Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Reses di Hutabargot Lombang, Zubaidah: Saya Tidak Berjanji, tapi Akan Berusaha

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
  • print Cetak

Zubaidah Nasution (2 dari kanan) Melaksanakan Reses di Hutabargot Lombang/Roy Adam.

HUTABARGOT (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari fraksi Partai Golkar Zubaidah Nasution melaksanakan reses I tahun sidang 2021-2022 di Hutabargot Lombang, Senin (20/12).

Reses Ketua Komisi I DPRD ini mendapat sambutan yang positif dari masyarakat. Termasuk pihak kecamatan.

Sekretaris Kecamatan Elvi Adila mengaku bangga dengan Zubaidah yang memilih Hutabargot Lombang sebagai tempat reses meskipun bukan daerah basis suara pada pileg 2019 lalu.

“Saya bangga dengan Bu Zubaidah yang memilih desa kita sebagai tempat reses. Padahal pada pileg 2019, Hutabargot ini bukan daerah basis suara Bu Zubaidah,” katanya.

Elvi berharap kedatangan Ketua Komisi I DPRD ini bisa menimbang dan mengakomodir aspirasi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Samidun. Ia meminta agar permintaan masyarakat tidak sebatas dicatat saja.

Reses yang berjalan dengan penuh kekeluargaan ini menghasilkan beberapa aspirasi untuk dibawa Zubaidah ke gedung dewan dan menyampaikannya kepada pemerintah.

Adapun poin-poin yang menjadi aspirasi masyarakat adalah pembangunan jalan desa sepanjang 500 meter, perbaikan dek parit, perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat banjir beberapa hari lalu, dan perbaikan musala di desa tersebut.

“Kami minta perbaikan aliran irigasi yang rusak akibat banjir. Kalau ini tidak diperbaiki masyarakat akan berhenti bersawah di Saba Dolok,” ujar Suhron, salah satu peserta reses.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Zubaidah mengatakan, tidak berjanji permintaan masyarakat akan dipenuhi pemerintah, tapi akan berusaha maksimal dan mengawal aspirasi itu sehingga bisa menjadi prioritas.

“Kita harapkan ini juga disampaikan di Musrenbang. Saya datang ke sini memang untuk menjemput aspirasi, saya tidak berjanji, tapi saya berusaha ini yang diusulkan kita sampaikan agar menjadi rencana kerja dan rencana prioritas,” katanya.

Zubaidah mengungkapkan, sengaja memilih Hutabargot Lombang sebagai tempat reses karena masyarakat di wilayah tersebut merupakan bagian dari konstituennya.

“Kebetulan rezekinya dulu tidak banyak dari sini. Sebelumnya saya sudah reses di beberapa kecamatan lain. Tidak elok tidak menghadiri masyarakat di dapil kita. Soal rezeki itu urusan Allah,” sebutnya.

Reses Ketua KPPG ini turut dihadiri Sekcam Hutabargot Elvi Adila, Kepdes Hutabargot Lombang Suhron, Tokoh Agama Muhammad Sofyan, Ketua PK Golkar Hutabargot, dan ratusan warga lainnya.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Apa itu Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk ??? semacam makanankah? Atau tempat kah? Atau semacam mitos??? Yaa, Si bulus-bulus Si rumbuk-rumbuk merupakan karya fenomenal dari Sati Nasution. Siapakah dia??? mungkin banyak orang yang tdk mengenalnya. Bahkan orang mandailing (ato batak) pun banyak tidak mengenalnya. Beliau adalah pahlawan (menurut orang mandailing) pendidikan (pemikir) tentang pentingnya sekolah (menuntut […]

  • Aparat hukum gampang dibeli?

    Aparat hukum gampang dibeli?

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Kasus plesiran terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Halomoan Tambunan ke Bali, merupakan sebuah aib bagi institusi kepolisian yang tak akan terlupakan. Pasalnya Gayus sedang menjalani masa penahanan di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, lokasi yang mendapatkan pengawalan super ketat dari kepolisian. Namun karena pundi-pundi rupiah yang dimilikinya, Gayus berhasil ‘membeli’ beberapa […]

  • Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    Pembangunan Gedung Markas PMI di Madina Sudah 6 Kali Penganggaran

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menjalankan fungsi pengawasan nya lewat tinjauan lapangan melihat secara langsung progres pembangunan yang sumber dananya dari APBD Kabupaten untuk tahun 2025. Hari ini Komisi III tinjauan lapangan ke pembangunan gedung Markas PMI ( palang merah indonesia ). Dari data yang di dapat […]

  • Polres Madina Didesak Proses Penghina Wartawan

    Polres Madina Didesak Proses Penghina Wartawan

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal didesak secepatnya memproses kasus penghinaan profesi wartawan oleh seorang gadis berinisial Ra. Ra yang disebut berdomisli di kawasan Panyabungan itu dilaporkan ke Polres Mandailing Natal terkait statusnya di akun facebook menghina profesi wartawan. Pengaduan dilayangkan sejumlah wartawan ke Polres Madina pada Selasa (30/5) lalu. Pengaduan itu tertuang […]

  • Kebijakan Publik Harus Berdasarkan Data Relevan

    Kebijakan Publik Harus Berdasarkan Data Relevan

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Untuk mencapai “Akselerasi Pembangunan Menuju Mandailing Natal yang Mandiri, Kompetitif, Berkeadilan dan Bermanfaat” sebagai visi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) di bawah kepemimpinan H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution kebijakan publik yang diambil harus berdasarkan data yang relevan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Madina Atika Azmi […]

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

    • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing Syekh Abdul Manan Siregar lahir di Sipirok pada tahun 1894 dan wafat pada tahun 1989 di Padangsidimpuan. Pada usia mudanya ia bercita-cita menjadi ulama. Ia pun meningkalkan desanya, Sipirok, berjalan kaki selama berhari-hari menempuh jarak hampir 300 kilometer menuju Basilam di Tanjungpura. Untuk belajar agama pada […]

expand_less