Minggu, 28 Jun 2026
light_mode

Lima Desa di Madina Belum Dialiri Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
  • print Cetak

Puluhan Tahun Warga Tak Pernah Nonton TV
MADINA-
Sedikitnya lima desa di Kabupaten Mandailing Natal belum dialiri listrik sejak Indonesia merdeka 65 tahun lalu. Selama itu pula, warga yang berdomisili di sana memanfaatkan obor dan lampu teplok saat malam hari.
“Jadi, selama puluhan tahun terakhir hingga hari ini , kami sama sekali tidak pernah menonton (siaran) televisi,” kata warga Desa Simandolam, M Akhiruddin Lubis, kepada METRO, belum lama ini.
Lubis menambahkan, selain desa tempat tinggalnya, ada empat desa lain yang juga belum dialiri listrik, yakni Desa Aek Marian, Gunung Tua, di Kecamatan Batahan. Lalu, Desa Aekmata dan Sopo Sorik Monang di Kecamatan Panyabungan.
Untungnya, sambung Lubis, ada beberapa orang yang memiliki cukup uang untuk membeli genset. “Dengan mengeluarkan uang Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per bulan, sebagian kecil warga bisa menikmati listrik. Itu pun hanya untuk malam hari dari pukul 18.30 WIB sampai 22.00 WIB, dan yang diizinkan hanya untuk lampu. Untuk alat elektronik, pemilik genset tak dibolehkan maka warga tak pernah mengetahui infiormasi,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Pemkab Madina akan terus berupaya untuk menempuh jalan lain, yakni dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Listrik (PLTS), meski anggarannya belum ditampung untuk APBD tahun 2011. Tapi diharapkan bisa dianggarkan untuk perubahan APBD.
Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Kabupaten Madina, Nasrin Lubis melalui Kabid Pertambangan, Pamonangan Hutasuhut ST.
Menurut Monang, salah satu cara agar desa-desa yang tak dimasuki listrik PLN itu bisa terang adalah dengan PLTS. Dan untuk mengadakan PLTS ini masih membutuhkan biaya yang cukup besar. “Di tahun 2010 sudah kita adakan PLTS di Desa Aek Olbung Kecamatan Batang Natal dan anggarannya sebesar Rp200 juta,” katanya, Senin (14/2).
Rp200 juta itu, lanjut Monang, adalah untuk pengadaan alat-alat yang dibutuhkan sedangkan jumlah alat yang diadakan dan dipasang tersebut sebanyak 20 unit untuk seluruh warga di desa tersebut.
”Jumlah alat yang kita anggarkan sebanyak 20 unit meskipun belum maksimal namun untuk penerangan sudah lumayan cukup bagi warga. Jadi, untuk desa yang lain, kita masih menunggu anggaran,” tukasnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    DLH Madina Sosialisasi Dampak Pencemaran Lingkungan dan Kebersihan Sungai Aek Mata

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA : Mandailing Online : Kebersihan sungai pada prinsipnya bukan hanya tanggung jawab Pemerintah, akan tetapi seluruh elemen masyarakat mempunyai komitmen terkait hal kebersihan dan menjaga alam di Madina. Hal ini dikatakan Khairul selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal ( Pemkab Madina) saat sosialisasi dengan tema pemulihan kebersihan pencemaran dan kerusakan lingkungan […]

  • Longsor Jalur Ulu Pungkut Madina Masih Berlanjut

    Longsor Jalur Ulu Pungkut Madina Masih Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Longsor susulan ruas jalan jalur Kotanopan-Ulu Pungkut, Mandailing Natal (Madina) kembali terjadi, Senin ( 24/11). Hingga Selasa ( 25/11), akses dari Muara Pungkut hingga Simpang Banyak Kecamatan Ulupungkut masih terputus. Hujan yang terus melanda menyebabkan longsoran pada tebing jalan terjadi sekira pukul pukul 12.30 Wib, Senin, di titik Muara Sabut atau […]

  • Rambin Kampung Baru: Addendum dan Membodohi Rakyat

    Rambin Kampung Baru: Addendum dan Membodohi Rakyat

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Miswaruddin Daulay Rencana jembatan rambin Desa Kampung Baru-Simanondong adalah salah satu bentuk dari infrastruktur yang dalam pelaksanaan tendernya pada waktu itu tunduk dan patuh pada Peraturan Menteri PUPR nomor 31/PRT/M/2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri PUPR nomor 07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa Konsultasi. Salah satu lampiran dari […]

  • Madina Mulai Budidayakan Kepiting Bakau dan Lobster

    Madina Mulai Budidayakan Kepiting Bakau dan Lobster

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA – Himpunan Pemuda Kreatif Kecamatan Batahan dan PTPN IV Unit Batang Laping Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, bekerja sama mengembangkan budidaya kepiting bakau dan lobster di Kabupaten Madina. “Kerja sama ini merupakan sebagian dari upaya perusahaan dalam menyejahterakan masyarakat,” sebut Manajer PTPN IV Unit Batang Laping, Kasman, Rabu (25/1) “Ini adalah kepedulian kita terhadap […]

  • Dua Pendeta Jadi Korban

    Dua Pendeta Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    * Termakan Isu Penculikan, Warga Pancurbatu Mengamuk * Poldasu Lacak Penebar Isu, 15 Tahun Penjara untuk Penganiaya MEDAN-Aksi main hakim sendiri terkait isu penculikan anak kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Pancurbatu, Selasa (14/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pendeta dari Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) nyaris meninggal sia-sia dibakar warga yang tak percaya mereka pelayan […]

  • LGBT Semakin Marak, Sekarang Dengan Istilah Non-Biner

    LGBT Semakin Marak, Sekarang Dengan Istilah Non-Biner

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Hari ini kita dikejutkan dengan beredarnya video seorang mahasiswa baru yang viral ketika sedang mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan kampus di Unhas karena mengaku non-biner saat ditanya oleh seorang dosen apa jenis kelaminnya. Mendengar ucapan mahasiswa itu membuat dosen tersebut tersulut emosi sehingga akhirnya dosen tersebut meminta panitia untuk […]

expand_less