Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Serial HUT Madina : Desa Hutapuli Tak Punya Sekolah, Pelajar Harus Jalan Kaki 2,5 Km

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Mar 2018
  • print Cetak

Pelajar dari Desa Hutapuli, Kotanopan menempuh hutan menuju sekolah sejauh 2,5 Km (foto : Lokot Husda Lubis)

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tanggal 9 Maret 2018 nanti, Kabupaten Mandailing Natal akan memperingati Hari Jadi-nya yang ke-19. Tetapi, nun di pelosok Kecamatan Kotanopan masih ada rombongan pelajar menuju sekolah jalan kaki sejauh 5 kilo meter.

Pagi itu jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00 Wib, Jum’at (2/3/2018).  Udara di sekitar desa Hutapuli Kecamatan  Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) masih cukup dingin.  Dedaunan yang terdapat di kiri kanan jalan menuju desa masih basah, menandakan embun pagi masih turun. Saat itu,  jarak pandang  hanya sekitar 100 meter.

Di tengah kondisi seperti ini,  sekitar 21 orang usia anak sekolah,  mulai tingkat SD hingga SLTP dari desa tersebut perlahan melangkah menapaki jalan desa menuju sekolah mereka yang terletak di Desa Simpang Tolang Julu.

Jarak dari rumah mereka di desa Hutapuli menuju sekolah di Desa Simpang Tolang Julu sekitar 2,5 Km.  Berarti setiap harinya,  anak anak harapan bangsa ini harus berjalan sepanjang 5 Km. Hal ini mereka lakukan karena di desanya tidak pernah berdiri sekolah,  baik tingkat SD maupun SLTP.

Perlahan demi perlahan,  mereka harus melalui jalan bebatuan bercampur kerikil dan tanah, menempuh kawasan hutan dan perladangan.  Tidak jarang,  baju mereka basah karena hujan tiba tiba turun di tengah jalan.  Kalau hal ini terjadi,  mereka harus mengambil daun pisang untuk sekedar payung menghindari basah. Bukan itu saja,  selain jalan tanjakan mereka juga harus melewati hutan yang berada di kiri kanan jalan yang terkadang rawan dengan binatang buas.

Itulah segelintir potret anak anak usia sekolah dari desa Hutapuli. Tidak adanya sekolah di kampungnya,  membuat mereka harus berjalan kaki sepanjang 5 Km setiap harinya. Tidak terbayangkan,  usia anak SD ini berjalan secara berrombongan tiga atau empat orang yang mana di kiri kanan jalan masih di nominasi hutan. Sikap pantang menyerah  dalam menuntut ilmu ini  patut di ajungkan jempol untuk anak usia sekolah dari di desa Hutapuli ini. Ini tentunya sangat berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di kota.

Riski, salah satu dari mereka, ia duduk di kelas III SD Simpang Tolang Julu.  Setiap hari ia bersama siswa lainnya dari desa Hutapuli harus menguras tenaga berjalan 5 Km menuju sekolah.  Rasa capek yang mereka alami setiap harinya harus mereka tahankan untuk mendapatkan ilmu. Perjuangan yang luar biasa dari anak bangsa untuk memperoleh pendidikan.

Kondisi ini tentunya tidak boleh dibiarkan terus menerus.  Untuk memperoleh ilmu,  anak harus mendapat fasilitas yang memadai dari negara.  Negara bertanggung jawab mencerdaskan anak bangsa.  Secara psikologis,  berjalan sejauh 5 km setiap harinya tentunya berdampak pada si anak.  Sebelum pelajaran di mulai di pagi hari,  fisik anak sudah capek,  belum lagi kegiatan sekolah mulai dari upacara, olah raga dan kegiatan lainnya.  Pemerintah harus punya solusi untuk itu.

Sedangkan Abdul Rahim, salah satu orangtua yang di jumpai mengakui sangat berat mengiklaskan anaknya harus berjalan 5 Km untuk mencapai sekolah.  Apalagi usia mereka cukup belia,  antara 7- 15 tahun.  Namun apa hendak di kata,  kondisinya sudah begitu.  Sejak desa ini berdiri mulai zaman Belanda,   tidak pernah berdiri sekolah.

Dambaan untuk bisa berdiri sekolah di desa yang di huni 42 KK ini memang cukup besar.  Walaupun sebatas kelas jauh,  itu sudah lebih dari cukup.  Namun,  untuk saat ini keinginan warga desa sepertinya masih sebatas angan angan. Kenyataannya,  Indonesia sudah 73 tahun merdeka,  jangankan untuk mendirikan sekolah jalan ke desa ini masih kupak kapik.  Dari panjang jalan sekitar 2.5 Km,  baru sekitar 700 meter yang di rabat beton.

