Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 7-Tamat)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

 

Sementara Rosma, sang putri yang belum tidur, juga dapat mendengar auman harimau tersebut. Saat itu dia sedang berada di kamar mandi, di dalam kamarnya. Dia baru saja berkumur kumur sehabis muntah muntah.

Sebenarnya sudah beberapa hari ini di merasa mual mual terus, dan sejak sore dia sudah beberapa kali muntah muntah. Begitu pula saat ayahnya tadi mengetuk pintu kamarnya. Sengaja dia tadi tidak membuka pintu untuk ayahnya, karena dia tahu rasa mualnya ini bukan karena dia masuk angin. Melainkan karena sudah hampir empat minggu ini dia terlambat datang bulan.

Dia tidak mau ayahnya merasa curiga. Untuk itu juga mengapa dia mendadak pulang tadi pagi. Dia ingin mencari orang yang dapat menolongnya dari masalah yang dia hadapi ini. Masalah yang dia perbuat sendiri. Masalah yang hanya bisa dia sesali.

Di Medan, dengan kehidupan yang berlimpah, Rosma bukannya mensyukuri dengan kuliah sebagaimana yang orangtuanya harapkan. Rosma justru lebih tertarik dengan pergaulan di luar kampus. Dengan fasilitas lengkap, di tambah wajah yang cantik dengan mudah Rosma telah menjadi seorang gadis metropolitan, lengkap dengan pergaulan anak mudanya. Tinggal di rumah sendiri juga menambah kebebasannya dalam bergaul.

Gaya pergaulan ini juga yang kadang dia bawa saat pulang ke kampung. Termasuk gaya bergaulanya dengan Badrul, pemuda di kampungnya yang sudah menjadi pacarnya sejak masa SMA. Saat Rosma pulang kampung, tidak jarang pergaulan mereka telah melewati batas norma maupun agama. Selama ini mereka dapat berhubungan dengan sembunyi, tanpa ada yang merasa curiga.

Pergaulan mereka inilah yang sekarang menimbulkan masalah bagi dirinya. Masalah yang akan menjadi aib bagi dirinya, juga akan mencoreng kehormatan kedua orang tuanya. Masalah yang kalau berlarut larut tidak akan bisa dia sembunyikan lagi. Karena itulah dia pulang. Ingin meminta pertanggungjawaban Badrul, atau mencari penyelesaian lain sebelum orang lain dapat melihat perubahan pada dirinya.

Tapi auman hariamau tadi  sungguh mengagetkan Rosma. Dia juga tahu harimau tadi sempat mencakar dinding rumah mereka. Rasa takut dan malu seketika berkecamuk dan bercampur aduk dalam dirinya.

Dengan kondisinya sekarang ini dan apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dia langsung tahu bahwa babiat napa telah datang menyatroni rumahnya, bahkan babiat napa tersebut telah menandai rumahnya dengan cakarannya. Babiat napa telah datang untuk memberitahu orang kampung tentang kelakuan Rosma yang telah melanggar norma. 

Suara langkah terdengar bergerak dari samping rumah sampai ke belakang rumah mereka. Langkah langkah itu tentunya akan meninggalkan jejak jejak di pagi hari nanti. Jejak  yang akan memberitahu para tetangga bahwa ada orang yang telah berbuat zina / manggampang di rumah mereka. Jejak yang akan menelanjangi perbuatannya selama ini. Jejak babiat napa yang secara adat telah dipercaya secara turun menurun hanya mendatangi mereka yang telah berbuat bejat.

Rosma langsung lemas. Dia tidak tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Dia sadar dia tidak akan bisa berkelit lagi. Babiat napa telah menunjuk langsung pada dirinya. Dia tidak tahu mau dikemanakan mukanya kalau ketemu tetangganya.

Dia bisa membayangkan kalau para anak gadis yang masih duduk di SMA, yang selama ini mengidolakannya, akan berbalik mencibirnya. Dia pasti tidak akan sanggup menatap para tetua adat yang akan datang memaksanya untuk mengakui perbuatannya dan harus menunjuk hidung lelaki temannya berbuat gampang.

