Minggu, 26 Apr 2026
light_mode

Jangan Tertawai Pemindahan Huta Dangka

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2022
  • print Cetak

Pemukiman Desa Huta Dangka. Foto: Lokot Husda

Apakah harus tertawa. Atau terkejut. Atau prihatin. Terserah Anda.

Atau bisa saja otak Anda merasa rumit memikirkan kepindahan Desa Huta Dangka.

Atau adakah sesuatu yang terselubung? Silahkan analisa.

Secara tritorial Desa Huta Dangka itu berada di Kecamatan Kotanopan.

Huta Dangka diapit oleh Desa Muara Pungkut dan Kelurahan Tamiang.

Tetapi kini – berdasar Kepmendagri Tahun 2020 – Huta Dangka sudah menjadi “milik” Kecamatan Hutabargot secara administratif.

Jika diilustrasikan maka Huta Dangka itu anak kandung Kecamatan Kotanopan yang diasuhpeliharakan kepada Kecamatan Hutabargot.

Dengan demikian, kepala Desa Huta Dangka sejatinya harus pergi jauh-jauh ke kantor camat Hutabargot untuk setiap urusan pemerintahan.

Kecamatan Hutabargot bukan tetangga Kecamatan Kotanopan. Jarak antara dua kecamatan ini pun jauh. Kurang lebih 1,5 jam naik mobil.

Pun, keduanya bukan bertetangga. Antara Kotanopan dengan Hutabargot masih dipisahkan oleh tiga  kecamatan.

Oleh karena itu, akal sehat manusia akan pusing tujuh keliling memikirkan alasan pemindahan itu.

Yang jelas, pemindahan Desa Huta Dangka dari Kecamatan Kotanopan ke dalam wilayah Kecamatan Hutabargot tertuang pada Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 146.1-4717 Tahun 2020 Tentang Penetapan Nama, Kode dan Jumlah Desa di Seluruh Indonesia Tahun 2020.

Sampai sekarang belum ada pernyataan Pemkab Mandailing Natal tentang alasan pemindahan Huta Dangka.

Kabag Tata Pemerintahan Setdakab Mandailing Natal, Isya Ansari yang dihubungi wartawan StartNews, Lokot Husda Lubis hari ini (Selasa, 12/7/2022) mengatakan masih mencari dokumen yang berkaitan dengan dasar atau rujukan pemindahan Huta Dangka.

Isya juga mungkin termasuk yang terkejut alias heran. Sebab pemindahan itu terjadi sebelum beliau menjabat Kabag Tata Pemerintahan.

“Saat ini sedang kita jejaki apakah memang ada dulunya surat dari Pemkab Madina yang mengusulkan agar desa Hutadangka itu pindah ke wilayah Hutabargot” kata Isya Anshari dikutip StartNews.

Boleh jadi Bupati Mandailing Natal, Jak’far Sukhairi Nasution pun terkejut sebelum akhirnya heran saat menerima laporan kepindahan Huta Dangka itu. Sebab, perpindahan tersebut terjadi di era pemerintahan sebelumnya.

Itu makanya Jak’far Sukhairi langsung menyurati Dirjenn Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2022 melalui surat nomor 142/1884/OTDA/2022 memohon agar Huta Dangka kembali ke pangkuan Kecamatan Kotanopan.

Kini Pemkab Mandailing Natal masih menunggu surat balasan dari Dirjen BAK.

Pun kita masih menunggu tentang ada apa di balik semua ini. Tetapi jangan menunggu ungkapan salah ketik. Itu alasan yang bisa bikin terbahak-bahak. (Dahlan Batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Webometrics pada Januari 2015, Universitas Sumatera Utara (USU) tidak masuk dalam peringkat 10 besar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Versi Webometrics, USU berada di peringkat 34. Tidak hanya kalah dengan perguruan tinggi di Jawa, USU peringkat USU juga lebih rendah dibanding sejumlah PT lainnya di Sumatera. Sementara untuk peringkat dunia, USU yang beralamat […]

  • Warga Mompang Julu Kembali Blokir Jalinsum

    Warga Mompang Julu Kembali Blokir Jalinsum

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut kembali memblokir jalan lintas sumatera (Jalinsum), Kamis (2/7/2020). Informasi diperoleh, aksi ini buntut dari penangkapan 2 warga Mompang Julu oleh polisi terduga terlibat dalam aksi pembakaran mobil pada kerusuhan 29 Juni 2020. Warga tidak menerima penangkapan warga itu dan menuntut […]

  • Wisata Memikat, Upaya Minim

    Wisata Memikat, Upaya Minim

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak potensi wisata yang mampu menghipnotis wisatawan, baik waisatawan lokal maupun manca negara. Hanya saja konsentrasi pemerintah daerah, kalangan swasta dan masyarakat luas belum begitu besar mengembangkannya. Dari sisi promosi, brosur pariwisata yang dikeluarkan Pemkab Madina sejauh ini masih Bendungan Batang Gadis, Air Panas Siabu, Gordang Sambilan, Bagas dan Sopo […]

  • Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    Raja-Raja Mandailing Bantah BPA Meninggal Dunia

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Para raja-raja yang ada di Mandailing Natal (Madina) tidak dapat menerima jika Badan Pemangku Adat (BPA) disebut telah meninggal dunia dan telah uzur serta tidak dapat lagi melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Itu dikatakan Ketua BPA Madina, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution kepada wartawan,Senin (10/11) di Panyabungan. Disebutkannya, kalimat “telah meninggal dunia dan […]

  • Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    Kisah Merapi, Mbah Maridjan, Tutur & Wawan Letusan Merapi bukan sekedar meluluhlantakkan sejumlah kampung di lereng gunung.

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kinahrejo terlihat lunglai. Desa yang biasanya begitu hijau kini telah layu. Rumah-rumah porak poranda, pohon-tanaman bertumbangan, hewan ternak teronggok tak bernyawa. Sejauh mata memandang, seluruh desa itu bersepuh debu vulkanik. Bangunan masjid terlihat masih berdiri. Di dekatnya, bangunan rumah telah hancur. Di antara puing-puing kayu bangunan itu, sesosok tubuh berhasil ditemukan rombongan tim SAR. Tubuh […]

  • Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam […]

expand_less