Kamis, 11 Jun 2026
light_mode

Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Ganja, Polisi & Tersangka Kejar-kejaran di Hutan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
  • print Cetak

TAPSEL-METRO; Aparat kesatuan Polsek Pintu Padang berhasil menggagalkan penyelundupan 17 kilogram (kg) ganja kering dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke Kota Padangsidimpuan (Psp), Senin (4/10) sekitar pukul 03.30 dini hari. Dalam aksinya, polisi berhasil mengamankan 3 tersangka. Dua tersangka dibekuk dari pinggir jalan, satu tersangka tertangkap di dalam hutan setelah sebelumnya terlibat kejar-kejaran. Namun, dalam pengejaran itu, satu tersangka lagi berhasil melarikan diri.

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Subandriya SH MH, melalui Kasat Narkoba, AKP Sabar Nainggolan, didampingi Kapolsek Pintu Padang, Iptu Abdi SH, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/10), menjelaskan bahwa penangkapan ganja tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan warga kepada pihaknya.

Dalam penangkapan tersebut berhasil diamankan barang bukti ganja kering sebanyak 17 bal dalam dua karung atau sekitar 17 kilogram, 3 telepon genggam, uang senilai Rp600 ribu dan dua unit sepedamotor jenis supra Fit dengan nomor polisi (Nopol) BB 2209 FE dan sepedamotor jenis KTM tanpa nopol.

Keduanya menceritakan, dua tersangka yang bertugas membawa ganja, Rahmat Bangun Nasution (26) dan Maruli Hasibuan alias Uli ditangkap dari Desa Aek Badak sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Sedangkan dua tersangka lainnya, Irsan Efendi (28) sebagai driver dan MR yang bertugas sebagai penyurvei jalan langsung kabur, begitu mengetahui dua rekannya sudah tertangkap. Keduanya meninggalkan sepedamotor KTM yang digunakan begitu saja di pinggir jalan dan lari ke arah pebukitan di Desa Aek Badak.

Karena lari, personel Polsek Pintu Padang dibantu dengan Satuan Narkoba Polres Tapsel yang berjumlah sekitar 15 personel melakukan pengejaran dan perburuan ke dalam hutan berbukit dan dibantu masyarakat sekitar hingga pagi.

Akhirnya sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu tersangka yakni Irsan Efendi (28) berhasil ditangkap di Desa Tolang Jae saat hendak menaiki salah satu angkutan umum jurusan Psp. Sedangkan satu tersangka lainnya MR masih masih dalam pengejaran di hutan di sekitaran Kecamatan Sayurmatinggi.

Keduanya menambahkan, keempat tersangka merupakan warga Purba Tua Salambue, Kecamatan Psp Tenggara. Menurut pengakuan tersangka, jika berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke salah satu penampung di Kota Psp, mereka diberi upah Rp100 ribu per bal dari bandar di Madina.

Dijelaskan keduanya lagi, sebenarnya komplotan ini sudah menjadi Target Operasi (TO) Polres Tapsel. Pihaknya melihat bahwa jaringan ini sudah professonal dan terkoordinir dan memiliki jaringan yang luas. Sebab, dari pengakuan 3 tersangka mereka sudah menjalankan pekerjaan sebagai kurir dari Madina ke Psp sebanyak 10 kali.

“Kita akan kembangkan kasus ini agar otaknya juga bisa kita tangkap baik bandar dari Madina ataupun penampung di Kota Psp,” jelasnya. (phn)
sumber: metrotabagsel

Tags
  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaminan Kesehatan Tidak Gratis di Sistem Kapitalis

    Jaminan Kesehatan Tidak Gratis di Sistem Kapitalis

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah dan Mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara   Kesehatan salah satu hal penting dan nikmat yang harus disyukuri oleh setiap orang. Sebab jika kesehatan terganggu, maka aktivitas pun akan terhambat. Setiap orang yang mengalami gangguan kesehatan tentunya ingin cepat sembuh, maka ditempuhlah berbagai ikhtiar mulai dari berobat ke rumah sakit, […]

  • Inspektorat : Perobohan Kantor Kepala Desa Gunung Tua Jae Melanggar Hukum

    Inspektorat : Perobohan Kantor Kepala Desa Gunung Tua Jae Melanggar Hukum

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perobohan gedung kantor kepala desa Gunung Tua Jae, Kecamatan Panyangan dinilai melanggar ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Inspektorat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam rangkaian pemeriksaan menyimpulkan bahwa kepala desa Gunung Tua Jae tidak menempuh prosedur saat merobohkan gedung tersebut tahun 2019 lalu. “Jelas melanggar. Prosedur tidak dilalui kepala desa,” ujar Ketua […]

  • Gubsu dan Bupati Harus Seriusi Potensi PLTA Batang Gadis

    Gubsu dan Bupati Harus Seriusi Potensi PLTA Batang Gadis

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Potensi arus listrik sekitar 150 Mega Watt pola PLTA di Sungai Batang Gadis merupakan anugrah yang harus dimanfaatkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi di Mandailing Natal serta kebutuhan energi listrik di Sumatera bagian utara. Pembangunan PLTA dengan sistem waduk di titik 13 Km dari titik hilir Lumpatan Babiat bukan saja sebagai […]

  • Polwan Kenakan Jilbab, Sanksi Menanti

    Polwan Kenakan Jilbab, Sanksi Menanti

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Para Polwan muslim di Indonesia tampaknya masih harus menunggu untuk bisa mengenakan jilbab. Pasalnya, hingga kini aturan pakaian tersebut belum dibuat. Alhasil, hingga kini polwan yang beragama Islam belum diperbolehkan mengenakan jilbab sebagai bagian dari pakaian dinasnya. Aturan jilbab bagi polwan muslim hanya ada di Nangroe Aceh Darussalam. Itu pun bukan berasal dari […]

  • SEMMI Madina Galang Dana Untuk Banjir Tanggabosi

    SEMMI Madina Galang Dana Untuk Banjir Tanggabosi

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (DPC SEMMI) menggalang dan untuk korban banjir di kawasan Tanggabosi, Siabu, Mandailing Natal (Madina) Penggalangan dana ini berlangsung 2 hari, Jum’at dan Sabtu (25-26/10/2019) di jalan raya kawasan Pasar Baru, Panyabungan, Madina. “Adapun DPC SEMMI turun untuk menggalang dana untuk saudara kita yang terkena musibah […]

  • Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    Tak Takut Lagi ke Polisi, Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Tetap Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN – (Mandailing Online) – senin malam (05/05) redaksi Mandailing Online dapat kiriman photo aktivitas tambang emas ilegal di desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal ( Madina ). Aktifitas tambang emas menggunakan alat berat jenis excavator itu kembali meraung raung dikeheningan malam seolah dibiarkan aparat kepolisian dan kantir koramil setempat. Padahal jarak aktifitas […]

expand_less