Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

FKDT Madina: Agar Lebih Religius, Madina Butuh Perda Wajib ‘Sikola Maktab’

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2014
  • print Cetak

Panyabungan (Mandailing Online) – Agenda utama pembangunan Madina di 2015 adalah menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih religius. Karena itu, Pemkab Madina harus visioner memperhatikan kegiatan religius, seperti dengan mewujudkan program wajib pendidikan diniyah.

Sekretaris Umum Dewan Pengurus Cabang Forum Kominikasi Diniyah Takmiliyah Kabupaten Mandailing Natal (DPC FKDT Madina), Muhammad Ludfan Nasution, SSos mengutip pidato Bupati Madina dalam mengantarkan nota keuangan RAPBD Madina 2015.

Katanya, sesuai dengan visi dan misi Madina 2011-2016, tahun 2015 ini orientasi program pembangunan itu terutama untuk melakukan penataan kehidupan yang religius dan berbudaya luhur. Lebih-lebih karena selama ini, pendidikan diniyah sudah semarak beroperasi di tengah-tengah masyarakat Mandailing Natal.

Ludfan Nasution mengatakan dalam release yg diterima baru-baru ini, "Senapas dengan agenda utama pembangunan Madina di 2015 ini, FKDT Madina sebenarnya sudah menyampaikan wacana dan usul Peraturan Daerah tentang Wajib Diniyah atau ' Wajib Sikola Maktab'."

Selama ini, Ludfan Nasution menggambarkan lebih lanjut, model pendidikan ini tetap diminati. Hanya saja, perkembangannya sepertinya sudah stagnan (mandeg/berhenti. Masyarakat pun kemudian menempatkan vitalitas pendidikan Islam di urutan kedua setelah pendidikan umum.

Akibatnya, lanjut Kepala MDTA Islamiyah Darussam Kelurahan Kotasiantar itu, sekalipun masih dianggap penting, tapi dinomor-duakan. Ketika murid Sikola Maktab ini bosan, jenuh atau malas, orang tua sering bersikap lembek dan banyak murid MDA/MDTA (dinyah awaliyah/diniyah takmilyah) akhirnya memilih berhenti sebelum tuntas, bahkan sebagian malah berhenti pada saat kelas IV atau kelas V SD.

"Nah, karena itu, pengembangan MDTA, agar masyarakat kembali condong pada nilai2 Islam dan kehidupan yang religius, Madina sudah butuh Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkkan setiap siswa muslim kelas III sampai kelas IV SD wajib mengikuti pendidikan diniyah (maktab)," tegas Caleg PKB Dapil 1 ranking kedua tersebut.

Dia juga menjelaskan, salah satu bentuk aturan dari Ranperda Diniyah Takmiliyah tersebut adalah menjadikan ijazah MDTA sebagai persyaratan wajib untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/Tsanawiyah.

Karena itu, dia yakin, jika sudah punya 'Perda Wajib Diniyah', Madina insya-Allah lebih religius dan berbudaya luhur.

Namun, Ludfan Nasution menyayangkan, "Dari 16 Ranperda yang masuk Prolegda 2015, tak satu pun yg berkaitan dengan tuntutan revitalisasi MDA. Mungkin kami harus menyampaikan gagasan itu dengan cara yang berbeda, yang lebih terbuka," tambahnya.(hol)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasehat Kepada Mantan Rekan

    Nasehat Kepada Mantan Rekan

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        karikatur nasehat kepada yang menjabat

  • Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    Antara Konser dan Bukber, Manakah Yang Layak Dilarang?

    • calendar_month Rabu, 29 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Ramadan adalah bulan untuk menunaikan ibadah puasa bagi kaum Muslim. Dalam menjalani kewajiban puasa Ramadan, ada dua momen yang indah di dalamnya. Bahkan kedua momen tersebut tidak jarang menjadi penyatu keluarga yang jarang bersama walaupun serumah. Itulah saat sahur dan berbuka. Selanjutnya, waktu sahur tentu tidak lazim dilakukan […]

  • PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    PC PMII Madina Nilai Kapolres Madina Tidak Becus Emban Amanah

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): puluhan massa Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) seruduk mako Polres Madina meminta Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh segera melakukan penertiban dan penindakan perusakan lingkungan akibat Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Pantauan wartawan, massa PC PMII tiba di Mapolres pukul 15.30 wib, Jum’at (20/06/2025) dikordinatori […]

  • Penerima Raskin Madina Berkurang 1.854 RTS

    Penerima Raskin Madina Berkurang 1.854 RTS

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penerima beras miskin (raskin) untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) tahun 2013 ini berkurang sebanyak 1.854 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Pengurangan ini akibat berkurangnya jumlah keluarga miskin di Madina. Demikian data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dilansir Bagian Perekonomian Pemkab Madina. Kepala Bagian Prekonomian Madina, Suandi Usman Nasution melalui Kasubbag […]

  • Proyek PU Madina Dipertanyakan Warga Hutapuli

    Proyek PU Madina Dipertanyakan Warga Hutapuli

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Warga Desa Desa Hutapuli Kecamatan Siabu mempertanyakan proyek pengerukan saluran air persawahan yang dikelolal Dinas PU Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, proyek berlabel “Rehabilitasi Normalisasi Saluran” itu tak dinilai warga melenceng dari kontrak. “Harusnya lebar badan saluran 4 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Tapi , yang kami lihat hanya 3 meter […]

  • Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    Ketika Pementasan Drama “Sibaroar Raja Nasakti” Berdimanesi Kronologis

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Setelah sukses mementaskan drama “Multatuli” bulan Juli lalu, kini Jeges Art kembali menorehkan kesuksesan mementaskan drama “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serbaguna Panyabungan, Sabtu (30/9/2017). Drama ini diselenggarakan kerjasama Jeges Art dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Sibaroar Raja Nasakti” ini dikemas dalam bentuk drama musikal, mengangkat kisah Sibaroar, leluhur marga Nasution […]

expand_less