Senin, 1 Jun 2026
light_mode

Dinilai Bermasalah, DPRD Riau Minta Jembatan Siak III Ditutup Sementara

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak



Pekanbaru,
Komisi C DPRD Riau sebagai mitra kerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengingatkan instansi tersebut tentang kekokohan dana beban Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah (Jembatan Siak III). Pasalnya, baru beberapa bulan diresmikan kontruksi jembatan sudah mengalami penurunan dan di bagian tengah bergelombang.
“Ini menyangkut nama orang banyak. Jangan korbankan nyawa manusia hanya karena ketidaktahuan kita. Kita tidak ingin musibah ambruknya Jembatan Kukar (Kutai Kartanegara, Red) juga terjadi pada Jembatan Siak III. Makanya kita meminta pemerintah provinsi (Pemprov) Riau untuk sementara menutup akses jembatan tersebut dan segera dilakukan perbaikan,” kata Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau dalam perbincangan dengan Analisa, Rabu siang (8/2).

Politisi dari Partai Demokrat Riau ini menambahkan, setelah melihat langsung kondisi bangunan Jembatan Siak III, Noviwaldy berkesimpulan berbahaya bagi warga yang melintasi akses jembatan yang menghubungkan bagian Utara-Selatan Kota Pekanbaru tersebut.

Menurutnya, dari awal dirinya menolak jembatan itu difungsikan karena tidak sesuai dengan spesifikasi. Dan ia meminta Dinas PU Riau untuk memerintahak kontraktor pembangunan Jembatan Siak III secepatnya melakukan perbaikan. “Sejak diresmikan sudah saya ingatkan, jembatan itu (Jembatan Siak III) memang tidak dalam posisi sesuai dengan spesifikasi dan kaedah-kaedah sipil konstruksi,” tukasnya.

Konstruksi yang tak sesuai dengan spesifikasi itu, menurut pria yang akrab disapa Dedet ini, antara lain kondisi gelagar yang tidak beraturan dan “camber” yang negatif atau melengkung ke bawah. Sehingga ini sangat-sangat diragukan untuk menopang beban sesuai yang direncanakan sejak semula.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Riau, SF Hariyanto yang ditemui Analisa usai rapat dengar pendapat di ruang medium kantor DPRD Riau, tidak sependapat dengan Noviwaldy. Dikatakannya, kekhawatiran Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau itu berlebihan.

“Memang ada bagian di konstuksi itu yang cacat. Namun cacatnya hanya sedikit dan tidak tidak membahayakan,” tuturnya.

Apalagi, tambah Kadis PU Riau, setelah diresmikan sekali dalam empat hari dilakukan pengecekan terhadap ketahanan Jembatan Siak III. Meskipun begitu dirinya menerima masukan yang disampaikan anggota Komisi C DPRD Riau tersebut. Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan uji kelayakan kembali oleh konsultan independen.

“Dana untuk itu sudah dianggarkan pada APBD Riau tahun 2012 yang telah disahkan kemarin,” kata Hariyanto lagi. (dw.analisa)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    Tahun Ini, Honor Kepala Desa Naik

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    TAPSEL – Untuk memaksimalkan kinerja dalam pelayanan masyarakat, Pemkab Tapsel akan menaikkan honor kepala desa pada tahun 2014 ini. Namun besarannya masih dalam tahap perhitungan Pemkab Tapsel. Tahun 2013, honor kepala desa Rp1 juta per bulan. Hal ini ditegaskan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu pada peresmian 14 kantor lurah di Tapsel yang secara simbolik […]

  • RUUPKS JALAN KESESATAN

    RUUPKS JALAN KESESATAN

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah Al-Qur’an … Firman Sang Tuhan Aturan yang harus diindahkan Di dalamnya tersirat segala pedoman Di dalamnya tersirat segala aturan Al-Qur’an  bukan sekedar bacaan Tapi hukum Allah yang harus diterapkan Bukankah Allah telah berfirman Hanya Allah yang berhak membuat aturan Sang pencipta segala kehidupan Tapi…. Mengapa masih ada yang berani? Mengganti hukum sang […]

  • Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

    Kepala Desa Harus Transparan Kelola Dana Desa

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Para kepala desa di Mandailing Natal harus transparan mengelola Dana Desa agar tidak terjebak dalam masalah hukum. “Karena jika penggunaanya disalahgunakan akan menimbulkan proses hukum yang bisa menjerumuskan kades ke penjara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan kepada Mandailing Online di Panyabungan, Rabu (24/8/2016). Dia juga mengingatkan para kepala desa […]

  • Kehadiran FKUB Diharap Tingkatkan Kerukunan Beragama

    Kehadiran FKUB Diharap Tingkatkan Kerukunan Beragama

    • calendar_month Sabtu, 3 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diharapkan bisa meningkatkan kerukunan umat beragama di daerah itu. Pengurus FKUB Madina periode tahun 2012-2017 dikukuhkan, Selasa (30/10) di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Hadir dalam pengukuhan itu, Ketua FKUB Provinsi Sumatera Utara DR H Maratua Simanjuntak, Bupati Madina HM […]

  • Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    Warga Dihimbau Waspadai Banjir dan Longsor di November-Desember

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diingatkan agar mewaspadai terjadinya banjir dan tanah longsor di bulan November dan Desember yang diprediksi akan terjadi hujan yang berlebihan. Drmikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Rizfan Juliardi, Rabu (29/10). Untuk kategori banjir berada di kawasan-kawasan yang dilintasi aliran sungai. Banjir bisa […]

  • Penanganan Sektor Pariwisata Madina Dipertanyakan

    Penanganan Sektor Pariwisata Madina Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penanganan sektor pariwisata di Mandailing Natal (Madina) dinilai masih rendah sehingga masih stagnan. Demikian  diungkap Pengamat Pembangunan Madina, Ali Musa Manto Lubis kepada Mandailing Online di Panyabungan, Kamis (12/7/2018). Banyak titik wisata yang sangat potensial di Madina yang memiliki nilai jual tinggi untuk wisatawan lokal maupun turis luar negeri, namun penggarapan […]

expand_less