Senin, 5 Okt 2026
light_mode

Polisi Limpahkan Berkas Penculik 96 Anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Jakarta,

Penyidik Kepolisian Resor Metropolitan (Polrestro) Kepulauan Seribu telah melimpahkan berkas pemeriksaan pelaku penculikan 96 anak di bawah usia, Sartono kepada pihak kejaksaan selaku penuntut umum.

“Saat ini, polisi tinggal menunggu keputusan kapan P-21 (berkas dianggap lengkap),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Senin. Baharudin mengatakan, pihak kejaksaan masih menelaah berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Sartono sehingga belum ada keputusan P-21 atau tidak. Kejaksaan sebagai penuntut umum memiliki waktu 14 hari guna menyimpulkan kelengkapan berkas kasus Sartono.

Namun Baharudin tidak menyebutkan kapan polisi menyerahkan berkas tahan pertama kasus penculihan terhadap puluhan anak itu, kepada penuntut umum. Perwira menengah kepolisian itu, menuturkan penyidik menjerat tersangka sesuai Pasal 82 juncto Pasal 83 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara minimal tiga tahun atau maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, anggota Polrestro Kepulauan Seribu menangkap Sartono di Stasiun Kota, Jakarta Barat, Minggu (9/1), berdasarkan laporan dari orangtua salah satu korban pencabulan. Awalnya polisi mendapatkan laporan dari salah satu warga Pulau Pramuka berinisial MJ yang menduga anaknya, HA menjadi korban pencabulan yang dilakukan Sartono. Kemudian polisi melakukan pencarian terhadap Sartono dan berhasil menangkap warga Cirebon, Jawa Barat itu, di sekitar Stasiun Kota, Jakarta Barat.

Tersangka menggunakan modus mengajak korban jalan dan menjanjikan memberi hadiah berupa telepon selular kepada calon korban. Jika korban bersedia diajak jalan, tersangka akan melakukan pencabulan dan menjualnya ke beberapa daerah.

Polisi telah memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus pencabulan tersebut dan menyita barang bukti berupa tiga unit telepon selular milik korban. Korban pencabulan berusia antara 14 tahun hingga 17 tahun dengan perincian sebelum tahun 2008 mencapai 42 anak dan 2008 hingga 2010 sebanyak 54 orang.

Mayoritas anak yang menjadi korban pencabulan Sartono merupakan anak jalanan di sekitar stasiun kereta api Cikampek, Purwakarta, Bandung (Jawa Barat), Serang (Banten)dan Kampung Bandan (Jakarta Utara) dan menjual korban seharga Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per anak. (Ant)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Madina, Ahmad Husein Daftar ke PDI Perjuangan 

    Pilkada Madina, Ahmad Husein Daftar ke PDI Perjuangan 

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Ahmad Husein Nasution dipastikan akan maju sebagai calon bupati untuk Pilkada Madina 2020. Kepastian itu setelah pengusaha yang juga putra daerah dari Mandailing Natal (Madina) serta owner PT. SBN Group mendaftarkan diri di DPD PDIPerjuangan Sumatera Utara, Jum’at 20 September pekan lalu. Ketua Tim Penjaringan DPC PDI Perjuangan Madina, Syarifuddin Lintang  […]

  • Kolang Kaling, Buah Laris Di Bulan Ramadan

    Kolang Kaling, Buah Laris Di Bulan Ramadan

    • calendar_month Selasa, 24 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Permintaan terhadap buah kolang-kaling terus meningkat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak memasuki bulan Ramadan. Peningkatan permintaan ini menjadi momen tersendiri bagi pemetik buah aren ini untuk menambah inkam keluarga. Bagaimana pengolahan buah ini dari kondisi bergetah gatal kepada layak konsumsi? Mawar (16) seorang pengolah kolang kaling dari Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan […]

  • Bupati Madina Himbau Warga Arif Hadapi Issu Sara Aek Badak

    Bupati Madina Himbau Warga Arif Hadapi Issu Sara Aek Badak

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menghimbau warga, khususnya warga Desa Sihepeng agar lebih arif menyikapi issu sara di Pardomuan atau Aek Badak Siture, Tapsel. Itu dikatakan bupati di sela pembvacaan nota jawaban aats pandangan fraksi terhadap LKPJ bupari Madina TA 2015 di rapat paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Selasa (20/9). Bupati […]

  • TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    TKHI Kawal Jamaah Haji Lansia Mandailing Natal di Arafah

    • calendar_month Senin, 20 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEKKAH (Mandailing Online) – Untuk kelancaran ibadah jai asl mandailing Natal, TKHI Kloter 3/MES terus mengawal dan mendampingi jamaah lanjut usia. Selain lanjut usia, juga risti serta jamaah yang memakai kereta sorong, dan akan lebih fokus selama pelaksanaan ibadah di Arafah, Musdalifah dan Mina (Armina). Itu diungkapkan dokter Emmy Evawani dampingi para medis […]

  • Kontektualitas PKI di Mandailing

    Kontektualitas PKI di Mandailing

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Di Tugu Perintis Kotanopan, ada tulisan tentang Pemberontakan Rakyat tahun 30-an. Tak banyak yang tahu kalau pemberontakan yang meluas di nyaris semua wilayah Hindia Belanda itu berkaitan dengan Pemberontakan Silungkang malam tahun baru 1927 di Sumatera Barat. Lalu menjalar ke berbagai wilayah, termasuk ke kawasan Mandailing. Ada tiga kelompok perjuangan penting […]

  • Surat Edaran Bupati Terkesan Lambat

    Surat Edaran Bupati Terkesan Lambat

    • calendar_month Rabu, 3 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Surat Edaran Bupati Mandailing Natal H. M. Ja’far Sukhairi Nasution yang memerintahkan ASN dan honorer untuk mengikuti vaksinasi dinilai sudah tepat, tapi terkesan terlambat. Hal itu disampaikan anggota fraksi Partai Golkar DPRD Madina Zubaidah Nasution ketika dihubungi Mandailing Online pada Rabu (3/11) siang di Panyabungan. “Langkah ini sudah tepat. Meski […]

expand_less