Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pendidikan Harus Tanamkan Budaya Anti Korupsi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
  • print Cetak


YOKYAKARTA :Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra Hamzah mengatakan dunia pendidikan harus berperan tanamkan budaya anti korupsi.

“Efektivitas penegakan hukum tidak hanya ditentukan oleh aparatnya, tetapi juga ditentukan oleh produk hukum dan budaya masyarakat untuk mematuhi hukum. Dunia pendidikan berperan untuk mengajarkan budaya patuh hukum,” katanya saat menjadi pembicara seminar nasional `Peran Korupsi terhadap Dehumanisasi Pendidikan di Masa Kontemporer` yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, di Yogyakarta, Minggu 28 November 2010.

Ia mengatakan penegakan hukum tidak dapat berdiri sendiri karena ada nilai-nilai yang saling menunjang satu sama lain, di antaranya adalah politik, ekonomi, dan budaya.

“Penindakan terhadap pelaku korupsi belum tentu menimbulkan efek jera karena banyak koruptor yang divonis ringan, oleh karena itu yang terpenting adalah upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi,” katanya.

Namun, kata dia dunia pendidikan justru disinyalir menjadi salah satu `sarang` koruptor terbukti dari banyaknya laporan dugaan praktik korupsi di dunia pendidikan masuk ke KPK.

“Sayangnya KPK memiliki kewenangan terbatas karena sejak diberlakukannya otonomi daerah, anggaran pendidikan sepenuhnya dikontrol oleh masing-masing daerah melalui dinas terkait,” katanya.

Sementara itu, kata dia KPK tidak memiliki kewenangan untuk menyidik pejabat dinas yang berpangkat di bawah eselon I meskipun dia disinyalir melakukan tindak pidana korupsi.

“Untuk itu kami memperketat ranah pencegahan dan pengawasan dengan memetakan modus-modus korupsi di dunia pendidikan serta mengkaji sistem Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan,” katanya.

Sebelumnya pengamat pendidikan yang juga pengarang buku `Orang Miskin Dilarang Sekolah` Eko Prasetyo mengatakan modus praktik korupsi yang terjadi di dunia pendidikan Indonesia saat ini tampil dalam bentuk sistematis dan rapi.

“Berdasarkan penelitian yang dilakukan `Indonesia Corruption Watch` belum lama ini, modus yang kerap digunakan pelaku korupsi antara lain penggelapan dana, proyek fiktif, dan mengarahkan kontrak pada konraktor tertentu,” katanya.(an)
Sumber : EksposNews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Darul Mursyid Dominasi OSN Dari Tapsel

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) mendominasi kontingen Kabupaten Tapanuli Selatan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung di Berastagi pada 3 hingga 4 Juni 2013. Berdasarkan data yang ada, kontingen OSN provinsi dari Tapanuli Selatan tahun ini sebanyak 32 orang. Dan 20 orang diantaranya berasal […]

  • Coret Calon Titipan & Bermasalah

    Coret Calon Titipan & Bermasalah

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Jurnalis Muslim Club (JMC) dan Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) meminta Komisi A DPRD Sumut mewaspadai adanya calon titipan pemerintah dan calon yang masih tersandung masalah hukum di Polda Sumut, ketika melakukan fit and propertes terhadap 15 calon komisioner Komisi Informasi (KIP) Provinsi Sumut. Permintaan itu disampaikan Pengurus JMC dan FJPA Fakhruddin Pohan kepada […]

  • Pengacara : Bupati Madina Yang Paling Bertanggungjawab

    Pengacara : Bupati Madina Yang Paling Bertanggungjawab

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Baginda Umar Lubis, pengacara terdakwa Kadis Perkim Rahmadsyah, menyebutkan bahwa kliennya mengerjakan proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp 1,63 miliar ini berdasarkan perintah Bupati Madina Dahlan. Itu ditegaskan pengacara Baginda Umar Lubis dalam nota eksepsi persidangan kasus pembangunan Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Mandailing […]

  • Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    Terpisah Ratusan Tahun, Jejak Tiga Rumpun Keluarga Ditemukan

    • calendar_month Senin, 28 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak tiga keluarga yang terpisah selama ratusan tahun telah berhasil ditemukan di Mandailing Natal. Tiga keluarga keturunan Mandailing di Malaysia di akhir tahun 2016 ini mencari kampung halaman leluhurnya di tanah Mandailing Julu dan Mandailing Godang yang sekarang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Mandailing Natal. “Alhamdulillah, kampung ketiga keluarga itu telah […]

  • Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyantuni anak yatim dan jompo di Pasar Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kamis (15/10). Penyantunan ini menyelingi acara pengajian akbar peringatan Tahun Baru Hijiriah 1437 dihadiri seribuan masyarakat. Santunan diserahkan kepada 200 anak yatim dan piatu serta 11 otangtua jompo di kawasan Kecamatan Lingga […]

  • DCS Dapil 5 PKPI Madina

    DCS Dapil 5 PKPI Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 PKPI Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

expand_less