Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Hilangnya Pelindung Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Ibu Peduli Generasi

 

“Jadikanlah diam sebagai sarana atas pembicaraanmu, dan tentukan sikap dengan berpikir.” (Imam Syafi’i)

Biadab! Inilah kata-kata yang pantas disematkan terhadap orang yang tega menyiksa dan membunuh darah dagingnya sendiri. Seperti yang baru-baru ini viral di jagat maya. Aksi kejam dan biadab dilakukan seorang suami kepada istri dan anaknya di satu rumah di Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Pelaku berinisial RN (31) tega menganiaya istrinya berinisial NI (31) dan membunuh anak perempuannya berinisial KPC (13) menggunakan parang (02/10).

Kekerasan suami terhadap istri atau ayah terhadap anak sering terjadi. Hal ini menunjukkan hilangnya fungsi qawwamah pada laki-laki. Sejatinya suami atau ayah adalah orang yang pertama menjadi benteng untuk mendapatkan kenyamanan dan pembelaan oleh anggota keluarganya. Bukan menjadi momok yang menakutkan.

Ada banyak hal yang menjadi penyebab, mulai dari tingginya beban hidup, gaya hidup buruk, dan lemahnya kemampuan mengendalikan diri.

Tingginya beban hidup terus meningkat sementara lapangan pekerjaan sulit didapatkan. Ditambah gaya hidup yang serba tinggi sedangkan kemampuan tidak memadai. Yang lebih parah adalah rendahnya taraf berfikir waras karena keimanan tidak dimiliki. Akhirnya mengambil jalan pintas yang salah hingga berakibat fatal.

Mesti ada perhatian serius dari semua pihak akan kasus-kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi. Data yang tercatat hingga Oktober 2022 oleh Kemen PPPA ada 18.621 kasus KDRT di Indonesia, angka yang sangat fantastis dan sangat mencengangkan. Begitu hancurnya tatanan rumahtangga di negeri ini, anak-anak yang menjadi korban pun otomatis terus meningkat.

Sebenarnya ini bukan hanya persoalan individual, namun persoalan sistemik. Akibat sistem yang diterapkan berasal dari akal manusia maka solusi yang diberikan juga tidak akan mampu menyelesaikannya. Tidak dapat pula hanya solusi tambal sulam yang diterapkan, misal hanya berkutat memperbaiki akhlak dan perbaikan individu tidak cukup. Harus ada perbaikan dari semua lini kehidupan. Mulai dari tatanan individu, rumah tangga, masyarakat juga sistem kenegaraan.

Hanya sistem islam yang mampu memberikan solusi tuntas atas persoalan semacam ini secara mendasar dan  menyeluruh. Islam akan memberikan pengaturan dan pengarahan bagaimana semestinya hak dan kewajiban suami istri. Sistem Islam juga memberikan solusi atas permasalahan ekonomi yang dialami rakyatnya dengan menjamin seluruh kebutuhan dasar, sekunder hingga tersier dengan memastikan barang kebutuhan tersedia dengan cukup.

Tak lupa pula Islam menjamin kesehatan, pendidikan dan keamanan setiap warga negaranya, dengan cara pengelolaan sumber daya alam secara mandiri untuk kepentingan rakyat, bukan untuk para elit tertentu.

Penerapan hukum yang salah akan melahirkan berjuta masalah. Yaitu penerapan sistem sekuler yaitu pemisahan agama dari kehidupan akar masalahnya. Sudah saatnya kembali pada sistem Islam yang berasal dari pencipta alam semesta beserta isinya, dengan cara memahamkannya dari akar hingga daun keseluruh manusia.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roving Seminar KI, Atika Bawa Kopi Takar

    Roving Seminar KI, Atika Bawa Kopi Takar

    • calendar_month Kamis, 14 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam rangka kegiatan roving seminar Kekayaan Intelektual di Medan yang dilaksanakan di Medan (13-14 Maret), Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution membawa paket Kopi Takar untuk diserahkan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Plt. Dirjen Kekayaan Intelektual, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno […]

  • Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    Harga Karet Turun Lagi, Pangguris Kembali Terpukul

    • calendar_month Sabtu, 1 Apr 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet alam turun lagi di Mandailing Natal dalam  dua pekan terakhir. Pantauan penjualan di pertimbangan Gunung Tua Iparbondar, Panyabungan, Kamis (31/3/2017), harga terrendah karet alam berada di kisaran Rp 8.200 per Kg, tertinggi sekitar Rp 9.000 per Kg. Harga itu melorot dari pekan sebelumnya yang masih bertengger di kisaran Rp9.000 […]

  • Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    Penasehat Hukum Minta Hakim Bebaskan Kadis PUPR Madina

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Dakwaan yang diajukan JPU terhadap Kadis PUPR Madina, Syahruddin dan staf Dinas PUPR Madina, Nazaruddin Sitorus STdinilai kabur dan tidak cermat. Sehingga kuasa hukum memohon agar majelis hakim nantinya menjatuhkan vonis bebas terhadap kedua kliennya. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Dr. Adi Mansar ketika menyampaikan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan […]

  • Produksi dan Harga Kakao Turun, Petani Madina Kelimpungan

    Produksi dan Harga Kakao Turun, Petani Madina Kelimpungan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Petani kakao di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa bulan terakhir mengalami masa sulit, selain produksi menurun, harga biji kakao juga menukik. Penurunan produksi tersebut diakibatkan musim danga, penurunan produksi mencapai hingga 50 %. “Musim danga itu akibat musim penghujan yang berkepanjangan melanda daerah ini sejak bulan September 2014 hingga […]

  • Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    Ssst!!! Ada 61 Ribu Transaksi Pejabat per Tahun

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Yunus Husein, SH, LLM mengungkapkan 61 ribu transaksi pejabat negara telah diterima. Hal ini disampaikannya dalam Seminar perolehan harta kekayaan pejabat publik yang tak wajar, di Jakarta Media Center (JMC), Jakarta, Sabtu (27/11/2010). “PPATK menerima laporan 61 ribu transaksi per tahunnya,” katanya. Lebih lanjut […]

  • Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    Aktifitas Tambang Emas Ilegal Beroperasi Dekat Polsek Batang Natal

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Batang Natal ( Mandailing Online ): praktek tambang emas ilegal menggunakan alat berat jenis excavator untuk melakukan pengerukan material tanah bercampur emas di Muara Soma, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina )terus beroperasi. Bahkan aktifitas tambang tidak jauh dari Polsek Muara Soma, namun anehnya tidak ada tindakan dari pihak Polsek setempat. Infestigasi Mandailing […]

expand_less