Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 7-Tamat)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

 

Sementara Rosma, sang putri yang belum tidur, juga dapat mendengar auman harimau tersebut. Saat itu dia sedang berada di kamar mandi, di dalam kamarnya. Dia baru saja berkumur kumur sehabis muntah muntah.

Sebenarnya sudah beberapa hari ini di merasa mual mual terus, dan sejak sore dia sudah beberapa kali muntah muntah. Begitu pula saat ayahnya tadi mengetuk pintu kamarnya. Sengaja dia tadi tidak membuka pintu untuk ayahnya, karena dia tahu rasa mualnya ini bukan karena dia masuk angin. Melainkan karena sudah hampir empat minggu ini dia terlambat datang bulan.

Dia tidak mau ayahnya merasa curiga. Untuk itu juga mengapa dia mendadak pulang tadi pagi. Dia ingin mencari orang yang dapat menolongnya dari masalah yang dia hadapi ini. Masalah yang dia perbuat sendiri. Masalah yang hanya bisa dia sesali.

Di Medan, dengan kehidupan yang berlimpah, Rosma bukannya mensyukuri dengan kuliah sebagaimana yang orangtuanya harapkan. Rosma justru lebih tertarik dengan pergaulan di luar kampus. Dengan fasilitas lengkap, di tambah wajah yang cantik dengan mudah Rosma telah menjadi seorang gadis metropolitan, lengkap dengan pergaulan anak mudanya. Tinggal di rumah sendiri juga menambah kebebasannya dalam bergaul.

Gaya pergaulan ini juga yang kadang dia bawa saat pulang ke kampung. Termasuk gaya bergaulanya dengan Badrul, pemuda di kampungnya yang sudah menjadi pacarnya sejak masa SMA. Saat Rosma pulang kampung, tidak jarang pergaulan mereka telah melewati batas norma maupun agama. Selama ini mereka dapat berhubungan dengan sembunyi, tanpa ada yang merasa curiga.

Pergaulan mereka inilah yang sekarang menimbulkan masalah bagi dirinya. Masalah yang akan menjadi aib bagi dirinya, juga akan mencoreng kehormatan kedua orang tuanya. Masalah yang kalau berlarut larut tidak akan bisa dia sembunyikan lagi. Karena itulah dia pulang. Ingin meminta pertanggungjawaban Badrul, atau mencari penyelesaian lain sebelum orang lain dapat melihat perubahan pada dirinya.

Tapi auman hariamau tadi  sungguh mengagetkan Rosma. Dia juga tahu harimau tadi sempat mencakar dinding rumah mereka. Rasa takut dan malu seketika berkecamuk dan bercampur aduk dalam dirinya.

Dengan kondisinya sekarang ini dan apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dia langsung tahu bahwa babiat napa telah datang menyatroni rumahnya, bahkan babiat napa tersebut telah menandai rumahnya dengan cakarannya. Babiat napa telah datang untuk memberitahu orang kampung tentang kelakuan Rosma yang telah melanggar norma. 

Suara langkah terdengar bergerak dari samping rumah sampai ke belakang rumah mereka. Langkah langkah itu tentunya akan meninggalkan jejak jejak di pagi hari nanti. Jejak  yang akan memberitahu para tetangga bahwa ada orang yang telah berbuat zina / manggampang di rumah mereka. Jejak yang akan menelanjangi perbuatannya selama ini. Jejak babiat napa yang secara adat telah dipercaya secara turun menurun hanya mendatangi mereka yang telah berbuat bejat.

Rosma langsung lemas. Dia tidak tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Dia sadar dia tidak akan bisa berkelit lagi. Babiat napa telah menunjuk langsung pada dirinya. Dia tidak tahu mau dikemanakan mukanya kalau ketemu tetangganya.

Dia bisa membayangkan kalau para anak gadis yang masih duduk di SMA, yang selama ini mengidolakannya, akan berbalik mencibirnya. Dia pasti tidak akan sanggup menatap para tetua adat yang akan datang memaksanya untuk mengakui perbuatannya dan harus menunjuk hidung lelaki temannya berbuat gampang.

Dia tidak keberatan kalau terpaksa kawin dengan Badrul, tapi tidak dengan cara seperti ini, cara yang sangat memalukan sekali. Dia juga tidak sanggup kalau harus hidup diasingkan, diusir dari kampung mereka kalau tidak mau mengakui dan meminta maaf.

