Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kritik Untuk SBY "Pemimpin, Keberanian, dan Perubahan"

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 12 Sep 2010
  • print Cetak


Tulisan Kolonel Adjie Suradji Berisi Kritik pada SBY di Harian Kompas
Oleh: Adjie Suradji

Terdapat dua jenis pemimpin cerdas, yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan.

Untuk menciptakan perubahan (dalam arti positif), tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas sebab kadang kala kecerdasan justru dapat menghambat keberanian. Keberanian jadi satu faktor penting dalam kepemimpinan berkarakter, termasuk keberanian mengambil keputusan dan menghadapi risiko. Kepemimpinan berkarakter risk taker bertentangan dengan ciri-ciri kepemimpinan populis. Pemimpin populis tidak berani mengambil risiko, bekerja menggunakan uang, kekuasaan, dan politik populis atau pencitraan lain.

Indonesia sudah memiliki lima mantan presiden dan tiap presiden menghasilkan perubahannya sendiri-sendiri. Soekarno membawa perubahan besar bagi bangsa ini. Disusul Soeharto, Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

Soekarno barangkali telah dilupakan orang, tetapi tidak dengan sebutan Proklamator. Soeharto dengan Bapak Pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial ekonomi rakyat. Habibie dengan teknologinya. Gus Dur dengan pluralisme dan egaliterismenya. Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, karena dari lima mantan RI-1, ia yang mengakhiri masa jabatan tanpa kekisruhan. Yang lain, betapapun besar jasanya bagi bangsa dan negara, ada saja yang membuat mereka lengser secara tidak elegan.

Sayang, hingga presiden keenam (SBY), ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elite negeri ini. Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik, isu ”Bersama Kita Bisa” (2004) dan ”Lanjutkan” (2009), seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional.

Artinya, apabila pemerintahan SBY berniat memberantas korupsi, seharusnya fiat justitia pereat mundus—hendaklah hukum ditegakkan—walaupun dunia harus binasa (Ferdinand I, 1503-1564). Bukan cukup memperkuat hukum (KPK, MK, Pengadilan Tipikor, KY, hingga Satgas Pemberantasan Mafia), korupsi pun hilang. Tepatnya, seolah-olah hilang. Realitasnya, hukum dengan segala perkuatannya di negara yang disebut Indonesia ini hanya mampu membuat berbagai ketentuan hukum, tetapi tak mampu menegakkan.

Quid leges sine moribus (Roma)—apa artinya hukum jika tak disertai moralitas? Apa artinya hukum dengan sedemikian banyak perkuatannya jika moral pejabatnya rendah, berakhlak buruk, dan bermental pencuri, pembohong, dan pemalas?

Keberanian

Meminjam teori Bill Newman tentang elemen penting kepemimpinan, yang membedakan seorang pemimpin sejati dengan seorang manajer biasa adalah keberanian (The 10 Law of Leadership). Keberanian harus didasarkan pada pandangan yang diyakini benar tanpa keraguan dan bersedia menerima risiko apa pun. Seorang pemimpin tanpa keberanian bukan pemimpin sejati. Keberanian dapat timbul dari komitmen visi dan bersandar penuh pada keyakinan atas kebenaran yang diperjuangkan.

Keberanian muncul dari kepribadian kuat, sementara keraguan datang dari kepribadian yang goyah. Kalau keberanian lebih mempertimbangkan aspek kepentingan keselamatan di luar diri pemimpin—kepentingan rakyat—keraguan lebih mementingkan aspek keselamatan diri pemimpin itu sendiri.

Korelasinya dengan keberanian memberantas korupsi, SBY yang dipilih lebih dari 60 persen rakyat kenyataannya masih memimpin seperti sebagaimana para pemimpin yang dulu pernah memimpinnya.

Memang, secara alamiah, individu atau organisasi umumnya akan bersikap konservatif atau tak ingin berubah ketika sedang berada di posisi puncak dan situasi menyenangkan. Namun, dalam konteks korupsi yang kian menggurita, tersisa pertanyaan, apakah SBY hingga 2014 mampu membawa negeri ini betul-betul terbebas dari korupsi?

Pertanyaan lebih substansial: apakah SBY tetap pada komitmen perubahan? Atau justru ide perubahan yang dicanangkan (2004) hanya tinggal slogan kampanye karena ketidaksiapan menerima risiko-risiko perubahan? Terakhir, apakah SBY dapat dipandang sebagai pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan konsisten dalam pengertian teguh dengan karakter dirinya, berani mengambil keputusan berisiko, atau justru menjalankan kepemimpinan populis dengan segala pencitraannya?

