Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kendala dan Peluang Terkait Visi Ekonomi “Dana Desa”

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2016
  • print Cetak
Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

Dana Desa termasuk juga untuk infrastruktur ekonomi

SIABU (Mandailing Online) – Dilematika program Dana Desa terhadap sektor ekonomi terus menjadi topik bahasan di Mandailing Natal.

“Wajar saya kira ketika kita merasa bahwa ‘Dana Desa’ yang diproyeksikan untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat, tidak maksimal,” kata Ketua Dewan Pendiri Gerep Institute, Askolani Nasution, Jum’at (7/10/2016) di Simaninggir, Siabu.

Dia melihat, setidaknya ada dua persoalan yang boleh dikata relatif sederhana, yakni, 1) Desa tidak memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai untuk merancang program menunjang potensi ekonomi masyarakat, 2) Pendamping Desa yang ditugaskan pemerintah tidak mampu membuka wawasan masyarakat desa.

Akibatnya, musyawarah desa sebagai tahapan penyusunan program kegiatan desa sering menjadi mengambang, dan masing-masing warga mengusulkan kegiatan apa adanya. Karena itu, yang sering jadi program pilihan adalah kegiatan fisik, semisal rabat beton dan drainase.

Bahkan, musyawarah desa kadang berjalan tidak substansial, tidak muncul pilihan-pilihan program yang memungkinkan lebih kreatif.

Dari segi peruntukan Dana Desa juga mengalami persoalan. Pertama, dana pemberdayaan hanya 30 persen, fisik 70 persen. Jadi, wajar terjadi jika semua berorientasi fisik.

Penggunaan untuk program fisik ini juga terbatas, karena tidak boleh untuk pembelian lahan. “Misalnya kalau desa ingin membangun pusat kerajinan atau gudang pengasapan kakao, misalnya, itu terbentur tanah. Selain sulit memperoleh tanah kosong, desa juga tidak punya kemampuan menyediakan lahan,” ungkap Askolani.

 Jadi program desa untuk membangun pusat kebudayaan desa misalnya, akan gagal karena lahan tak ada. Padahal itu bermanfaat untuk menguatkan kearifan lokal yang tertera dalam prioritas program Dana Desa.

Untuk program pemberdayaan, juga ada keterbatasan. Selain dananya hanya 30 persen, juga tidak boleh pembelian barang selain untuk kebutuhan pelatihan. Misalnya, ada program pelatihan industri makanan kreatif, dana yang tersedia tidak memadai untuk pengadaan mesin dan alat-alat produksi.

Kegiatan teknologi tepat guna untuk pertanian nyaris tidak tersentuh. Pertama, desa tidak memahami barang seperti apa yang tergolong teknologi tepat guna, bagaimana proses pembuatan, di mana membelinya, dan sebagainya. Tragisnya, pendamping desa banyak yang tidak pernah ikut pelatihan. Jadinya, wawasannya lebih buruk dari peserta rapat. Energi alternatif apalagi, semuanya buta.

Paling repot, tahun depan, desa tidak tahu lagi peruntukan dana fisik, karena semua jalan lingkungan sudah rabat beton. Drainase tidak mendukung sektor perkebunan, sementara drainase sektor tanaman pangan sudah tuntas.

“Jadi yang harus dilakukan, saya kira adalah : Pertama, harus ada regulasi (peraturan) baru untuk perimbangan pembangunan fisk dan pemberdayaan. Kedua, regulasi untuk pembelian tanah. Jauh lebih serius lagi persoalan diklat aparat desa. Masa untuk diklat saja mesti puluhan juta. Itu menjadi gula bagi semut-semut lain,” katanya.

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Landasan Terbang PT SKU Diduga Ilegal

    Landasan Terbang PT SKU Diduga Ilegal

    • calendar_month Jumat, 8 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kotapinang. Penggunaan landasan dan operasional pesawat terbang di perkebunan PT Satya Kisma Usaha (SKU) di Desa Normark, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga ilegal. Pasalnya, sejumlah instansi terkait di Labusel belum ada menerima permohonan ataupun mengeluarkan izin landasan terbang dan operasional pesawat terbang tersebut. Informasi yang dihimpun, Rabu (6/7), landasan pesawat terbang di perkebunan […]

  • Jelang Lebaran, Perdagangan Pakain di Panyabungan Masih Rendah

    Jelang Lebaran, Perdagangan Pakain di Panyabungan Masih Rendah

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga sepekan menjelang Idul Fitri, perdagangan pakaian di pasar Panyabungan Mandailing Natal (Madina) masih sepi. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu di mana sepekan sebelum labaran pembeli sudah ramai. Pantauan Mandailing Online, Minggu (12/7) di pasar lama dan pasar baru Panyabungan, para pedagang pakaian jadi maupun bahan pakaian mengakui masih […]

  • Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    Libatkan Pengusaha Jasa Kontruksi dan Stakeholder, Dinas PUPR Madina Sosialisasikan KPPU

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, ( Mandailing Online )- dalam rangka mengawasi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya agar tidak melakukan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat, Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) laksanakan sosialisasi penyusunan data dan informasi penyelenggarakan pekerjaan kontruksi dan komisi persaingan usaha ( KPPU ) yang berlangsung di Aula Ladang Sari […]

  • Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    Sarmadi Hasibuan Jadi Kades Ingin Desa Aek Nabara Bangkit Dari Ketertinggalan

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Berawal dari rasa iba melihat kampung halamnnya Desa Aek Nabara, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) tertinggal dari desa lain yang ada disekitarnya, Sarmadi Hasibun nekat mencalonkan diri menjadi Kepala Desa. Alhasil pada 21/8/2023 kemaren, Sarmadi Hasibuan berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa Aek Nabara. Pada Mandailing Online Kamis […]

  • Rakyat Dua Provinsi Menunggu Keberanian Bupati Pasaman Barat

    Rakyat Dua Provinsi Menunggu Keberanian Bupati Pasaman Barat

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT (Mandailing Online) – Hari ini hari ke-6 dari target waktu 7×24 jam yang diberikan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. Target waktu penarikan seluruh peralatan aktivitas ilegal logging dan ilegal mining di kawasan hulu Sungai Batang Batahan. Tuntutan penghentian aktivitas ilegal itu disuarakan sekitar 500 massa menuntut bupati Pasaman Barat, menghentikan tambang […]

  • Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    Pengalangan Dana Untuk Rohingya, Karang Taruna Madina Kumpul 11 Juta

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan penggalangan dana yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk membantu para pengungsi Rohingya, hingga Jum’at (5/6) sudah mengumpulkan uang tunai sekitar 11.760.000 rupiah. Selain berbentuk, bantuan yang terkumpul juga meliputi 18 goni pakain bekas, 20 sak beras, 50 kardus mie instan, 50 kotak air mineral. “Sumbangan yang […]

expand_less