Rosma bisa membayangkan betapa malunya orangtuanya nanti. Kepercayangan dan rasa sayang orangtuanya telah dia balas dengan mencorengkan aib di muka mereka.

Sekali lagi Rosma masih mendengar deheman babiat napa dari belakang rumahnya, sebelum dia terkulai tidak sadarkan diri, tidak kuat membayangkan rasa malu yang akan dia tanggung. (tamat)

Halak Kotanopan, November 2011.

Catatan: Cerita ini hanya rekaan belaka. Apabila ada kesamaan nama, kemiripan dengan karakter serta pengalaman seseorang, itu hanya faktor kebetulan semata. Semoga dapat mengambil hikmahnya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perburuan Ladang Ganja oleh Polda Sumut Gunakan Teknologi Citra Satelit

    Perburuan Ladang Ganja oleh Polda Sumut Gunakan Teknologi Citra Satelit

    • calendar_month Senin, 13 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN ( Mandailing Online ) Memanfaatkan teknologi citra satelit dipadukan dengan verifikasi lapangan menggunakan drone disertai pengerahan personel, Polda Sumatera Utara (Sumut) menemukan 150 Hektare (Ha) ladang ganja tersebar pada 18 titik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ini merupakan ladang ganja terbesar di Indonesia yang ditemukan aparat Kepolisian dalam perang pemberantasan narkoba. Pengungkapan 150 Ha […]

  • Sobir Lubis, Dukung Langkah BI Kembangkan Kopi di Madina

    Sobir Lubis, Dukung Langkah BI Kembangkan Kopi di Madina

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, Sobir Lubis mendukung langkah Bank Indonesia mengembangkan Kopi di Madina. Itu dikatakan politisi yang ekonom ini uasi menghadiri peresmian Rumah Produksi Kopi yang dibangun Bank Indonesia Perwakilan Sibolga di Desa Salambue, Panyanungan, Mandailing Natal (Madina), Rabu (30/10/2019). Sobir Lubis menyampaikan, pengembangan kopi dengan membangun rumah produksi yang […]

  • Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    Muslimat NU Sinunukan Sahata Pembangunan Dilanjutkan

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Online) – Ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi Muslimat NU Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sahata (sepakat) pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan itu dilanjutkan. Hal itu mereka sampaikan ketika mendengarkan orasi politik calon wakil bupati Madina nomor 2 Atika Azmi Utammi Nasution di Desa Widodaren, Senin (21/10/2024). “Pembangunan di pantai barat cukup masif […]

  • KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ambil Alih Kasus Korupsi Besar yang Mandeg JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan sinyal kesiapannya untuk mengambil alih perkara-perkara dugaan korupsi yang mandeg di kejaksaan dan kepolisian di Sumatera Utara. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, pengambilalihan akan dilakukan jika prosedurnya terpenuhi. Dijelaskan Johan, kasus dugaan korupsi yang bisa diambil alih KPK adalah kasus yang […]

  • Dilema CPNS: Bupati Madina Ngotot Putra Daerah, KemenPAN Ngotot Secara Nasional

    Dilema CPNS: Bupati Madina Ngotot Putra Daerah, KemenPAN Ngotot Secara Nasional

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Perseteruan antara Bupati Madina dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN) soal tolak-menolak tanggungjawab mengumumkan hasil seleksi CPNS Madina 2013 mulai terungkap akar persoalannya. Ternyata Blt Bupati Madina ngotot yang harus dimenangkan adalah putra daerah berdomisili di kawasan kerjanya, bukan dari wilayah lain. Sementara KemenPAN-RB ngotot pada undang-undang bahwa pemenang tak harus […]

  • Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    Tiang Bangunan Pasar Baru Panyabungan Roboh

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu tiang yang baru dicor untuk gedung Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal, dikabarkan roboh pada Minggu siang (11/4/2021). Akibatnya, sejumlah rangka besi tiang tiang lain ikut oleng membengkok karena satu sama lain terkait dalam sistem penyangga. Sejauh ini tidak ada kabar luka-luka dialami pekerja. Tidak banyak yang tahu peristiwa itu karena […]

expand_less