Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pengakuan Ismed Harahap, Keluarga Honorer yang Mengaku Ditiduri Anggota DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Widuri Diimingi Lulus CPNS
MADINA;
Pihak keluarga Widuri (nama samaran) membantah jika mereka ada melakukan pemerasan terhadap Djakfar S Nasution, anggota DPRD Madina. Sebaliknya, keluarga korban mengungkapkan, Djakfar pernah menjanjikan kepada Widuri akan diluluskan CPNS asalkan tidak memberitahukan kejadian asusila tersebut kepada orang lain.
Hal itu dikatakan sepupu Widuri, Ismed Harahap (30), warga Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Madina kepada METRO, Rabu (9/2) siang melalui telepon selularnya.
“Dia (Widuri, red) pernah bercerita kepada keluarganya jika Djakfar pernah menjanjikannya untuk diluluskan sebagai CPNS. Memang Djakfar lah yang memasukkan korban sebagai tenaga honor di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina sebulan sebelum kejadian tersebut,” kata Ismed.
Diutarakannya, usai perbuatan asusila tersebut, Widuri juga mengaku kepada keluarganya bahwa dirinya diberikan uang oleh Djakfar sebesar Rp2,5 juta agar pergi ke Jakarta untuk menutupi kejadian itu.
Ditambahkan Ismed, pihak keluarga Djakfar juga pernah mendatangi keluarga korban untuk meminta damai. Namun, ketika itu pihak keluarga Widuri tidak menerima perdamaian itu. Keluarga Widuri hanya meminta pertanggungjawaban Djakfar.
“Jadi dari segi mana dia bilang kami memeras? Bahkan keluarganya pernah mendatangi keluarga kami untuk berdamai, tapi keluarga sepakat untuk tidak menerima itu. Dan saat ini akibat rasa malu yang ditanggung oleh korban, sejak kejadian itu, dia (Widuri, red) memilih untuk tidak bekerja lagi dan dia (Widuri) berada di Medan,” sebutnya lagi.
Masih dikatakan Ismed, beberapa waktu setelah kejadian, Djakfar sempat mengaku kepada Ismed bahwa dirinya bersama Widuri di dalam kamar sebuah hotel. Namun, Djakfar mengaku hanya mandi saja.
”Ada pesan singkat Djakfar (SMS, red), dia katakan kalau dia bersama korban di kamar hotel itu, tapi hanya sekedar mandi saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Madina, Sariful Sarling Lubis saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya mengaku belum menerima laporan atau pengaduan terkait persoalan yang menimpa Djakfar.
Dikatakan Sariful, dirinya mengetahui kabar tersebut dari media dan isu-isu yang disampaikan oleh rekannya di DPRD Madina.
”Kita di BK belum menerima laporan atau pengaduan soal kasus ini, dan kita ketahui baru dari media dan isu saja. Dan kalau tak ada laporan masuk, kita tak bisa memproses saudara Djakfar. Dan dari fraksi sendiri akan kita musyawarahkan dulu,” kata Sarling yang merupakan satu fraksi dengan Djakfar yakni Fraksi Golkar Plus.
Djakfar saat hendak dikonfirmasi METRO terkait pernyataan salah seorang keluarga Widuri tersebut melalui telepon selulernya, Rabu (9/2) sekira pukul 14.00 WIB tidak berhasil. Saat dihubungi, ponsel Djakfar tidak diangkat, meskipun ada nada panggil. Ketika di SMS, Djakfar tak kunjung membalasnya.
Sebelumnya, Djakfar S Nasution, mengaku telah difitnah terkait adanya pengakuan Widuri (nama samaran), pegawai honor di Pemkab Madina yang mengaku telah ditidurinya. Selain itu, politisi dari PAN ini juga menyebutkan ada unsur pemerasan terkait hal tersebut.
“Kita akan menuntut balik atas pencemaran nama baik dan pemerasan. Sebab pengakuan dan laporan dia (Widuri, red) tidak benar dan itu hanya fitnah belaka,” kata Djakfar ketika dikonfirmasi METRO melalui ponselnya, Selasa (8/2) sekira pukul 14.00 WIB.
Ketika ditanya pemerasan seperti apa? Djakfar enggan menjawabnya. “Nantilah kita adakan konferensi pers. Karena kita akan melaporkan dulu,” ujarnya.
Dijelaskan Djakfar secara singkat, saat ini dirinya sedang mempersiapkan bahan-bahan yang dianggap perlu untuk dibuat laporan pengaduan atas tuduhan tersebut. Karena, sebut Djakfar, dirinya memiliki bahan atau sejenis surat pernyataan untuk membuat pengaduan.
Saat ditanya surat pernyataan apa dan siapa yang membuatnya, Djakfar lagi-lagi enggan menjawabnya. “Yang pasti kita punya surat pernyataan. Nantilah kalau kami sudah melapor baru kami informasikan lagi, dan akan saya buat konferensi pers,” tegasnya sambil menutup teleponnya dan tidak mau memberitahu di mana keberadaannya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    AEK MATA (Mandailing Online) – Jalan yang merupakan akses utama masyarakat seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur. Namun, kondisi jalan ke Desa Aek Mata masih memprihatinkan. Padahal Aek Mata secara geografis masuk wilayah Kecamatan Panyabungan. Kondisi jalan yang buruk ini menjadi perhatian utama warga ketika Sobir Lubis, SH, anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Golkar menggelar […]

