Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Suamiku hanya mencari nafkah, untuk sesuap nasi, bukan cari kaya,” kata Anna (34) lesu menjawab wartawan di Mapolres Mandailing Natal (Madina), Senin (27/1/2014).

Itu dikatakanya sebelum membesuk suaminya salah satu dari 6 orang yang ditangkap polisi atas tuduhan menambang emas secara illegal di bukit Huta Bargot, pekan lalu.

“Suamiku pergi mencari emas hanya untuk kebutuhan rumah tangga kami pak, bukan seperti para toke yang mencari kaya di bumi Mandailing Natal yang kaya raya ini,” ujar Anna lirih kepada salah satu oknum polisi di sampingnya, sambil menghapus air matanya di tengah-tengah tangisan anaknya yang masih berumur sekitar 5 bulan di dalam gendongannya.

Anna menyebutkan, akibat penangkapan suaminya, dia terpaksa harus mencari nafkah bagi 6 orang anaknya.

Dikatakannya, suaminya tidak sering ke bukit Huta Bargot. Hanya kadang-kadang demi untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Selama ini suaminya bekerja sebagai penyadap karet milik orang lain. Tetapi akibat pendapatan menyadap karet kurang membutuhi biaya keluarga menyebabkan suaminya harus terkadang pergi ke bukit Huta Bargot memilih biji batuan emas, bukan menggali lobang.

“Suamiku hanya sebagai tukang leles (memungut sisa-sisa dari lubang milik para toke), namun ketika itu nasib naas menimpa keluarga kami padahal banyak yang sudah kaya dari lobang emas tersebut tetap leluasa,” katanya.

“Pak Polisi tolonglah bebaskan suami saya, karena anak-anak saya sangat memerlukannya, karena merupakan tulang punggung keluarga kami, lagi pula masih banyak kok toke-toke yang besar namun kenapa bukan itu yang ditangkap pak polisi,” pintanya sambil menangis.

Sementara itu, Waka Polres Madina Kompol M. Gultom didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Chandra CY membantah jika yang mereka tangkap bukan tukang leles.

“Tuduhan dari masyarakat bahwa yang ditangkap oleh pihak Polres Madina hanya sebagai tukang leles itu tidak benar. Dari orang enam yang berhasil diamankan tersebut ada diantaranya pemilik lobang tambang emas,” katanya.

“Di mata hukum tidak ada tukang leles. Melaksanakan penambangan tanpa izin kita tindak, Mereka dikenakan pasal 158 Subs 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,,” tegas Waka.

Situasi ini menggambarkan bahwa penerapan hukum masih memprihatinkan. Hukum di Indonesia belum mampu memilah mana para pemodal yang membuka tambang tanpa izin untuk menumpuk kekayaan harta, dan mana para warga yang hanya memungut bebatuan demi sesuap nasi anak istri.

Parahnya, para pemodal atau lazim disebut toke masih leluasa beraktivitas di bukit Huta Bargot tidak ditangkap, sementara para “tukang leles” yang hanya berjuang agar anaknya tidak kelaparan justru sasaran tangkap.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Terancam Penjara

    Anggota DPRD Terancam Penjara

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan diharapkan melakukan proses hukum terhadap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan masa bakti 2004-2009 yang hingga saat ini belum melakukan pengembalian dana tunjangan komunikasi intensif tahun 2006. “Batas toleransi pengembalian dana tersebut sudah lebih setahun, karena itu anggota DPRD Tapsel periode 2004 -2009 yang hingga saat ini belum mengembalikan dana TKI […]

  • Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) menyalurkan tujuh ton beras premium, Rabu (23/9/2025), di pasar Eks Bioskop Tapanuli, Panyabungan. Ini merupakan gerakan ketujuh kalinya sejak 31 Agustus 2025 dengan tujuan menjaga stabilitas harga beras. Sama seperti sebelumnya, Pemkab Madina mematok harga Rp60 ribu untuk setiap […]

  • Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    Sobir Reses di Aek Mata, Warga: Kami ‘Belum Merdeka’

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    AEK MATA (Mandailing Online) – Jalan yang merupakan akses utama masyarakat seharusnya menjadi prioritas pembangunan infrastruktur. Namun, kondisi jalan ke Desa Aek Mata masih memprihatinkan. Padahal Aek Mata secara geografis masuk wilayah Kecamatan Panyabungan. Kondisi jalan yang buruk ini menjadi perhatian utama warga ketika Sobir Lubis, SH, anggota DPRD Madina dari Fraksi Partai Golkar menggelar […]

  • Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    Dana Bos Di Panyabungan Timur seakan jadi Rahasia bagi Public

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sekolah SD/SLTP Dikecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal belum sepenuhnya memberikan informasi penggunaan dana Bos bagi sekolah. Padahal undang-undang nomor 14 tahun 2008 mengamanatkan Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Public. Ketertutupan informasi ini seakan pemantauan dan pemonitoringan dari insatansi terkait dinilai terkesan masih kurang maksimal.

  • Rahim Nasution Mundur dari PDIP, Khoirul Amri Bakal Jadi Anggota DPRD Madina

    Rahim Nasution Mundur dari PDIP, Khoirul Amri Bakal Jadi Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 4 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Madina, M. Rahim Nasution,S.Sos menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan di PDI Perjuangan. Pengunduran diri itu karena Rahim Nasution akan pindah ke Partai Golkar. Surat pengunduran diri Rahim Nasution itu tertanggal 3 Juli 2018 yang ditujukan kepada DPP PDI Perjuangan di Jakarta; DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumut dan DPC […]

  • Apresiasi Rencana Pendirian ITS Madina, MPC PP: Akan Melahirkan SDM Unggul dan Kompetitif

    Apresiasi Rencana Pendirian ITS Madina, MPC PP: Akan Melahirkan SDM Unggul dan Kompetitif

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) mengapresiasi rencana pendirian Institut Teknologi dan Sains (ITS) di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Pendirian ITS ini nantinya akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang SDM Masnah, S.Pd kepada Mandailing Online, […]

expand_less