Indonesia perlu pemimpin visioner. Pemimpin dengan impian besar, berani membayar harga, dan efektif, dengan birokrasi yang lentur. Tidak ada pemimpin tanpa visi dan tidak ada visi tanpa kesadaran akan perubahan. Perubahan adalah hal tak terelakkan. Sebab, setiap individu, organisasi, dan bangsa yang tumbuh akan selalu ditandai oleh perubahan- perubahan signifikan. Di dunia ini telah lahir beberapa pemimpin negara yang berkarakter dan membawa perubahan bagi negerinya, berani mengambil keputusan berisiko demi menyejahterakan rakyatnya. Mereka adalah Presiden Evo Morales (Bolivia), Ahmadinejad (Iran), dan Hugo Chavez (Venezuela).

Indonesia harus bisa lebih baik. Oleh karena itu, semoga di sisa waktu kepemimpinannya—dengan jargon reformasi gelombang kedua—SBY bisa memberikan iluminasi (pencerahan), artinya pencanangan pemberantasan korupsi bukan sekadar retorika politik untuk menjaga komitmen dalam membangun citranya. Kita berharap, kasus BLBI, Lapindo, Bank Century, dan perilaku penyelenggara negara yang suka mencuri, berbohong, dan malas tidak akan menjadi warisan abadi negeri ini. Sekali lagi, seluruh rakyat Indonesia tetap berharap agar Presiden SBY bisa membawa perubahan signifikan bagi negeri ini.

Adjie Suradji, Anggota TNI AU
Sumber : kompas

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Rumah Ludes Terbakar di  Desa Bangun Purba

    Satu Rumah Ludes Terbakar di Desa Bangun Purba

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MERAPI (Mandailing Online) – Satu unit rumah semi permanen ludes dilalap api di Desa Bangun Purba, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Mandailing Natal (Madina). Peristiwa kebakaran ini terjadi sekitar pukul 17:30 WIB, Kamis (13/03/2014). Berdasar keterangan warga, rumah tersebut milik Pak Lokot. Tidak ada korban jiwa, tetapi semua isi rumah ludes terbakar, tidak satupun […]

  • Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    Pria Tewas Dikroyok di Lokasi Pengolahan Limbah Tambang Emas Ilegal Diketahui Warga Panyabungan Tonga

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online- Pria yang tewas diduga di kroyok dilokasi pengolahan limbah tambang emas ilegal ( tong ) di Desa Runding Kecamatan Panyabungan Barat diketahui bernama Pardi Warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan Kota. Sejauh ini belum ada keterang resmi dari Kepolisian terkait kasus ini. Diberitakan sebelumnya seorang pria paruh baya tewas diduga dihajar di […]

  • Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    Isu Mutasi Merebak di Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir issu mutasi besar-besaran menjadi pembicaraan hangat dikalangan PNS Pemkab Mandailing Natal. Bahkan beberapa nama sudah diproyeksikan jatah menduduki jabatan eselon II, III dan IV. Perbincangan hangat di kalangan PNS itu menyebutkan bahwa nama-nama yang akan menduduki jabatan itu merupakan mereka aktif ikut dalam kunjungan kerja bupati di […]

  • Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    Pilkada Madina, Perempuan Lebih Banyak Datang ke TPS

    • calendar_month Jumat, 11 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Total Tingkat Kehadiran Hanya 57,47 % PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berdasar amatan Mandailing Online di website KPU Madina, jumlah yang datang ke TPS atau yang menyalurkan hak pilih sebanyak 189.477 orang terdiri dari 85.365 pria dan 101.162 perempuan. Jumlah itu dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) sebanyak 329.697 terdiri dari 158.404 pria dan 168.473 perempuan. Berdasar […]

  • Minat Lanjut Perguruan Tinggi Rendah, Kasek SMAN 1 Panyabungan Timur Lakukan Berbagai Upaya

    Minat Lanjut Perguruan Tinggi Rendah, Kasek SMAN 1 Panyabungan Timur Lakukan Berbagai Upaya

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Tahun ini Perguruan tinggi akan kembali buka pendaftaran mahasiswa baru seiring berakhirnya tahun ajaran. Di SMA N 1 Panyabungan Timur, Madina minat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi hanya 20 persen saja. Kondisi ini akibat faktor ekonomi. Arifin Harahap Kepala SMA N 1 Panyabungan Timur mengatakan banyak murid yang berprestasi di sekolahnya, […]

  • DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    DPRD Pertanyakan Dana Kesehatan Warga Miskin 5 Milyar

    • calendar_month Jumat, 4 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Mandailing Natal (Madina) meningkatkan alokasi anggaran kesehatan untuk warga miskin menjadi 5 Milyar Rupiah, mulai dipertanyakan pihak DPRD Madina. Peningkatan anggaran kesehatan untuk warga miskin ini merupakan implementasi visi misi Hidayat-Dahlan dalam hal kesehatan gratis di Kabupaten Mandailing Natal yang secara teknis diterapkan dengan sistem Jaminan Kesehatan Daerah atau […]

expand_less