  • Pemkab Madina Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Pemkab Madina Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran kelurahan Kotasiantar, Jum’at (26/12/2019). Bantuan dalam bentuk uang senilai 80 juta Rupiah itu diserahkan Sekda Madina, Gozali Pulungan didampingi Wakil Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Nasution dan anggota DPRD Madina, Sobir Lubis dari Dapil Madina 1. Perwakilan keluarga korban […]

  • Razman Arif: Harus Kebijakan Radikal Hadapi Sorikmas Mining

    Razman Arif: Harus Kebijakan Radikal Hadapi Sorikmas Mining

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Direktur Eksekutif Indonesia Constitutional Watch, Razman Arif Nasution menyatakan harus ada kebijakan yang radikal dalam menghadapi renegosiasi tambang PT. Sorikmas Mining. Itu dikatakan Razman yang juga caleg DPR RI Partai Grindra dari Dapil Sumut 2 ini menjawab wartawan usai acara temu silaturrahim dengan masyarakat Madina di aula Hotel Rindang, Panyabungan, Rabu […]

  • Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    Jika Terpilih Jadi Bupati Madina, Harun Mustafa Nasution Gagas Open House Rakyat Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online) : Setelah beberapa minggu turun ke desa desa dan menemukan banyak aspiraai masyarakat yang tidak tersahuti oleh Pemerintah Daerah, Calon Bupati Mandailing Natal ( Madina) Harun Mustafa Nasution ketika terpilih menjadi Bupati Madina akan buat Open Hause setiap bulan untuk Masyarakat di setiap Desa atau Kecamatan yang ada di Kabupaten Madina. […]

  • Visi Misi Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan Lapangan Kerja Baru Dikubur?

    Visi Misi Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan Lapangan Kerja Baru Dikubur?

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution sejauh ini tak lagi pernah mengumandangkan visi misi utama Hidayat-Dahlan yakni Pendidikan Gratis, Kesehatan Gratis dan Lapangan Kerja Baru yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pada pidato resmi peringatan Ulang Tahun Kabupaten Madina bulan Maret tahun 2014 lalu, Dahlan Hasan […]

  • Dinilai Bermasalah, DPRD Riau Minta Jembatan Siak III Ditutup Sementara

    Dinilai Bermasalah, DPRD Riau Minta Jembatan Siak III Ditutup Sementara

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekanbaru, Komisi C DPRD Riau sebagai mitra kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengingatkan instansi tersebut tentang kekokohan dana beban Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah (Jembatan Siak III). Pasalnya, baru beberapa bulan diresmikan kontruksi jembatan sudah mengalami penurunan dan di bagian tengah bergelombang. “Ini menyangkut nama orang banyak. Jangan korbankan nyawa manusia hanya karena […]

expand_less