Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Suamiku Hanya Mencari Sesuap Nasi, Bukan Cari Kaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Suamiku hanya mencari nafkah, untuk sesuap nasi, bukan cari kaya,” kata Anna (34) lesu menjawab wartawan di Mapolres Mandailing Natal (Madina), Senin (27/1/2014).

Itu dikatakanya sebelum membesuk suaminya salah satu dari 6 orang yang ditangkap polisi atas tuduhan menambang emas secara illegal di bukit Huta Bargot, pekan lalu.

“Suamiku pergi mencari emas hanya untuk kebutuhan rumah tangga kami pak, bukan seperti para toke yang mencari kaya di bumi Mandailing Natal yang kaya raya ini,” ujar Anna lirih kepada salah satu oknum polisi di sampingnya, sambil menghapus air matanya di tengah-tengah tangisan anaknya yang masih berumur sekitar 5 bulan di dalam gendongannya.

Anna menyebutkan, akibat penangkapan suaminya, dia terpaksa harus mencari nafkah bagi 6 orang anaknya.

Dikatakannya, suaminya tidak sering ke bukit Huta Bargot. Hanya kadang-kadang demi untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Selama ini suaminya bekerja sebagai penyadap karet milik orang lain. Tetapi akibat pendapatan menyadap karet kurang membutuhi biaya keluarga menyebabkan suaminya harus terkadang pergi ke bukit Huta Bargot memilih biji batuan emas, bukan menggali lobang.

“Suamiku hanya sebagai tukang leles (memungut sisa-sisa dari lubang milik para toke), namun ketika itu nasib naas menimpa keluarga kami padahal banyak yang sudah kaya dari lobang emas tersebut tetap leluasa,” katanya.

“Pak Polisi tolonglah bebaskan suami saya, karena anak-anak saya sangat memerlukannya, karena merupakan tulang punggung keluarga kami, lagi pula masih banyak kok toke-toke yang besar namun kenapa bukan itu yang ditangkap pak polisi,” pintanya sambil menangis.

Sementara itu, Waka Polres Madina Kompol M. Gultom didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Chandra CY membantah jika yang mereka tangkap bukan tukang leles.

“Tuduhan dari masyarakat bahwa yang ditangkap oleh pihak Polres Madina hanya sebagai tukang leles itu tidak benar. Dari orang enam yang berhasil diamankan tersebut ada diantaranya pemilik lobang tambang emas,” katanya.

“Di mata hukum tidak ada tukang leles. Melaksanakan penambangan tanpa izin kita tindak, Mereka dikenakan pasal 158 Subs 161 UU RI No 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,,” tegas Waka.

Situasi ini menggambarkan bahwa penerapan hukum masih memprihatinkan. Hukum di Indonesia belum mampu memilah mana para pemodal yang membuka tambang tanpa izin untuk menumpuk kekayaan harta, dan mana para warga yang hanya memungut bebatuan demi sesuap nasi anak istri.

Parahnya, para pemodal atau lazim disebut toke masih leluasa beraktivitas di bukit Huta Bargot tidak ditangkap, sementara para “tukang leles” yang hanya berjuang agar anaknya tidak kelaparan justru sasaran tangkap.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    Wacana Amandemen UUD 1945 dan Urgensinya

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Halvionata Auzora Siregar Putra Batang Natal. Saat ini kuliah di Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh / Kader HMI Cabang Lhokseumawe   Seminggu yang lalu ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mewacanakan tentang amandemen UUD 1945 dengan menambah Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) dan menambah kewenangan MPR untuk menyetujui rancangan dari PPHN tersebut dengan payung hukum yaitu Tap […]

  • Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini  Sikap dan Tanggapan Warga

    Kades Sirambas Laporkan Warganya ke Polisi, ini Sikap dan Tanggapan Warga

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kades itu sudah menunjukkan arogansinya, buktinya warga nya sendiri dilaporkan ke polisi hanya gegara warga protes pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan sehingga membuat warga menyegel dan melempari kantor desa, ” Kata Ahmad Toyib warga desa sirambas pada Mandailing Online 9/9/2024 menyikapi 7 warga desa yang dilaporkan Kades Ilman Suhdi […]

  • Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika tak ada halangan, Mandailing Natal akan melangsungkan Sidang Adat dan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan. “Insyaalah dilangsungkan Senin depan, 21 Pebruari 2022″ kata Ketua Umum Badan Pemangku Adat dan Budaya (BPAB) Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Soangkupon kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (17/2/2022). Lokasinya direncanakan di kawasan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) Para raja-raja Mandailing […]

  • Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    Bella Saphira Berhaji Diundang Pemerintah Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BARU menjadi mualaf, Bella Saphira mendapat rezeki menunaikan ibadah haji bersama suaminya, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti. Wanita yang mulai dikenal dalam sinetron Dewi Fortuna itu mendapat undangan haji khusus dari pemerintah Arab Saudi. Dan Rabu (23/10) lalu dia baru saja kembali dari Tanah Suci Mekkah. ‘Iya, baru pulang,’ ujar perwakilan manajemen Bella, Rio, saat […]

  • Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

    Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Bukittinggi, – Gunung Marapi di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali terlihat menyemburkan abu vulkanik pada Senin pagi sekitar pukul 08.33 WIB. Berdasarkan pengamatan di Kota Bukittinggi, semburan kedua abu vulkanik tersebut terlihat sedikit lebih tebal dari semburan pertama pada pukul 07.30 WIB. Semburan abu vulkanik tersebut sangat jelas terlihat dari kejauhan di […]

  • AFC hanya akui PSSI

    AFC hanya akui PSSI

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- PSSI menegaskan jika Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hanya mengakui tim nasional (timnas) bentukan PSSI untuk berlaga di ajang Piala AFF 2012, November mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Halim Mahfudz, penegasan itu disampaikan langsung oleh para petinggi AFC. Dua petinggi AFC yang dimaksud Halim adalah Wakil Presiden AFC HRH, Prince Abdullah, dan […]

expand_less