Kepala desa Hutapuli,  Sahruddin yang di jumpai, Jumat (2/3/2018) membenarkan bahwa usia anak sekolah di desanya harus berjalan 5 Km menuju sekolah setiap harinya.  Kondisi ini  sudah berlangsung mulai sejak desa ini ada.  Mereka harus berjuang cukup berat untuk mendapatkan ilmu. Bayangkan saja,  usia SD harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan ilmu.

Dikatakannya,  sebenarnya inti dari permasalahan ini semua adalah buruknya  infrastruktur jalan  kedesa ini.  Coba bayangkan,  kalau jalan ini bagus anak anak ini bisa di antar jemput orangtuanya naik sepeda motor kesekolahnya. Tentunya anak anak ini akan lebih fokus belajar  tanpa merasakan capeknya badan dengan berjalan kaki.

Langkah awal,   memang sudah di lakukan dengan membangun jalan ini dengan rabat beton sekitar 700 meter.  Sedangkan sisanya sekitar 1800 meter masih bebatuan dan tanah.  Rencananya tahun depan,  akan kita lanjutkan pembangunannya dengan dana desa. Namun  anggaran Dana Desa ini tentunya masih terbatas.  Masih diharapkan dana bantuan dari Pemkab Madina.

“Kemudian, kita juga berharap adanya kepeduliaan  Pemkab Mandailing  Natal untuk membangun jalan ini.  Begitu juga dengan anggota DPRD Madina yang berasal dari dapem II agar ikut memperjuangkannya.  Buruknya infrastruktur jalan ini tentunya berdampak  kepada semua sektor.

 

Penulis : Lokot Husda Lubis

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    Bruno Mars Kepincut Fatin Shidqia Lubis

    • calendar_month Kamis, 31 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Jakarta, (MO) – Nyanyian Fatin Shidqia Lubis (16), dalam lomba tarik suara di layar kaca X Factor Indonesia Auditions episode keempat, telah memikat Bruno Mars, artis musik internasional dari Amerika Serikat. Setelah menonton video YouTube yang berisi penampilan pelajar SMA itu membawakan “Grenade”, sang pemilik lagu, Bruno Mars, menampilkan video tersebut ke situs resminya, brunomars.com. […]

  • Target Ekspor Kopi Mandailing 120.000 Ton

    Target Ekspor Kopi Mandailing 120.000 Ton

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Angka penjualan atas nama Kopi Mandaling sebesar 120.000 ton merupakan target minimal dari prosfek ekspor kopi Indonesia yang di targetkan Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI). Angka itu merupakan bagian dari target ekspor kopi 900.000 hingga 1,2 juta ton per tahun. Kopi merupakan komoditas yang diperdagangkan di bursa komoditas, terutama di London dan New York. Disebutkan, Indonesia merupakan urutan ke-4 setelah Ethiopia, Vietnam […]

  • Siswa Diajak Tanam Pohon

    Siswa Diajak Tanam Pohon

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lakukan Penghijauan Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis Lintas Kabupaten terus menginisiasi gerakan penghijauan hingga ke sekolah melalui penanaman pohon. Ini sebagai wujud kepedulian generasi muda bangsa terhadap kondisi alam sekitar. Kegiatan ini sekaligus bukti nyata dukungan pelaksaanaan program gerakan penanaman 1 miliar pohon untuk dunia. Penanaman pohon dilaksanakan, Selasa (10/1) di SMPN 4, […]

  • FILM “BIOLA NAMABUGANG”  KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

    FILM “BIOLA NAMABUGANG” KEMBALI MENJADI OBJEK PENELITIAN

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Popularitas film daerah berbudaya Mandailing, “Biola Namabugang”, belum juga memudar sejak dirilis akhir tahun 2011 lalu. Film yang menceritakan tokoh Kareen yang diperankan oleh Aulia Sani tersebut baru-baru ini kembali menjadi penelitian tesis S2 di salah satu universitas di Medan. Boru Ritonga, mahasiswa itu, menyebut tertarik pada film produksi Tympanum Novem […]

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

  • Harun Nasution Akan Kembali Pimpin IMI Sumut Periode 2026-2030

    Harun Nasution Akan Kembali Pimpin IMI Sumut Periode 2026-2030

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN|| Mandailing Online – Harun Mustafa Nasution dipastikan kembali menahkodai Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara untuk periode 2026-2030. Ia menjadi satu-satunya Bakal Calon Ketua yang lolos penjaringan dan akan diusung dalam Musyawarah Provinsi IMI Sumut 2026. Musprov IMI Sumut dijadwalkan berlangsung  hari ini Selasa, 2 Juni 2026 di Medan. Agenda utamanya adalah pemilihan […]

expand_less