Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik

Viral! kedatangan puluhan warga negara asing (WNA China) ke tanah air dengan menggunakan pesawat carter di saat pemberlakuan larangan mudik mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon kembali memberikan tanggapan atas bolehnya warga asing ke Indonesia. Fadli Zon secara terang-terangan menilai pemerintah telah melakukan diskriminasi terhadap masyarakat (7/5).

Ya, kebijakan membolehkan warga asing datang ke tanah air memang patut dipertanyakan. Sebab seperti yang diketahui saat ini masyarakat tengah menahan diri untuk tidak pulang kampung karena larangan mudik dari pemerintah. Namun, ketika rakyat tidak mudik pemerintah malah membiarkan WNA China terus menerus datang ke Indonesia pada saat pandemi. Menurut pemerintah kebijakan pelarangan mudik diberlakukan demi menekan angka penyebaran Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

Akan tetapi yang mesti dipertanyakan, kebijakan itu berbanding terbalik dengan para WNA, yang justru malah lancar masuk ke Indonesia pada waktu pelarangan mudik diberlakukan. Padahal seperti diketahui, bahwa asal mula terjadinya pandemi Covid-19 adalah dari negara China sendiri. Jika alasannya adalah sebab warga asing tersebut bekerja di Indonesia, mengapa tidak digantikan saja dengan warga negara sendiri yang saat ini juga sedang kesulitan mendapat  pekerjaan di tengah pandemi.

Dari sini memang terlihat terjadi inkonsisten kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Mudik dilarang namun memberikan kebebasan pada warga negara asing datang ke dalam negeri. Seperti ada keistimewaan bagi WNA tanpa ketegasan kebijakan. Jangan harap pandemi akan segera berakhir, jika para punggawa sendiri inkonsisten terhadap aturan kebijakan. Dengan ini, tentu saja kepercayaan masyarakat juga akan berkurang, sebab terlihat pemerintah hanya tegas pada warga negara sendiri, namun lemah terhadap larangan terhadap masuknya WNA ke tanah air.

Maka, sudah seyogianya para petinggi negeri harus serius dalam penanganan Covid-19. Jika memang pemberlakuan larangan mudik adalah untuk antisipasi agar tak semakin tersebarnya virus corona, maka mestinya semua pintu yang akan menyebabkan penyebaran virus juga harus ditutup termasuk menutup semua pintu masuknya WNA ke Indonesia. Pun, berharap jangan lagi ada diskriminasi kebijakan pada rakyat. Sebab dalam urusan mudik itu adalah momen dan hal utama bagi masyarakat yang ingin silaturahmi dan kumpul bersama keluarga di kampung halaman tatkala datangnya hari raya Idul Fitri. Alangkah kecewanya rakyat, jika mudik dilarang, di sisi lain ada kebebasan warga dari luar keluar masuk ke tanah air. Semoga para pemegang kebijakan dapat bertindak lebih bijak lagi dan tak membuat aturan hanya berdasar berbagai kepentingan semata. 

Di sinilah urgensi adanya pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab pada rakyatnya, serta sistem aturan yang sesuai dengan fitrah manusia. Ya, tentunya tak lain adalah kembali pada aturan dari Sang Khalik. Sebab hanya dengan sistem dari Allah SWT yang pasti benar dan berkeadilan dan akan melahirkan pemimpin sholeh yang taat pada Allah dan Rasulnya serta akan memprioritaskan pengurusan kepentingan umat di atas yang lain. Itulah sistem Islam, yang sudah terbukti dan teruji selama berbad-abad lamanya memimpin hingga 2/3 belahan dunia yang mampu mensejahterakan baik muslim maupun nonmuslim. Saatnya untuk beralih dan mengadopsi sistem aturan Ilahi untuk kehidupan berkah dan menuntaskan setiap persoalan manusia.

Wallahu’alam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

    Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah dan kepolisian diminta tak terlalu kaku menyoal petani kampung yang membakar hutan. Type hutan di wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu bukan jenis gambut, sehingga tak ada kasus fatal hutan terbakar sejak ratusan tahun. “Dari zaman nenek moyang, petani kampung di Mandailing Julu dan Mandailing Godang selalu membakar lahan […]

  • Life Skill Program Tepat Untuk Tempah Pemuda Mandiri

    Life Skill Program Tepat Untuk Tempah Pemuda Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) Upaya pemerintah kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam mewujudkan program kerja baru salah satunya adalah dengan menerapkan program life skill, meski program ini belum berjalan tetapi diyakini akan membawa perubaha yang signifikan bagi kemandirian pemuda di Madina Demikian disampaikan oleh Kadispora, Budpar melalui Kasi Bina kewirausahaan pemuda, Daniel Rangkuti kepada MO, Jumat di Panyabungan, […]

  • DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Selama 3 (tiga) hari ke depan DPC Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mendistribusikan bantuan untuk 50 masjid yang tersebar di wilayah Madina. Ketua Ikanas Khusus dr. Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Biro Ekonomi dan Bisnis DPD Ikanas Sumatera Utara Drs. H. Syafaruddin Nasution kepada […]

  • Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    Proyek Sawah Cina Digandeng Negara, Nasib Petani Lokal Bagaimana?

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Ibu dan Pemerhati Umat Berlatarbelakang negara agraris, Indonesia terkenal sebagai negeri yang maju sektor pertaniannya. Sayangnya akibat salah kelola kekayaan alam terkesan dijajah oleh ekonomi neoliberalis kapitalisme kini ketahanan pangan nasional dalam ancaman. Nasib petani lokal kini bisa terancam. Sungguh ironis bangsa kita terkenal dengan julukan gemah ripah loh jinawi. Namun kini […]

  • Sengketa Lahan Warga Angkola Hadang Truk CPO PT ANJ

    Sengketa Lahan Warga Angkola Hadang Truk CPO PT ANJ

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Ratusan warga dari 8 desa di Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memasang portal, sekaligus menghadang truk pengangkut CPO PT Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Agri Siais, di Desa Napa, Selasa (10/1). Tindakan masyarakat yang tergabung Kelompok Tani Andalan (KTA) Napan itu sebagai bentuk kekecewaan atas tindakan perusahaan perkebunan swasta itu yang diklaim menyerobot […]

  • Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

    Buntut Kontes Homoseks di Sidimpuan

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Akong : LGBT Perusak Moral, Budaya dan Agama PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontes homoseks di Padang Sidempuan baru-baru ini menuai kecaman. Kontes itu dinilai cenderung kepada upaya melestarikan budaya kebebasan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT). Padahal, LGBT ini selain bertentangan dengan konstitusi di NKRI, juga akan merusak moral dan budaya masyarakat serta kesehatan manusia. Kontes […]

expand_less