa negara tetapi jika ekspor hanya dalam bentuk biji tentu saja tidak dapat memberikan peningkatan kesejahteraan petani kopi yang signifikan.  Dalam hal ini peranan konsumen dalam negeri dapat meningkatkan permintaan akan kopi bubuk Indonesia. Tetapi hal ini jika konsumen mengkonsumsi kopi yang diproduksi dalam negeri bukan kopi impor dari negara lain. Kopi bubuk produksi dalam negeri memiliki ragam kualitas mulai dari kopi asalan hingga kopispesialty. Kopi spesialty merupakan kopi dengan kualitas aroma dan rasa premium yang menurut Association of America (SCAA) memiliki nilai cupping test 80 atau lebih dengan skala 100. Kopi bubuk asalan biasa dapat kita temukan di pasaran dan dijual dengan harga yang murah perkilogram. Kopi spesialty memang memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kopi asalan tetapi dengan kualitas yang lebih baik. Kopi spesialty dapat dibeli di supermarket, langsung didaerah dimana kopi tersebut berasal, melalui media penjualan online maupun di coffee shop.

Saat ini Coffee Shop sudah semakin menjamur hampir diseluruh kota di Indonesia. Hampir setiap Coffee shop menyediakan kopi spesialty dari dalam negeri. Dengan peningkatan permintaan kopi bubuk tentunya nilai tambah kopi akan lebih baik dibandingkan penjualan kopi dalam bentuk biji.Peningkatan nilai tambah ini akan mendorong kemajuan agribisnis kopi di Indonesia. Pemintaan kopi domestik yang meningkat dapat membuat petani kopi kita tidak terlalu bergantung pada ekspor kopi. Seperti saat 2015 harga kopi melemah karena nilai tukar mata uang Brazil menurun tajam terhadap dollar Amerika Serikat.Harga kopi yang melemah tentunya akan mengurangi keuntungan petani kopi.

Kopi Indonesia memiliki cita rasa khas yang berbeda dan unik satu sama lain berdasarkan asal daerahnya dengan kondisi mikro-iklim yang spesifik (curah hujan, paparan cahaya matahari, dan sebagainya). Beberapa kopi yang dimaksud diantaranya adalah Kopi Sumatera yang terdiri dari Kopi Aceh Gayo, Aceh Ulee Kareeng, Kopi Solong, Kopi Mandheling, Kopi Lintong, Kopi Sidikalang, Kopi Kerinci Padang, Kopi Bengkulu, Kopi Robusta Lampung dan sebagainya. Lalu ada juga kopi dari beberapa daerah lainnya seperti Kopi Jawa Preanger, Kopi Toraja, Kopi Bali Kintamani, Kopi Flores Bajawa, Kopi Papua Wamena, dan Kopi Papua Moanemani.

Berdasarkan hasil penelitian, mengkonsumsi kopi 3-5 cangkir per hari dapat mengurangi resiko penyakit diabetes melitus type 2, alzheimer, parkinson dan jantung koloner. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita mulai membiasakan meminum kopi. Selain mendapatkan manfaat kesehatan juga dapat mendorong kemajuan agribisnis kopi Indonesia. Kemajuan agribisnis kopi Indonesia pada akhirnya dapat memotivasi petani untuk melakukan peremajaan pada tanaman kopi tua serta menghasilkan kopi yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan petani, meningkatkan lowongan kerja serta mendorong kemajuan perekonomian  Indonesia. Sudahkah anda minum kopi hari ini?***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakyatlah Yang Selalu Salah

    Rakyatlah Yang Selalu Salah

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing Pemerintah mengatakan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 yang sebesar Rp87,55 triliun tidak akan bertambah hingga akhir tahun walaupun kasus positif Covid-19 saat ini semakin banyak dengan jumlah penambahan rata-rata per hari di atas 1000 kasus. Melalui Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan kasus positif saat […]

  • Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    Marsisalamatkon Dirina Boto Jolmai

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Songonimada dihangolunon, pala adongma tando-tando nagiot karom parau ibarat ni namarlayar di laut nabolak, marsisalamatkon dirina mei jolmai, adong namamuhung-muhung songoni baen biarna ia ona jorat, adong antong mamasang kuda-kuda gorarna anso bisa morot sian parau nagiot karomi, adong muse sifat nijolmai nabulus putus asado, hodoma tuhan namangida anggo audo inda adong dayo upayo ningiama […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

  • Base Camp Sorikmas Mining Dibakar Warga

    Base Camp Sorikmas Mining Dibakar Warga

    • calendar_month Sabtu, 7 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu Warga Tertembak, Lainnya Luka bacok Panyabungan (MO) – Ratusan warga Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membakar base camp PT Sorikmas Mining di Bukit Sambung, Sabtu siang (7/7), seluruh peralatan dan benda yang ada didalamnya hangus tanpa sisa. Belum ada laporan resmi tentang jumlah tewas maupun yang luka. Sementara keterangan yang diperoleh di […]

  • 2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGBOLAK- Dua PNS di lingkungan Pemkab Paluta menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tanda kehormatan itu disematkan Wabup Paluta Riskon Hasibuan, di lapangan Merdeka, Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (17/8). Kedua PNS tersebut adalah H Mara Lobi Siregar yang menjabat Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu […]

  • Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    Madina Masuk Kategori Daerah Rawan Bencana Type A

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 16Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution menyataan bahwa daerah ini masuk ketegori daerah rawan bencana alam type A alias sangat rawan. Pernyataan ini mengikuti indeks bencana secara nasional. Jenis-jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, angin puting beliung dan ancaman gunung berapi. Itu disampiakan wakil bupati […]

expand_less