Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Syamsul tak Kunjung Disidang, KPK Didemo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak


JAKARTA-
Ternyata ada yang tidak sabar ingin segera melihat Gubernur Sumut Syamsul Arifin duduk di kursi terdakwa di pengadilan tipikor. Kemarin (14/2), sekitar 50-an massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Gemaki), menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Massa yang dipimpin Aji ini mendesak agar tim penyidik KPK bisa cepat menyelesaikan proses penyidikan.

Tujuannya, agar kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat dengan tersangka Syamsul Arifin ini bisa segera diadili. “Adili secepatnya. Jangan terlalu berlama dan berlarut-larut,” ujar Aji, koordinator Gemaki, dalam orasinya.
Aji menilai, KPK lamban dalam menangani kasus dugaan korupsi senilai Rp102,7 miliar itu. “Sudah berbulan ditahan sebagai tersangka, namun tidak juga disidangkan,” ungkap Aji, yang menenteng pengeras suara.

Dalam orasinya, para pentolan aksi memberikan penekanan terhadap perlunya tim penyidik KPK segera menyelesaikan tugasnya dan agar Syamsul segera disidangkan. Selain itu, massa aksi juga mendesak agar KPK menyita seluruh harta milik Syamsul dan para pejabat lainnya, yang diduga berasal dari hasil korupsi.

“Makanya biar KPK masih dipandang warga, tolong Syamsul dan kroninya diseret ke Pengadilan. Sita harta kekayaan hasil dari korupsi mereka,” tandas Aji.

Aksi yang dimulai pukul 10.40 WIB itu tidak berlangsung lama. Pasalnya, sejak pagi hingga sore kemarin, Jakarta diguyur hujan. Mulanya, massa aksi tampak tak begitu peduli dengan guyuran hujan. Namun, begitu hujan terasa semakin deras, massa pun membubarkan diri dengan tertib.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, hingga kemarin tim penyidik belum menyelesaikan proses penyidikan. Penyidik masih berkutat pada pemberkasan, yang jika sudah beres, diserahkan ke penuntutan, yang juga ditangani KPK. Dengan tahapan seperti itu, target untuk menyidangkan Syamsul awal Februari sudah meleset. (sam)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Mompang Julu Bangga Pembangunan Jalan Desa Sudah Rampung

    Warga Mompang Julu Bangga Pembangunan Jalan Desa Sudah Rampung

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Program Pembangunan Jalan Desa yakni peningkatan jalan keliling di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara dengan panjang 275 meter dan lembara 3 meter dikerjakan CV Sorik Merapi telah rampung dikerjakan. Dengan rampungnya pembangunan jalan tersebut masyarakat Desa Mompang Julu merasa bangga dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan Kontraktor yang dihunjuk pemerintah melaksanakan pembangunan […]

  • Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    Sekolah Roboh, 2 Murid SD Tertimpa

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANAI HILIR-Sebuah ruangan belajar dan ruangan kantor guru di SD Negeri 116914, Desa Sei Baru, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, roboh, Kamis (9/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Dua murid sekolah itu, Muhammad Riki (7) dan Armansyah (8) mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan. Informasi diperoleh, robohnya dua ruangan berdinding papan itu diduga akibat kondisi bangunan […]

  • Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    Pemkab Diminta Umumkan Hasil Tes CPNS Honorer K2!

    • calendar_month Kamis, 6 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Masyarakat Kabupaten Palas mendesak Pemkab  segera mengumumkan hasil tes CPNS Honorer Kategori 2. Karena belum adanya kejelasan jadwal pengumuman, masyarakat khawatir akan terjadi hasil yang dimanipulasi. Demikian disampaikan aktivis penggiat pembangunan Palas, Unggul Fahmi kepada METRO, Rabu (5/3). Menurutnya, banyak tenaga honor yang menanti-nanti kepastian pengumuman itu. Disamping itu, sebagian besar masyarakat juga […]

  • Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    Data Privasi Rakyat Tidak Aman di Era Kapitalisme

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah, tinggal di Tapanuli Utara Kasus kebocoran data privasi rakyat kembali terjadi. Dilansir dari Liputan6.com, 21/08/22, 26 juta riwayat pencarian Indihome diduga bocor, nama dan NIK pelanggan terungkap dan dibagikan gratis di situs gelap. Isu ini mendapat komentar dari masyarakat, salah satunya dari akun di twitter Teguh Aprianto, yang mengatakan […]

  • Warning Light Tak Berfungsi, Di Persimpangan Timbangan Pal 11

    Warning Light Tak Berfungsi, Di Persimpangan Timbangan Pal 11

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL, – Lampu peringatan (warning light) di Persimpangan Timbangan Pal 11, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapsel, tidak berfungsi. Bahkan, keberadaan fasilitas milik negara tersebut terkesan kurang terurus dan mubazir. Keberadaan fasilitas lampu peringatan yang terpasang tidak berfungsi alias lampunya tidak menyala lagi. Beberapa pengguna jalan yang melintas juga kurang memperhatikan keberadaan lampu tersebut. Padahal melihat […]

  • Koperasi di Madina Mati Suri

    Koperasi di Madina Mati Suri

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pasar dan UKM Drs Ansyari Nasution, menyebutkan, koperasi di Madina berjumlah sekitar 450 unit dengan berbagai jenis usaha. Namun, hampir setengahnya mati suri. Sebab, bila ditinjau dari keberadaannya masih banyak koperasi yang tak berjalan sesuai mekanisme. “Jumlahnya banyak, sekitar 450 unit, tetapi pelaksanaannya belum tahu seperti apa. Apakah koperasi itu […]

expand_less