Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 7)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

Kampung kami itu diapit oleh dua buah gunung merapi aktif, sebelah utara oleh Gunung Sorik Marapi dan Gunung Kulabu di bagian Selatan, Gunung Kulabu itulah yang menjadi hulunya Sungai Batang Gadis yang indah itu.

Dalam seminggu kampung kami  ada satu hari yang disebut hari pasar yaitu hati Sabtu. Kami menyebutnya ari poken. Pada hari pekan itu para pedagang dari berbagai desa sekitar bahkan dari tempat yang sangat jauh, ikut mengais rejeki. Para saudagar datang dengan kenderaan sendiri,  sementara barang dagangan diangkut oleh kuda dan pedati.

Sehari menjelang hari pasar sudah mulai terasa. Satu dua pedati mulai berdatangan. Menjelang subuh makin meriah dengan bunyi tilnong tilnong suara kalung kerbau membangunkan warga yang berdiam sepanjang kiri kanan jalan menuju pasar.

Mereka memarkirkan pedati tidak jauh dari pasar. Aroma  kerbau dan sapi mulai terasa. Beberapa sais pedati duduk duduk berkelompok di kolong pedati, mereka menunggu nasi yang sedang ditanak. Sebentar lagi mereka akan makan bersama.  Sebuah keakraban dan persaudaraan telah mereka perlihatkan.

Selesai makan, kerbau mereka giring ke sungai untuk dimandikan dan sekaligus menyabit rumput.  Tak perlu menambah solar dan ganti oli kawan, cukup memenuhi keranjang rumput saja untuk bekal pulang atau melanjutkan perjalanan menuju pekan berikutnya.

Menjelang siang pasar makin ramai, pengunjung mulai menggumpal. Angkutan Sinar Kota, Rosliana,  Usaha Keluarga, Sanggarudang,  Lubuk Raya dan Adianbania tak pernah kosong membawa penumpang.

Hari pekan di bulan Ramadhan memang berbeda dengan bulan bulan biasa. Toko toko kain dan pakaian meraup untung besar.  Maklum untuk persipaan menjelang hari raya. Lebih menyemut lagi nanti pas hari pekan terakhir, sepertinya tak ada ruang untuk bergerak. Disini perlu kewaspadaan, para gerombolan maling pun ambil kesempatan. Sekali waktu ada ibu ibu menangis meraung menjerit jerit, kehilangan dompet. Katanya uangnya yang hilang hasil penjualan kopi yang ia kumpul kumpulkan selama setahun. Eehhh, padahal dompetnya terselip indah di ketiaknya.

Buat kami hari pekan itu adalah hari yang menyenangkan, hari dimana kami mendapatkan uang jajan. Sore nanti kami bisa beli kue bongko untuk bukaan. Hari-hari biasa kami tidak mendapatkannya. Sekedar  untuk ngemil. Cukup kami pergi ke hutan kecil di Bukit Siojo mencari ringkanang atau nangka hasil peraman. Itu pun kalau tidak diambil orang lain lebih dahulu. 

Untuk menghabiskan hari di hari pekan ini, cukup kami bersila di bawah pohon mahoni di depan Pasanggerahan mendengar ocehan tukang obat cacing.  Kami menjadi pendengar terbaik.

Menurutnya tanda tanda anak yang cacingan itu, bila di pagi hari sebelum bangun, kepala si anak ke bawah menempel di kasur,  knalpotnya menghadap ke atas, itu menjadi bukti bahwa si anak sedang cacingan. Jangan lama lamain lagi, segera minum obat. “Cukup makan satu tablet pagi, satu siang dan satu malam, besok pagi cacing akan keluar, kalau tidak keluar berarti bukan cacing, tapi tali timba”, ia menambahkan.

Kaki bisa semutan hanya sekedar ingin mendengar ia mendendangkan lagu “Bujing bujing Panyabungan”.  Bibirna merah rambutna kariting, ise namangida rohana pe mar.…Kalangan sesepuh pasti ingat lagu itu.

