Minggu, 11 Okt 2026
light_mode

Serial HUT Madina : Desa Hutapuli Tak Punya Sekolah, Pelajar Harus Jalan Kaki 2,5 Km

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Mar 2018
  • print Cetak

Pelajar dari Desa Hutapuli, Kotanopan menempuh hutan menuju sekolah sejauh 2,5 Km (foto : Lokot Husda Lubis)

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Tanggal 9 Maret 2018 nanti, Kabupaten Mandailing Natal akan memperingati Hari Jadi-nya yang ke-19. Tetapi, nun di pelosok Kecamatan Kotanopan masih ada rombongan pelajar menuju sekolah jalan kaki sejauh 5 kilo meter.

Pagi itu jarum jam masih menunjukkan pukul 06.00 Wib, Jum’at (2/3/2018).  Udara di sekitar desa Hutapuli Kecamatan  Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) masih cukup dingin.  Dedaunan yang terdapat di kiri kanan jalan menuju desa masih basah, menandakan embun pagi masih turun. Saat itu,  jarak pandang  hanya sekitar 100 meter.

Di tengah kondisi seperti ini,  sekitar 21 orang usia anak sekolah,  mulai tingkat SD hingga SLTP dari desa tersebut perlahan melangkah menapaki jalan desa menuju sekolah mereka yang terletak di Desa Simpang Tolang Julu.

Jarak dari rumah mereka di desa Hutapuli menuju sekolah di Desa Simpang Tolang Julu sekitar 2,5 Km.  Berarti setiap harinya,  anak anak harapan bangsa ini harus berjalan sepanjang 5 Km. Hal ini mereka lakukan karena di desanya tidak pernah berdiri sekolah,  baik tingkat SD maupun SLTP.

Perlahan demi perlahan,  mereka harus melalui jalan bebatuan bercampur kerikil dan tanah, menempuh kawasan hutan dan perladangan.  Tidak jarang,  baju mereka basah karena hujan tiba tiba turun di tengah jalan.  Kalau hal ini terjadi,  mereka harus mengambil daun pisang untuk sekedar payung menghindari basah. Bukan itu saja,  selain jalan tanjakan mereka juga harus melewati hutan yang berada di kiri kanan jalan yang terkadang rawan dengan binatang buas.

Itulah segelintir potret anak anak usia sekolah dari desa Hutapuli. Tidak adanya sekolah di kampungnya,  membuat mereka harus berjalan kaki sepanjang 5 Km setiap harinya. Tidak terbayangkan,  usia anak SD ini berjalan secara berrombongan tiga atau empat orang yang mana di kiri kanan jalan masih di nominasi hutan. Sikap pantang menyerah  dalam menuntut ilmu ini  patut di ajungkan jempol untuk anak usia sekolah dari di desa Hutapuli ini. Ini tentunya sangat berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di kota.

Riski, salah satu dari mereka, ia duduk di kelas III SD Simpang Tolang Julu.  Setiap hari ia bersama siswa lainnya dari desa Hutapuli harus menguras tenaga berjalan 5 Km menuju sekolah.  Rasa capek yang mereka alami setiap harinya harus mereka tahankan untuk mendapatkan ilmu. Perjuangan yang luar biasa dari anak bangsa untuk memperoleh pendidikan.

Kondisi ini tentunya tidak boleh dibiarkan terus menerus.  Untuk memperoleh ilmu,  anak harus mendapat fasilitas yang memadai dari negara.  Negara bertanggung jawab mencerdaskan anak bangsa.  Secara psikologis,  berjalan sejauh 5 km setiap harinya tentunya berdampak pada si anak.  Sebelum pelajaran di mulai di pagi hari,  fisik anak sudah capek,  belum lagi kegiatan sekolah mulai dari upacara, olah raga dan kegiatan lainnya.  Pemerintah harus punya solusi untuk itu.

Sedangkan Abdul Rahim, salah satu orangtua yang di jumpai mengakui sangat berat mengiklaskan anaknya harus berjalan 5 Km untuk mencapai sekolah.  Apalagi usia mereka cukup belia,  antara 7- 15 tahun.  Namun apa hendak di kata,  kondisinya sudah begitu.  Sejak desa ini berdiri mulai zaman Belanda,   tidak pernah berdiri sekolah.

Dambaan untuk bisa berdiri sekolah di desa yang di huni 42 KK ini memang cukup besar.  Walaupun sebatas kelas jauh,  itu sudah lebih dari cukup.  Namun,  untuk saat ini keinginan warga desa sepertinya masih sebatas angan angan. Kenyataannya,  Indonesia sudah 73 tahun merdeka,  jangankan untuk mendirikan sekolah jalan ke desa ini masih kupak kapik.  Dari panjang jalan sekitar 2.5 Km,  baru sekitar 700 meter yang di rabat beton.

