Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode

Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Halvionata Auzora Siregar
Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe

 

Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap MPR yang termasuk dalam hierarki  peraturan perundang undangan.

Sekarang kita perlu bertanya, apakah urgensinya wacana tersebut ketika semua masyarakat dan bangsa kita yang sedang dilanda pandemi? Saya menganggap apa yang diwacanakan oleh MPR tidak menyambung dengan apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

Saya juga melihat ini adalah ketidakromantisan para elit politik dikarenakan apa? Pada saat ini akses publik sangat terbatas, dan ini mengingatkan kita pada Pemilu 2019 lalu banyak para caleg dari berbagai  partai politik tetapi tak ada satu pun yang berjanji tentang amandemen UUD 1945 tentang PPHN seperti yang diwacanakan ketua MPR RI tersebut. Artinya apa kalimat yang keluar dari seorang pemangku kekuasaan yaitu demi kepentingan publik itu hanyalah mencakup lembaga-lembaga dan ormas-ormas saja. Wacana ini seperti yang saya katakan di awal adalah kepentingan para elit politik saja untuk membuka ruang bergerak lebih leluasa.

Kalau kita kaji secara teoritik yaitu tentang living constitution dari tulisan David Claws, tanpa diubah pun konstitusi itu bisa menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan zaman kecuali terdesak, ingat terdesak!!

Ketika ketua MPR RI memberikan wacana tersebut, apakah yang lebih mendesak untuk bangsa ini, PPHN ataukah selesai dari pandemi? Pokok-pokok haluan negara atau nama lain dari GBHN dulu akan berdampak pada konsep dari ketatanegaraan dan memberikan peluang untuk MPR menjadi kembali sebagai lembaga tertinggi negara.

Saya melihat tidak ada urgensinya mewacanakan hal itu karena kita masih mempunyai UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai landasan dan UU Nomor 17 Tahun 2007  tentang Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional tahun 2005-2025 yang berfungsi sebagai arah dan prioritas pembangunan yang akan dilakukan secara bertahap selama 20 tahun.

UU tentang pembangunan bangsa kita sudah ada, kenapa harus PPHN dan penambahan kewenangan? Dari itu saya menilai amanat dari UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJP Nasional 2005-2025 gagal dilaksanakan, dengan itu lebih baik pemerintah melakukan evaluasi selama 20 tahun ini pembangunan kita sebagai bangsa sudah dilaksanakan dan diselesaikan?

Kalau alasannya hanya perbedaan visi dan misi antara periode presiden yang menjabat, itu sudah dijelaskan dalam Pasal 5 Ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJP yaitu: Dalam rangka menjaga kesinambungan pembangunan dan untuk menghindarkan kekosongan rencana pembangunan nasional, Presiden yang sedang memerintah pada tahun terakhir pemerintahannya diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk tahun pertama periode pemerintahan Presiden berikutnya.

Kalaulah pasal 5 ini diabaikan, pasti akan terjadi bangunan terbengkalai dan terjadi inkonsistensi, makanya  RPJP ini sebagai arah dan prioritas pembangunan untuk bangsa kedepannya. Kalau pembangunan bangsa kita belum terlaksana tak perlu kiranya mereinkarnasikan yang sama halnya dengan GBHN tanpa PPHN. Apabila pemerintah konsisten, cukup merevisi UU Nomor 17 Tahun 2007.

Maka dari itu, saya harapkan kepada MPR RI dan lembaga pemerintah lainnya untuk fokus terlebih dahulu menangani pendemi covid-19 daripada membahas yang tidak sama sekali ada urgensinya bagi masyarakat.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tol Trans Sumatera Diserbu Pemudik, Kendaraan Melonjak 50%

    Tol Trans Sumatera Diserbu Pemudik, Kendaraan Melonjak 50%

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tol Trans Sumatera Diserbu Pemudik, Kendaraan Melonjak 50% JAKARTA (Mandailing Online) – Sejak 5 hari jelang lebaran, PT Hutama Karya (Persero) mencatat lebih dari 8 ribu kendaraan dari Jawa memadati Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Angka ini merupakan jumlah kendaraan yang masuk ke JTTS via GT Bakauheni Selatan per Rabu (27/4) malam. Total lalin […]

  • Arsiparis Pemko Padangsidimpuan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Madina

    Arsiparis Pemko Padangsidimpuan Kunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Arsiparis dan Penyuluh Kearsipan Dinas Perpustakaan Pemko Padangsidimpuan mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mandailing Natal (Madina). Kedatangan rombongan dari pemerintah kota tetangga itu diterima oleh Kepala Bidang Pembinaan, Pengelolaan, dan Pengawasan Kearsipan Mukhtar Nasution, Rabu (28/9). Mewakili Kadis Perpustakaan Madina, Mukhtar Nasution menyebut, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan arsiparis dan penyuluh […]

  • Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis, alumni Komunitas Menulis Online, tinggal di Tapanuli Utara Hidup di dalam sistem yang berlandaskan kapitalisme-sekuler semakin menyengsarakan kehidupan manusia. Bagaimana tidak? Sistem ini hanya menerapkan hukum sesuai hawa nafsu berdasarkan akal manusia, memisahkan agama dari kehidupan, mencampakkan hukum dari Tuhan sehingga problematika kehidupan kian hari kian parah, masalah bertambah tanpa ada […]

  • Delapan Mal Baru Siap Hadir di Jabodetabek Tahun Ini

    Delapan Mal Baru Siap Hadir di Jabodetabek Tahun Ini

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pusat belanja memadati Jabodetabek dengan penuh sesak. Mereka seperti berevolusi, dengan tidak hanya menawarkan wisata belanja namun juga hiburan dan pendidikan bagi masyarakat. Tahun ini pun masyarakat bersiap dimanjakan oleh mal-mal baru yang siap beroperasi. Berdasarkan catatan Colliers Indonesia, sepanjang 2012 ruang pusat belanja akan tumbuh 5,6% di area Jakarta menjadi 335,45 ribu meter […]

  • Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Didukung

    Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Didukung

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Salah satu tokoh Mandailing Natal yang berdomisili di Jakarta, Asman Akhir Nasution mengatakan, Senin (23/3/2015) bahwa acara Forum Grup Diskusi tentang Geothermal (Panas Bumi) yang diselengarakan di Panyabungan pada 17 Maret lalu, merupakan sebuah langkah yang positif. Apalagi, menurutnya, acara yang diprakarsai oleh Bupati Mandailing Natal, H. Dahlan Nasution itu […]

  • Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    Tahun Ini, Alokasi Dana Desa Rp8 M

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN – Tahun ini, Pemerintah Kota Padangsidimpuan menerima alokasi Dana Desa sekitar Rp8 miliar. Hal itu sesuai dengan adanya program pemerintah pusat untuk mengembangkan dan meningkatkan pembangunan desa. Hal ini disampaikan Walikota Psp Andar Amin Harahap, Senin (30/3) melalui Kepala Bappeda Iswan Nagabe Lubis. Menurutnya, Psp yang merupakan salah satu  daerah pemerintah kota di Sumut […]

expand_less