Dia tidak keberatan kalau terpaksa kawin dengan Badrul, tapi tidak dengan cara seperti ini, cara yang sangat memalukan sekali. Dia juga tidak sanggup kalau harus hidup diasingkan, diusir dari kampung mereka kalau tidak mau mengakui dan meminta maaf.

Rosma bisa membayangkan betapa malunya orangtuanya nanti. Kepercayangan dan rasa sayang orangtuanya telah dia balas dengan mencorengkan aib di muka mereka.

Sekali lagi Rosma masih mendengar deheman babiat napa dari belakang rumahnya, sebelum dia terkulai tidak sadarkan diri, tidak kuat membayangkan rasa malu yang akan dia tanggung. (tamat)

Halak Kotanopan, November 2011.

Catatan: Cerita ini hanya rekaan belaka. Apabila ada kesamaan nama, kemiripan dengan karakter serta pengalaman seseorang, itu hanya faktor kebetulan semata. Semoga dapat mengambil hikmahnya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poligami di Mata Kartini dan Feminisme

    Poligami di Mata Kartini dan Feminisme

    • calendar_month Selasa, 23 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Ide Feminisme merupakan ide yang senantiasa menjunjung tinggi kebebasan dan kesetaraan kedudukan, hak, hukum, perlakuan dan berbagai dimensi kehidupan bagi perempuan agar senantiasa sama dengan laki-laki. Sehingga Feminisme meniscayakan perempuan untuk menentukan pilihan atas dirinya sebagaimana laki-laki termasuk dalam pernikahan. Jika seorang perempuan […]

  • Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Syamsul Arifin, Senin (11/10) kemarin, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Ketidak hadiran itu karena Syamsul Arifin ada rapat paripurna dengan DPRD Sumut terkait penyampaian nota keuangan RAPBD Sumut TA 2011. Isu beredar mantan Bupati Langkat itu akan […]

  • Saipullah-Atika Beber Raihan 100 Hari Kerja, ini 8 Poin Capaian

    Saipullah-Atika Beber Raihan 100 Hari Kerja, ini 8 Poin Capaian

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution membeberkan capaian 100 hari kerja, Selasa (8/7/2025) di aula kantor bupati. Rentang 100 hari kerja itu sejak keduanya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Maret lalu. Secara garis besar, terdapat delapan poin penting yang ditetapkan sebagai target penyelesaian […]

  • Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    Penemuan Ladang Ganja Terus Berulang, MPC PP: Seluruh Stakeholder Harus Duduk Bersama

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menanggapi penemuan ladang ganja yang terus berulang di Mandailing Natal (Madina), Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) meminta agar stakeholder duduk bersama mencari solusi terbaik. Demikian disampaikan Ketua Bidang (Kabid) Keagamaan dan Kerohanian Syamsul Hidayat Borotan, S.Pd.I kepada Mandailing Online, Senin (21/2). “Penemuan 2 hektare berisi 10.000 ribu batang ganja […]

  • Atika Tinjau Pengerjaan Proyek Jalan Pagur

    Atika Tinjau Pengerjaan Proyek Jalan Pagur

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) meninjau progres pengerjaan peningkatan kualitas ruas jalan Pagur – Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2022). Atika mengatakan progres pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2022. Atika menyebut dana proyek peningkatan ruas jalan Pagur – Panyabungan ini bersumber dari Dana […]

  • Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    Soal KPSU, Dishut Madina Banding

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Mandailing Natal (Madina), Mara Ondak Harahap menyatakan bahwa Pemkab Madina akan melakukan upaya banding terhadap putusan PTUN Medan soal KPSU. Itu dikatakannya menjawab wartawan, Kamis (14/3) menyusul putusan PTUN Medan, pada Rabu (6/3) lalu yang mengabulkan gugatan pihak KPSU terhadap putusan bupati Madina Hidayat Batubara […]

expand_less