Huuuhhh, belum selesai ia berdendang, sudah lanjut lagi jualan obat. Usai jualan, lagupun tidak pernah tuntas.  Dasar tukang obat…

Ada secuil cerita tentang hari pekan di kampung kami di bulan puasa dengan munculnya pasar tandingan yang berlokasi di belakang rumah pemotongan hewan. Orang orang menyebutnya pasar bawah. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina: Manfaatkan Lahan Tidur untuk Menambah Penghasilan Keluarga

    Bupati Madina: Manfaatkan Lahan Tidur untuk Menambah Penghasilan Keluarga

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PIDOLI DOLOK (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution mengimbau masyarakat agar memanfaatkan lahan tidur untuk menambah penghasilan keluarga. Hal itu disampaikan Bupati saat mengikuti panen perdana tanaman jagung milik kelompok tani Serangkai di Pidoli Dolok, Panyabungan, Rabu (19/1). “Manfaatkan lahan yang kosong untuk menambah penghasilan rumah tangga,” katanya. Bupati […]

  • Fraksi Golkar DPRD Madina Salurkan APD Untuk Bidan Desa

    Fraksi Golkar DPRD Madina Salurkan APD Untuk Bidan Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Madina menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada bidan-bidan desa menghadapi Covid-19. Bantuan disalurkan kepada para bidan desa difasilitasi pihak puskesmas. Pantauan Mandailing Online, Rabu (15/4/2020) bantuan disalurkan secara simbolis di Puskesmas Gunung Tua Kecamatan Panyabungan dan Puskesmas Gunung Baringin di Panyabungan Timur. Penyerahan dilakukan Ketua […]

  • Warga Sihitang dan HMI Sidimpuan Kelola Parkir

    Warga Sihitang dan HMI Sidimpuan Kelola Parkir

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Warga Lingkungan IV, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara bekerjasama dengan HMI Cabang Padangsidimpuan, melakukan aksi pengalangan dana untuk kelanjuan pembangunan Mesjid Al-Barokah dengan cara mengelola parkir. Ketua Panitia Parkir Al-Barokah, Sukur Nasution kepada Medan Bisnis, mengatakan, momentum wisuda UGN periode XXXIII TA 2014/2015, di Aula Kampus III Eks Asrama Haji, Sihitang, melibatkan keikutsertaan […]

  • Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    Ironi Negeri Hukum, Aparat Penegak Hukum Langgar Hukum

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyakarat   Awal Desember kembali masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus yang sangat miris dan mengiris hati dengan viralnya kasus oknum polisi yang menghamili dan memaksa pacarnya aborsi hingga berujung pada bunuh diri dari sang korban. Atas kejadian ini, luapan emosi dan keprihatinan netizen ramai diungkapkan di medsos, […]

  • Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (Mandailingonline) -Banjir bandang yang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal beberapa waktu lalu telah membawa kerugian besar bagi masyarakat yang ada disekitar bantaran Aek Ranto Puran. Daerah yang paling parah untuk banjir kali ini adalah desa Manyabar kecamatan Panyabungan. Selain merusak pemukiman warga juga merusak lahan persawahan.Untuk mengantisipasi banjir di desa […]

  • Jangan Harap Kota Panyabungan Bisa Bersih

    Jangan Harap Kota Panyabungan Bisa Bersih

    • calendar_month Senin, 10 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selama ini warga Panyabungan selalu mengeluh soal sampah. Dari tahun ke tahun, kota ini tetap sulit untuk bersih. Sampah masih banyak berserak di sudut-sudut kota penyebab ibukota Kabupaten Mandailing Natal ini relatif kumuh. Bahkan, sudah banyak warga Panyabungan yang merasa pesimis terhadap kemampuan pemerintah daerah menjadikan kota Kipang ini bebas dari […]

expand_less