Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Hosni Mubarak MUNDUR, Militer Berkuasa!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


KAIRO –
Setelah sekitar dua juta demonstran di Lapangan Tahrir mengancam akan menjatuhkan presiden secara paksa, Hosni Mubarak akhirnya memilih mundur sendiri. Menurut Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, Presiden Hosni Mubarak sudah menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaannya kepada pihak militer.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Sulaiman seperti dilansir TV Al Jazeera, Jumat (11/2/2011) malam. Omar Sulaiman mengatakan bahwa tampuk kepemimpinan Mesir telah diserahkan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, masa-masa sulit di Mesir telah terlewati. Presiden Hosni Mubarak telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden republik ini dan telah dibebankan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata untuk mengatur urusan negara,” kata Omar Sulaiman dalam pidatonya.

Sementara, dikatakan oleh sejumlah pejabat Mesir, pascapengumuman tersebut Hosni Mubarak langsung meninggalkan Resor Laut Merah, Kairo yang mana tempat tersebut merupakan tempat tinggalnya.

Akibat dari pengumuman tersebut puluhan ribu warga Mesir yang sedianya telah memadati kota Kairo sejak dua pekan lalu bersorak gembira dengan melambaikan bendera. Kegembiraan warga Mesir sangat tampak jelas dengan gambar yang ditayangkan TV tersebut. Para demonstrans saling merangkul dan bersorak riang.

Sebelumnya, jutaan pengunjuk rasa memenuhi Lapangan Tahrir, Kairo, Jumat (11/2/2011), dan meneriakkan, “militer dan rakyat bersatu dalam satu gengaman tangan”.

Pengunjuk rasa pro-demokrasi meminta jutaan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak yang menolak untuk mundur.

Dalam pernyataan yang dibacakan stasiun televisi pemerintah, militer mengumumkan akan menarik hukum gawat darurat yang dibuat 30 tahun silam namun hanya saat situasi buruk sudah berakhir.

Militer berjanji akan melakukan perubahan konstitusi dan juga pemilu yang jujur serta adil dan meminta agar aktivitas bisnis kembali ke situasi normal.

Saksi mata mengatakan jika Lapangan Tahrir dipenuhi jutaan pengunjuk rasa yang marah dan bersumpah akan menjadikan hari Jumat sebagai hari akhir dari aksi mereka.

“Mereka marah, frutasi, dan mengatakan akan melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar (berkumpul) di Lapangan Tahrir,” demikian keterangan seorang saksi mata.

Para pengunjuk rasa ini meminta 20 juta warga Mesir keluar dan melakukan aksi yang disebut Farewell Friday sebagai upaya terakhir menjatuhkan Mubarak. (*)
Sumber : Tribunnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    TKW Asal Batubara Diterlantarkan di Malaysia

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Tenaga kerja wanita asal Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Nurmadaniyah (16) mengaku ditelantarkan di Malaysia, meski telah empat bulan berada di negara itu. Pengakuan tersebut disampaikan orang tua kandung Nurmadaniyah, Effendi penduduk Dusun 7 Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Batubara, di Medan, Senin 29 November 2010. Sebenarnya, kata Effendi, cukup banyak masalah dengan keberangkatan […]

  • MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa. Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis. Berbeda […]

  • Banjir dan Longsor Hantam Tapsel

    Banjir dan Longsor Hantam Tapsel

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Setidajknya 2 desa di Kabupaten Tapanli Selatan banjir akibat sungai Batangtoru meluap. Kedua desa itu adalah Desa Bandar Tarutung dan Desa Sibara-bara Kecamatan Angkola Sangkunur. Pihak Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan (Tapsel) menyatakan terpaksa menunda pelaksanaan ujian akhir sekolah di dua SD Sibara-bara dan Bandar Tarutung, Senin (16/5), karena gedung sekolah juga […]

  • Rancangan APBD 2022 Diajukan 1,2 Triliun

    Rancangan APBD 2022 Diajukan 1,2 Triliun

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal tahun 2022 diajukan sebesar Rp 1.231.220.089.584. Rancangan ini diajukan Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution di Rapat Paripurna DPRD, Jum’at (26/11/2021). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Mandailing Natal, Erwin Efendi Lubis. Angka 1,2 triliun itu belum termasuk dana yang […]

  • Penggunaan Dana ADD di Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur masih dipertanyakan

    Penggunaan Dana ADD di Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur masih dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Beginilah kondisi Aek Gorsing Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal yang jauh dari pembangunan. Meskipun Pemerintah telah menganggarkan Dana ADD untuk pengembangan dan pembangunan Desa ini puluhan juta setiap tahunnya namun kondisi desa tersebut seperti tak bertuan, Diharapkan pemonitoringan dana ADD untuk tercapainya program pemerintah agar tidak dimanfaatkan bagi kepentingan oknum pribadi. […]

  • POTRET BURAM NEGERI

    POTRET BURAM NEGERI

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani,S.Pd.I Guru di Medan Angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Ditambah harus berhadapan dengan wabah covid-19 yang hingga kini belum sirna, diperkirakan bisa bertambah. Bukan hanya kaum laki-laki yang banyak kehilangan pekerjaan. Tak jarang, perempuan pun harus ikut terjun mencari nafkah demi untuk kebutuhan hidup. Seorang nenek dan cucunya viral di sosial media. […]

expand_less