Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
  • print Cetak

URGENSI PELAKSANAAN KONGRES KEBUDAYAAN MANDAILING

Dengan pemahaman yang baik terhadap pokok-pokok pikiran yang diuraikan di atas, serta didorong pula oleh semangat dan harapan besar untuk dapat mengangkat harkat dan martabat kita orang Mandailing secara bersama-sama sebagaimana petuah leluhur kita: sahata saoloan boti salumpat saindege, sehingga akhirnya diyakini dapat mendorong dan memotivasi kita semua, khusunya Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing untuk segera menyelenggarakan “Kongres Kebudayaan Mandailing” dengan tema utama yaitu “Revitalisasi Kebudayaan Mandailing”.

Penyelengaraan Kongres Kebudayaan Mandailing dimaksud adalah suatu kegiatan yang dipandang urgen untuk sesegera mungkin dilaksanakan mengingat banyaknya bagian-bagian esensial dan substantif dari unsur-unsur kebudayaan tradisional Mandailing yang sudah hampir punah, bahkan sudah ada yang punah sama sekali. Adapun tujuan dari pelaksanaan kongres tersebut antara lain untuk:

Pertama, menggugah kesadaran warga masyarakat Mandailing akan kegunaan dan faedah dari nilai-nilai budaya tradisionalnya sendiri.

Kedua, merevitalisasi dan kemudian berupaya melestarikan nilai-nilai budaya tradisional (seperti yang terdapat dalam Hata Mandailing, Surat Tulak-tulak, dan Dalian Na Tolu, dan sebagainya) yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing pada saat sekarang dan masa mendatang.

Ketiga, memberikan peluang dan kesempatan seluas-luasnya bagi pemuda-pemudi Mandailing untuk lebih mengenal dan mendalami berbagai aspek penting dan esensial dari kebudayaan tradisionalnya sebagai warisan leluhur mereka.

Keempat, memanfaatkan budaya tradisional Mandailing guna memberdayakan warga masyarakat sehingga berpotensi untuk dapat memotivasi dan sekaligus ikut serta berperan aktif dalam upaya pelestarian kekeanekaragaman kebudayaan tradisional Mandailing sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

PENUTUP

Akhir kata, Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing yang beranggotakan penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa-mahasiswi dan pemuda-pemudi (naposo nauli bulung) dengan bimbingan dan arahan pemuka dan tokoh (hatobangon) masyarakat Mandailing ini sepenuhnya menyadari bahwa Kongres Kebudayaan Mandailing tersebut tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan nyata dari seluruh komponen masyarakat Mandailing, baik yang berada di kampung halaman maupun perantauan. Untuk itu Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sangat mengharapkan uluran tangan dan partisipasi aktif semua pihak baik moril maupun materil. ***

***Notulen ini disusun Tim Revitalisasi Kebudayaan Mandailing, Jakarta, 18 Juni 2013. Dikutip dari blog Gondang Mandailing milik Edi Nasution)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Akan Dibangun di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution akan dibangun di Mandailing Natal (Madina). Itu dikatakan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Madina, Rabu (13/1). Menurutnya, pembangunan monumen itu karena sang jenderal berasal dari Madina, serta jasa-jasanya yang sangat besar bagi kemerdekaan Indonesia. Hanya saja Pandam […]

  • Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Armi Fadhilah Lubis Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas   Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun […]

  • Pedagang Dadakan Raub Untung Di Acara Karnaval HUT Ke 78 RI di Madina

    Pedagang Dadakan Raub Untung Di Acara Karnaval HUT Ke 78 RI di Madina

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pedagang di Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ikut meraub berkah di acara kemeriahan dalam menyambut HUT ke 78 RI. Ditaman kota panyabungan, puluhan pedagang dadakan meraub untung diacara karnaval budaya yang diadakan dalam rangkaian memeriahkan HUT ke 78 RI di Madina. Bergam macam makanan ringan disajikan untuk […]

  • Isu Gempa dan Tsunami Beredar, Camat Natal Umumkan Tak Ada Gempa

    Isu Gempa dan Tsunami Beredar, Camat Natal Umumkan Tak Ada Gempa

    • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Terkait meredarnya isu akan terjadi gempa bumi dan tsunami tanggal 26 Oktober 2018 di Pantai Barat, Kabupaten Madina, pemerintah Kecamatan Natal menerbitkan pengumuman resmi mengeliminir isu tersebut. Pengumuman dari pemerintah Kecamatan Natal itu bertanggal 24 Oktober 2018 yang ditandatangani Camat Natal, Riplan, S.Sos. Pengumunan itu telah disebaran ke seluruh desa […]

  • Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    Sedikitnya 700 Warga Siabu Nonton Bersama Film G 30 S PKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        SIABU (Mandailing Online) – Sedikitnya 700 warga Kecamatan Siabu, Mandailing Natal nonton bersama film G 30 S PKI di halaman kantor Koramil 12/Siabu, Jum’at malam (22/9/2017). Acara nonton bersama sejak pukul 21.00 WIB itu bukan saja memadati halaman kantor Koramil, tetapi meluber hingga ke pinggiran jalan raya menyebabkan kenderaan yang melintas harus melambat. […]

  • KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dosen di Universitas Utrecht, Blanda Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M menyatakan Kampoeng Kaos Madina (KKM) memiliki peran mengkonversi kebudayaan Mandailing ke dunia industri. “Saya terkesan melihat kesungguhan dan komitmen yang diperlihatkan Sobir Lubis dari Kampoeng Kaos Madina yang nota bene seorang pengusaha, tetapi memiliki perhatian serius dalam pengembangan kebudayaan,” katanya usai […]

expand_less