Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode

Gawat! Menteri Malaysia Perkosa TKW

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
  • print Cetak


KUALA LUMPUR : Perwakilan pemerintah Indonesia di Malaysia tengah memonitor beredarnya kabar tentang seorang pembantu rumah tangga Indonesia yang diperkosa seorang menteri Malaysia pada 2007 lampau. Meski demikian, isu itu dinilai sulit diusut lebih jauh.

Demikian dinyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.Kepala Penerangan KBRI Suryana Sastradipraja mengatakan kasus itu mengemuka belakangan ini di sebuah koran oposisi, Harakah Daily. Namun, ia melanjutkan, kabar itu sejauh ini belum bisa dibuktikan kebenarannya karena baru didasarkan pada laporan pihak ketiga.

“Kami sudah tahu, itu muncul tahun 2007, namun itu kan baru ‘katanya’ semua,” ujar Sastradipraja, Rabu, 5 Januari 2011.

Lantas kenapa KBRI sendiri tidak menindaklanjuti kasus ini?

Suryana mengatakan itu karena sejauh ini tidak ada laporan langsung dari korban, sehingga KBRI tidak dapat bertindak lebih jauh. “Kasus ini tidak pernah dilaporkan, kalaupun dilaporkan sekarang, apa buktinya? Kasus pemerkosaan itu perlu bukti,” kata Sastradipraja.

Seorang menteri Malaysia diduga telah memperkosa seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Banjarnegara, Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada 2007 di era Perdana Menteri Datuk Seri Abdullah Badawi.

Kabar ini dilansir salah satu situs berita Malaysia, Harakah Daily, dengan mengutip bocoran data dari WikiLeaks. WikiLeaks dikabarkan mengacu pada Rocky Bru, seorang blogger Malaysia yang juga mantan Pemimpin Redaksi The Malaysia Mail, sebuah koran gratis di Malaysia.

Dalam blog Rocky Bru, muncul tautan (link) pada suatu dokumen mengenai kasus yang menimpa seorang pembantu Indonesia yang disebut bernama Robengah. Dokumen itu adalah laporan investigasi lembaga pembela hak-hak pekerja asal Indonesia, Migrant Care.

Dikonfirmasi tentang laporan tersebut, Migrant Care menyatakan belum akan memberikan keterangan resmi. “Untuk sementara ini kami tidak bisa berkomentar dulu,” ujar Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Migrant Care.

Tanggapan serupa dinyatakan analis kebijakan publik Migrant Care, Wahyu Susilo, saat dihubungi Selasa, 4 Januari 2011.

“Saya no comment dulu. Ini pelik sekali. Nanti saja setelah kami lapor ke LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), baru kami sampaikan keterangan resmi,” kata Wahyu.

Siapa yang terancam sampai harus melapor ke LPSK?

“Ini juga soal keselamatan orang lain,” kata Wahyu.

Seperti dilansir dari laman Malaysia Today, 23 Desember 2010, laporan yang disebut-sebut berasal dari Migrant Care tersebut telah disampaikan ke KBRI dan Kedutaan Besar AS di Kuala Lumpur.

Namun, ketika ditanya soal ini, Sastradipraja menampik berita tersebut dan mengatakan tidak pernah menerima dokumen apapun mengenai kasus ini. “Kami tidak dapat dokumen apapun, kami baru tahu dari sebuah blog yang dicantumkan di koran Harakah,” ujarnya.(harakah daily/vn)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penghujan, Harga Cabai Kian Pedas

    Penghujan, Harga Cabai Kian Pedas

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabai berbagai jenis terus naik di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pantauan Mandailing Online, di Pasar Baru Panyabungan, Jum’at (27/10/2023) harga merangkak naik dari kemarin. Kenaikan mencapai kisaran 4.000 Rupiah per kilogram (kg). Sejumlah pedagang menyatakan kenaikan dipicu durasi hujan yang tinggi. Jenis cabai merah sebelumnya Rp 40.000 per kg […]

  • Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

    Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya : WAHYUNI LUBIS   Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil […]

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PENGANTAR Sejumlah penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat yang berasal dari Mandailing pada awal bulan Januari 2013 lalu menggelar pertemuan untuk membahas seputar persoalan kebudayaan Mandailing dan rencana penyelenggaraan “Kongres Kebudayaan Mandaling” di Jakarta. Salah seorang diantaranya, M. Syurbainy (Beny) Nasution Ketua Pengurus Harian Saroha Foundation yang akrab disapa Benas, mengungkapkan alasan rencana […]

  • DPC Khusus Ambil Bagian dalam Halalbihalal Ikanas Pusat

    DPC Khusus Ambil Bagian dalam Halalbihalal Ikanas Pusat

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Khusus Ikanas Mandailing Natal (Madina) turut ambil bagian dalam acara Silaturahmi Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Pusat yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Jakarta Selatan. Ketua DPC Khusus Ikanas dr. Syarifuddin Nasution yang hadir secara langsung di Jakarta bersama pengurus lainnya mengatakan, halalbihalal ini bisa […]

  • Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    Generasi Muda Mandailing Mengalami Krisis “Partuturon”

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Generasi muda Mandailing saat ini mulai mengalami gejala krisis “partuturon” (tutur sapa). Bahkan sudah banyak yang tak mengetahui dan memahami tentang “partuturon”. Padahal, masyarakat Mandailing selama ini dikenal sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi etika. Dan salah satu unsur penting etika adalah “partuturon”. “Untuk itu, penguasaan tentang “partuturon” harus diajarkan agar […]

  • Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    Warga Tapus Unjuk Rasa ke DPRD Madina, Minta Izin PT.M3 Dicabut

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 300 warga Kelurahan Tapus Kecamatan Lingga Bayu melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal (Madina), Rabu (12/8) meminta pencabutan izin PT. Madinah Madani Mining (M3) yang melakukan usaha penambangan emas di kawasan Desa itu. Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan itu tiba di gedung DPRD Madina sekira pukul 14.00 Wib […]

expand_less