Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tuntutan Pendemo ke Pj Bupati & DPRD

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
  • print Cetak

MADINA-; Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Mandailing Natal (AMP2M) bersama Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) berdemonstrasi ke kantor Pemkab dan DPRD Madina, Kamis (28/10). Mereka meminta pejabat terkait bertanggung jawab atas defisit anggaran tahun 2010 yang berjumlah Rp19,7 miliar, dan mendesak Pejabat (Pj) Bupati Aspan Batubara dan DPRD membentuk tim auditor defisit anggaran tersebut.

(f:metro/ridwan lubis)
Massa AMP2M dan Satma PP yang berunjuk rasa berjumlah sekitar 60-an orang. Mereka berdemo mulai pukul 11.45 WIB hingga pukul 14.00 WIB dengan dua rute, yakni perkantoran Paya Loting, Pemkab Madina serta gedung DPRD.
Massa dikoordinir Tan Gozali Nasution bersama empat koordinator lapangan yakni Iswadi Batubara, M Rifai Lubis, Samsul Borotan, dan Khoirul Asri.
Awalnya massa mendatangi perkantoran Pemkab Madina untuk menemui Pj Bupati Ir H Aspan Sofian Batubara MM terkait terjadinya defisit anggaran tahun 2010. Sebab, menurut pengunjuk rasa, jumlah defisit itu tidak logika dan diduga ada penyalahgunaan anggaran yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.
Namun niat mahasiswa untuk menemui Pj Bupati tidak kesampaian. Bahkan, tak seorangpun perwakilan Pemkab terlihat menerima massa. Pendemonstran juga terhalang karena pengawalan ketat puluhan personel Satpol PP dan Polres Madina sehingga massa tak berhasil menembus pintu masuk ke perkantoran Pemkab Madina. Mahasiswa hanya bisa menyampaikan orasinya di depan pintu gerbang, setelah sebelumnya berusaha mendorong pagar tapi tetap tak bisa masuk. Dalam orasinya, demonstran meminta Pj Bupati bersama DPRD membentuk tim auditor untuk menyelidiki defisit tersebut. “Pj Bupati Madina harus tegas menyikapi terjadinya defisit yang menurut kami tidak masuk akal. Dan kalau memang belum ada penyelesaian, kami meminta Pj Bupati bersama DPRD membentuk tim auditor,” teriak Tan Gozali diamini massa pengunjuk rasa.
Setelah berorasi di pintu gerbang kantor Pemkab, pengunjuk rasa kemudian berjalan menuju gedung DPRD yang hanya berjarak sekira 300 meter dari tempat sebelumnya. Setibanya di depan kantor wakil rakyat itu, pengunjuk rasa dihadapkan lagi dengan personel Polres dari beberapa satuan. Mahasiswa pun tetap tak bisa menemui anggota DPRD.
Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengatakan, saat ini terjadi defisit anggaran yang belum jelas faktor penyebabnya. Pengunjuk rasa juga menyinggung agar penerimaan CPNS formasi tahun 2010 berlangsung transparan dan akuntabilitas serta bersih dari KKN. “Kami juga meminta Pj Bupati Madina agar tidak memberikan izin bagi setiap kepala SKPD dan pejabat lainnya yang ingin pindah atau melarikan diri dari tanggung jawab, karena ini sudah merebak di masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Madina Safaruddin Ansyari serta empat anggota lainnya yakni Ir Wildan, H Ahmad Husein, Arsyidin, serta Dodi Martua kepada wartawan mengatakan, karena pendemo sebelumnya tidak ada melayangkan pemberitahuan terkait unjuk rasa itu, maka mereka tidak menemui pengunjuk rasa.
Terkait defisit anggaran itu, menurut Safaruddin, itu bukanlah hal yang aneh dalam suatu pemerintahan, karena itu adalah sesuatu yang wajar. Namun ketika METRO menanyakan apa faktor penyebab defisit, salah seorang anggota DPRD mengaku, mereka belum tahu pasti apa faktor penyebabnya. “Tapi kita akan berkoordinasi dengan BPKP Sumut, dan sudah ada MoU nya, dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti faktor penyebab defisit. Selasa (4/11), kita akan menemui BPKP,” kata Wildan diamini anggota DPRD lainnya.
Sebelumnya, Kamis (14/10) lalu, Pj Bupati menyampaikan nota keuangan RPAPBD 2010 di sidang paripurna DPRD. RPAPBD defisit sebesar Rp19.756.655.494. (wan)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    Advokad Minta Menteri ESDM Tutup PT. SMGP di Madina

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB PASU) Eka Putra Zakran, SH.MH meminta Menteri ESDM mencanut izin dan sekaligus menutup beroperasinya PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Mandailing Natal. Eka Putra menyatakan itu menyusul hasil investigasi Walhi Sumut yang menemukan indikasi pelanggaran HAM oleh PT. SMGP pada […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (1)

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis Sepanjang yang dapat diketahui sampai sekarang, belum ada seseorang yang menulis dan menerbitkan sejarah Mandailing. Oleh karena itu kita tidak dapat memperoleh refensi untuk membicarakan sejarah Madailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing. Suku bangsa atau kelompok etnis Mandailing memang mempuyai aksara sendiri yang dinamakan Surat Tulak-Tulak. Tetapi ternayata orang-orang […]

  • Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    Jangan Marah Kepada Tirta Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga perumahan Cemara harus marah sejak pukul 5 pagi sampai jam 2 siang. Lalu, sejak pukul 2 siang hingga pukul 4 pagi giliran penduduk Desa Parbangunan yang harus marah-marah. Marah-marah itu gara-gara Tirta Madina menetapkan pembagian waktu aliran air kepada dua wilayah bertetangga itu. Parbangunan dan perumahan Cemara berada di Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 31)

    MARSIDAO-DAO (episode 31)

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara I huta Huraba, ngada adong na paomohon sabana. Angke tola dokonon, madung sidung suanan ni parsaba i huta i. Juguk turnguk Si Siti dohot donganna na tolu alak i i sopo banjar na nilambung masojid i. “Tu huta Lumban Dolok ma batas ita kehe marsapa antap adong pangomoan i […]

  • Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    Moderasi Beragama, Antara Harapan dan Kenyataan

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Moderasi beragama terdengar kencang di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, istilah moderasi maupun moderasi beragama tidak dikenal. Karena yang lebih sering muncul adalah istilah multikulturalisme, pluralisme dan toleransi dalam menggambarkan kemodernan beragama (Islam). Terkait asal munculnya paham moderasi sebenarnya banyak versi. Hanya saja, istilah ini mulai diperkenalkan […]

  • Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    Usai Ribuan Massa Blokir Jalan Selama 21 Jam, 62 Warga Dibebaskan

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Akhirnya, 62 warga Desa Tolang Jae,Kecamatan Sayur Matinggi,Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang ditahan polisi karena diduga membakar 10 rumah di Dusun Adian Goti, dibebaskan. Pembebasan mereka dilakukan setelah ribuan warga dari 3 desa yaitu Tolang Jae, Sipange Godang, dan Sipange Julu, memblokir jalan negara atau Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) antara Tapsel ke Kabupaten Mandailing (Madina) […]

expand_less