Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Jakarta,

Penyidik Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Kepulauan Seribu telah melimpahkan berkas pemeriksaan pelaku penculikan 96 anak di bawah usia, Sartono kepada pihak kejaksaan selaku penuntut umum.

“Saat ini, polisi tinggal menunggu keputusan kapan P-21 (berkas dianggap lengkap),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin. Baharudin mengatakan, pihak kejaksaan masih menelaah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Sartono sehingga belum ada keputusan P-21 atau tidak. Kejaksaan sebagai penuntut umum memiliki waktu 14 hari guna menyimpulkan kelengkapan berkas kasus Sartono.

Namun Baharudin tidak menyebutkan kapan polisi menyerahkan berkas tahan pertama kasus penculihan terhadap puluhan anak itu, kepada penuntut umum. Perwira menengah kepolisian itu, menuturkan penyidik menjerat tersangka sesuai Pasal 82 juncto Pasal 83 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun atau maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, anggota Polrestro Kepulauan Seribu menangkap Sartono di Stasiun Kota, Jakarta Barat, Minggu (9/1), berdasarkan laporan dari orangtua salah satu korban pencabulan. Awalnya polisi mendapatkan laporan dari salah satu warga Pulau Pramuka berinisial MJ yang menduga anaknya, HA menjadi korban pencabulan yang dilakukan Sartono. Kemudian polisi melakukan pencarian terhadap Sartono dan berhasil menangkap warga Cirebon, Jawa Barat itu, di sekitar Stasiun Kota, Jakarta Barat.

Tersangka menggunakan modus mengajak korban jalan dan menjanjikan memberi hadiah berupa telepon selular kepada calon korban. Jika korban bersedia diajak jalan, tersangka akan melakukan pencabulan dan menjualnya ke beberapa daerah.

Polisi telah memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus pencabulan tersebut dan menyita barang bukti berupa tiga unit telepon selular milik korban. Korban pencabulan berusia antara 14 tahun hingga 17 tahun dengan perincian sebelum tahun 2008 mencapai 42 anak dan 2008 hingga 2010 sebanyak 54 orang.

Mayoritas anak yang menjadi korban pencabulan Sartono merupakan anak jalanan di sekitar stasiun kereta api Cikampek, Purwakarta, Bandung (Jawa Barat), Serang (Banten)dan Kampung Bandan (Jakarta Utara) dan menjual korban seharga Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per anak. (Ant)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    Petani Tapsel dan Kementan Kembangkan Bawang Merah

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL – Kementerian Pertanian RI menjalankan program pengembangan bawang merah di wilayah Tapsel, tahun anggaran 2019. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Ir. Bismark Muaratua, di Sipirok, Senin (14/10),  mengatakan pengembangan tahap awal bawang merah tersebut untuk 10 kelompok tani. Dengan rincian tiga kelompok tani di wilayah Kecamatan Angkola Muara Tais, dua di […]

  • Tahun Depan, Kesbangpol Pastikan Lebihbanyak Peluang Pelajar Tes Paskibra

    Tahun Depan, Kesbangpol Pastikan Lebihbanyak Peluang Pelajar Tes Paskibra

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2026 mendatang Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal buka peluang lebih banyak bagi Putra Putri terbaik Mandailing Natal untuk jadi Calon Paskibra (pasukan pengibar bendera) pada Tingkat Kabupaten atau berpartisipasi jadi pengibar bendera di HUT RI. Martua Efendi Matondang, S.Sos dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Madina mengatakan hal ini menindaklanjuti […]

  • Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    Pusat Pasar Panyabungan Disesaki Pembeli

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Dua hari jelang bulan puasa Ramadhan, pasar-pasar makin ramai dikunjungi warga yang ingin berbelanja berbagai kebutuhan untuk menyambut bulan puasa. Pusat Pasar Panyabungan misalnya, dari pantauan MedanBisnis, Jumat (29/7) kemarin, terlihat begitu sesak oleh para pembeli. “Besok kan sudah meugang puasa, jadi hari ini kita berbelanja berbagai kebutuhan mulai dari beras, gula, tepung, minyak […]

  • MK Terima Gugatan Sukhairi-Atika

    MK Terima Gugatan Sukhairi-Atika

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) –  Permohonan gugatan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina, H.M Ja’far Sukhairi Nasution Atika Azmi Utammi Nasution (SUKA) diterima Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan demikian permohonan perkara dengan register nomor : 86/PHP.BUP-XIX/2021 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memasuki tahapan sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi dan ahli. Demikian di sampaikan Tim Kuasa Hukum […]

  • Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

    Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Suamiku hanya mencari nafkah, untuk sesuap nasi, bukan cari kaya,” kata Anna (34) lesu menjawab wartawan di Mapolres Mandailing Natal (Madina), Senin (27/1/2014). Itu dikatakanya sebelum membesuk suaminya salah satu dari 6 orang yang ditangkap polisi atas tuduhan menambang emas secara illegal di bukit Huta Bargot, pekan lalu. “Suamiku pergi mencari […]

  • Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): praktek tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah bercampur emas di Muara Soma, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )terus beroperasi. Bahkan aktifitas tambang tidak jauh dari Polsek Muara Soma, namun anehnya tidak ada tindakan dari pihak Polsek setempat. Infestigasi Mandailing […]

expand_less