Kepala desa Hutapuli,  Sahruddin yang di jumpai, Jumat (2/3/2018) membenarkan bahwa usia anak sekolah di desanya harus berjalan 5 Km menuju sekolah setiap harinya.  Kondisi ini  sudah berlangsung mulai sejak desa ini ada.  Mereka harus berjuang cukup berat untuk mendapatkan ilmu. Bayangkan saja,  usia SD harus berjalan cukup jauh untuk mendapatkan ilmu.

Dikatakannya,  sebenarnya inti dari permasalahan ini semua adalah buruknya  infrastruktur jalan  kedesa ini.  Coba bayangkan,  kalau jalan ini bagus anak anak ini bisa di antar jemput orangtuanya naik sepeda motor kesekolahnya. Tentunya anak anak ini akan lebih fokus belajar  tanpa merasakan capeknya badan dengan berjalan kaki.

Langkah awal,   memang sudah di lakukan dengan membangun jalan ini dengan rabat beton sekitar 700 meter.  Sedangkan sisanya sekitar 1800 meter masih bebatuan dan tanah.  Rencananya tahun depan,  akan kita lanjutkan pembangunannya dengan dana desa. Namun  anggaran Dana Desa ini tentunya masih terbatas.  Masih diharapkan dana bantuan dari Pemkab Madina.

“Kemudian, kita juga berharap adanya kepeduliaan  Pemkab Mandailing  Natal untuk membangun jalan ini.  Begitu juga dengan anggota DPRD Madina yang berasal dari dapem II agar ikut memperjuangkannya.  Buruknya infrastruktur jalan ini tentunya berdampak  kepada semua sektor.

 

Penulis : Lokot Husda Lubis

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU: Coblos Ulang Pilkada Madina Tak Ada Kendala

    KPU: Coblos Ulang Pilkada Madina Tak Ada Kendala

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadwalkan pelaksanaan coblos ulang Pilkada Madina pada 20 April 2011 mendatang. KPU belum menemui kendala pelaksanaan coblos ulang. Hal itu diungkapkan Ketua KPU Madina Jefri Antoni di ruang kerjanya di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Senin (21/03/2011). Dijelaskan, KPU Madina belum menemui kendala dalam melaksanakan tahapan […]

  • Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    Umak-umak Bilang Saipullah Itu Pria yang Soleh dan Ramah

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bak selebritis, banyak warga meminta swafoto dengan calon bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution saat keliling menyantuni anak yatim di Sihepeng Raya, Kecamatan Siabu, Madina, Ahad (20/10/2024). Kesederhanaan dan keteduhan wajahnya mungkin menjadi daya tarik tersendiri Bang Ipul, panggilan akrabnya. “Pak Saipullah itu pria yang soleh. Aura soleh itu memancar dari […]

  • Daerah Tidak Bisa Lepas dari Pers

    Daerah Tidak Bisa Lepas dari Pers

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mengatakan semua daerah tidak bisa terlepas dari pers atau media. Hal itu disampaikan Erwin usai memberikan kejutan dengan mendatangi kantor PWI di Jl. Willem Iskander, Aek Galoga, Panyabungan pada Rabu (9/2). “Seperti yang saya sampaikan tadi, di semua daerah tidak bisa terlepas dari […]

  • Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera yang menduduki ranking ketiga dari 33 pemprov dalam penyelewengan uang Negara sesuai temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) memperburuk citra Pemprov Sumut secara kelembagaan. Dalam kasus korupsi saja, sudah ada Gubernur Sumut non aktif, Syamsul Arifin terpaksa masuk penjara termasuk sejumlah kepala daerah di Sumut yang juga telah dikerangkeng dalam kasus […]

  • Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    Rehab Puskesmas di Siabu, Tak Memasang Plang Merek

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dua proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Siabu di Kecamatan Siabu, Madailing Natal membingungkan masyarakat. Pasalnya tidak ditemukan plang merek informasi kegiatan di dua proyek tersebut. Informasi diperoleh bahwa kedua proyek rehab itu milik Dinas Kesehatan Mandailing Natal. Kedua proyek itu masing-masing rehab ruang rawat inap, dan pekerjaan perbaikan lantai salah satu […]

  • Dahlan Hasan Nyatakan Tak Pakai APBD Untuk Pemenangannya

    Dahlan Hasan Nyatakan Tak Pakai APBD Untuk Pemenangannya

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal calon bupati Madina incumbent, Dahlan Hasan Nasution menyatakan bahwa dia tidak akan memakai dana APBD Madina bagi keperluan tim suksesnya di Pilkada Madina 2015. Bahkan, dia mempersilahkan tim audit indevenden datang ke Mandailing Natal (Madina) untuk melakukan audit dan mengecek dana-dana APBD Madina apakah ada yang disalahgunakan untuk kepentingan […]

expand_less