Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Aksi Tari Ular, Ketua DPRD Madina Harusnya Arif dan Bijaksana

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 28 Jan 2022
  • print Cetak

Miswaruddin Daulay

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Persoalan tari ular di restauran Dapoer Nenek, Panyabungan yang menghebohkan Kabupaten Madina dalam dua hari ini terus memunculkan stigma baru.

Sudah banyak yang mengklarifikasi dan memohon maaf. Tetapi beberapa oknum memplintir persoalan tari ular tersebut sebagai kelalaian Pemkab Madina.

“Perlu diketahui bersama, Saudara Ketua DPRD Madina yang hadir di acara tersebut seharusnya memberikan contoh yang baik dan mendidik. Dengan menasehati penyelenggara acara,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Madina, Miswaruddin Daulay dalam rilis pers diterima Mandailing Online, Jum’at (28/1/2022).

Menurut Miswar, logikanya kecil kemungkinan Ketua DPRD Madina tidak mengetahui bentuk acara tersebut, dan sangat tidak mungkin beliau tidak melihat orang-orang yang hadir di acara tersebut berikut dengan gaya pakaian masing-masing.

“Mengapa para tamu tidak diingatkan oleh Saudara Ketua DPRD Madina selaku perpanjangan lidah rakyat dengan menegor penyelenggara?”.

Meskipun Madina sudah zona hijau, namun dengan adanya lagi varian virus Corona yaitu varian Omicron. Tentunya keramaian seperti pesta ular tersebut sangat berbahaya.

“Karena berdasarkan investigasi di lapangan. Para tamu undangan tersebut banyak dari luar Madina. Sementara keadaan dan kondisi para tamu tidak diketahui, ditambah prokes tidak diterapkan,” ungkap Miswar.

Meskipun pemilik acara sudah meminta maaf, namun Miswar menyayangkan adanya beberapa oknum yang menggiring dan memplintir persoalan ini sebagai kelalaian Pemkab Madina.

“Yang menjadi pertanyaan adalah orang nomor satu di gedung parlemen Madina, dimana sikap dan tanggungjawabnya. Baiknya sebelum menghadiri acara tersebut saudara ketua DPRD Madina meng-crosscek di lapangan. Ini kami duga bukan murni kelalaian, tapi lebih kepada pembiaran,” katanya.

“Kita sangat takut, dengan kejadian ini akan mengundang murka Allah SWT. Semoga kita diberikan hidayah agar selalu menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik. Karena tidak semua harus dijadikan objek politik”.

Sementara itu, Anggota Dewan Pendidikan Madina, Herman Birje Nasution menyambung pernyataan Miswar, mendesak Ketua Mahkamah Kehormatan DPRD Madina memanggil dan memeriksa Ketua DPRD Madina karena diduga melanggar kode etik anggota legislatif.

“Kode etik anggota DPRD sesuai Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 pasal 3 ayat 1 yang berbunyi “anggota harus menghindari perilaku tidak pantas atau tidak patut yang dapat merendahkan citra dan kehormatan DPR, baik di dalam gedung DPR maupun di luar gedung DPR menurut pandangan etika dan norma yang berlaku dalam masyarakat”, ujar Birje.

Hal ini, kata Birje tidak boleh dibiarkan karena mencoreng nama baik lembaga legislatif Madina.

Di hari yang sama, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyatakan bahwa dia tidak mengetahui sama sekali susunan acara di restauran Dapoer Nenek sebelum menghadiri acara itu.

“Yang saya tahu acara ulang tahun itu adalah ulang tahun warga biasa,” kata Erwin menjawab pertanyaan yang dilansir StartNews melalui sambungan telepon, Jumat (28/1/2022).

Bahkan, untuk meyakinkan konten pidatonya pada acara tersebut, Erwin mengirimkan rekaman video keberadaannya di acara itu.

“Yang saya ketahui acara itu ulang tahun saudara Rihanna, dan undangannya tertuju kepada anak dan keluarga saya. Siapapun yang mengundang saya di hal positif selagi ada waktu saya hadir,” katanya.

Erwin menyayangkan beredarnya informasi yang menggiring acara itu ke acara LGBT. Pasalnya, banyak tamu undangan acara ultah itu mengenakan hijab dan para orangtua yang membawa keluarganya. Itu sebabnya, Erwin tidak menyangka bakal ada pertunjukan tari ular di acara ultah itu.

Terkait masalah kerumunan dan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19, Erwin mengaku saat memberikan sambutan telah mengimbau para tamu menerapkan protokol kesehatan.

“Saya menganjurkan para tamu undangan agar tetap mengikuti protokol kesehatan sewaktu saya ada kesempatan menyampaikan pidato di acara itu,” ujarnya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 44 Penghalang Perluasan Lahan Ubi Kayu

    SK 44 Penghalang Perluasan Lahan Ubi Kayu

    • calendar_month Kamis, 4 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kesulitan bahan baku ubi kayu yang dialami pelaku industri keripik di Mandailing Natal (Madina) disebabkan peningkatan produk ubi kayu yang statis tak mampu mengikuti trend makin bertambahnya jumlah industri keripik. “Akibatnya, ubi kayu makin sulit memenuhi kebutuhan industri yang makin berkembang jumlah maupun produknya,” kata Sutan Mangkutur, pengamat Madina, menjawab Mandailing […]

  • Hutan Madina Akan Dijadikan Latihan Perang TNI

    Hutan Madina Akan Dijadikan Latihan Perang TNI

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Wilayah hutan Mandailing Natal akan dijadikan lokasi latihan perang TNI. Demikian dikatakan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madina, Rabu (13/1). Dikatakannya, sangat tepat apabila hutan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini dijadikan lokasi latihan perang hutan bagi prajurit TNI. Pangdam […]

  • Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    Penyakit Merkuri tidak Spontanitas

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Merkuri (air raksa) adalah hasil dari proses pengelolaan batuan emas. Merkuri biasanya akan menimbulkan berbagai penyakit, namun tidak datang secara spontanitas tapi terlihat beberapa tahun kemudian. Hal ini dikatakan Kabid Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Madina, Marah Rusli Harahap kepada METRO di ruang kerjanya, Rabu (11/1). Dia menjelaskan itu, sehubungan dengan maraknya penamabanagn emas di Hutabargot. […]

  • Sering Dipukul, Anak Dibawah Umur Kampak Korban Hingga Tewas

    Sering Dipukul, Anak Dibawah Umur Kampak Korban Hingga Tewas

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Diduga akibat sakit hati karena sering dipululi, membuat seorang anak dibawah umur nekat memukul Sunardi (32) warga kelurahan Kota Siantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Minggu Malam (14/2). Akibatnya Sunardi tewas di RSU Panyabungan malam itu juga. Sunardi dikampak oleh M (16 tahun) yang masih tetangga korban di sebuah warung kopi di Kota […]

  • SD Negeri 240 Bagai Kandang Ayam

    SD Negeri 240 Bagai Kandang Ayam

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Kondisi bangunan SD Negeri 240 Desa Bandar Panjang Tuo bagai kandang kambing. Warga meminta Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, Jamila Harahap,SH jangan menutup mata. Jangan membiarkan murid belajar di gendung yang bagai kandang kambing. Dalam laporan yang disampaikan warga kepada Mandailing Online, Senin (27/5) hampir semua sisi gedung sekolah itu tak […]

  • Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    Naskah Deklarasi "Batang Pungkut Green Conservation"

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

expand_less